Pemilik Hati Brandal Tampan

Pemilik Hati Brandal Tampan
Bab 42


__ADS_3

Queenara menatap wajah suaminya dengan tatapan mata yang mulai berkaca-kaca. "Kenpa Leon tega mengkhianati aku, siapa gadis yang bersamanya?" Queenara mulai terisak menahan kesedihan dalam hatinya saat ini, namun ia tetap memperhatikan gerak gerik suaminya dari kejauhan.


Sedangkan Leon tak menyadari keberadaan istrinya yang mulai salah paham kepadanya, Leon tengah sibuk mengobrol dengan Anthony dan tak memperhatikan sekitarnya saat ini.


Setelah dua hari dua malam melakukan pencarian yang sangat begitu keras di lakukan Anthony untuk mencari kendaraan Jasmine kini gadis itu sudah di temukan dan membawanya kembali ke London dengan cara paksa. Bahkan Anthony terlihat seperti sedang menculik Jasmine saat ini.


"Kerja yang bagus Anthony. Dimana kau menemukan keberadaannya? aku dengar bocah tengik itu juga mencarinya tapi dia tidak bisa di temukan gadis itu." Tanya Leon sedikit penasaran.


"Itu sangat mudah ketua, kemana pun dia pergi aku pasti bisa menemukan keberadaannya dengan mudah." Jawab Anthony yang kini mulai membusungkan dadanya dengan penuh kebanggaan.


"Ya kau adalah titisan anjing pelacak jadi mudah saja bagimu untuk menemukan mangsa mu." Ucap Leon yang langsung membuat Anthony menciut seketika.


"Siapa kalian! Kenapa kalian membawaku dengan cara seperti ini, apa mau kalian!" Teriak Jasmine yang kini berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman tangan Anthony.


"Sebaiknya kau diamlah dan duduk manis menunggu seseorang yang akan datang menemuimu. Apa kau tahu, kau sudah sangat mengganggu ketenangan ku, karena ulah mu aku harus menunda acara menjenguk bayiku." Ketus Leon yang membuat Anthony mengerutkan keningnya.


"Menjenguk bayi? Bayi siapa?" Tanya Anthony mulai penasaran.


"Kau masih kecil tidak akan tahu apapun soal ini." Jawab Leon yang membuat Anthony langsung menunjukkan wajah masamnya.


"Lepaskan aku! Aku juga sedang mengandung, aku mohon pada kalian tolong buka ikatan ini aku janji tidak akan melakukan apapun tapi kasihanilah bayi yang ada dalam kandungan ku, dia tidak tahu apapun soal ini jadi jangan libatkan dia dalam masalah ini." Mohon Jasmine yang langsung membuat Leon dan Anthony kini menatap ke arah yang sama.


"Waahh... Waahhh... Aku tidak menyangka bahwa adik iparku lumayan juga." Leon tertawa terpingkal sedangkan Anthony terlihat sangat begitu kebingungan saat melihat Leon tertawa.


"Ketua apa anda baik-baik saja? " Tanya Anthony yang mulai meletakkan punggung tangannya di kening Leon.


Namun dengan cepat Leon menepisnya dan menyuruh Anthony untuk membuka ikatan tangan Jasmine dan memberikan wanita itu makanan serta minuman. Tetap Jasmine tidak sedikit pun menyentuh makanan atau pun minuman yang di sediakan Leon untuknya, ia sangat takut dan yakin jika makanan itu mengandung sesuatu yang akan membahayakan kesehatan bayi yang ada di dalam kandungan nya.


"Kenapa kau tidak memakan makananmu? kau tenang saja aku bukan orang jahat yang akan melukaimu, karena aku juga punya istri yang sedang mengandung sama seperti dirimu." Ucap Leon tanpa menatap ke arah Jasmine yang kini terlihat sangat begitu ketakutan.


"Dimana mama mertua, kenapa lama sekali tidak tahukah hari ini aku sedang ingin bermanja-manja dengan istriku tersayang." Leon tersenyum tipis saat mengingat wajah cantik istrinya yang sedang tersenyum manis padanya.

__ADS_1


Sedangkan kini Queenara mulai menangis sesenggukan karena melihat suaminya sangat begitu dekat dengan wanita lain tepat berada di hadapannya.


"Hiks.. hiks... Tega sekali dia mengkhianati aku!" Queenara sangat begitu sedih dan berlari ke luar rumah yang tak sengaja menabrak seseorang hingga membuat dirinya hampir terjatuh.


"Kak, kenapa kau menangis ada apa?" Elbara mulai terlihat kebingungan saat melihat sang kakak menangis sesenggukan hal ini yang tak pernah ia lihat sebelumnya.


