Pembalasan Mommy L

Pembalasan Mommy L
Sikembar Zavir Dan Zava Bersedia Menjadi Model


__ADS_3

Happy Reading πŸ™πŸ˜˜πŸ’œπŸ’›πŸ’›πŸ’œ


Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ…


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sikembar Zavir Dan Zava Bersedia Menjadi Model


______


Pagi Ini. Tepatnya hari Minggu, Hana baru saja selesai membersihkan diri setelah ia selesai melakukan rutinitas paginya. Yaitu lari pagi dan olahraga sebentar di ruang olahraga pribadi di rumahnya.


Hari ini Hana memutuskan untuk meliburkan diri dari segala kesibukannya. Sebab hari ini juga sikembar Zavir dan Zava libur dari sekolah nya.


Hana memutuskan untuk Menghabiskan waktunya bersama dengan kedua malaikat kecil kesayangannya. Meskipun ia memiliki urusan yang sangat penting dan mendesak dari pekerjaannya. Hana tidak peduli, ia lebih mementingkan kebersamaannya bersama kedua anak kembarnya.


Hana tidak ingin keduanya merasa di abaikan di waktu libur, meskipun anak-anak itu tidak mengeluh atau mengatakan nya. Namun sebagai seorang ibu, Hana lah yang harus mengerti dan terus meluangkan waktu untuk keduanya.


Apalagi ia hanya sendiri untuk kedua anak-anaknya, karena ia telah berpisah dengan mantan suaminya. Maka dari itu, ia harus lebih memerhatikan kondisi dan perasaan kedua malaikat kecil kesayangannya.


Jagan sampai putra putri nya itu kekurangan kasih sayang, Hana tidak mau itu. Dan syukur lah ia mendapat dukungan dari keluarga nya serta keluarga mantan suaminya.


Dan masalah tawaran untuk kedua anaknya itu, Hana belum mengatakan pada keduanya. Hana berpikir hal itu tidak perlu terburu-buru.


Ia perlu memikirkan banyak hal, Jangan sampai keputusan nya berakibat fatal bagi kedua anak kembarnya. Maka Hana tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada keduanya.


Masalah tawaran dari nyonya Mahardika itu, telah Hana diskusikan juga dengan kedua orangtuanya. Keduanya pun memberikan tanggapan positif.


Orang tua nya mengatakan bahwa hal itu baik untuk perkembangan kedua cucu mereka. Keduanya pun beranggapan sama degan Cia asistennya dan juga pemikiran Hana sendiri.


Namun kembali lagi kedua orang tuanya menegaskan, untuk tidak memaksa kan tawaran itu kepada cucu mereka.


Keduanya mengatakan. Cukup sampai kan perihal tawaran itu pada cucunya. jika keduanya menerima, maka itu bagus. Namun jika keduanya tidak bersedia, maka tugas Hana untuk menolak tawaran itu pada nyonya Mahardika. Yang penting Jagan pernah memaksa kedua cucu kesayangan orang tuanya itu.


Begitu lah Isi perbincangan nya semalam saat menelepon keduanya. Dan Hana pun setuju akan pendapat mereka.


Maka dari itu. Hana memutuskan untuk memberitahu kedua anaknya hari ini, ia ingin tau pendapat keduanya. Apakah setuju atau tidak.


Setelah selesai degan urusan nya, Hana pun memutuskan keluar dari kamarnya. Untuk menemui kedua belahan jiwa nya untuk menyambut pagi yang cerah ini.


...----------------...


Setelah sampai dilantai bawah, Hana langsung mencari keberadaan putra putri nya. Yang ternyata sedang berada di ruang keluarga. Ia pun langsung menghampiri keduanya, yang sedang sibuk bermain.


" Selamat pagi!, Malaikat kecil kesayangannya mommy " sapa Hana saat sudah sampai dan duduk di tegah tegah keduanya. Tidak lupa senyum secara matahari menghiasi wajah cantiknya.


