Pemilik Hati Brandal Tampan

Pemilik Hati Brandal Tampan
Bab 41


__ADS_3

Kini mama Yumna sedang berada di hadapan sang menantu dengan perasaan bingung harus memulai percakapan dari mana. Namun Leon mengerti gerak gerik mama mertuanya dan menyuruh Anthony untuk pergi meninggalkan mereka berdua disana.


"Duduklah ma,"


"Terima kasih nak." Mama Yumna mengikuti saran dari menantunya untuk duduk.


"Ada apa ma, apakah semuanya baik-baik saja?"


"Tidak Leon semuanya tidak baik-baik saja." Mama Yumna pun menceritakan semua yang sudah terjadi dalam keluarganya, karena mama Yumna berpikir Leon adalah bagian dari keluarganya juga dan berhak tahu atas segala masalah yang sedang terjadi saat ini.


Leon hanya mengangguk mengerti kini ia pun sedikit memijit pelipisnya yang tiba-tiba terasa pusing.


"Haahhh... Aku tidak menyangka adik ipar akan sepolos itu." Leon tertawa dalam hati menertawakan kebodohan Elbara adik ipar sekaligus musuh bebuyutannya.


"Leon jangan katakan apapun tentang masalah ini pada Queenara mama takut semua ini akan membebani pikirannya, dia sedang mengandung dan,"


"Mama tenang saja, semuanya akan baik-baik saja kirimkan saja identitas wanita itu dan Anthony akan segera bertindak secepat kilat." Ucap Leon dengan bangganya.


"Baik, terima kasih sebelumnya nak." Mama Yumna merasa sangat lega sudah sedikit menceritakan beban masalahnya pada sang menantu, berharap Leon segera menemukan gadis yang sudah di nodai Elbara putranya dan menjadikannya sebagai menantu keluarga Sebastian.


Setelah mama Yumna pergi kini Leon benar-benar tak bisa menahan tawanya yang terus ia tahan sajak tadi. Anthony yang baru saja masuk sesuai permintaan Leon pun menatap heran saat melihat sang ketua tertawa begitu bahagianya.


"Ketua apa anda baik-baik saja?" Anthony tak kuat menahan pertanyaan yang kini menjadi tanda tanya besar dalam benaknya.


"Tidak ada hanya ingin tertawa saja." Jawab Leon singkat.


"Aku rasa setelah mendengar kehamilan nona Queenara, ketua menjadi sedikit tidak waras." Gumam Anthony membatin.


"Hmm.. Anthony cari tahu tentang gadis ini secepatnya bawa ke hadapanku bagai mana pun caranya, aku ingin dua kali dua puluh empat jam gadis itu harus sudah ada di hadapanku!" Titah Leon dengan begitu kejam nya membuat Anthony sedikit tercengang dengan perintah Leon saat ini.


"Ketua kenapa anda mencari gadis lain saat istri anda sedang mengandung?" Tanya Anthony tanpa ragu.

__ADS_1


"Memangnya kenapa?" Leon balik bertanya menatap Anthony dengan tatapan mata tajamnya.


"Anda tidak bisa melakukan hal itu ketua, nona Queenara sangat mencintai anda kenapa anda mengkhianatinya?" Anthony mulai melakukan protes, karena pantang bagi dirinya untuk melakukan pengkhianatan terhadap seorang wanita terlebih saat mengetahui bahwa Queenara sedang mengandung anak dari ketuanya.


Leon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ia baru memahami bahwa saat ini tangan kanannya sedang berpikir bahwa ia akan mengkhianati istrinya.


"Hmmm.. Anthony lakukan saja apa yang aku perintahkan karena apa yangsedang ada.di dalam pikiran mu itu tidak akan pernah terjadi. Queenara tetap menjadi istri kesayangan ku sampai kapan pun, aku meminta kau mencari gadis itu bukan untukku tali untuk seseorang yang sangat spesial." Leon kembali tertawa membuat Anthony sedikit merinding di buatnya.


"Aku rasa ketua memang sudah tidak waras!" walau dengan perasaan ingin tahu dalam hatinya masih belum terpecahkan, namun Anthony tetap mengerjaka tugas yang diberikan oleh Leon padanya.


