Pembalasan Mommy L

Pembalasan Mommy L
I Love You, I Love You Too


__ADS_3

Happy Reading πŸ™πŸ˜˜πŸ’œπŸ’›


Ψ¨Ψ³Ω… Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ§Ω„Ψ±Ψ­Ω…Ω† Ψ§Ω„Ψ±Ψ­ΩŠΩ…


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


I Love You, I Love You Too


_______$_______


" Bukankah dia begitu brengs*k, mommy? " ujar Xavior entah keberapa kalinya sejak pertemuan kami di mol beberapa saat lalu.


" Huh!!!!. Beraninya dia menyakitimu dan juga si kembar, benar-benar bodoh!!!! " masih saja ia mengomel.


Dan aku hanya bisa geleng-geleng kepala, kemudian menenangkan dengan sabar dan lembut.


Pria ku itu emosi karena ia membayangkan tentang aku yang dulu di tipu serta di bohongi oleh Alif, mantan suami ku.


Xavior membayangkan betapa sakitnya aku dulu, ketika semua nya terbongkar. Apalagi penghianatan itu terbongkar saat hari kebahagiaan kedua malaikat kecil kesayanganku, Zavir dan Zava.


Xavior emosi karena hal itu, kekasih ku ini tidak habis pikir dengan Alif mantan suamiku. Benar-benar bodoh katanya sedari tadi, hahahaha!!!!!! Sungguh lucu ekspresi wajah nya menurut ku.


" Sudah lah, Xavior. Semuanya telah berlalu lupakan saja, karma selalu berlaku sayang!! " ujar ku entah keberapa kalinya untuk menenangkan nya.


Aku melihat nya mengangguk mengiyakan ucapan ku, dan kembali mengajak ku untuk menyusuri bibir pantai di sore hari.


Yap, kini kami sedang menikmati waktu sore untuk menyusuri pantai. Kami ingin menunggu hingga sunset kemudian menikmati keindahannya, merasakan kehangatan cahaya jingga nya yang begitu indah.


Sama seperti suasana hati kami saat ini. Aku dan Xavior merasakan kehangatan dari kebersamaan kami yang memberikan rasa tersendiri, yang menyenangkan.


Andaikan sikembar Zavir Dan Zava juga ikut, pastinya akan lebih menyenangkan lagi. Bukankah kita berempat akan terlihat seperti keluarga kecil yang sempurna , sayang sekali keduanya tidak bisa ikut keren orang tua ku datang menjemput kedua nya.


" hah!!!!. " aku menghela nafas panjang.


Yang tentu saja seketika mengalikan pandangan Xavior pada sunset mengarah pada ku sepenuhnya.


Xavior menatap ku khawatir sekaligus kebingungan pada raut wajahnya.


" Kenap?, cerita mommy " tanya nya begitu lembut.


Aku seketika tersenyum padanya, merasakan kehangatan semakin bertambah pada hati ku.


" Aku nggak apa, cuman capek aja sedikit " jawab ku tanpa mengalihkan tatapan mataku dari wajah rupawan nya.


" Kalau begitu, kita pulang. Biar mommy bisa istirahat, maaf membuat mu lelah " ujarnya semakin khawatir saja.


Aku semakin tersenyum melihat tingkah nya, yang seketika mengajak ku untuk berbalik menuju parkiran. Dimana mobilnya berada, Aku tidak bergerak sama sekali .


Aku menahan langkah ku dan menggenggam tangan nya semakin erat. Di mana Xavior seketika menatap ku dengan alis yang ia ketukan.


" Ada apa ? "


" nggak mau pulang, disini aja sebentar lagi "


" Tapi kamu capek sayang, kamu butuh istirahat. Kita pulang ya!! "


Aku menggeleng kepalaku, tanda tidak setuju dengan ucapan nya.


" ini!! Lagi istirahat " ujar ku yang semakin membuat nya bigung.


" istirahat gimana, mommy ? "


" ini lagi istirahat sama kamu, Xavior!!!. Bareng kamu saat ini, sama aja dengan istirahat bagi aku. Rasanya beban pikiran aku meluap entah kemana, aku merasa tenang " jelas ku panjang lebar.

