Pembalasan Mommy L

Pembalasan Mommy L
Siapa Sebenarnya Vanya Irang, Dan Apa Hubungannya Dengan Dendam Hana


__ADS_3

Happy Reading πŸ™πŸ˜˜πŸ’œπŸ’›


Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ…


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Siapa Sebenarnya Vanya Irang, Dan Apa Hubungannya Dengan Dendam Hana


______


" ternyata seperti itu, tapi tetap saja aku sangat terkejut akan permintaan mu di pesan tadi malam " ujar dokter clara setelah mendengar cerita dari Hana.


" kamu yakin bukan, bahwa kondisi Zavir dan Zava yang sebenarnya tidak akan bocor " tanya Hana memastikan bahwa rencana nya tidak di ketahui oleh pihak lawan.


dokter Clara mengangguk mantap, ia sudah mengerahkan seluruh koneksi nya di rumah sakit ini untuk ikut serta dalam rencana Hana mengenai kesehatan kedua anaknya.


" kamu tenang saja, reka medis yang di buat untuk si kembar sesuai dengan keinginan mu. jadi tidak akan ada yang curiga jika sebenarnya kedua nya tidak pernah mengalami alergi hari ini " yakin dokter clara.


Hana mendengar nya bisa merasa tenang sekarang. karena rencana nya berjalan dengan lancar.


Untung saja si kembar Zavir dan Zava bisa di ajak kerjasama dengan baik, sehingga mempermudah rencana Hana dengan pelayannya Cici.


asal kalian tau, si kembar tidak pernah memakan puding buatan Cici yang sudah di campur dengan bubuk kacang tanah.


jika kalian bertanya bagaimana bisa bukan puding itu yang di makan keduanya, karena Hana telah memerintahkan salah satu pelayan setia nya untuk membuat puding coklat terlebih dahulu sebelum Cici membuat nya.


Hana memerintah pelayan nya itu secara rahasia untuk membuat puding coklat tanpa sepengetahuan para pelayan lainnya, kecuali dua orang lainnya.


yaitu Cici dan sang kepala pelayan di rumah nya itu, semuanya telah di susun oleh Hana dalam skenario buatannya.


dan karena berkat rencana Hana yang begitu matang itu, mampu membuat mereka menemukan orang yang mengintai pergerakan Cici di rumah nya ini.


ternyata dia merupakan seorang wanita yang hampir seumuran dengan Cici, yang ternyata menyamar sebagai keponakan dari salah satu pelayan yang telah pulang kampung untuk sementara waktu.


Hana bisa kecolongan karena saat wanita itu datang menemui Hana saat ia sedang di Landa kesedihan atas perselingkuhan mantan suaminya.


pantas saja Hana tidak merasa curiga waktu itu di karena kan ia sedang banyak pikiran, membuat nya tidak fokus sama sekali.


tapi untungnya perempuan itu hanya mengawasi pergerakan Cici saja, tanpa melakukan hal-hal yang bisa merugikan nya terutama kedua malaikat kecil kesayangannya.


...----------------...


" tapi Hana, aku benar-benar mengakui kehebatan akting keduanya. kemampuan mereka sungguh di luar dugaan, memang layak jika darah keluarga Wijaya mengalir lebih kental dari darah keluarga Pagestu " ujarnya.


sungguh ia mengagumi kemampuan akting dari kedua anak kembar sahabat nya itu, sungguh sangat mencengangkan untuk nya.


Hana benar-benar mendidik keduanya dengan sangat baik, membuat nya iri saja.


tapi mau bagaimana lagi, ia masih menikmati kesendirian ya untuk berkarir. ia belum siap untuk yang namanya ikatan pernikahan, meskipun kekasihnya sudah pernah menanyakan mengenai kesiapan nya ke jenjang pernikahan.


namun ia menolak dengan halus, dan memberikan pengertian pada kekasihnya itu mengenai ketidak siapan nya untuk segera menikah.

__ADS_1


untungnya kekasihnya itu sangat pengertian dan tidak banyak mempermasalahkan apapun dengan nya.


oke kembali lagi pada obrolan nya dengan Hana.


" padahal aku hanya meminta mereka tanpa paksaan, tapi keduanya bersedia dan bahkan melakukan nya dengan sangat baik. " jawab Hana juga tidak menyangka akan kehebatan anak-anak dalam aktingnya.


" aku pun cukup terkejut waktu itu, jika orang lain melihat ku. mungkin mereka mengira aku syok melihat kondisi Kedua tadi pagi, tanpa mereka ketahui. bahwa sebenarnya aku syok dengan akting keduanya yang sungguh nyata " lanjut Hana lagi dengan kekaguman yang tersirat di mata hazel nya.


Dokter Clara mengangguk setuju dengan perkataan sahabat nya itu mengenai si kembar Zavir dan Zava.


benar-benar mampu untuk ukuran anak kecil.


