Pemilik Hati Brandal Tampan

Pemilik Hati Brandal Tampan
Bab 49


__ADS_3

Queenara menatap suaminya yang masih menelepon dengan seseorang dengan sangat sibuk dan tak memperhatikan sekitarnya.


Queenara menghela nafas perlahan dan mengusap perutnya yang sudah terlihat buncit.


Karena merasa sangat kesal dan cemburu kini Queenara mulai menghampiri suaminya dan langsung mengambil ponsel Leon dan membuangnya begitu saja.


"Sayang apa yang kamu lakukan." Leon langsung mengambil ponselnya yang kini sudah pecah dan tak terbentuk lagi.


"Owhh... Jadi ponsel mu lebih berarti dari pada kami." Queenara berkacak pinggang di hadapan Leon membuat Leon sedikit tercengang melihat tingkah istrinya yang terlihat berbeda.


"Sayang apa kamu baik-baik saja?"


"Kenapa apa sekarang kamu berpikir aku sudah tidak waras!"


"Bukan begitu sayang," Leon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ia merasa bingung sendiri dengan sikap aneh istrinya saat ini.


"Apa! apa karena aku sedang hamil dan tak menarik lagi kamu bebas sesuka hatimu menelepon dengan seorang wanita tepat di hadapan mataku sendiri? aku sungguh tidak menyangka kau akan berbuat sekejam itu padaku!" Queenara pun pergi meninggalkan Leon dengan wajah sedihnya.


"Astaga sayang bukan seperti itu, ini tidak seperti yang kamu kira, sayang tunggu aku." Leon sedikit berlari mengejar istrinya.


"Ya ampun aku ingin memberikan kejutan untuknya tapi lihatlah disini aku menjadi korban kecurigaan nya." Gumam Leon.


***


Tak hanya Leon dan Queenara yang sedang berdebat dengan istrinya kini Elbara dan Jasmine pun sedang berselisih paham.


"Bukankah aku sudah katakan padamu aku tidak mau terikat dalam hubungan apapun El, tapi kenapa kau masih saja menyetujui pernikahan ini. Kau tahu, aku tidak pernah percaya pada hubungan apapun selain pada diriku sendiri." Ucap Jasmine dengan tegas.


Elbara menarik nafasnya perlahan dan memegang lengan Jasmine. "Lihat aku Jasmine, apakah kau tidak percaya padaku bahwa semuanya akan baik-baik saja, hubungan kita mungkin tidak sedekat yang orang kira tapi percayalah aku akan selalu menjagamu. Jangan takut aku akan selalu bersamamu dan yakinlah dengan pernikahan ini." Tukas Elbara meyakinkan istrinya.

__ADS_1


"Tapi El,"


"Apa yang membuatmu tidak percaya pada sebuah hubungan? apakah ada suatu hal yang membuatmu merasa takut atau kau mungkin pernah mengalami trauma dalam sebuah hubungan?" Elbara menatap mata polos istrinya dan berusaha untuk membongkar semua teka-teki tentang istrinya, agar ia tahu apa saja yang sudah Jasmine lalui hingga ia merasa takut menjalin hubungan.


"Tidak ada apapun." Jawab Jasmine yang kini menatap ke arah lain, ia masih ragu dan takut jika Elbara mengetahui kisah sedihnya.


"Kenapa kau menyembunyikan semuanya dariku apakah kau tidak percaya padaku Jasmine, tatap mataku dan katakan semuanya." Elbara terus memaksa agar Jasmine mau mengatakan hal yang sejujurnya agar tidak ada hal apapun lagi yang di sembunyikan di antara mereka.


"Jasmine kau adalah istriku sekarang, kau adalah tanggung jawabku dan aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi padamu jadi katakan saja apapun yang mengganjal di pikiran mu aku siap mendengarkan semua isi hatimu kapan pun kau mau." Sambung Elbara yang kini mulai melepaskan genggaman tangannya dari lengan sang istri. Elbara memberikan waktu untuk Jasmine memikirkan segalanya.


"Beristirahatlah,"


"El,"


"Hmm... Apakah kau akan mengatakan sesuatu padaku?" Tanya Elbara penuh semangat.


