
Happy Reading ππππππ₯°
Ψ¨Ψ³Ω Ψ§ΩΩΩ Ψ§ΩΨ±ΨΩ Ω Ψ§ΩΨ±ΨΩΩ
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
# Hana Masih Bersama Dengan Xavior #
________
" Lukanya tidak terlalu dalam " ucap dokter pribadi Xavior
" Anda hanya perlu menjaga nya, Jagan sampai terkena air. Obatnya sudah saya resepkan, minumlah setelah anda makan. " Lanjut dokter Kana memberi tahu pada Hana.
Setelah nya, dokter Kana membereskan segala peralatannya. Kemudian meminta ijin kepada Xavior untuk pamit kembali kerumah sakit.
" Kalau begitu saya permisi Tuan muda " ucapnya sopan
" Ya. Terimakasih atas bantuannya, pergilah " balas Xavior datar.
" Sama-sama, Tuan muda. Sudah tugas saya memenuhi panggilan dari Tuan muda. Kalau begitu sekali lagi saya permisi, dan semoga cepat sembuh Nona " dokter Kana kembali berbicara. Setelahnya ia langsung pamit.
Asisten Rio langsung mengikuti dokter Kana, untuk mengantarnya sampai pintu. Setelah nya asisten Rio kembali masuk pada ruangan, dimana Tuan dan Hana berada.
Baru saja sampai, Xavior langsung memberikan perintah pada asisten Rio. Untuk pergi ke klinik untuk menebus obat untuk Hana.
Dan tak lupa baju untuk Hana.
Xavior menyuruh asistennya juga membeli pakaian baru untuk Hana. Karna tidak mungkin Hana harus memakai bajunya yang telah kotor oleh darah nya sendiri.
Xavior yakin Hana pasti tidak nyaman degan pakaian yang ia kenakan sekarang. Ia pasti butuh membersihkan diri.
" Terimakasih, dan maaf telah merepotkan mu Xavior " Hana berbicara setelah melihat asisten Rio meninggalkan kamar yang ia dan Xavior tempati saat ini.
" Sama-sama, Hana. Kau tidak perlu meminta maaf, Karna berkat bantuan mu tadi. Aku dan Rio bisa selamat tanpa ada luka sama sekali " balas Xavior
" Hah!!, Mungkin saja Penyerangan tadi . Di tujukan, untuk ku. sepertinya mereka rekan yang sama, dengan yang Waktu itu " beritahu Hana sambil memejamkan mata.
__ADS_1
Xavior yang mendengar penuturan Hana. Ia diam sebentar dan membenarkan perkataan Hana barusan dalam hati. Karna ia sangat mengenal musuh-musuhnya sendiri.
Dan penyerangan seperti bebe rapa waktu lalu, sama sekali bukan ganya dari musuh-musuhnya.
Para musuhnya tidak akan pernah melepaskan Xavior, meski berada di keramaian sekali pun. Semuanya bisa berakhir dengan kemenangan Xavior atau ia terluka parah.
Para musuh yang mengejar nya baru akan berhenti jika, mereka semua mati ditangan Xavior. Atau mereka berhasil melukainya dengan parah.
Maka dari itu sudah pasti penyerangan tadi, ditujukan untuk Hana.
Tapi tunggu, Xavior kembali berfikir. Bukankah wanita tadi mengatakan bahwa ia diserang juga sebelumnya. Dan kemungkinan masih rekan yang sama .
" Kapan kau diserang, oleh mereka ? " Xavior bertanya, setelah cukup lama terdiam.
" Mmmm!... Mungkin sebelum perceraian ku degan mantan suamiku. Aku tidak ingat kapan harinya " jawab Hana tidak pasti degan ingatannya.
" Kurasa itu bukan pertama kalinya kan kau diserang seperti itu " Xavior menebak.
Karna ia lihat dari keterangan Hana tadi, saat menghadapi situasi genting dan berbahaya tadi. Ia sama sekali tidak menunjukkan ekspresi gelisah atau pun takut.
" Menurut mu?, Kurasa aku tidak perlu menjawabnya. Dimana kamar mandi mu, aku sudah sangat tidak nyaman " kata Hana. Ia sama sekali tidak perlu menjawab pertanyaan pria itu, pasti dia sudah menebak bukan!
Jadi untuk apa repot-repot menjawab pertanyaan orang yang sudah tau. Buang tenaga saja!
" Asisten Rio belum datang, tunggu lah sebentar lagi " beritahu Xavior
" Aku pinjam bajumu dulu, asisten mu itu cukup lama. Aku sudah tidak kuat menahan lengket keringat dan darah ku di baju yang ku kenakan ini " keluh Hana benar-benar tidak nyaman dengan kondisinya sendiri.
Xavior pun tidak mau berdebat untuk melarang wanita itu, ia hanya memperingati nya tentang lukanya yang belum boleh tersiram air.
Ia juga memberi tahu dimana letak ruangan tempat pakaian serta keperluan lainnya berada di kamarnya ini.
Setelah memberitahu semua kepada Hana. Xavior pamit keluar, ia akan menyiapkan makanan untuk Hana makan sebelum meminum obat nanti.
Oh iya. Saat ini Hana berada di salah satu apartemen mewah milik Xavior.
Setelah berdebat singkat, akhirnya Hana menerima tawaran Xavior untuk dibawa ke apartemennya untuk diobati. Karena Hana berfikir bahwa perkataan pria itu benar.
__ADS_1
Si kembar pasti akan merasa cemas dan menayangkan penyebab lukanya ada. Kedua putra putri nya itu bukanlah anak biasa, keduanya memiliki kecerdasan di atas usia mereka seharusnya.
Jadi, sudah tepat ia tidak pulang untuk hari ini, degan keadaan kacaunya. Ia hanya perlu menghubungi keduanya melalu pelayanannya Cici.
Dan mengapa Hana malah di bawah ke apartemennya Xavior, bukan pada kediaman pribadinya. Itu semua atas keinginan Hana. Hana tidak ingin dibawah ke rumah pribadi pria itu.
Meskipun sekarang ia tetap berada di salah satu apartemen mewah milik pria itu. Tapi Hana merasa ini lebih baik, dibandingkan ia harus di bawah ke kediaman pribadinya Xavior.
Kembali pada Hana!!!
Setelah Xavior keluar dari kamar itu, Hana dengan segera pergi kearah kamar mandi yang telah ditunjukkan oleh sang pemilik kamar.
Hana hanya bisa menghela nafas panjang, Karna acara mandi nya tidak akan menyenangkan seperti biasanya. Karena kali ini ia lagi-lagi harus menjaga lukanya tetap kering.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Alhamdulillah π€²π atas izin Allah SWT, semua berjalan lancar ππ
Semoga hari kalian semua berjalan dengan baik π€²π
Baiklah Jagan lupa beri dukungan untuk author πππ
Agar semakin semangat πͺπͺπ
Dengan cara
LIKE
KOMEN
VOTE
DAN JANGAN LUPA TAMBAH KE FAVORIT π₯°ππ
SEKIAN DAN TERIMAKASIH π
WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI πππππππππ
__ADS_1