Pemilik Hati Brandal Tampan

Pemilik Hati Brandal Tampan
Bab 50


__ADS_3

Hari demi hari terus berlalu dengan cepat, namun tak ada perubahan dalam hubungan antara Elbara dan Jasmine keduanya sudah memiliki perasaan yang sama, tetapi keduanya sama-sama gengsi untuk menyatakan perasaannya masing-masing.


Malam ini adalah malam acara pesta tujuh bulanan baby twins, semua orang tampak sibuk namun berbeda dengan Leon yang tak bisa jauh dari sang istri. Karena di kehamilannya saat ini Queenara sering merasakan sakit karena calon bayinya sangat aktif bergerak dan Leon selalu berusaha menjadi suami siaga untuk istri dan calon anak-anaknya.


"Sayang ayo duduklah, jangan terlalu lama berdiri." Leon menuntun istrinya untuk duduk di sofa yang sudah ia siapkan.


"Teriak kasih papa Le." Queenara tersenyum ke arah suaminya. Queenara merasa sangat beruntung mendapatkan suami seperti Leon yang selalu ada untuknya dalam keadaan apapun dan sabar menghadapi sikapnya yang kadang menyebalkan.


"Jangan berterima kasih padaku sayang kau istriku apapun yang ku lakukan adalah tanggung jawabku. " Ucap Leon yang kini memberikan sebuah kecupan manis di kening sang istri.


"Leon aku sangat mencintaimu." Queenara tersenyum menatap wajah tampan suaminya.


"Aku juga sangat, sangat mencintaimu. Terima kasih kau sudah hadir dan melengkapi hidupku yang kelam ini, kau datang membawa pelangi dan memberikan warna-warna indah dalam hidupku."


Queenara tersenyum saat mendengar ucapan suaminya, hatinya merasakan kedamaian saat mendengarnya.


"Menantu selamat untukmu, maafkan aku sedikit terlambat karena beberapa hari ini jadwalku sedikit padat." Ucap tuan Liam yang kini berdiri di hadapan Queenara dengan membawakan buket bunga lili untuknya.


"Terima kasih ayah mertua, kau belum terlambat bahkan acara ini baru saja di mulai lima menit yang lalu." Jawab Queenara dengan senyuman manisnya.


"Apa kau hanya membawakan bunga saja, setelah beberapa hari tidak pulang kau juga mulai melupakan keberadaan ayah dari calon cucu-cucumu." Sindir Leon yang langsung membuat Queenara dan tuan Liam tertawa karenanya.


"Ya aku memang lupa membawakan sesuatu untukmu tapi aku masih punya sebuah pelukan untukmu." Ujar tuan Liam yang kini mulai menbawa putranya ke dalam pelukannya.


"Sudah, sudah jangan terlalu lama." Leon langsung melepaskan pelukan sang ayah dan kembali duduk di samping istrinya.


"Kau memang tidak berubah." Tuan Liam tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol sang putra. Kini ia pun mulai berkeliling untuk menyambut para tamu undangan yang mulai memenuhi aula rumahnya.


***


Di tempat yang sedikit jauh dari keluarga Sebastian, kini Elbara mulai melakukan misinya untuk menggoda perempuan lain fi hadapan istrinya. Semuanya ia lakukan agar Jasmine mengungkapkan perasaannya karena Elbara tahu bahwa Jasmine juga memiliki perasaan yang sama padanya.


"Hai manis, siapa namamu?" Elbara mulai mendekati salah satu perempuan yang sedang duduk sendirian menikmati pesta malam ini.


"Namaku Lisa." Jawab wanita itu dengan singkat.

__ADS_1


"Nama yang indah dan sangat singkat, mudah di hapal dan sulit di lupakan." Sambung Elbara yang melirik sekilas pada sang istri yang tak jauh darinya.


"Dasar kadal buntung! bisa-bisanya dia menggoda wanita lain di hadapanku. Dia pikir aku akan merasakan cemburu? tidak! kau salah." Gumam Jasmine yang menekan rasa kesalnya saat ini.


Melihat ekspresi wajah Jasmine membuat Elbara semakin gencar menggoda wanita yang ada di hadapannya. "Sampai kapan kau akan terus berdiam diri disana apakah kau rela suamimu yang tampan di culik wanita lain." Gumam Elbara membatin.


"Lisa, apa pekerjaan mu tanganmu sangat halus sekali."


"Aku seorang dokter,"


"Owh... Jadi kau teman kak Queenara, aku pikir kau teman dari kakak ipar laknat, maksudku kak Leon." Elbara meralat ucapanya saat melihat tuan Liam lewat di hadapannya.


"Ya aku teman dokter Queen apakah kau adiknya?" Tanya wanita yang bernama Lisa itu dengan sangat antusias.


"Iya aku adiknya."


"Waahh... Senang sekali bisa bertemu langsung denganmu, ternyata kau lebih tampan dari foto yang pernah aku lihat." Ucap Lisa dengan wajah berseri menatap wajah tampan Elbara saat ini.


