
Happy Reading ππππππ
Ψ¨Ψ³Ω Ψ§ΩΩΩ Ψ§ΩΨ±ΨΩ Ω Ψ§ΩΨ±ΨΩΩ
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Hana Vs Fani Anastasia Jones
_____
Di sebuah supermarket yang dekat dengan lingkungan perumahan elit tempat Hana tinggal saat ini.
Cici meminta isin pada sikembar untuk pergi ke supermarket ini untuk membeli sesuatu, setelah ia tiba di rumah bersama Kedua nya selepas pulang sekolah.
Cici tiba-tiba saja mendapatkan pesan dari seseorang yang selama ini menjadi keluarga satu-satunya yang tersisa setelah insiden bencana alam yaitu tsunami, di kampung halaman Kedua nya. Yang mengharuskan mereka dan beberapa anak lainnya harus tinggal di panti asuhan.
Isi pesan dari orang itu meminta nya untuk segera menemui nya pada supermarket yang dekat dengan perumahan. Karena ada hal penting yang harus orang itu sampai kan padanya.
Jadi, mau tidak mau Cici harus menemui nya karena sangat jarang bagi orang itu meminta nya bertemu pada tempat yang cukup dekat dengan rumah majikannya itu.
Dan disinilah Cici sekarang , berdiri bersama dengan sosok pria berpakaian serba hitam lengkap dengan topi, kaca mata hitam dan masker hitam.
" Bagaimana kabar mu ? " tanya Cici memulai pembicaraan diantara mereka setelah diam cukup lama untuk melihat situasi.
Takut jika ada yang mengikuti atau mengawasi salah satu dari mereka.
" Cukup baik " balas pria serba hitam itu tak semagat.
Cici mengerut kan keningnya bigung.
" Apakah ada masalah ? " Cici kembali bertanya.
" Si tua bangk* itu mendesak kita untuk bergerak cepat, membuat ku ingin sekali mengubur nya hidup hidup " ujar pria itu kesal.
" Mengapa tiba-tiba!!!. Bukankah dia sudah setuju untuk tidak terburu-buru ??, Atau mungkinkah dia mencurigai kita yang tidak berjalan sesuai keinginan nya " Cici menjadi gelisah sendiri memikirkan perkataan nya sendiri.
Pria itu menggeleng kan kepalanya.
" Mungkin karena Hana semakin dekat dengan Tuan muda Alexzi itu, membuat nya gelisah jika rencananya kembali gagal " jelasnya.
" Heum!!, Jika memang karena itu. Wajar saja jika ia akan merasa gelisah. Karena melawan keluarga Wijaya saja dia tidak pernah berhasil sepenuhnya, apalagi jika harus berurusan pula dengan keluarga Alexzi. Sangat tidak mungkin dia mampu menang dalam permainan nya itu " Cici menyetujui ucapan pria di sampingnya. Ya get to r
Pria serba hitam itu mengangguk mengiyakan, lalu memeriksa jam hitam yang melingkar di pergelangan tangan kanannya. Kemudian kembali mengatakan sesuatu pada Cici yang lebih mengarah pada peringatan.
__ADS_1
" Berhati-hatilah jika bertindak, si tua bangk* itu juga menempatkan orang lain untuk mengawasi pergerakan mu di rumah itu " peringat pria itu serius.
" Kemungkinan dia menunggu reaksi dari obat itu lagi, jadi!! Usaha kan agar keduanya kembali menunjukkan evek dari serangan obat yang dia maksud. " Lanjut nya lagi.
Cici mengangguk kan kepala nya sebagai bentuk balas jika ia mengerti dengan maksud pria disampingnya itu.
" Tapi , ini akan sulit Ku lakukan. Jika ada yang di kirim untuk mengawasi ku dan bagaimana dengan respon nona Hana nanti nya. Bisa-bisa aku ___ " Cici tidak sanggup melanjutkan ucapannya lagi, ia jadi pusing memikirkan itu dan ini.
Jika ia melakukan hal yang dapat menyakiti keduanya lagi, mungkinkah Hana masih mau memaafkan nya dan bekerja sama dengan nya . Sehingga ia masih bisa terus melanjutkan rencananya tanpa di ketahui oleh orang yang mengirim nya memasuki keluarga Wijaya.
" Mengenai itu, cobalah membiarkan nya dengan baik-baik pada nya. " Saran dari pria itu.
" Apa kau gila!!, Bagaimana bisa ia akan mau menempatkan kedua nya dalam masalah " balas Cici kesal dengan saran itu.
Pria itu terdiam sesaat sambil menggaruk lehernya yang sudah menjadi kebiasaan nya jika sedang berpikir.
" Kalau begitu, katakan saja padanya mengenai obat itu. Aku yakin dia akan mengerti dengan tindakan mu, dan akan lebih baik bila ia membantu mu menjalankan rencana itu sehingga tidak akan menimbulkan kecurigaan pada si tua bangk* itu " saran nya lagi setelah berpikir beberapa saat.
