Pemilik Hati Brandal Tampan

Pemilik Hati Brandal Tampan
Bab 31


__ADS_3

"Damn! kenapa kau mendorongku?! kau pikir aku sudi menyentuhmu, ishh.. Jangan harap!" Kertus Elbara yang kini berdiri terlatih merasakan sakit di pinggangnya.


"Lalu jika buka mesum apa? mengapa kau masih mengurungku di tempat kumuh seperti ini?" Jasmine berkacak pinggang tak mengalah sedikit pun.


"Dasar gadis tidak tahu berterima kasih, harusnya kau bersyukur aku menolongmu dan membawanya pergi meninggalkan tempat itu, tapi ini balasan mu padaku?" Teriak Elbara tak kalah kesalnya.


Kedua manusia berbeda jenis itu pun kembali bertengkar membuat Daniel pusing di buat nya, kini sebuah ide pun muncul dalam benak Daniel untuk memisahkan pertengkaran di antara mereka berdua.


Byuurr...


Daniel mengguyur keduanya hingga membuat Jasmine terbatuk-batuk karena ulahnya.


"Daniel apa yang kau lakukan? apa kau sudah tidak waras?!" Teriak Elbara penuh kekesalan.


Daniel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil tersenyum cengengesan, bahkan ia tak terlihat merasa sangat bersalah sedikit pun di hadapan keduanya.


"Kalian berdua sama saja, sama-sama tidak waras!" Kesal Jasmine.


Elbara menelan ludahnya dengan susah payah saat ia tak sengaja melihat pakaiannya Jasmine yang sangat begitu menerawang, menodai mata sucinya.


"Apa yang kau lihat?"


"Tidak ada, cepat ganti pakaian mu sana." Titah Elbara yang kini mulai memalingkan wajahnya ke arah lain.


Namun Jasmine tak percaya begitu saja pada pada pria itu, kini ia pun mulai memindai tubuhnya dan betapa terkejutnya saat ia melihat bagai mana penampilan nya saat ini.


"Dasar bajingan! pria mesum."


Sekali lagi Jasmine melakukan tendangan bebas yang membuat Elbara jatuh pingsan karena terbentur dinding dengan sangat begitu keras.


"Tuan muda!" Teriak Daniel yang kini berlari menghampiri tuan mudanya. Begitu pula dengan Jasmine yang terkejut ia tak menyangka jika ulahnya akan membuat Elbara celaka.


"El, bangunlah aku minta maaf aku sungguh sengaja melakukan hal itu tapi aku tidak berniat untuk membuat mu celaka." Jasmine menangis memeluk tubuh Elbara dengan sangat erat, hingga membuat Daniel bingung di buatnya.

__ADS_1


"Nona, aku punya ide bagai mana jika kau berikan tuan muda nafas buatan saja."


"Apa! nafas buatan, bagai mana caranya?"


***


Leon mengelilingi mansion yang begitu besar itu bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya. "Kemana sebenarnya gadis itu pergi? awas saja jika ketemu akan aku kurung dia dua hari dua malam tidak akan ku biarkan dia pergi kemana pun." Ucap Leon tanpa mempedulikan tatapan para pelayan yang sedang bertugas membersihkan mansion tersebut.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu? dimana istriku, apa kalian melihatnya?" Tanya Leon mengurangi rasa malunya.


"Nona sedang berolahraga di taman tuan." Jawab salah satu di antara mereka.


"Cihh... Olahraga, apa manfaatnya olahraga sendirian di taman lebih asyik olahraga bersama denganku membuat Queen kecil atau Leon kecil." Ucap Leon prontal.


Para pelayan yang mendengar ocehan tak jelas dari pengantin baru itu pun tak kuat menahan tawa yang hampir meledak, hingga saat melihat Leon sudah menghilang di balik dinding tawa mereka pun pecah seketika.


"Aku tidak menyangka tuan Leon ternyata lucu juga, bahkan ia hampir mirip dengan nona Queenara jika sedang kesal."


"Sttt.. Jangan keras-keras nanti ada yang mendengar, kita tunggu saja nona dan tuan kecil lahir nanti." Kini para pelayan itu pun kembali mengerjakan tugasnya masing-masing.