"Kak," Elbara memegangi lengan kakaknya agar berhenti menangis dan menceritakan apa yang sudah terjadi pada dirinya.


"Minggir kamu El, jangan menghalangi jalanku." Ucap Queenara dengan nada terisak bersamaan dengan mama Yumna yang kini datang menghampiri putra putrinya.


"Queenara ada apa nak?" Mama Yumna terlihat begitu cemas dan khawatir saat melihat putrinya tengah menangis.


"Ma Leon, dia." Queenara tak mampu melanjutkan ucapanya karena saat ini ia semakin terisak.


"Kurang ajar sekali dimana bajingan itu! berani sekali dia sudah membuat kakakku menangis." Elbara mulai menyingsingkan lengan bajunya dan berjalan penuh amarah masuk ke dalam rumah.


"Leon Aditya keluar kau!" Teriak Elbara penuh kemarahan.


"Ada apa ceritakan apa yang sudah membuatmu bersedih?" Tanya mama Yumna dengan nada lembutnya.


"Aku tadi melihat Leon dan Anthony membawa seorang gadis dan aku mendengar gadis itu sedang mengandung. Leon sudah mengkhianati aku ma." Queenara mulai kembali terisak meluapkan segala kesedihan yang ada di dalam hatinya saat ini.


"Astaga!" Mama Yumna menepuk keningnya yang mulai terasa berdenyut, ia sungguh tidak menyangka bahwa hal ini akan mengakibatkan kesalah pahaman di antara hubungan rumah tangga putrinya.


"Sayang Leon tidak mengkhianati mu tapi,"


Brakk... Brakk...


Suara benda terjatuh di iringi suara Elbara dan Leon kini mengejutkan Queenara dan mama Yumna.


"Leon, Elbara!" Teriak mama Yumna dan Queenara secara bersamaan.

__ADS_1


Kini semua penghuni rumah itu pun keluar melihat adik dan kakak ipar saling beradu bogem membuat Queenara semakin berteriak histeris saat melihat keduanya berlumuran darah.


"Elbara! Lepon! hentikan kekonyolan kalian!" Teriak mama Yumna yang kini memegangi Queenara yang jatuh pingsan. Sedangkan Anthony dan tuan Liam berusaha untuk memisahkan pertengkaran di antara dua musuh bebuyutan yang kini sedang berduel tak mempedulikan sekitarnya.


"Leon, Elbara hentikan! lihatlah karena kalian berdua Queenara jatuh pingsan!" Tuan Liam berteriak menghentikan pertengkaran di antara keduanya.


"Sayang!" Leon langsung berlari menghampiri istrinya yang kini terbaring di sofa namun Elbara langsung menghentikan langkah Leon dan mendorongnya agar menjauh dari kakaknya.


Elbara masih tidak menerima saat melihat kakaknya bersedih karena Leon. "Jauhi kakakku, dasar brengsek kau pengecut!" Ucap Elbara penuh kemarahan.


"Kau yang brengsek, pengecut dia istriku jadi aku punya hak penuh atas dirinya dan kau urus kekasihmu sana!" Leon kembali mendorong tubuh Elbara yang kini mulai menghalangi jalannya.


"Hei kau,"


"Kalian berdua apakah kalian akan terus bertengkar! kau Elbara mama masih sangat marah padamu jadi jaga sikap mu pada kakak iparmu dan kamu Leon bawa Queenara untuk beristirahat di kamar biar mama dan Anthony yang mengurus anak nakal ini." Ucap mama Yumna dengan nada tegasnya.


"Baik ma," Leon pun langsung menuruti perintah mama mertuanya.


"Ma, dia sudah membuat kakak menangis mengapa mama membiarkan dia begitu saja?" Protes Elbara yang tidak terima dengan keputusan sang mama.


"Tidak ada tawar menawar El, sekarang kamu ikut mama!" Titah mama Yumna yang kini mulai melangkahkan kakinya menghampiri Anthony.


"Dimana dia?"


"Ada di dalam nyonya." Anthony sedikit membungkukan tubuhnya.


"Bawa aku padanya." Pinta mama Yumna yang langsung di angguki oleh Anthony.


Tuan Liam menggaruk tengkuknya yang tidak gatal menatap semua orang kini pergi meninggalkan dirinya yang masih berdiri mematung di tempatnya.


"Sebenarnya apa yang sedang terjadi di rumah ini? dimana bibi, aku harus meminta bibi untuk membuatkan jamu agar otakku bisa sedikit berkonsentrasi, karena umurku aku sedikit kesulitan berpikir sekarang." Gumam tuan Liam bermonolog.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2