Cici berpikir sejenak kemudian mengiyakan ucapan pria itu, Cici berpikir jika perkataan pria itu ada benarnya. rencana keduanya akan semakin lancar jika Hana mau terlibat di dalamnya.
sehingga permasalahan ini cepat selesai. Cici sagat berharap ia dan pria di sampingnya itu bisa segera pergi jauh dari jangkauan si tua bangk* itu, dan menjalani hidup yang lebih baik lagi melupakan semua perbuatan dan kesalahan besar yang mereka lakukan di masa lalu. semoga saja keinginan nya ini dapat terkabul.
" aku akan mencoba nya. " setuju Cici
" seperti nya aku harus kembali sekarang, sudah cukup lama aku keluar. orang itu bisa curiga jika aku lebih lama lagi. " lanjut Cici lagi.
" jadi!!, tetap waspada. aku pergi, untuk mengurus sisanya " ujar nya lagi sambil mengusap puncak kepala Cici dan mengecup pelipis gadis mungil itu cukup lama.
" jaga diri mu " pamit nya setelah menjauh kan dirinya dari Cici.
Cici hanya bisa mengangguk mengiyakan sambil tersenyum, namun matanya tidak dapat berbohong jika ia masih ingin bersama cukup lama dengan pria serba hitam itu yang sudah tidak terlihat lagi oleh nya.
...----------------...
sedangkan di tempat lain lebih tepatnya di gedung pencakar langit milik Xavior yaitu perusahaan ALEXZI COMPANY yang Hana kunjungi dari beberapa jam yang lalu.
niatnya dari ibu si kembar berada di perusahaan ALEXZI untuk menghilangkan stress nya dengan mengajak kekasih itu untuk makan siang bersama.
dan agenda makan siang yang tiba-tiba ia adakan itu telah terlaksana setengah jam yang lalu.
Hana saat ini sedang duduk tenang di kursi kebesaran milik CEO perusahaan ALEXZI alias milik Xavior, Daddy King si kembar.
perempuan cantik itu memutuskan untuk mengistirahatkan tubuh nya setelah lelah mengelilingi ruangan kerja milik Xavior, yang tidak berbeda jauh dengan ruangan Milik Daddy nya di perusahaan WIJAYA.
__ADS_1
Hana bahkan memasuki ruang istirahat pada kantor pimpinan itu tanpa rasa sungkan sedikit pun. tentu saja ia tak sungkan, orang udah di isinkan sendiri sama yang punya ruangan.
jadi, Hana bebas dong. ok kembali lagi dengan kegiatan Hana saat ini.
dimana ia sedang sibuk melihat semua isi ponsel milik Xavior yang juga di tinggal kan pria itu dengan sengaja. karena mengetahui ponsel milik Hana mati karena kehabisan baterai, dan berakhir terhubung dengan charger baterai di atas meja sofa.
mengenai keberadaan Xavior. pria itu sedang melakukan pertemuan dengan beberapa petinggi perusahaan untuk membahas beberapa hal.
ia di tinggal kan di ruangan ini sendiri sebab itu keinginan nya, Hana tidak mau membebani asisten Rio maupun sekertaris Ziel untuk menemani nya. lagipula ia ingin menikmati beberapa barang-barang antik nan unik yang ada pada ruang ini.
ketika sedang asyik membongkar semua isi di dalam ponsel yang sedang ia genggam.
tiba-tiba saja Hana di buat mendongak kan kepalanya menatap pada pintu ruangan yang tiba-tiba di buka seorang wanita tanpa mengetuk terlebih dahulu. membuat Hana mengerutkan keningnya.
dan di tambah lagi dengan panggilan dari wanita itu pada sang pemilik ruangan. tidak sopan sekali pikir Hana.
" kak Xavior " ujar perempuan itu dengan lembutnya.
Hana diam saja di tempat nya tanpa berniat menjawab atau mengatakan apapun pada wanita itu, yang terlihat terkejut melihat keberadaan nya di ruangan itu.
terutama Hana saat ini sedang duduk enteng di kursi milik Xavior yang merupakan CEO alias pimpinan perusahaan.
Hana tidak melewatkan sedikit pun perubahan pada mimik wajah milik wanita semampai itu. mulai dari berseri, kemudian terkejut dan kaku sejenak , kemudian kembali lagi dengan sikap lemah lembut nya.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
...Alhamdulillah π€²π atas izin Allah SWT, semua berjalan lancar ππ...
...Semoga hari kalian semua berjalan dengan baik π€²π...
...Baiklah Jagan lupa beri dukungan untuk author πππ...
...Agar semakin semangat πͺπͺπ...
...Dengan cara...
...LIKE...
...KOMEN...
...VOTE...
...DAN JANGAN LUPA TAMBAH KE FAVORIT π₯°ππ...
__ADS_1
...SEKIAN DAN TERIMAKASIH π...
...WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI πππππππππ***...