Pemilik Hati Brandal Tampan

Pemilik Hati Brandal Tampan
Bab 40


__ADS_3

Elbara menarik busurnya dan mulai memanah untuk meluapkan segala kesedihan yang ada di dalam hatinya saat ini.


"Kemana sebenarnya gadis itu pergi, kenapa aku sama sekali tak bisa menemukan keberadaannya sampai saat ini, sudah berbagai macam cara tapi dia seakan hilang di telan bumi saja." Elbara mendengus kesal dan kembali menarik busurnya memanah tepat pada sasaran.


"Daniel, apa kau masih belum menemukan keberadaan gadis itu?" Tanya Elbara yang kini meneguk segelas jus yang sudah di siapkan tangan kanannya.


"Belum tuan muda, tapi aku sudah menyuruh orang-orang tertentu untuk memperluas jaringan agar kita bisa dengan cepat menemukan keberadaan gadis itu."


"Aku tidak butuh janji yang tidak pasti Daniel, aku ingin dia secepatnya dia ada di hadapanku apapun itu caranya, kau tahu karena masalah ini mama dan papa masih mendiamkan aku bahkan aku tidak di izinkan untuk bertemu kakakku sendiri." Elbara nampak sangat begitu frustrasi dengan masalah yang ada dalam hidupnya saat ini.


"Tuan muda bagai mana jika anda meminta bantuan tuan Leon saja, dia seorang ketua geng motor terbesar di negara ini aku yakin sekali sangat mudah baginya untuk mencari keberadaan Jasmine saat ini." Daniel mulai memberikan usul pada Elbara, namun dengan cepat Elbara langsung menolaknya dengan alasan tertentu.


Elbara tak mungkin meminta bantuan pada Leon karena rasa gengsinya yang sangat begitu besar, namun ia pun berada dalam sebuah dilema besar yang membuat otaknya terus berpikir.


"Tidak! bagaimana mungkin aku meminta bantuan padanya, aku yakin Leon Aditya akan semakin mengejekku karena hal ini." Ucap Elbara penuh penolakan.


"Tapi tuan muda aku rasa ini adalah cara yang terbaik agar lebih cepat menemukan keberadaan gadis itu." Daniel terus berusaha membujuk Elbara agar mau mengikuti saran darinya. Namun Elbara masih bersikukuh untuk tidak melakukan hal apapun yang membuat harga dirinya semakin terinjak oleh kakak iparnya.


Di belahan bumi lain.


Jasmine menatap hasil pemeriksaan dirinya yang tengah berbadan dua dengan tatapan nanar. "Bagai mana mungkin aku bisa hamil?" Gumam Jasmine lirih.


"Elbara, apakah dia mau menerima bayi yang sedang aku kandung ini?" Jasmine tampak sangat begitu kebingungan dengan masalah hidup yang selalu terus membuntuti dirinya kemana pun ia pergi.


"Kenapa bisa menjadi serumit ini? oh astaga... haruskah aku kembali ke London dan mengatakan hal ini pada Elbara? tidak! tidak! aku yakin dia tidak mungkin menerima semua ini." Jasmine terus bermonolog dalam hatinya hingga tanpa sadar kini seseorang masuk ke dalam ruangannya dan melihat hasil pemeriksaan dirinya.

__ADS_1


"Jasmine apa maksud semua ini?" Alvin langsung merebut hasil tes yang ada di tangan Jasmine saat ini. Alvin tampak begitu syok saat melihat bahwa sahabat sekaligus wanita yang begitu ia cintai sedang berbadan dua.


"Alvin kembalikan itu padaku!" Jasmine mengulurkan tangannya untuk kembali mengambil hasil pemeriksaan dirinya. Namun dengan cepat Alvin menjauhkan hasil tes itu dari hadapannya.


"Katakan Jasmine, siapa ayah bayi ini?" Tanya Alvin yang sedikit menaikan intronasi suaranya pada Jasmine. Alvin merasa sangat marah dan tidak terima jika gadis yang sedang ia incar kini sudah dimiliki oleh orang lain selain dirinya.


"Itu bukan urusanmu Alvin!" Jawab Jasmine dengan wajah datarnya.


