
Walau dengan perasaan teramat sangat kesal dan kecewa karena gagal melakukan misi bercocok tanam bersama sang istri, namun Leon masih bisa menghormati keluarga sang istri.
Karena ia tak mau memberikan kesan buruk di hari pertamanya menjadi menantu keluarga Sebastian.
"Mama mertua, dimana adik ipar?" Tanya Leon sekedar membuka obrolan untuk basa basi.
"Entahlah, dia selalu datang dan pergi sesuka hatinya." Ucap mama Yumna yang! mulai asik menikmati sarapan pagi nya.
"Lalu siapa gadis yang semalam dengan nya ma? apa mama mengenal nya?" Tanya Queenara yang kini mulai menatap makanan ke dalam piring suaminya.
"Gadis? gadis yang mana? entahlah mama tidak tahu."
"Sudahlah biarkan dia melakukan apa yang membuatnya senang selagi dia tidak terjerumus dalam lembah kenakan." Sambung nenek Mia menyahuti anak cucu nya.
"Arghh kalian tidak tahu saja jika dia adalah seorang bocah tengik yang sangat licik." Gumam Leon lirih.
"Leon apa kau mengatakan sesuatu? " Tanya Queenara yang kini menatap ke arah sang suami yang hanya tersenyum kikuk.
"Tidak ada sayang." Jawab Leon singkat.
Setelah acara sarapan keluarga selesai, kini semua orang tengah berkumpul di ruang keluarga, namun sejak tadi tak ada siapa pun yang berani memulai percakapan di antara mereka termasuk kakek Erik dan papa Samuel.
Mereka hanya saling tatap tak mengatakan hal apa pun yang membuat Leon semakin gugup karenanya.
__ADS_1
"Sabar lah semuanya akan baik-baik saja. " Bisik Queenara menenangkan suaminya.
"Bagai mana bisa tenang, mereka bahkan terlihat sangat begitu mengerikan sekarang." Batin Leon bermonolog.
Setelah beberapa saat terdiam, kini kakek Erik memberikan sebuah tiket bulan madu ke luar negeri untuk cucu kesayangan nya.
"Queenara, Leon setelah kalian berdua pulang nanti kami semua hanya ingin mendengar kabar baik saja."
"Yes!! akhirnya bisa terbebas juga." Leon bersorak gembira dalam hatinya.
"Tentu saja kakek aku akan memberikan yang terbaik untuk istriku. " Ucap Leon penuh semangat.
"Waahh... Kamu sangat bersemangat sekali menantu?" Sindir mama Yumna yang nada julidnya.
"Ayo sayang kita bersiap-siap!" Seru Leon yang langsung berdiri merangkul pinggang istrinya dengan sangat mesra, bahkan kini ia tak perduli lagi dengan tatapan semua orang yang ada di sana.
"Dasar menantu aneh sama seperti saja seperti ayahnya." Umpat mama Yumna yang terdengar langsung di telinga papa Samuel.
"Maksudmu mantan terindah itu?" Ketus papa Samuel yang langsung sedikit menggeser duduknya menjauh dari sang istri.
"Astaga, apakah kita masih pantas menyimpan cemburu seperti itu?" Mama Yumna tak percaya setelah pertemuan nya dengan Liam kembali membuat papa Sam menjadi minder dan gampang cemburu, hal itu sungguh di luar dugaan padahal mama Yumna selalu berusaha meyakinkan bahwa, hanya dirinya saja penghuni hatinya.
"Terserah kau saja lah aku sangat pusing memikirkan segalanya." Ketus mama Yumna yang langsung pergi begitu saja meninggalkan suaminya yang sedang cemburu tidak jelas.
__ADS_1
Berbeda dengan sang mertua, Leon tampak sangat begitu bahagia hingga satu jam kemudian mereka pun sudah bersiap di lapangan mansion utama untuk menaiki helikoper pribadi kakek Erik.
Beberapa jam telah berlalu kini mereka pun sampai di pulau pribadi milik kakek Erik. Vila berpuasa putih bersih menyambut kedatangan mereka, begitu pun dengan beberapa pelayan yang siap untuk melakukan tugas-tugasnya kapan pun.
"Selamat datang tuan dan nona silahkan beristirahat terlebih dahulu, jika kalian membutuhkan sesuatu panggil saja kami." Ucap salah satu pelayan dengan sangat ramah.
"Baik, terima kasih sebelumnya." Jawab Queenara dengan nada lembutnya.
Kini pengantin baru itu pun baru bisa memasuki kamar mereka setelah serangkaian acara, membuat Leon sangat lelah melihatnya.
"Suamiku, kau mandilah terlebih dahulu."
"Kenapa tidak mandi sama-sama saja mengirit waktu dan juga air iyakan sayang. Goda Leon sedikit menaik turunkan sebelah alisnya.
"Ckkk.. Dasar mesum selalu mencari kesempatan dalam kesempitan."
"Biarkan saja mesum sama istri sendiri itu adalah hal yang sangat wajar kok." Leon semakin gencar menggoda istrinya yang kini mulai tersipu malu.
Namun suara nyaring membuat Queenara dan Leon terkejut dan langsung berlari melihat ke arah sumber suara, dan betapa terkejutnya saat melihat api yang begitu besar dari arah dapur membuat semua orang yang ada di sana ikut panik dan berbondong-bondong mematikan api.
"Sayang awas!!"
Bersambung
__ADS_1