
Jasmine dan Queenara saling berpegangan tangan karena merasa sangat ketakutan saat melihat beberapa pria berbaju hitam kini mengelilingi keduanya.
"Siapa mereka, aku tidak mungkin bisa melakukan apapun saat aku tengah hamil seperti ini." Gumam Queenara membatin.
Tak lama kemudian kini seorang pria berpenampilan sedikit acak-acakan masuk ke dalam ruangan tersebut dan langsung menghampiri Jasmine dan memeluknya dengan sangat erat.
"Akhirnya aku menemukan mu Jasmine, ayo kita pergi dari tempat ini." Ucap Alvin Aldrich yang kini mulai menarik tangan Jasmine keluar dari ruangan itu, namun dengan cepat Queenara mencegah hal itu terjadi.
"Kau tidak bisa membawanya pergi meninggalkan ruangan ini." Tukas Queenara dengan wajah seriusnya.
"Siapa kau berani menghalangi jalanku." Ketus Alvin yang kini mulai menatap tajam pada Queenara.
"Siapa aku itu tidak penting, lebih baik kau pergi dari tempat ini dan biarkan acara malam ini berjalan dengan lancar." Queenara berbicara dengan nada ramahnya berharap pria yang ada di hadapannya mengerti.
Namun tanpa di duga kini Alvin mendorong tubuh Queenara dengan sangat kencang Jasmine yang melihat hal itu pun berusaha melindungi calon kakak iparnya, yang mengakibatkan dirinya terjatuh di lantai dengan sangat keras hingga membuat perutnya kesakitan.
"Jasmine!" Queenara terbelalak saat melihat darah segar mengalir dari tubuh calon adik iparnya bermaan dengan Leon dan Elbara masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Sayang kau tidak apa-apa?" Leon menangkup wajah istrinya dan terlihat sangat begitu khawatir.
Begitu pun dengan Elbara yang kini menghampiri calon istrinya yang terlihat memerah menahan sakit. Sedangkan Alvin masih berdiri mematung di tempatnya menatap tak percaya dengan apa yang sudah ia lakukan pada sahabatnya.
"Daniel tangkap dia jangan biarkan dia pergi begitu saja meninggalkan tempat ini." Ucap Elbara penuh kemarahan.
"Minggir El aku harus segera memeriksa keadaan bayinya, cepat hubungi ambulance." Queenara nampak sibuk memeriksa keadaan Jasmine dengan air mata yang terus mengucur membasahi wajah cantiknya.
__ADS_1
"Jasmine kenapa kau melakukan hal ini, bagai mana jika terjadi sesuatu pada bayimu, aku sungguh tidak bisa memaafkan diriku sendiri." Queenara terus memeriksa keadaan Jasmine dan menyuntikkan obat agar bisa mengurangi rasa sakit yang Jasmine rasakan saat ini.
"Kak Queen semuanya akan baik-baik saja, bayiku juga akan baik." Jasmine berusaha untuk terlihat begitu tenang agar calon kakak iparnya tidak menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi pada dirinya saat ini.
"Anthony bereskan semua kekacauan ini dan bawa saja pria itu ke markas kita."
"Tidak! aku sendiri yang akan menghukumnya karena dia sudah berani menggangu ketenangan di rumah ini dan membuat mana syok dengan hal ini." Elbara menarik kerah baju Alvin dan memberikan bogem mentah di wajahnya, namun Alvin Aldrich tak membalas perlakuan Elbara dia hanya menatap nanar pada gadis yang dicintai nya kini terlihat mulai memucat.
"Ini gawat bayinya kritis dan ibunya pun mulai melemah, El cepat kita brangkat sekarang lupakan saja pria itu biarkan polisi yang mengurusnya, keselamatan Jasmine lebih penting sekarang!" Ucap Queenara yang terlihat sangat begitu panik.
Dengan cepat Elbara pun mengangkat tubuh lemah calon istrinya dan membawanya seperti perintah sang kakak.
Kini Leon pun terlihat begitu panik saat melihat istrinya tiba-tiba tak sadarkan diri. "Sayang bangun! sayang!" Leon pun langsung membawa istrinya pergi ke rumah sakit setelah mengancam Alvin dengan kata-kata yang tidak main-main bagi Leon.
Kini Alvin merasa dirinya sudah terlalu bodoh untuk berurusan dengan keluarga Sebastian. Alvin pun berusaha untuk kabur dari genggaman tangan Anthony, namun situasi sangat tidak memungkinkan untuk dirinya, karena semua anak buahnya sudah di lumpuhkan.