"Sayang aku sangat merindukanmu kenapa aku merasa setelah menikah menemui mu jauh lebih sulit dari yang aku bayangkan, sebaiknya kita segera pergi dari rumah ini aku akan membawamu ke rumah baru kita agar tidak ada siapa pun yang mengganggu kita untuk melakukan apapun termasuk membuat Queen dan Leon kecil." Ucap Leon panjang kali lebar.


"Leon apa yang sedang kamu lakukan disana?" Ucap suara yang tak begitu asing di telinga nya membuat Leon langsung melirik ke arah sumber suara.


"Sayang kau disana, lalu dia siapa?" Leon langsung menjauhkan tubuhnya dan melihat yang ia peluk adalah mama mertuanya.


"Cihh.. Sangat menggelikan." Ketus mama Yumna yang kini kembali melanjutkan sesi olahraganya


"Kenapa aku selalu sial sekali." Leon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Sayang kau dari mana saja, sejak tadi aku mencarimu seperti orang kebingungan sampai-sampai aku salah mengenali orang." Leon menekuk wajahnya karena kesal membuat Queenara merasa sangat gemas melihatnya dan tak kuat untuk mengecup wajah tampan suaminya itu.


Cup..

__ADS_1


"Apa kamu masih marah suami ku sayang?" Queenara menaik turunkan sebelah alisnya sedikit menggoda Leon, hal itu iya lakukan karena sang mama juga sering melakukan hal itu saat papa Samuel sedang marah.


Namun tanpa di duga kini Leon menarik pinggang Queenara dan mencium bibir istrinya dengan penuh gairah, membuat semua orang yang ada di taman itu pun berbalik menatap ke arah lain.


Mama Yumna yang melihat hal itu pun merasa sangat penasaran dengan apa yang sedang terjadi di belakangnya, kini ia pun berbalik dan terbelalak mmenatap pasangan pengantin baru yang sedang berciuman dengan sangat begitu mesra hingga tak mempedulikan keadaan di sekitarnya.


"Dasar menantu tidak ada akhlak! dia pikir dunia milik mereka berdua saja yang lain ngontrak." Umpat mama Yumna yang langsung melemparkan handuk nya ke arah dua sejoli itu.


"Seperti tidak punya kamar saja! pergi kalian dari sini mengganggu pemandangan saja." Pekik mama Yumna yang langsung membuat Leon membawa istrinya ala bridal style.


"Ini sangat memalukan Leon." Bisik Queenara yang kini menyembunyikan wajah cantiknya di dada bidang sang suami.


"Kenapa harus malu? aku ini suamimu jadi aku berhak melakukan apapun pada istriku yang cantik ini." Leon mengecup kening istrinya dan berjalan melewati papa Samuel dan Kakek Erik begitu saja.


"Anak jaman sekarang tidak mengenal tempat dan waktu untuk bercinta. "Sayang dimana kau?" Kakek Erik langsung berdiri dan mencari keberadaan sang istri, hal itu membuat papa Samuel merasa kebingungan dengan apa yang sedang di lakukan oleh papa mertuanya.


Tak berapa lama kemudian istrinya pun kembali dari luar langsung menyandar manja di pundaknya. "Sebenarnya ada apa dengan penghuni mansion ini, mereka terlihat sangat aneh begitu pun dengan Yumna." Gumam papa Samuel membatin.


"Sayang apa kau tidak meminta sesuatu padaku?" Tanya mama Yumna dengan manjanya.


"Meminta apa? aku tidak menginginkan sesuatu apapun saat ini, lebih baik kita sarapan panggil menantu kita ayo." Papa Samuel langsung berdiri meninggalkan mama Yumna yang kini terlihat sangat begitu kesal.


"Dasar tidak peka!"


Di kamar pengantin dua pasangan yang sedang di mabuk cinta pun sudah siap untuk melakukan apa yang harusnya dilakukan pasangan pengantin baru, bahkan hawa dingin ac tak bisa mengalahkan panas nya ciuman mereka berdua.


"Apa kau sudah siap sayang?" Tanya Leon dengan wajah mupeng nya.


"Mmhh.. Tapi lakukan perlahan saja."


"Baiklah." Dengan penuh semangat Leon pun mulai membuang sisa kain yang masih menempel di tubuhnya. Namun kini senyuman itu menghilang saat mendengar ketukan pintu yang begitu keras mengganggu aktivitas panasnya.


"Astaga sayang kenapa mereka selaku mengganggu kita." Kesal Leon yang kini menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2