Pembalasan Mommy L

Pembalasan Mommy L
Keegoisan Alif!!, Batas Kesabaran Hana


__ADS_3

***happy Reading πŸ™πŸ˜˜πŸ˜πŸ₯°πŸ’œπŸ’›


Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ…


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ***...


Keegoisan Alif!!, Batas Kesabaran Hana


(HANA)


Sudah masuk hari ketiga. Saat Aku menitipkan anak-anak dikediaman orang tuaku. Hari ini Aku berniat menjemput anakku Zavir dan Zava.


Setelah meminta waktu untuk sendiri. Puji syukur, aku bisa mengendalikan diri. Dari rasa putus asa, atas penghianatan suami tercintaku itu.


Dan berhasil memutuskan sikap seperti apa yang harus aku ambil, untuk permasalahan rumah tangga ku. Yaitu dengan berdamai dan berusaha mengambil pelajaran dari penghianatan suamiku. Untuk saat ini.


Igat untuk saat ini!!.


Tentu saja mereka berdua harus mendapatkan karma. Dari perbuatan hina mereka itu. Mana mungkin aku akan memaafkan dan berdamai dengan keduanya begitu mudah.


Enak saja para penghianat itu.


Oh jika kalian bertanya, dimana Mas Alif alias suamiku. Dia tidak pernah kesini lagi semenjak ia pergi membawa selingkuhan nya itu.


Brengs*k sekali bukan? Manusia yang menjabat sebagai suaminya itu. Mungkin dia juga membenarkan perbuatannya itu. Sudah lah, sebaiknya aku pergi menjemput kedua malaikat kecil ku. Yang menjadi alasan ku, untuk tetap bertahan di dunia ini.


Setelah selesai bersiap-siap. Aku seger mengambil kunci mobil kemudian turun kelantai bawah. Memilih berbelok kearah dapur terlebih dahulu, untuk menyegarkan tenggorokan ku yang terasa kering.


Didapur!, Para pelayan menyapa ku. Aku hanya membalasnya dengan senyuman sambil mengangguk. Mereka memang tetap ku pekerjakan. karena menurut ku , permasalahan ini tidak ada kaitannya dengan mereka.


Jadi, biarkan saja mereka tetap bekerja dan mendapatkan gaji. Yang dapat membantu perekonomian keluarganya.


Saat aku selesai minum. Kupanggil Cici " Ci!!! Saya keluar sebentar ya "


" Iya Bu' , emang ibu' mau kemana " taya Cici sopan pada ku.


" Saya mau jemput anak-anak Ci!! " Jawab ku sambil berjalan keluar rumah.


" Beneran, ibu' mau jemput den avil non Ava ? " Terlihat bahagia


" Iya Ci', kamu kira saya bohong " senyum ku. Ada-ada saja Cici ini.


" Hehehe!!! Mana berani Cici bilang ibu' bohong " cegirnya sambil membuka pintu untuk ku. Namun???


Ketika pintu terbuka dengan lebar, tampak lah dua manusia yang seketika membuat mata ku sakit.


Bagaimana tidak mengotori mata, dihadapannya berdiri suaminya dan Siska yang saling bergandengan tangan.dan apa itu disamping suaminya, dua koper. Apa-apaan ini, aku tidak bodoh!!. Sehingga tidak tau apa maksudnya itu.

__ADS_1


Sungguh pemandangan yang tidak ramah.


" Anum, sayan_____" ucapannya langsung ku hentikan degan mengangkat tangan. Kode untuk menyuruhnya berhenti bicara.


" Panggil saja degan mommy L. Tidak dengan Anum " degan senyum manis ku.


" Silahkan duduk " kiper silahkan keduanya duduk di kursi yang tersedia di teras rumah.


" Ci', bawakan minuman dan cemilan untuk keduanya " perintah ku yang langsung dilaksanakan oleh Cici tanpa bertanya.


" Silahkan " kembali kupersilahkan mereka. Kulihat wajah ingin protes suamiku dan wajah marah Siska. Aku tidak peduli.


Kukira salah satunya akan protes atas tindakan ku, Eh ternyata tidak. Keduanya malah memilih duduk . Bagus juga karena aku malas berdebat.


" Anum bu____" Alif lagi-lagi tidak selesai


" MOMMY L, NO! ANUM " tekanku sekali lagi tidak suka dipanggil Anum.


" Straight to. what does my husband want, come to bring his little lover here. " Tanya ku degan aksen Inggris yang fasih.


" Mas akan segera menikah dengan Siska. Karena perutnya sudah mulai menunjukkan kehamilannya. " Ucapannya dalam satu tarikan nafas.


" Ya! , Lebih cepat lebih baik " ucapku membenarkan.


Kulihat keduanya kaget mendengar ucapan ku. Apakah mereka mengharapkan kata-kata yang lain, dariku.


" Heum_ tidak sama sekali " untuk apapula aku keberatan. Memangnya dia akan batal menikah kalau aku keberatan.


Kulihat Siska langsung sumringah. Dan langsung mengeratkan genggaman tangan keduanya. Yap, dari tadi kedua tangan itu tidak pernah lepas, benar-benar pasangan tidak berperasaan.


