
Happy Reading ππππππ
Ψ¨Ψ³Ω Ψ§ΩΩΩ Ψ§ΩΨ±ΨΩ Ω Ψ§ΩΨ±ΨΩΩ
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Kedatangan Xavior
_____
Saat ini Hana sudah kembali berada di kamarnya, Setelah ia dan keluarganya telah selesai makan malam bersama. Obrolan mereka diruang keluarga tadi tidak terlalu panjang, karena mereka sekeluarga memutuskan untuk menuju ke ruang makan setelah kepala pelayan menyampaikan, jika makan malam telah siap.
Saat makan pun ia Hana dan keluarganya tidak terlalu banyak bicara, sebap itulah aturan sejak dulu yang ditanamkan pada keluarga Wijaya ketika sedang makan.
Setelah makan malam, Hana langsung meminta isin tidak ikut dengan kedua anaknya dan orang tua nya untuk kembali ke ruang keluarga, karena Hana ingin kembali ke kamar nya untuk segera bersiap.
Kembali lagi pada kegiatan Hana dikamar nya.
Hana melihat penampilan pada cermin di ruang pakaiannya. Apakah sudah enak dipandang mata atau malah sebaliknya, ia tidak ingin karena penampilan nya nanti malah membuat Xavior malu. Jadi, Hana harus memastikan kalau penampilannya tidak ada yang kurang.
Dan Hana menjatuhkan pilihan nya pada dress hitam tanpa lengan yang menampakkan bahu putih mulusnya, dimana dress nya kali ini mengikuti lekuk tubuhnya.
Setelah merasa penampilan nya telah baik di matanya, Hana pun keluar dari ruang gantinya. Kemudian berjalan ke arah meja riasnya untuk merias wajah sedikit saja. Kenapa sedikit, karena Hana merupakan tipikal wanita yang tidak terlalu suka memakai makeup berlebihan.
...----------------...
Meninggalkan kegiatan Hana yang sedang bersiap di kamarnya.
Berbeda dengan yang terjadi di ruang keluarga. Dimana kepala pelayan melaporkan kepada Tuan Wijaya, bahwa tamu Nona besarnya telah tiba.
" Maaf, mengganggu waktu anda Tuan besar " ucap kepala pelayan dengan sopan pada majikannya.
" Ada apa? " Tanya Tuan Wijaya tanpa mengalihkan atensinya dari siaran TV yang ia Tonton.
" Tamu Nona besar telah datang, beliau sedang menunggu di ruang tamu saat ini " beritahu kepala pelayan.
" Maksud mu, Tuan muda Alexzi!? " Tuan Wijaya kembali bertanya, memastikan.
" Benar Tuan besar " jawab kepala pelayan .
Mendengar itu atensi tuan Wijaya beralih pada kepala pelayan nya, yang sedang berdiri di samping sofa singgel yang ia duduki.
" Kalau begitu, kau antar dia kemari dan jangan lupa perintah kan pelayanan lain untuk memanggil Hana kemari " perintah tuan Wijaya.
" Baik Tuan besar " setelah mengucapkan itu, kepala pelayan langsung pamit untuk melaksanakan perintah majikannya memanggil tamu Nona besar nya menuju ruang keluarga. Tapi sebelum itu, ia terlebih Dudu memerintahkan salah satu pelayan wanita untuk memberitahu Nona mereka.
...----------------...
__ADS_1
Di kamar Hana kini, yang masih sibuk dengan segala persiapan nya. Dihentikan oleh ketukan pada pintu kamarnya.
Tok, tok, tok.
" Nona besar " terdengar suara wanita diluar pintu.
Mendengar ketukan dan suara yang memanggilnya, membuat Hana beranjak dari meja riasnya untuk membuka pintu.
Cklek!
" Nona besar, Tuan besar meminta untuk memanggil Nona besar. Karena tamu Nona telah menunggu " ucap pelayan wanita itu dengan sopan sambil menundukkan kepalanya tidak berani memandang wajah cantik majikannya.
" Xavior sudah di bawah ?, Bukankah masih ada dua puluh menit lagi sebelum jam delapan " bigung Hana kemudian melihat jam tangan mahalnya untuk melihat waktu. Mengapa pria itu sangat cepat.
" Di mana Xavior ? " Ucapnya bertanya.
" Tuan muda Alexzi berada diruang keluarga bersama yang lain atas perintah Tuan besar, Nona " beritahu pelayan wanita itu, karena kepala pelayan sempat memberitahunya bahwa tamu Nona besar nya itu akan di bawah ke ruang keluarga. Maka dari itu ia menyampaikan nya seperti itu pada Nona besarnya.
Hana mengangguk mendengar nya, Ia berfikir tumben sekali Deddy nya itu mengisinkan seorang tamu memasuki ruang keluarga.
" Aku akan segera kebawa setelah selesai " kata Hana bersiap menutup kembali pintu kamarnya.
" Baik Nona besar " balas sang pelayan wanita paruh. Kemudian langsung meninggalkan tempat setelah melihat pintu kamar Nona besarnya tertutup kembali.