__ADS_1


Yang seperti nya menimbulkan efek tidak main-main untuk pria tampan di hadapan ku ini.


Bagaimana bisa wajah tampan nya itu seketika memerah seperti kepiting rebus, apakah perkataan ku terlalu menyenangkan baginya.


Kalau ia, bukankah itu begitu lucu. Ah!!! Tampan nya pria ku ini!!! Bagaimana kalau aku semakin menggoda nya saja, sepertinya itu akan menyenangkan.


" Apakah kamu sakit, bagaimana bisa wajah mu Semerah itu. Sepertinya kamu yang kelelahan Xavior, sebaiknya kita pulang sekarang " ujar ku lagi sambil menarik nya menuju parkiran.


Namun baru saja dua langkah, tubuh ku langsung ditarik kebelakang membuat punggung ku bertubrukan dengan dada bidang nya.


Pelukan hangat seketika melingkupi tubuh ku. Xavior memeluk ku dari belakang dengan wajahnya yang ia benamkan pada leherku.


" Hey!!! Apakah kamu baik-baik saja, Xavior. " tanya ku yang dibalas gelengan kepala pada pindah ku.


Aku tersenyum dengan respon nya ini. Sungguh baperan sekali calon Daddy nya si kembar ini, pengen aku masukin ke karung saja.


" Terus kamu kenapa? " tanya ku lagi.


" Aku tidak sakit, mommy. Aku hanya terlalu senang dengan ucapan mu tadi, terlalu bahaya bagi jantung ku. " jawabannya yang masih saja pada posisi nya.


" Xavior, bukan ucapan ku biasa saja. Tidak kah pria tampan ini menyadari betapa usia nya, bukankah kamu sudah tua " Ujar ku bercanda.


Aku terkejut saat Xavior seketika melepaskan pelukannya, kemudian membalikkan badan ku menghadap nya.


Aku menelan ludah ku mendapati ia menatap ku dengan serius, Apakah ucapan ku melukai harga diri nya.


Apakah aku sudah keterlaluan, mengatai nya tua barusan. Jika ia, maka tamatlah riwayat ku.


" Jihan Anum Wijaya, apakah aku sudah begitu tua di matamu !?? " ujarnya menekan di setiap katanya.


Nah! Kan. Tamatlah aku, sepertinya aku melewati garis bawah nya sampai-sampai Xavior memanggil nama lengkap ku.


Aku tersenyum kaku sambil menatap nya, sambil memikirkan kata apa yang harus ku ucapkan agar bisa menenangkan nya.


" Xavior, aku benar-benar han___ " aku tidak melanjutkan ucapan ku, karena Xavior langsung meletakkan telunjuk nya pada bibir ku.


Aku menatap nya dengan bersalah, sungguh aku hanya bercanda tadi. Sama sekali tidak bermaksud mengejek atau apa. Sungguh!!!


" hey!! " panggil nya, kemudian menanggkup wajah ku dengan kedua telapak tangan hangat nya.


Xavior begitu menatap ku begitu lembut sambil mengelus kedua pipiku dengan lembut, menggunakan kedua jempol nya.


" Mommy, aku tidak marah. Dengar aku sayang, aku hanya berpikir dengan serius tadi. " ujarnya lembut.


" Aku hanya sedang menilai diriku, apakah aku masih cocok jika menjadi pasangan mu. Megigat usia ku memang lebih tua dari mu, jadi aku memikirkan nya tadi. Bukannya marah akan perkataan mu, karena aku memang sudah tua " lanjut nya lagi.


" Jadi aku ingin bertanya sekarang, aku tidak terlihat seperti ayah mu bukan. Jika kita bersama, orang-orang tidak berpikir begitu bukan setiap mereka menatap kita bersama . "


Ucapan nya itu seketika menimbulkan senyum geli ku, sungguh lucu ekspresi nya itu.


Bagaimana bisa ia malah memikirkan sampai sejauh itu, dan lagipula itu bukan gayanya yang akan memikirkan sesuatu yang tidak penting.


" Hahahaha!!! Xavior sudah lah, bagaimana bisa kamu berpikir sejauh itu. Hahaha!!! " Ujar ku kemudian tertawa karena tidak tahan melihat mimik wajahnya.