" oh iya. ada yang ingin ku sampaikan, Hana " ujar dokter clara serius menatap sahabatnya itu.


Hana mengerutkan keningnya bigung dengan keseriusan tiba-tiba dari wanita berjas putih di sebrang meja itu.


" seperti nya rencana mu untuk membalas dendam, berjalan dengan lancar. benar bukan?? " tebak Dokter Clara menyeringai.


" apa yang kau bicarakan? " mengangkat sebelah alisnya.


" Nona Vanya Irang, seorang wanita cantik yang masih begitu muda. kira-kira ia seumuran dengan wanita yang menghancurkan rumah tangga mu, bersama mantan suamimu itu. "


" apa kamu mengenal nya ? " Dokter Clara semakin tersenyum ketika selesai dengan ucapannya.


sedangkan Hana seketika ikut menerbitkan senyum manisnya, namun itu tidak sampai pada matanya. yang malah menyorot penuh selidik pada Dokter Clara.


" Bagaimana menurut mu tentang balasan ku pada dua manusia yang menorehkan luka pada ku ? " Hana malah mengajukan pertanyaan kepada wanita dihadapannya itu.


" jika tebakan ku benar, maka itu benar-benar kejam Hana. sungguh balasan yang berkali-kali lipat lebih kejam, kau benar-benar keturunan keluarga Wijaya yang tidak akan melepaskan mangsanya dengan mudah " jawab dokter clara santai.


sama sekali tidak masalah jika memang tebakan nya benar, Clara malah merasa jika itu merupakan pembalasan yang akan selalu di ingat sampai kapanpun oleh dua pasangan penghianat itu.


" aku penasaran, bagaimana kau bisa mengenal Nona Vanya itu. bagaimana kalian bisa saling terhubung ? " tanya dokter clara penasaran.


" kau sendiri, bagaimana kau bisa mengenal nya ? " Hana malah balik bertanya membuat Clara berdecak kesal.


" kau ini, selalu saja bertanya kembali jika aku bertanya " omel nya kesal.


membuat Hana yang sedari tadi tenang kini menghamburkan tawanya merasa terhibur akan kekesalan sahabat nya itu.


Clara ini memegang tidak pernah berubah, dia selalu saja begitu mudah di buat kesal.


" kau malah tertawa, cepat. beritahu aku, bagaimana kau mengenal nya " tanya lagi berusaha sabar.


Hana menggeleng kepalanya tanda tidak setuju.


" kau lebih dulu Clara " balas Hana tidak mau mengabulkan keinginan sahabat nya itu.


haaaah!!!


" baiklah-baiklah aku mengalah padamu, mommy. " ujar nya pasrah sambil mengangkat kedua tangannya keatas.

__ADS_1


membuat Hana kembali tertawa senang akan kemenangan nya.


" Nona Vanya merupakan salah satu pasien di sini, maka dari itu aku mengenal nya. dan aku tidak perlu memberitahu mu bukan, mengenai penyakitnya " jelas dokter clara pada Hana.


Hana mengangguk.


" Aku sudah tau, maka itulah mengapa aku memilih nya " jawab Hana santai.


" Yap , keadaan nya benar-benar memperlancar rencana mu " ujar Clara mengangguk angguk kan kepalanya.


sebab penyakit yang di derita dari wanita yang mereka bahas, benar-benar membuat tenaga medis kebingungan.


" Nah, sekarang beritahu aku. bagaimana kamu mengenal nya ? " tanya Clara yang kedua kalinya.


" Dia yang datang padaku " jawab Hana singkat.


Clara mengerut kan keningnya bigung. membuat Hana yang melihat nya kembali melanjutkan ucapannya lebih jelas lagi.


" Nona Vanya sendiri yang datang padaku, Clara. dia yang menawarkan diri untuk membantu ku " jelas Hana lagi.


" mengapa seperti itu, apa urusannya dendam mu dengan dirinya " Clara semakin bigung.


" Karena dia berkaitan " ujar Hana lagi dengan senyum main-main nya.


Clara sungguh tidak dapat menebak jalan pikiran ibu dua anak ini, dari jaman mereka kuliah hingga kini ia masih saja tidak mampu menebak apapun dari mimik wajah maupun sorot matanya.


karena Hana benar-benar mampu menyembunyikan pemikiran nya sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Alhamdulillah πŸ€²πŸ™ atas izin Allah SWT, semua berjalan lancar πŸ™πŸ’œ...


...Semoga hari kalian semua berjalan dengan baik πŸ€²πŸ™...


...Baiklah Jagan lupa beri dukungan untuk author πŸ˜ŠπŸ™πŸ’œ...


...Agar semakin semangat πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’œ...


...Dengan cara...


...LIKE...


...KOMEN...


...VOTE...


...DAN JANGAN LUPA TAMBAH KE FAVORIT πŸ₯°πŸ™πŸ’œ...


...SEKIAN DAN TERIMAKASIH πŸ™...


...WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ***...

__ADS_1


__ADS_2