" Kau boleh menikahinya . Degan syarat, setelah kita resmi BERCERAI " Tambah ku menekan kata bercerai. Dan sesuai dugaan senyum keduanya langsung pudar.


" Kamu tinggal memilih, mau langsung tanda tangan atau datang kepersidagan " lanjut ku tidak memberikan mereka angkat bicara.


" Mana bisa begitu, kita tidak akan bercerai. Apa kamu sudah gila " ucapannya tidak terima degan keputusan ku.


" Pikirkan anak-anak. Mas tau kamu terluka degan apa yang mas lakukan, tapi Siska menjadi tanggung jawab mas sekarang. Dia butuh mas, anak-anak juga butuh mas!! Jadi kamu tidak boleh mengambil keputusan egois seperti ini " lanjut nya yang mungkin akan terdengar sangat bijak jika saja permasalahannya bukan orang ketiga.


" Apah!!!! Kamu bilang aku egois? " Tanya ku seakan tidak mempercayai pendengaran ku sendiri.


" Benar kata Mas Alif Mbak, keputusan itu sagat egois. Mbak nggak pikirin perasaan anak-anak " jawab Siska sok perhatian kepada kedua anakku.


" Saya yang harus bertanya seperti itu sama kamu Siska!!!, Siapa yang egois disini. Saya atau kalian berdua yang egois?. apa kalian tidak pernah berfikir ??, Bahwa perbuatan memalukan kalian itu akan menyakiti banyak orang " ucapku degan intonasi naik dua oktaf.


" DAN KAMU MAS ALIF, APA KAMU SAMASEKALI TIDAK MEMILIKI RASA KASIHAN KEPADA ANAK KITA. SETIDAKNYA DATANGIN KEDUANYA DAN MINTA MAAF ATAS PERBUATAN MU ITU. KARNA SEPERTINYA KAU TIDAK ADA NIAT MEMINTA MAAF KEPADAKU, YANG JELAS-JELAS SANGAT TERLUKA ATAS KESALAHANMU ." Teriakku mengeluarkan semua sesak yang aku rasakan selama dua hari ini.


Perdebatanku degan mas Alif semakin memanas. Karena dia terus terusan membela Siska, dia malah mengatakan bahwa Siska juga korban yang tidak bersalah katanya.

__ADS_1


Perdebatan kami terhenti saat Cici datang membawa pesanan ku tadi. Entah dia sengaja atau tidak, tapi dia agak terlambat membawa cemilan dan minumannya.


Setelah meletakkan semua nya Cici langsung ijin kedalam kepada ku. Aku hanya menjawabnya dengan anggukan.


" kamu terimah saja keputusan ku. Ini yang terbaik untuk kita semua " ucap ku setelah cukup tenang


" Dan satu lagi, bawa kembali Siska bersamamu. Jagan kamu fikir, aku akan mengijinkan mu membawa tinggal di rumah ini. " Tekan ku.


" Kamu harus ingat, rumah ini adalah pemberian orang tuaku serta semua surat-suratnya atas nama ku, jadi aku berhak memutuskan siapa yang tinggal dan tidak tinggal dirumah ini " lanjut ku degan suara angkuh.


" Mas, masih berhak tinggal disini. Mas masih menjadi suami kamu " balasnya tidak kalah angkuhnya.


" Oh silahkan kamu tinggal disini sampai sidang PERCERAIAN kita Minggu depan. Karna aku sudah mengajukannya " beri tauku santai.


" Kamu!!!__ " suamiku itu tidak dapat berkata-kata lagi.


" Sudah tidak ada lagi, bukan. Kalau begitu silahkan angkat kaki dari rumahku. Dan sampai jumpa di PENGADILAN MAS ALIF " usir ku secara halus. Namun penekanan di akhir kalimat ku.


Mereka berdua akhirnya pergi . Setelah suamiku itu mengatakan bahwa perceraian yang kuinginkan, tidak akan pernah terwujud.


Tentu saja aku membalas ucapannya itu. Ku katakan padanya , bahwa kita lihat saja di persidangan nanti. Apakah keinginan ku uibercerai bisa terwujud atau tidak.


Setelah menenangkan diri. Aku pun langsung berangkat pada tujuan awal ku, untuk menjemput dua malaikat kesayangan ku. Sungguh aku sudah sangat merindukan keduanya.


" Hah!!! Tunggu mommy sayang sayangnya ku " degan senyum bahagia ku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


***Alhamdulillah πŸ€²πŸ™πŸ₯°


atas isi Allah SWT, penulisan BAP kali ini berjalan dengan lancar πŸ€²πŸ™


Kata-kata buat Siska dari akuπŸ™ƒ


#MANDI YUK MBAK, BIAR NGGAK GATAL #😌


JANGAN LUPA


LIKE


KOMEN


VOTE


DAN JANGAN LUPA TAMBAH KE FAVORIT πŸ™πŸ’œπŸ€πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜


SEKIAN WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI πŸ™πŸ™πŸ™***

__ADS_1


__ADS_2