"Benarkah!"


Elbara dan Lisa pun terus bercakap-cakap membuat Jasmine yang mendengarnya semakin merasa sangat panas, apalagi sejak tadi Elbara terus saja melontarkan kata-kata manisnya.


"Elbara! ikut aku?" Jasmine berkacak pinggang di samping suaminya.


"Lepaskan tangannya!" Jasmine menarik tangan Elbara dengan sedikit kasar dan mencucinya dengan segelas air tepat di hadapan Lisa.


"Hei apa yang kamu lakukan." Lisa langsung berdiri dan tak terima dengan sikap yang di lakukan wanita asing di hadapannya.


"Apa yang ku lakukan? tentu saja menghapus jejak wanita gatal sepertimu!" Ketus Jasmine yang menarik tangan Elbara agar menjauh dari wanita itu.


Namun Elbara masih tetap diam dan berdiri di tempatnya tanpa mengatakan sepatah katapun.


"Ikut aku!" Kesal Jasmine yang kembali menarik tangan suaminya. Tetapi Elbara masih tetap diam dan tak bergerak sedikit pun dari tempatnya saat ini.


Jasmine menatapnya dan melirik ke arah wanita yang kini memegangi tangan suaminya bahkan dengan sengaja menautkan jari-jari lentiknya di tangan Elbara.

__ADS_1


Jasmine menatap Elbara dengan wajah sendunya, perlahan ia pun mulai melepaskan genggaman tangannya dan bersiap untuk pergi meninggalkan tempat itu.


Namun dengan cepat Elbara menarik kembali tangan istrinya dan membawanya ke dalam pelukannya, sedangkan Lisa merasa sangat terkejut saat Elbara melepaskan genggaman tangannya dengan sedikit kasar.


"Apa kau merasa cemburu padaku sayang?" Elbara sedikit menaik turunkan sebelah alisnya untuk menggoda Jasmine.


"Lepaskan aku!" Ketus Jasmine yang berusaha untuk melepaskan pelukan suaminya.


"Elbara siapa wanita itu?" Tanya Lisa yang membuat Elbara melirik ke arahnya.


"Owhh dokter Lisa, perkenalkan dia istriku Jasmine." Ucap Elbara tanpa beban.


"Istri?" Lisa terbelalak kaget saat mendengar penuturan Elbara, dengan cepat ia pun meninggalkan tempat itu dengan wajah sedikit kesal dan menahan malu saat semua orang kini melirik ke arahnya.


"Lepaskan aku!" Jasmine masih sedikit memberontak meminta untuk di lepaskan, tetapi Elbara kini tak perduli dengan ucapan istrinya dan mulai menggendongnya ala bridal style dan membawanya ke tempat yang sedikit sepi yang cocok untuk berbicara dari hati ke hati.


"Jasmine apa kau cemburu saat aku bersama wanita lain, apa kau mulai mencintaiku? tatap mataku saat aku sedang berbicara denganmu!." Elbara menangup kedua pipi istrinya agar menatap ke arahnya.


"Iya aku mencintaimu El, apa kau tidak mengerti juga! kenapa kau menggoda wanita lain di hadapanku. Sakit El, sakit." Jasmine memukuli dadanya yang terasa sesak, tangis yang ia tahan sejak tadi pun kini pecah seketika.


"Aku juga sangat mencintaimu, maaf jika aku sudah melukai hatimu tapi semua ini aku lakukan agar aku bisa mendengar hal ini darimu." Ucap Elbara yang kini memeluk istrinya dengan sangat erat.


"Apa maksudmu El," Jasmine sungguh tak mengerti dengan apa yang di katakan suaminya.


Tetapi Elbara tak menjawab pertanyaan Jasmine dengan sebuah kata-kata, tapi Elbara mulai melabuhkan ciuman lembut di bibir istrinya perlahan Jasmine pun membalas ciuman tersebut hingga ciuman itu semakin dalam dan membuat Elbara melupakan dimana dirinya saat ini.


Jasmine menepuk dada Elbara saat ia hampir kehabisan oksigen. "Apa kau mau membunuhku?" Jasmine menghirup oksigen sebanyak mungkin.


"Kenapa kau tidak bernafas. Jasmine aku sangat mencintaimu." Ucap Elbara yang kini kembali melanjutkan ciumannya.


Mendengar kata itu membuat Jasmine merasa sangat begitu senang bahkan ia merasa seperti ada ribuan kupu-kupu yang terbang mengelilingi nya, karena cintanya tak bertepuk sebelah tangan.


Jasmine melepaskan ciuman nya dan menatap wajah tampan suaminya yang sedang terbakar gairah.


"Aku sangat mencintaimu El, aku harap kau tidak mengecewakan aku karena aku percaya padamu." Ucap Jasmine yang kini menempelkan pipinya di dada bidang Elbara.

__ADS_1


"Aku berjanji."


Selesai


__ADS_2