
Happy Reading ππππππ
Ψ¨Ψ³Ω Ψ§ΩΩΩ Ψ§ΩΨ±ΨΩ Ω Ψ§ΩΨ±ΨΩΩ
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Masih Di Peserta Dion Dan Zoe
_____
beberapa saat, akhirnya ketiga nya sampai di meja yang sedang di duduki oleh tuan Zaid dan nyonya Zaid. di mana kedua nya sendang mengobrol dengan besan mereka.
" ma!!, pa!!!. lihat, siapa yang aku bawa menemui kalian " ucap Dion mengalihkan atensi ke dua pasang paruh baya yang sedang mengobrol itu.
...----------------...
Tuan dan nyonya Zaid seketika mengarahkan pandangan nya pada putranya, Dion. Ketika mendengar kalau anaknya itu membawa seseorang untuk menemui mereka. Bahkan mertua dari Dion pun ikut mengalihkan perhatian keduanya pada ketiga sosok yang datang menghampiri, terutama pada dua orang Yang dibawah menantunya itu yang seketika menjadi pusat perhatian Tuan dan nyonya wirama.
Ke empat paruh baya itu seketika tersenyum saat melihat keberadaan Xavior, namun ketika melihat sosok perempuan cantik yang berdiri berdampingan dengan Xavior mampu membuat senyum keempat nya menjadi kaku.
Jika kalian mengira mereka tidak suka akan kehadiran Hana , maka itu salah besar Karena kehadiran Hana malah sebaliknya. Senyum mereka seketika kaku dikarenakan begitu kaget akan kehadiran Hana di pesta yang mereka adakan. Apakah tuhan sedang memberkahi mereka dengan menghadirkan dua keturunan keluarga berkuasa ini.
" Telah melihat keturunan WIJAYA DAN ALEXIS, sungguh dewa memberkahi kami!! " Ucap tuan dan nyonya wirama dalam bahasa negara mereka, yaitu negara J.
Keduanya mengucapkan sapaan itu dengan berdiri mengarah pada Hana dan Xavior, mereka bahkan membungkuk kan badan sebagai bentuk penghormatan pada dua anak muda dihadapan mereka, terutama pada Hana.
Xavior yang melihat kedua pasangan paruh baya itu membungkuk hormat padanya dan Hana, hanya membalasnya dengan anggukan sekilas saja dan tidak lupa wajah datar nya itu menyertai perbuatannya.
Berbeda dengan Hana, ia seketika maju untuk membantu kedua paruh baya yang kemungkinan seusia orang tua nya itu untuk menegakkan kembali badan keduanya. Karna menurut nya itu terlalu berlebihan, lagipula pertemuan mereka bukan pada acara yang sangat vormal dimana penghormatan pada yang lebih berkuasa di perlukan.
" Tuan dan nyonya wirama tidak perlu seperti itu, ini bukan pertemuan vormal. Ini acara putri Kalian, jadi santai saja " kata Hana ketika membantu keduanya kembali berdiri tegak menghadap nya.
" Dan selamat atas pernikahan nona wirama dan tuan muda Zaid " lanjut Hana memberikan selamat kepada Keduanya.
Tuan dan nyonya wirama seketika menerbitkan senyum lembutnya atas perilaku Hana , sungguh mencerminkan bangsawan yang rendah hati. Ternyata rumor tidak pernah salah dalam menceritakan sosok perempuan cantik berdarah keluarga Wijaya dihadapan mereka saat ini.
" Terimakasih atas ucapan selamat dari Nona besar Wijaya, sungguh penghormatan besar bagi kami semua atas kehadiran Anda di acara kami " ucap nyonya Zaid
Disetujui oleh suaminya serta tuan dan nyonya wirama.
" Kalian telah mengundang keluarga Wijaya, bagaimana mungkin tidak ada dari kami yang hadir. Dan maaf atas ketidak hadiran kedua orang tua saya, keduanya mengirim salam dan permintaan maaf pada keluarga Zaid juga keluarga wirama melalui saya. Semoga kalian dapat memaklumi ketidak hadiran keduanya " ujar Hana panjang lebar.
__ADS_1
" Ah!!, Sama sekali tidak masalah Nona Wijaya, Kami tidak berani mempermasalahkan apapun " kali ini Tuan Zaid yang membalas ucapan Hana. Mana mungkin mereka berani mempermasalahkan sesuatu pada keluarga Wijaya.
Hana hanya mengangguk mengiyakan ucapan ayah Dion.
" Mari duduk dulu, Xavior dan Nona Wijaya. Semoga menikmati acaranya " ucap nyonya Zaid mempersilakan keduanya untuk duduk, begitu pula dengan besarnya.
Mereka pun duduk dan kembali mengobrol, para lelaki membahas bisnis sedang kan para wanita membahas kegiatan dan kesibukan masing-masing. Sedangkan Dion meminta isin untuk pergi mencari keberadaan istrinya.
" Nona Wijaya, bolehkah saya memanggil Anda dengan sebutan nak. seperti saya memanggil anak-anak saya, itupun jika Anda tidak keberatan dengan ke lancang ngan permintaan saya " ucap nyonya Zaid
" Yora!!! apa yang kau katakan, Jagan lancang " tegur Tuan Zaid pada istrinya itu.
" tidak masalah Tuan Zaid, saya malah merasa senang jika nyonya Zaid memperlakukan saya seperti anak-anak sendiri. itu lebih nyaman " ujar Hana cepat saat melihat Tuan Zaid yang memelototi istri nya itu.
