Pemilik Hati Brandal Tampan

Pemilik Hati Brandal Tampan
Bab 28


__ADS_3

Queenara dan Leon kini sedang menjalani proses pemotretan di temani mama Yumna dan papa Samuel.


"Leon dimana ayah mertua? kenapa dia tidak terlihat di mana pun?" Tanya Queenara sedikit berbisik pada calon suaminya.


"Entahlah." Jawab Leon acuh.


"Apa kalian bertengkar lagi?" Queenara menatap wajah tampan kekasihnya dengan sangat intens.


"Hanya sedikit, tapi percayalah bukan aku yang memulainya sungguh!" Leon mengacungkan dua jarinya membentuk huruf v.


Queenara memutar bola matanya malas, kemudian menggelengkan kepalanya perlahan ia merasa sangat bingung bagai mana cara menyatukan ayah dan anak yang bagaikan minyak dan air yang tak mungkin bisa bersatu.


"Bagai mana caranya membuat mereka akur seperti permintaan nenek Sofia, sungguh ini sangat membingungkan." Ucap Queenara membatin.


Kini Queenara terkejut saat Leon mendorongnya ke dinding dan mengunci tubuhnya dengan erat.


"Leon, apa yang kamu lakukan?" Tanya Queenara dengan nada gugupnya.


"Aku merindukanmu, kau harus bertanggung jawab atas perbuatan mu sayang, lihatlah kau sudah melukai aku tadi." Leon memperlihatkan bekas gigitan Queenara yang terlihat memerah dengan luka yang cukup dalam.


Queenara terbelalak kaget saat melihat luka yang ada di tangan Leon saat ini. "Astaga apakah aku sekejam itu?" Queenara memegangi tangan Leon dan mengusap nya dengan sangat lembut.


"Ayo ikut aku, aku akan mengobati luka mu terlebih dahulu." Ajak Queenara dengan cepat.


Namun dengan cepat Leon mencegahnya dan menarik pinggang kekasihnya membawanya ke dalam pelukan. "Leon apa yang kamu lakukan? kita harus segera mengobati luka mu ini." Queenara menatap penuh keheranan.


"Aku tidak membutuhkan apapun lagi saat kau ada di sampingku, karena kau adalah obat dari segala luka yang aku miliki." Leon semakin mendekatkan wajahnya pada sang kekasih dan bersiap untuk mencium bibir manis Queenara yang sudah menjadi candu baginya.


Namun aktivitas Leon terhenti saat kerah bajunya di tarik oleh seseorang. "Siapa yang sudah berani mengganguku!" Kesal Leon yang kini sudah memasang wajah marahnya.

__ADS_1


"Celakalah... Dia adalah makhluk terkuat di bumi." Bisik Queenara di samping telinga kekasihnya.


"Cihhh... Makhluk apa itu? dia pikir aku akan takut padanya? jangan mimpi. Aku Leon Aditya tidak pernah takut dengan apapun." Ucap Leon dengan bangganya, kini ia pun melirik ke arah seseorang yang kini berada di belakangnya.


"Kenapa, mau marah?" Mama Yumna yang kini berkacak pinggang di hadapan Leon yang terlihat kelimpungan.


"Mama mertua," Leon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Sayang, kenapa kau tidak mengatakan hal ini sejak tadi?" Bisik Leon pada kekasihnya.


"Aku sudah mengatakan nya, tapi kamu tidak percaya padaku." Queenara bersedekap dada menatap wajah Leon yang kini mulai terlihat kebingungan.


"Tapi kamu tidak mengatakan bahwa yang datang mama mertua."


"Apa kalian akan terus berbisik-bisik seperti itu di hadapan ku? Queenara ayo kembali ke kamarmu dan kau, pergilah tunggu sampai waktunya tiba jangan main nyosor-nyosor sembarangan kau pikir putriku ini apa?" Ucap mama Yumna yang langsung membawa putrinya pergi meninggalkan Leon yang masih berdiri mematung di tempatnya.


"Aishhh... Sial." Leon mengacak rambutnya frustrasi. Kini ia pun kembali ke rumahnya untuk mempersiapkan acara untuk malam nanti, begitu pun dengan Elbara yang sedang merencanakan sesuatu untuk menjagili calon kakak ipar sekaligus musuh bebuyutan nya.