" Pagi juga mommy " balas keduanya dengan senyum manis kemudian membalas mencium pipi mommy nya juga.

__ADS_1


Mendapatkan sapaan dan ciuman sayang dari kedua malaikat kecil nya. Membuat Hana semakin memiliki suasana hati yang baik, kelewat baik malah.


" Sudah sarapan sayang ? " Tanya Hana sambil mengelus sayang puncak kepala kedua anaknya itu.


Dan lagi lagi keduanya kompak mengangguk dan mengiyakan pertanyaan dari mommy nya.


" Sudah mommy " kompak keduanya.


" Tadi salapannya di temani sama Cici " lanjut Zava kemudian.


Hana pun mengangguk mendengar nya.


" Sarapan apa tadi sayang ? " Tanya Hana lagi.


" Kita salapan itu mommy. Apa yah Ava lupa, hehehe " sambil cengengesan, karena melupakan sarapan yang ia makan beberapa menit yang lalu.


" Hahaha!!!!. Kok bisa lupa sayang, baru beberapa menit loh ini. " Tawa Hana seketika pecah ketika mendengar penuturan dari putrinya ini .


" Nasi goreng udang, sama ayam kecap suil Mommy " terang Zavir. Karena adik kembarnya itu melupakan nya. Pelupa sekali Zava ini.


" Nah!. Itu mommy " lanjut Zava kemudian tertawa, ia menertawakan mimik wajah saudara kembar nya itu.


Hana menggeleng kepalanya sambil ikut tertawa senang melihat kedua malaikat kecil kesayangannya. Sungguh keduanya segalanya bagi Hana, ia rela kehilangan apapun. Asalkan kedua malaikat kecil kesayangannya serta keluarga nya tetap bersama nya. Hana sudah merasa cukup akan hal itu.


...----------------...


Melihat Zavir dan Zava saling menguji kecerdasan keduanya dalam berhitung dengan cara saling mengajukan pertanyaan secara bergantian. Hal inilah yang dilakukan keduanya, ketika sudah merasa bosan bermain. Zavir dan Zava memang berbeda dengan anak-anak diluar sana, yang lebih mementingkan bermain.


Akhirnya Hana baru tersadar akan niatnya sejak awal untuk kedua anak-anaknya. Yaitu menayangkan tentang tawaran dari nyonya Mahardika, yang ingin menjadikan keduanya sebagai model peluncuran baju anak-anak terbarunya yang ia desain untuk tahun ini.


" Zavir, Zava. Mommy mau tanya sesuatu sayang, boleh?? " Panggil Hana yang berhasil mengalihkan dan menghentikan kegiatan keduanya yang sedang melempar tanya.


Keduanya seketika memutar badan menghadap Hana, siapa untuk mendengarkan.


Melihat itu. Seketika membuat Hana merasa bangga, akan kepatuhan anak-anaknya untuk mendengarkannya.


" Begini!. Kemarin mommy Diberitau Cia, asisten mommy. Ia bilang kalau ada seorang Disainer ternama, mengajukan tawaran . Lebih tepatnya meminta isin mommy, untuk menjadikan Zavir dan Zava untuk menjadi modelnya. " Beritahu Hana pada keduanya, yang menampilkan ekspresi polos keduanya.


" Namanya nyonya Dian Mahardika, ia merupakan Disainer ternama yang mendesain khusus untuk pakaian serta aksesoris anak-anak. Ia adalah pemilik baju-baju, aksesoris yang kalian pakai selama ini, sayang. " Lanjut Hana. Yang mendapat gerakan kompak keduanya melihat kearah pakaian yang keduanya kenakan. Lalu kembali menatap nya.