" lagipula nyonya Zaid juga memanggil Xavior dengan sebutan yang sama, maka saya juga ingin diperlakukan demikian. agar tidak menimbulkan kecanggungan diantara kita, bukankah itu lebih baik " lanjut Hana.
perkataan Hana mampu membuat Xavior dan ke empat paruh baya di meja yang sama merasa terharu akan kesantunan dan murah hati Hana yang merupakan keturunan keluarga berkuasa itu. menurut mereka, Sagat jarang Nona dari keluarga yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi mau merendah dan berbaur dengan orang-orang di bawahnya.
sungguh Hana merupakan sosok perempuan yang begitu sempurna menurut mereka. bukan hanya dengan rupanya yang rupawan, namun juga di dukung dengan etika yang luar biasa patut diberikan apresiasi serta sanjungan yang tiada batas.
" baiklah nak Jihana. Tante sudah sangat jarang mendengar kehadiran mu di rumah sakit, untuk membantu Dokter-dokter yang lain. " tanya Nyonya Zaid, karena sudah cukup lama menurut nya ia tidak lagi mendengar kehadiran Hana diantara para dokter, seperti nya.
Hana yang mendapatkan pertanyaan dari nyonya Zaid mengenai ketidak hadiran nya lagi, sebagai dokter. seketika membuat Hana tersenyum kecut yang se berusaha mungkin ia tutup pi. namun tanpa Hana sadari bahwa usahanya itu sia-sia saja, karena Xavior masih bisa melihat gerak-gerik nya itu.
" menurut saya. menjalankan profesi sebagai Dokter akan sangat menguras waktu dan tenaga saya. sehingga itu dapat berdampak pada kedua anak-anak saya " lanjut Hana diakhiri dengan senyum hangat nya saat bayangkan Wajah kedua putra putri nya muncul di pikiran nya.
bukankah sudah Hana bilang, jika sudah menyangkut kedua anaknya maka ia akan sangat tersentuh.
" yah!!. nak Jihana benar, menjadi Dokter benar-benar megurus waktu kita sebagai seorang ibu dan seorang istri. saya pun sudah merasa kanannya." setuju nyonya Zaid akan ucapan Hana.
" tapi mau bagaimana lagi, bakat dan minat saya hanya sebatas dunia medis. tidak seperti nak Jihana, yang memiliki banyak bakat luar biasa " lanjutnya dengan senyum lembut nya yang ditujukan pada Hana.
" Anda terlalu memuji saya Tante Yora, saya tidak sebaik itu. saya juga manusia yang masih jauh dari kesempurnaan, karena kesempurnaan hanya lah milik sang pencipta. kita hanya sebagian kecil dari kesempurnaan nya " ujar Hana bijak sana.
" benar yang dikatakan Hana , kesempurnaan hanya milik sang pencipta, mah! " setuju Xavior yang akhirnya angkat bicara, setelah terdiam sedari tadi.
dan jika kalian bertanya mengapa Xavior memanggil nyonya Zaid dengan panggilan MAH. karena sedekat itulah ia dengan keluarga temannya itu, menjadikan ia memanggil ibu dan ayah dari temannya Dion sama.
" hahaha. maklumi saja nak Jihana dan nak Xavior, kami para orang tua kadang suka berlebihan dalam memuji sesuatu. sampai lupa, akan kesempurnaan yang sebenarnya hanya untuk sang pencipta " ucap nyonya wirama dengan tetap menggunakan bahasa negaranya. megigat ia belum terlalu fasih berbahasa negara dari besarnya, meskipun ia mengerti tapi ia tidak fasih dalam berucap.
Hana dan Xavior hanya menanggapinya dengan anggukan kepala.
__ADS_1
tak berselang lama, Dion kembali menghampiri mereka dengan membawa istrinya juga ke arah mereka.
" wah!!. sepertinya aku dan istriku mengganggu obrolan kalian " ujar Dion setelah sampai.
ucapnya itu seketika mendapatkan cubitan maut dari sang mama pada pinggang nya, yang sangat mendukung karena ia berdiri di samping kursi mama nya itu. yang seketika membuat nya meringis kesakitan.
tega sekali mama nya itu.
" ah iya, nak Jihana. perkenalkan ini menantu Tante, nak perkenalkan dirimu pada Nona Wijaya " nyonya Zaid langsung memperkenalkan menantunya pada Hana.
hal itu membuat Hana memandang pada sosok wanita cantik bergaun navy blue tanpa lengan yang begitu pas pada tubuh modelnya itu.
" perkenalkan nama saya ZOE WIRAMA sebuah kehormatan bisa bertemu dengan Nona besar Wijaya " ujar Zoe memperkenalkan diri dengan sopan pada Hana, tidak lupa ia juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan orang tua juga pada Hana tadi.
" ya, senang juga bertemu Nona wirama. dan anda tidak perlu formal itu " balas Hana tidak kalah sopannya.
" panggil saja dengan Hana ataupun kak saja, lagipula umur mu lebih muda dari ku " lanjut Hana lagi.
" baiklah kak Hana, aku sangat senang atas kehadiran kak Hana. aku kira Dion menipu ku tadi, agar mau ikut dengan nya " tutur Zoe lebih santai dari sebelumnya.
" hahaha!!. kalau begitu selamat atas pernikahan mu dengan suamimu Zoe, aku harap kalian selalu bahagia "
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Alhamdulillah π€²π atas izin Allah SWT, semua berjalan lancar ππ
Semoga hari kalian semua berjalan dengan baik π€²π
Baiklah Jagan lupa beri dukungan untuk author πππ
Agar semakin semangat πͺπͺπ
Dengan cara
LIKE
KOMEN
VOTE
DAN JANGAN LUPA TAMBAH KE FAVORIT π₯°ππ
__ADS_1
SEKIAN DAN TERIMAKASIH π
WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI πππππππππ