Kini ia pun kembali ke mansion utama untuk mencari keberadaan sang kakak, namun kini ia baru teringat sesuatu yang belum sempat ia selesaikan. "Ckk... Bagai mana bisa aku melupannya, sekarang Daniel juga sudah pergi aku tidak mungkin menyuruh orang lain untuk mengambilnya." Dengan penuh pertimbangan kini Elbara pun keluar meninggalkan mansion utama untuk menuntaskan misi untuk menjahili calon kakak iparnya.


Elbara mengendarai mobilnya membelah jalanan yang cukup ramai, setelah beberapa saat kini ia pun sudah sampai di tempat tujuannya.


Namun kini padangannya tertuju pada seseorang yang sangat ia kenal tengah duduk sendirian dengan kepala tertunduk.


"Akhirnya aku menemukan gadis aneh itu lagi." Elbara tersenyum miring dan menghampiri gadis yang sudah membuatnya mendapatkan hukuman yang cukup berat dari sang kakak.


"Ternyata kau disini. Dengar sudah aku katakan, aku tidak akan pernah melepaskan musuhku begitu saja karena ulahmu aku mendapatkan hukuman dari kakakku, sekarang kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu." Ucap Elbara yang langsung menarik penutup kepala yang menutupi wajah gadis itu.


"Hiks.. Hiks.. Kenapa dunia ini sangat kejam sekali padaku?" Jasmine menangis sendu membuat Elbara terlihat kebingungan.

__ADS_1


"Hei aku belum melakukan apapun padamu jangan membuat drama!" Bentak Elbara namun kini ia terkejut dengan sikap gadis yang ada di hadapannya yang kini langsung memeluknya dengan sangat erat.


Jasmine membenamkan wajah cantikya di dada bidang Elbara dan membuatnya begitu syok saat gadis itu juga memeluknya dengan sangat erat.


Jasmine terus menangis membuat Elbara sedikit tersentuh dengan kesedihan nya, perlahan Elbara pun mulai membalas pelukan gadis itu dan membawanya masuk ke dalam mobil sebelum ada orang yang melihat mereka dan berpikir hal lain tentang mereka.


"Aku pikir gadis aneh ini tidak bisa menangis, tapi sepertinya dia sangar begitu rapuh sekali." Gumam Elbara membatin. Kini ia pun membawa gadis itu pergi bersamanya ke mansion utama.


****


Malam yang di nantikan oleh sepasang kekasih itu pin telah tiba, namun Leon tidak menunjukkan wajah bahagianya saat ini, bahkan ia terlihat sangat begitu kesal.


"Kenapa dengan Leon, dia terlihat sangat kesal sekali, apa kamu penyebabnya Liam?" Tanya nenek sofia pada keponakan nya.


"Kenapa bibi menanyakan hal itu padaku? aku bahkan belum mememuinya lagi sejak pagi tadi." Jawab tuan Liam sedikit berbisik.


"Sudahlah bibi tidak perlu khawatirkan bocah itu, kita tunggu saja calon menantu kita." Ucap tuan Liam dengan santainya.


Kini para tamu undangan pun sudah berdatangan memenuhi ruangan untuk menyambut mempelai wanita yang kini berjalan menuruni tangga.


"Wow.. Dia sangat cantik sekali." Ucap para tamu dengan mata berbinar penuh kekaguman, menatap Queenara yang bagaikan seorang ratu yang turun dari khayangan. Suara riuh pun mulai terdengar menyadarkan Leon dari lamunannya.


Queenara tersenyum ke arah Leon dan membuat Leon merasa terhipnotis dan langsung menghampiri calon istrinya.


"Wah... Wahh.. Sepertinya calon mempelai pria sudah tidak sabar ya pemirsa." Seru pembawa acara malam itu.


"Baiklah, para tamu undangan yang terhormat mari kita mulai acara janji pernikahan malam ini." Ucap pembawa cara yang langsung di sambut tepukan tangan para tamu undangan.


"Sepertinya semuanya sudah siap, mari kita mulai acara inti malam ini dengan ijab qobul atau janji suci untuk pasangan baru kita. Silahkan kedua mempelai duduk di altar pernikahan." Sang pembawa acara pun mempersilahkan Leon dan Queenara untuk duduk.

__ADS_1


Kini Leon akan memulai membacakan ijab qobul untuk membuat tali cintanya semakin erat dan menjadikan Queenara sebagai pasangan hidupnya. Namun suara bariton seseorang menghentikan aktivitas Leon dan membuat semua orang melirik ke arah sumber suara.


Bersambung....


__ADS_2