"Tentu saja ini menjadi urusanku Jasmine." Alvin mencengkram erat lengan Jasmine hingga membuat Jasmine meringis menahan sakit.


"Katakan! siapa ayah bayi itu?" Alvin sangat terlihat begitu marah dan kecewa dengan kenyataan yang ada di hadapannya saat ini. Sedangkan Jasmine masih diam membisu tak berniat sedikitpun untuk memberi tahukah hal yang di inginkan Alvin saat ini.


"Jasmine kenapa kau diam saja! apa pria brengsek itu tidak mau bertanggung jawab atas bayi yang sedang kau kandung saat ini. Jika memang begitu aku bersedia menikahimu sekarang juga." Alvin menarik tangan Jasmine keluar dari ruangan itu dan membawanya ke suatu tempat.


Namun dengan cepat Jasmine menepisnya dan menatap wajah tampan sahabat baiknya dengan tatapan mata tajam.


"Jasmine jika kamu tidak mengatakan siapa ayah dari bayi itu, tidak masalah aku akan mencari tahu sendiri siapa pria brengsek yang sudah membuat hidupmu hancur!" Ancam Alvin yang langsung pergi begitu saja meninggalkan Jasmine yang masih berdiri di tempatnya.


"Lakukan apapun sesuka hatimu Alvin, tapi setelah itu jangan pernah berharap melihatku masih bernafas." Ancam Jasmine dengan raut wajah dinginnya.


Hal itu membuat Alvin tak bisa berkata-kata lagi dan menahan kesal yang membuncah dalam hatinya saat ini.


"Aaarrghhh...." Alvin berteriak melemparkan barang-barang yang ada di hadapannya.


"Siapapun ayah bayi itu aku pasti akan segera menemukannya, dan aku akan membunuhnya tepat di hadapanmu Jasmine!" Teriak Alvin dengan penuh kemarahan. Alvin tidak perduli dengan ancaman yang di katakan Jasmine padanya.

__ADS_1


Hatinya merasa sangat terluka hingga ia tak bisa berpikir dengan jernih saat ini. Sedangkan Jasmine merasa sangat pusing dan langsung jatuh tak sadarkan diri membuat Alvin sangat syok melihatnya.


"Jasmine bangunlah!" Alvin menepuk pipi Jasmine dengan lembut dan langsung mengangkat tubuh mungil itu untuk segera di periksa.


***


Prangg...


Suara benda terjatuh mengejutkan Queenara yang kini menatap sang mama yang terlihat melamun dan memikirkan sesuatu.


"Ma ada apa?"


"Entahlah nak, mama merasa sangat tidak enak hati mama merasakan sesuatu yang besar akan terjadi tapi entah apa itu?" Mama Yumna terlihat sangat begitu ketakutan membuat Queenara sedikit kebingungan melihat tingkah aneh sang mama.


"Ma, semuanya akan baik-baik saja, mama tenanglah!" Queenara memberikan segelas air putih pada mama Yumna dan membawanya untuk duduk agar sedikit merasa lebih tenang.


"Queenara, bagai mana mungkin mama bisa tenang jika badai dalam rumah kita masih berputar, mama masih memikirkan adikmu tapi bagai mana caranya mama untuk mengatakan semua ini padamu, kau sedang mengandung mama sangat takut jika hal ini akan memengaruhi kesehatan janin yang ada di dalam kandunganmu." Mama Yumna bergumam dalam hati dan berharap segala masalah yang terjadi di dalam keluarganya akan segera berakhir dan berganti dengan kebahagiaan.


"Ma, tunggu sebentar ya." Queenara mulai meninggalkan sang mama saat melihat dering ponselnya berbunyi.


"Iya sayang, dimana Leon?"


"Leon di ruang kerja ma," Jawab Queenara singkat.


"Baiklah kalau begitu." Mama Yumna tersenyum tipis mempersilahkan sang putri untuk menerima panggilan teleponnya.

__ADS_1


"Hal ini tidak akan pernah berakhir jika tidak segera di tangani, aku harus menceritakan semua ini pada menantu aku yakin dia bisa sedikit membantu memecahkan masalah ini." Mama Yumna mulai melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Leon untuk meminta bantuannya berahap segala masalah dalam kehidupan keluarganya bisa segera berakhir.


Bersambung...


__ADS_2