
Happy Reading ππππ
Ψ¨Ψ³Ω Ψ§ΩΩΩ Ψ§ΩΨ±ΨΩ Ω Ψ§ΩΨ±ΨΩΩ
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Keinginan Fara ??
_____&$_______
Siang ini, aku melajukan mobilku menuju ESM atau lebih tepatnya elite rose school , tempat kedua anak ku bersekolah.
Aku langsung melajukan mobilku menuju sekolah keduanya, setelah menyelesaikan pekerjaan ku menemui klien serta mengantarkan asisten ku Cia ke apartemen nya terlebih dahulu.
Cia tidak bisa ikut dengan ku karena ia memiliki jadwal jalan-jalan bersama kekasihnya, sore nanti. Maka dari itu aku mengantar nya terlebih dahulu.
Mengenai mengapa aku yang menjemput kedua hari ini, dan bukan Cici seperti biasa. Itu dikarenakan pelayanan kecil kesayangan kedua malaikat kecil kesayangan ku itu sedang sakit.
Sudah dua hari Cici demam, namun tidak mau aku bawa ke rumah sakit untuk di rawat. Dia terus menolak dan mengatakan jika demam nya akan sebuah dengan sendirinya, jadi tidak perlu ke dokter katanya.
Dan karena Cici bersikeras, maka aku pun tidak mau memaksa kan keinginan ku.
Kita liat saja dulu, jika demam nya masih saja tidak mau sembuh. Maka aku akan langsung membawa nya ke rumah sakit meskipun ia akan menolak, aku akan memaksanya. Dan jika perlu aku akan mengancam.
Karena satu hal yang baru aku tau tentang Cici, dia ternyata cukup keras kepala jika sedang sakit. Cici juga cukup sulit untuk meminum obat nya, aku harus ekstra sabar dan meminta Zavir serta Zava untuk membujuk nya.
Hah!!
Sebaiknya kita lupakan dulu tentang Cici, karena aku telah tiba di depan gerbang sekolah si kembar kesayangan ku.
Dan seperti biasa aku akan menunggu di dalam mobil atau diluar sambil bersandar pada kap mobil ku, karena orang tua atau wali murid tidak di ijinkan untuk masuk di pekarangan sekolah pada waktu belajar.
Maka dari itu, jika aku ataupun para orang tua lainnya yang datang menjemput anak-anak mereka akan menunggu di luar gerbang sekolah.
Hanya pada waktu-waktu tertentu baru kami para orang tua atau wali murid di isinkan masuk jika ada kepentingan atau jika ada kegiatan yang di harus untuk di hadiri, barulah kami bisa masuk.
Di luar itu, kami sama sekali tidak di bolehkan. Benar-benar ketat bukan aturan nya, maka dari itu aku menyekolahkan si kembar di sini.
Karena kedisiplinannya terjamin terutama keamanan nya yang menurut ku sangat penting, karena kedua anak ku menghabiskan waktunya hampir 7 jam di sini.
Jadi sekolah inilah yang paling tepat untuk si kembar Zavir dan Zava, agar tetap aman dari para musuh keluarga Wijaya. Meskipun keduanya sudah di awasi dan dilindungi dari jarak yang cukup, tetap saja keamanan di dalam sekolah di perlukan sebab itu aku memilih tempat ini.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya kedua malaikat kecil kesayangan ku akhirnya terlihat berjalan beriringan dengan saudarinya serta anak-anak lainnya menuju gerbang.
Aku melambaikan tanganku ke arah keduanya ketika mata keduanya mengarah pada ku, aku tersenyum lebar melihat keduanya antusias mengetahui aku yang menjemputnya.
Ah manis nya keduanya berlari dengan kaki kecilnya, sungguh lucu. Benar-benar menjadi obat untuk diriku, se penat apapun aku saat melihat keduanya, penatku seketika menguap entah kemana.
" MOMMY " ujar kompak keduanya setelah tiba di hadapan ku dengan senyum lebar keduanya.
" iya sayang, lelah tidak lari-lari? " tanya ku mengusap puncak kepala keduanya.
" hehehe! Lelah mommy, haus juga " jawab Zava yang di angguki oleh Zavir.
" Ya udah, sekarang kalian naik mobil. Mommy untuk beliin kalian sesuatu tadi " ajak ku pada keduanya
Aku membuka pintu di samping kemudi terlebih dahulu untuk Zava, karena ia paling suka jika duduk di sana. Sedangkan Putra ku Zavir lebih suka di belakang, karena lebih nyaman katanya. Ada-ada saja memang!
Setelah memastikan keduanya sudah duduk dengan baik, aku pun menyusul masuk mobil untuk duduk di kursi kemudi lalu melaju kan mobil ku meninggal kan sekolah si kembar membela jalan menuju rumah kami.
...----------------...
Sedangkan di tempat lain di waktu yang sama. Tepatnya di sebuah pemakaman, terlihat Xavior sedang bersama dengan Fani mengunjungi makam Fara Anastasya Jones yang merupakan sahabat Xavior dan saudara kembar Fani.