" Dan mommy tidak langsung menerima atau pun menolak tawaran itu, karena mommy mau bertanya terlebih dalu. Tentang pendapat kalian mengenai tawaran yang ditujukan untuk Zavir dan Zava. Jadi, bagaimana menurut anak-anak kesayangan mommy ini. " Setelah menjelaskan, Hana langsung meminta pendapat keduanya.


Mendengar penjelasan dari mommy nya. Zavir dan Zava saling menatap satu sama lain, seakan keduanya sedang berbicara melalui telepati.


" Menulut mommy!. Bagusnya gimana " akhirnya Zavir angkat bicara, mewakili saudari kembarnya, Zava.


Mendengar penuturan balik putranya, Hana menerbitkan senyum lembut nya.

__ADS_1


" Kalau mommy sih setuju saja, karena dengan adanya Tawaran itu. Zavir dan Zava bisa menambah wawasan dan pengalaman, bahkan kakek dan nenek kalin pun berpendapat sama seperti mommy, sayang. " Pendapat Hana dengan senyum lembut yang tidak pernah meninggalkan wajah cantiknya.


" Tapi, kembali lagi dengan kemauan Zavir dan Zava, kalau kalian tidak mau, menjadi model untuk nyonya Mahardika. Maka mommy akan langsung menolak tawaran itu. Mommy tidak akan pernah memaksa apapun kepada Zavir dan Zava, kalian berhak memilih kemauan kalian. Selama itu tidak melanggar aturan keluarga kita, megerti sayang. " Kata Hana kembali, kemudian mengelus sayang kedua pipi anak kembarnya Seca bergantian.


Mendengar dan merasakan elusan sayang mommy mereka pada pipinya, membuat senyum manis mereka seketika terbit menghiasi wajah rupawan keduanya.


Zavir dan Zava dengan kompak mengangguk angguk kan kepalanya kepada mommy nya.


" Kalau mommy setuju, Ava sama kak Avil mau-mau aja. Iya kan kak Avil? " Ucap Zava dengan antusias dan senyum lebarnya.


Zavir mengangguk mengiyakan, dan berbicara meyakinkan mommy nya .


" Benel, mommy . Lagian jadi model aja kan, yang difoto sama jalan di atas panggung kan mommy!! " Setuju Zavir.


Hana pun tertawa senang mendengar penuturan keduanya, ia pun mengangguk mengiyakan ucapan putra putri nya.


Kemudian menyuruh anak-anak untuk mengganti pakaian, karena kakek dan nenek meminta Hana membawa keduanya ke tempat mereka, di mansion utama keluarga Wijaya.


Setelah keduanya pergi mencari Cici, untuk membantu keduanya berganti pakaian. Hana pun memutuskan keruang tamu menunggu keduanya, ia malas untuk mengganti pakaiannya.


Saat sudah duduk di sofa, Hana langsung membuka telponnya untuk menghubungi asistennya, Cia. Setelah tersambung, ia langsung memberitahukan tentang kesiapan anak kembarnya menerima tawaran nyonya Mahardika. Hana memerintah kepada Cia untuk mengabari Disainer itu terhadap kesedihan dirinya serta kedua anaknya menjadi model.


Setelah mematikan panggilan nya pada CIA, tak berselang lama kedua malaikat kecil kesayangannya telah siap untuk berangkat. Akhirnya mereka bertiga segera melakukan perjalanan menuju mansion utama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alhamdulillah πŸ€²πŸ™ atas izin Allah SWT, semua berjalan lancar πŸ™πŸ’œ


Semoga hari kalian semua berjalan dengan baik πŸ€²πŸ™


Baiklah Jagan lupa beri dukungan untuk author πŸ˜ŠπŸ™πŸ’œ


Agar semakin semangat πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’œ


Dengan cara


LIKE


KOMEN


VOTE


DAN JANGAN LUPA TAMBAH KE FAVORIT πŸ₯°πŸ™πŸ’œ


SEKIAN DAN TERIMAKASIH πŸ™


WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ

__ADS_1


__ADS_2