"Cihh.. Kau pikir aku takut? jangan bermimpi aku adalah Alvin Aldrich aku bisa melakukan hal apapun seperti yang ku inginkan." Ucap Alvin dengan nada sombongnya membuat Anthony tertawa saat mendengarnya.
"Hmm.. Percaya diri sekali kamu, apa kamu tidak melihat bagai mana Alvin Aldrich pemilik perusahaan batu bara dan tambang emas itu sudah bangkrut hanya karena seorang brandal saja, Alvin kau terlalu percaya diri hingga tak mengenali siapa musuhmu saat ini." Anthony semakin mengejek Alvin dengan tawanya.
Alvin hanya tersenyum miring dan mulai memeriksa ponselnya dengan santai. Namun kini ia terbelalak saat melihat berita kebangkrutan dirinya yang berada di bawah kekuasaan perusahaan LBS.
"Ini tidak mungkin! aku sungguh tidak pernah menyinggung pemilik LBS bahkan aku tidak pernah tahu siapa pemiliknya sampai saat ini, dan untuk bergabung dengan perusahaan ini sangatlah sulit aku pernah mencoba beberapa kali tapi mereka tidak pernah menjawabnya." Gumam Alvin yang kini tersungkur lemah saat tahu kini dirinya sudah tak memiliki apapun lagi.
"Apa kau yakin tidak mengenal siapa pemilik LBS?" Anthony kembali bertanya dan Alvin Aldrich hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Kau memang sangat bodoh sekali, kau sudah sangat menyinggungnya bahkan kau sudah membuat istri kesayangannya tak sadarkan diri tapi kau masih mengatakan bahwa kau tidak pernah menyinggungnya." Anthony menggelengkan kepalanya dengan senyuman miring semakin mengejek Alvin yang kini terdiam mematung di tempatnya.
Tak hanya Alvin yang terkejut, Daniel yang mendengar penuturan Anthony pun sama terkejutnya. "Owhh sekarang aku mengerti mengapa Jasmine bisa ditemukan dengan cepat, padahal aku sudah sangat berusaha untuk mencarinya dan tak bisa menemukan apapun tentang gadis itu, sedangkan dalam dua hari Anthony bisa membawanya ke hadapan nyonya Yumna." Daniel merasa sangat takjub dengan apa yang ia ketahui saat ini.
***
Di rumah sakit. Keluarga Sebastian kini tengah menunggu dokter selesai memeriksa keadaan Queenara dan Jasmine.
Leon tampak terlihat sangat tegang dan begitu khawatir terjadi sesuatu dengan istri dan calon bayinya. Namun berbeda dengan Elbara yang kini terlihat biasa saja bahkan ia terkesan lebih pendiam membuat mama Yumna berpikir jika Elbara memang tak perduli dengan Jasmine dan calon anak mereka.
Kini ruangan dokter pun terbuka menampakan wanita berjas putih menghampiri keluarga Sebastian dengan wajah penuh kekhawatiran.
"Dokter bagai mana keadaan istriku?" Tanya Leon dengan tidak sabaran.
"Istri anda baik-baik saja tuan, hanya wanita muda yang bersamanya kritis dan kehilangan banyak darah,dengan menyesal kami harus mengatakan hal yang sangat di sayangkan. Kami tidak bisa menolong bayi yang ada di dalam kandungannya, karena janin terlalu lemah dan kecil hingga kami harus mengangkatnya jika tidak kondisi sang ibu akan sangat berbahaya dan mengakibatkan kematian." Ucap sang dokter panjang lebar.
"Apa?!" Teriak Elbara mengejutkan semua orang yang ada disana.
"Berani sekali kau merenggut calon bayiku tanpa persetujuan dariku."
"El tenanglah nak, kita harus menyelamatkan calon istrimu dari bahaya." Mam Yumna mencegah putranya untuk melakukan hal yang merugikan dirinya sendiri.
"Tapi ma bayiku, bagai mana perasaan Jasmine saat tahu bayinya telah hilang?" Elbara mulai menangis di pelukan sang mama. Elbara merasa sangat hancur dan merasa kehilangan separuh jiwanya saat ini.
Kini mama Yumna pun merasa sangat bersalah sudah berprasangka buruk terhadap putranya sendiri, mama Yumna melihat betapa terpukulnya Elbara saat ini hingga membuat hati papa Samuel pun tergugah dan memeluk putranya.
__ADS_1
"Semuanya akan baik-baik saja, papa akan membantu calon istrimu kau tenanglah." Papa Samuel menepuk pundak sang putra dan segera pergi memasuki ruang pasien.
Bersambung...