Sedangkan Hana Kemabli melanjutkan kegiatannya sendiri untuk segera menuju ruang keluarga.
...----------------...
Saat ini Xavior telah tiba diruang keluarga Wijaya, kesan pertama yang masuk pada penglihatannya adalah elegan dan mewah serta terdapat beberapa foto keluarga yang dibingkai dengan bahan-bahan berkualitas tinggi. Sungguh menunjukkan kualitas keluarga kasta tertinggi, Xavior mengaku akan hal itu.
Saat sedang hanyut dalam kekagumannya pada interior bangunan yang lantainya sedang ia injak saat ini. Tiba-tiba saja Xavior disadarkan oleh suara imut nan merdu seorang gadis kecil masuk pada indah masuk dalam pendegarannya.
" OM KING!! " teriak Zava dengan antusias sambil berlari kearah Xavior berada.
" Ya!, Ampun Ava. Nanti jatuh " ucap nyonya Wijaya, khawatir jika cucu perempuan nya itu terjatuh.
Sedangkan Xavior seketika menerbitkan senyum lembutnya saat melihat fersih Hana kecil berlari kearahnya degan antusias.
" Haap!!!. Hampir saja gadis kecil " keluh Xavior pada Ava yang sudah ada dalam gendongannya. Yang hanya dibalas Zava dengan cengiran nya.
Hampir saja Zava akan terjatuh saat tiba-tiba ia melompat ke arah Xavior. Untungnya Xavior dengan sigap mengulurkan kedua tangan nya untuk meraih tubuh kecil yang cukup gempal itu.
" Maaf atas ketidak sopanan Ava ya, nak Xavior " ucap nyonya Wijaya tidak enak.
" Hahaha, tidak masalah nyonya. Saya malah senang dengan sambutan nona kecil ini " balas Xavior sopan kemudian menoel hidung mancung Zava.
Melihat itu Tuan Wijaya hanya diam meyakinkan, setelah nya ia mempersiapkan Xavior untuk duduk dan menunggu Hana sebentar.
__ADS_1
Ketika Xavior telah duduk dan meletakkan Zava diatas pangkuannya, Zavir pun langsung pindah dari tempatnya. Menuju sofa yang di tempati oleh Xavior, setelah sampai Zavir langsung megambil duduk tepat di samping kanan Xavior tanpa menyapa ataupun mengatakan apapun. Zavir malah kembali sibuk degan tablet nya.
Hal itu membuat Xavior kembali tersenyum lembut dengan tangan kanan nya terangkat mengelus puncak kepala Zavir. Sedangkan Tuan dan nyonya Wijaya hanya bisa geleng kepala serta menghela nafas panjang.
Apakah begitu besarnya pesona anak muda dihadapan mereka ini, sehingga dengan mudahnya membuat kedua cucu kembar kesayangan mereka lengket seperti itu. Hah, sudah lah. Bukannya itu hal yang baik.
Tidak memikirkan nya lagi. Tuan dan nyonya Wijaya mengobrol dengan santai pada Xavior yang akan sesekali membalas ucapan cucu mereka saat diajak bicara.
Seluruh menit telah berlalu, yang kelima nya habiskan dengan mengobrol. Mereka terus saja asik berbincang bincang, sampi suara High heels mengalihkan perhatian kelimanya pada sosok perempuan cantik menghampiri mereka.
" Maaf sudah membuat mu menunggu, Xavior " kata Hana setelah sampai dihadapan mereka semua.
Bukannya menjawab, Xavior malah hanyut pada pesona Hana yang berdiri dihadapannya yang sungguh memukau di matanya.
" Xavior!. Apa ada yang salah dengan penampilan ku? " Ucap Hana kembali saat melihat Xavior melihat nya Tampa berkedip.
Mendengar pertanyaan Hana, seakan membuat Xavior kembali tersadar dari keterpesonaannya terhadap ibu dua anak itu.
" Ah!!!, Tidak. Penampilan mu sudah sangat sempurna, kau tampak cantik Hana " ucap Xavior tanpa sadar bahwa disekitar nya masih ada orang lain.
" Ehem!!! "
Deheman dari sang kepala keluarga Wijaya seketika meyadar kan Xavior atas pujiannya barusan terhadap Hana. Xavior seketika mengalikan pandangan nya pada sepasang suami-istri yang duduk disebrang nya, yang Dimana keduanya sedang tersenyum kearah. Ah, sial sekali karena ia tidak bisa mengendalikan mulut dan matanya ini.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Alhamdulillah π€²π atas izin Allah SWT, semua berjalan lancar ππ
Semoga hari kalian semua berjalan dengan baik π€²π
Baiklah Jagan lupa beri dukungan untuk author πππ
Agar semakin semangat πͺπͺπ
Dengan cara
LIKE
KOMEN
VOTE
DAN JANGAN LUPA TAMBAH KE FAVORIT π₯°ππ
SEKIAN DAN TERIMAKASIH π
WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI πππππππππ
__ADS_1