"Ya aku mengerti kau mandi saja, aku akan mencarikan pakaian ganti untukmu." Ketus Elbara yang kini keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar sang kakak.


Setelah semuanya selesai kini pengantin baru itu pun bersiap untuk tidur, namun mereka merasa sangat canggung. Elbara yang mengerti dengan apa yang sedang di pikirankan istrinya pun lebih memilih untuk tidur di sofa agar Jasmine merasa nyaman.


"Kau tidurlah aku tidak akan melakukan apapun padamu." Ujar Elbara yang mulai menyelimuti dirinya dan bersiap untuk tidur.


"El, mengapa kau tidur disana? kemarilah biarkan aku yang tidur disana." Jasmine merasa tak enak hati saat melihat Elbara selaku pemilik kamar memilih tidur di sofa dan membiarkan ia tidur di ranjang sendirian.


"Aku tidak masalah tidur dimana pun asalkan kau merasa nyaman." Jawab Elbara dengan mata terpejam.


"Jangan seperti itu El, begini saja kau boleh tidur bersamaku tali dengan satu syarat kau tidak boleh melewati batas yang sudah aku buat." Jasmine menatap gulingnya di tengah ranjang.


Namun dengan cepat Elbara menolaknya, walaupun ia sangat ingin tidur bersama tetapi Elbara lebih memilih menolak ajakan Jasmine saat ini.

__ADS_1


"Aku tidak akan menyerah begitu saja sebelum aku benar-benar mendapatkan cintamu Jasmine, tunggu saja suamimu yang tampan ini pasti bisa membuatmu mengatakan cinta terlebih dahulu sebelum aku yang mengatakan bahwa aku mulai mencintaimu, dan saat itu mungkin saja aku juga akan tahu rahasia apa yang sudah kau sembunyikan dariku." Ucap Elbara yang kini menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


Sedangkan Jasmine merasa sedikit kesal karena sejak tadi ia merasa di acuhkan oleh Elbara.


"Dasar pria menyebalkan!" Ketus Jasmine yang kini lebih memilih tidur tanpa mempedulikan suaminya yang lebih memilih untuk tidur di sofa.


***


Beberapa hari berlalu dengan cepat, hubungan antara Leon dan Queenara semakin lekat setelah mereka menyelesaikan kesalah pahaman di antara mereka. Begitu pula dengan hubungan Elbara dan Jasmine yang mulai terlihat sangat dekat meskipun belum ada kata cinta di antara mereka.


Hari ini adalah hari libur, semua keluarga Sebastian sedang berkumpul terkecuali Queenara dan Leon yang berada di rumah ayah mertuanya.


Semua orang sedang asyik mengobrol ringan do ruang keluarga begitu juga dengan Elbara yang menjadi pendengar yang baik mendengarkan obrolan pada tetua keluarga mereka.


Namun berbeda dengan Jasmine yang diam-diam mencuri pandang menatap wajah tampan suaminya.


Hidung yang mancung rahang yang tegas dan alis yang tebal membuat Jasmine terpesona melihat keindahan di depan matanya. Jasmine terus menatap Elbara tanpa berkedip sedikit pun perlahan ia pun menarik sudut bibirnya menampakan senyuman manisnya.


Elbara yang merasakan jika seseorang sesuatu yang aneh pun kini mulai menatap sekitarnya, namun ia tidak menemukan hal yang janggal selain melihat istrinya yang terlihat sibuk membaca majalah kecantikan.


Elbara pun mengangkat bahunya tak perduli, namun ia kembali menatap istrinya dan mulai menyipitkan matanya saat melihat Jasmine membaca buku majalah terbalik


"Bagai mana cara dia membaca buku terbalik?" Elbara menggelengkan kepalanya. Namun detik berikutnya ia pun mulai mengerti dengan apa yang sedang terjadi saat ini.


Elbara tersenyum samar dan kembali pokus mendengarkan obrolan antara papa Samuel dan Kakek Erik, Elbara menatap cermin yang tak jauh darinya dan memperhatikan gerak-gerik istrinya yang sedang mencuri pandang ke arahnya.


"Akh.. Dia manis sekali, sepertinya aku harus sedikit menambahkan bumbu agar terasa lebih sedap." Gumam Elbara yang mulai merencanakan sesuatu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2