Keduanya berada di sana tentu saja bukan keinginan dari Xavior, melainkan keinginan Fani setelah memaksa untuk di temani saat ia tiba-tiba datang menemui Xavior di kantor nya.
" Kak Fara, aku di sini kak. Aku sangat merindukanmu, merindukan kebersamaan kita dulu. Aku sendiri kak, aku sendiri an di sini. Aku kesepian semenjak kamu pergi, mengapa kamu tidak mengajak ku saja bersama mu. Kamu benar-benar menyiksa ku dengan keinginan mu itu, bagaimana aku bisa melakukannya, aku tidak ingin di benci kak!! " Fani menagis dan meluapkan semua Kelu kesah nya.
Entah itu tulus atau hanya pura-pura, Xavior bisa menilai nya sendiri. Dia bukan pria bodoh!
Xavior sama sekali tidak berniat untuk menenangkan atau sekedar memberikan sepatah kata untuk menanggapi omongan perempuan itu pada sebuah bisan sahabat nya. Xavior memilih diam dan memperhatikan saja.
" kak! Kini aku sudah menemuinya, aku memberanikan diri untuk menemui nya atas keinginan mu. Tapi aku sepertinya terlambat kak, benar-benar terlambat. Keinginan mu itu tidak akan bisa terwujud, sungguh tidak bisa.... Hiks hiks hiks " lagi-lagi Fani terus berbicara pada nisan kakak nya.
Dan lagi-lagi pula Xavior hanya diam saja bagaikan patung yang berdiri tegak.
Meskipun dalam pikiran nya di buat penasaran dengan maksud dari perempuan yang memakai pakaian yang cukup mini itu.
Meskipun penasaran, Xavior sama sekali tidak mau langsung percaya dengan ucapan nya. Karena ia begitu mengenal mendiang sahabat nya itu, karena Fara cukup terbuka pada Xavior dulu ketika mereka sekolah.
Jadi ia tau betul seperti apa sahabat nya itu, namun. Jika memang ada sesuatu yang di inginkan mendiang sahabat nya itu, Xavior akan berusaha mewujudkan nya. Selama itu tidak merugikan nya dan mempengaruhi hubungannya dengan Hana, wanita yang begitu ia cintai .
" kak Xavior!! " panggil Fani pada Xavior tanpa menoleh dari nisan kembarannya.
__ADS_1
" Ada apa ? " Xavior singkat
Xavior dapat melihat jika perempuan itu menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan nya secara perlahan, seakan sesuatu yang akan ia ucapkan begitu sulit.
" Sepertinya sudah waktunya aku memberitahu mu hal ini, aku benar-benar tidak bisa tenang jika tidak memberitahu mu " Ujar Fani.
Xavior tidak merespon, ia menunggu perempuan itu melanjutkan ucapannya tanpa berbelit-belit karena ia sama sekali tidak menyukai nya.
" Sebenarnya aku datang menemui mu karena hal ini, kuharap kau tidak marah dan membenci kak Fara karena keinginan itu " lanjut nya ketika tidak mendapatkan respon dari Xavior.
" Sebenarnya kak Fara berkeinginan agar aku mendapatkan perlindungan dari kak Xavior, setelah kepergian nya. Kak Fara ingin aku bergantung pada kak Xavior serta___ "
" Maksud mu?, katakan saja dengan jelas. Tidak usah memperpanjang nya " sela Xavior dengan cepat.
" Kak Fara ingin, aku...a..ku untuk m.. menikah dengan kak Xavior. Sungguh aku tidak menyangka dengan keinginan kak Fara yang begitu gila, tapi aku juga begitu terbebani dengan keinginan nya itu kak!!. "
" Tapi ketika mengetahui kak Xavior degan Nona Wijaya memiliki hubungan, aku semakin tertekan akan permintaan kak Fara. di sisi lain itu permintaan terakhir nya, tapi di sisi lain kakak dan juga Nona Wijaya juga_____ " ucapan Fani tidak ia lanjutkan lagi, seakan ia benar-benar tertekan dengan semua itu.
Sedangkan Xavior masih berada dalam posisi tenang, meskipun di dalam hati nya ia begitu terkejut dan tidak menyangka.
Bagaimana bisa Fara berkeinginan seperti itu, tidak mungkin Fara akan mengatakan sesuatu yang begitu egois. dia bukan tipikal wanita seperti itu, ia begitu mengenali sahabat nya itu.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
...Alhamdulillah π€²π atas izin Allah SWT, semua berjalan lancar ππ...
...Semoga hari kalian semua berjalan dengan baik π€²π...
...Baiklah Jagan lupa beri dukungan untuk author πππ...
...Agar semakin semangat πͺπͺπ...
...Dengan cara...
...LIKE...
...KOMEN...
...VOTE...
...DAN JANGAN LUPA TAMBAH KE FAVORIT π₯°ππ...
__ADS_1
...SEKIAN DAN TERIMAKASIH π...
...WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI πππππππππ***...