" Dengar, kamu itu masih mudah. Umur 29 tahun itu merupakan umur yang matang bagi laki-laki, bagaimana mungkin itu tua. " lanjut ku menjelaskan.


Aku mengangkat tangan ku untuk memeluk pinggang nya. Yang semakin merapat kan kedua tubuh Kami.


" Kamu matang, bukan tua. Oke Daddy king, yang begitu disayangi oleh sikembar malaikat kecil kesayangan ku " aku tersenyum manis padanya.


Xavior pun juga ikut menerbitkan senyum lembutnya, ketika melihat ku tersenyum. Kami saling menatap cukup lama, menyelami berbagai rasa yang kami rasakan melalui tatapan mata.


Sampai pada akhirnya kesunyian romantis yang terjadi di antara kami berdua, sirna setelah dia menyadari sesuatu dari ucapan ku.

__ADS_1


" Tunggu!, sepertinya ada yang kurang. Kamu bilang tadi, aku di sayangi si kembar? " ujarnya bertanya, menatap ku dengan serius.


Aku mengangguk mengiyakan ucapan nya, apakah ada lagi yang salah.


" Hanya si kembar, dan mommy tidak!! "


" Apanya Xavior!? " aku bigung.


" Tidak menyayangi ku, mommy tidak menyayangi ku kan " ujarnya cemberut.


Hahahaha, ternyata itu maksudnya. Aku kira apa, bikin bigung saja.


" Xavior King Alexzi, yang sangat tampan dan mapan Dengar kan aku. Aku sangat beruntung bisa mengenal mu, apalagi menjadi kekasih mu, sungguh aku sangat merasa beruntung setelah semua masalah rumah tangga ku yang gagal "


" Kamu adalah sosok penyembuh yang sangat berarti bagiku dan sikembar, kami sungguh menyayangi mu tanpa kebohongan sama sekali. Sungguh kamu ada malaikat pelindung dan penyembuhan untuk ku, jadi Jagan pernah meragukan seberapa sayang aku pada pria yang memeluk ku saat ini. "


" apakah kamu dengar, Daddy king!? "


Senyum lembut akhirnya kembali terbit pada wajah tanpanya, yang semakin menambah pesona nya itu.


Ia menurunkan kedua tangan nya untuk megambil kedua lengan ku, kemudian di tuntun menuju kedua bahunya.


Aku mengerti maksud nya, pria ku ini ingin aku melingkarkan kedua lengan ku pada lehernya. Karena ia pun juga sekarang melingkar kan lengan kekarnya pada pinggang ku.


" I love you mommy L, I really love you darling. stay by my side forever " ujar Xavior begitu tulus dan lembut nya.


Tanpa mengalihkan tatapan nya dari mata ku.


" I love you too Daddy king " balas ku tak kalah tulus, dengan senyum yang tak pernah pudar dari bibir ku.


Akhirnya kami saling berpelukan dengan erat, menyalurkan segala rasa yang kami rasakan.


Kami menikmati keindahan dan hangat nya matahari tenggelam yang kini hanya meninggalkan semburat warna jingga di langit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Segenap permintaan maaf dari akuπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™ karena tidak apdet selama beberapa hari ini.


Mohon di maklumi ya, karena aku juga memiliki kegiatan yang lain. Selain untuk menulis cerita, di setiap hari nyaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Jadi sekali lagi, mohon maaf yang sebesar-besarnya pada para pembaca πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’›πŸ’œ


...****************...


...Alhamdulillah πŸ€²πŸ™ atas izin Allah SWT, semua berjalan lancar πŸ™πŸ’œ...


...Semoga hari kalian semua berjalan dengan baik πŸ€²πŸ™...


...Baiklah Jagan lupa beri dukungan untuk author πŸ˜ŠπŸ™πŸ’œ...


...Agar semakin semangat πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’œ...


...Dengan cara...


...LIKE...


...KOMEN...


...VOTE...


...DAN JANGAN LUPA TAMBAH KE FAVORIT πŸ₯°πŸ™πŸ’œ...


...SEKIAN DAN TERIMAKASIH πŸ™...

__ADS_1


...WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ...


__ADS_2