Setelah Anthony pergi kini Leon pun mulai melangkahkan kakinya untuk mencari keberadaan sang istri. Namun kini langkah Leon terhenti saat mendengar suara tawa sang ayah dengan istrinya yang sedang membuka album foto masa kecil Leon.


"Queenara apa kau tahu nak, hal yang tidak pernah bisa ku ulang lagi adalah melihat masa kecil putraku, aku sudah kehilangan banyak waktu yang sangat berharga dalam hidup ini. Ingin rasanya aku mengulang semuanya kembali, tapi semua itu tidak akan pernah bisa lagi." Tuan Liam langsung terlihat sangat begitu bersedih dan menyesali semua hal yang sudah terjadi dalam kehidupannya.


Queenara mengantupkan bibirnya dan tersenyum menatap wajah ayah mertuanya. "Ayah jangan bersedih, waktu yang sudah hilang memang tak akan bisa terulang lagi tapi kita masih memiliki banyak waktu untuk membuat suatu kenangan indah yang tak bisa terlupakan, Queen yakin Leon juga sayang ayah." Ucap Queenara meyakinkan ayah mertuanya bahwa semuanya akan baik-baik saja.


"Tidak! aku sama sekali tidak menyayangi pria itu dan satu lagi kesalahan nya terlalu besar dan sulit untuk di maafkan dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah menganggap dirimu sebagai ayahku jadi jangan berharap lebih dari ini." Leon berkata dengan lantang dan tak mempedulikan perasaan tuan Liam saat ini.


"Sayang ayo kita beristirahat, ini sudah hampir malam." Ajak Leon yang tak mempedulikan ucapan istrinya saat ini.


"Leon kenapa kau bersikap egois seperti itu? dia ayahmu kenapa kalian tidak bisa layaknya seorang ayah dan anak, apa aku salah jika ingin melihat kalian berdua akur!" Queenara mulai mengungkapkan segala unek-unek dalam hatinya selama ini.


"Tidak bisa sayang karena dia,"


"Iya aku memang salah, kau pantas membenciku Leon." Sahut tuan Liam dengan nada lemahnya.


Namun Queenara tak kehabisan akal. "Aku rasa ini waktu yang tepat untuk mempersatukan dua pria ini agar bisa saling menyatu, aku yakin kalian berdua saling menyayangi satu sama lain tapi ego kalian mengalahkan segalanya." Gumam Queenara membatin.


Kini ia pun berpura-pura kesakitan untuk melihat reaksi keduanya. Dan benar saja kini tuan Liam dan Leon mulai bekerja sama untuk membantu Queenara, mereka berdua terlihat sangat begitu panik begitu pun dengan nenek Sofia.


"Bagai mana ini bisa terjadi?" Tanya nenek Sofia yang benar-benar sangat begitu mengkhawatirkan keadaan cucu menantunya.

__ADS_1


"Ini semua salah kami." Ucap Leon dan tuan Liam secara bersamaan mengakui kesalahannya masing-masing.


"Sayang aku sungguh minta maaf aku berjanji demi calon bayi kita, aku dan ayah akan akur seperti yang kau inginkan bukan begitu tuan Liam?" Leon langsung menyenggol bahu ayahnya membuat Queenara kini tersenyum lebar.


"Terima kasih kau memang calon papa yang baik dan pengertian." Queenara menghadiahkan sebuah kecupan singkat di pipi suaminya. Hal itu membuat tuan Liam membuang pandangannya ke arah lain.


Sedangkan nenek Sofia kini mengerti apa yang sudah di lakukan Queenara untuk menyatukan perbedaan di antara keduanya dengan caranya sendiri.


"Terima kasih nak, karena kau keluarga ini terasa lebih hidup sekarang. Jika saatnya aku harus pergi nanti, maka aku akan pergi dengan senyuman mengembang karena kini Leon dan Liam sudah seperti layaknya anak dan ayah." Nenek Sofia merasa sangat lega saat ini tanggung jawabnya seakan berkurang.


Setelah beberapa hari berlalu kini hubungan di antara tuan Liam dan Leon benar-benar layaknya seorang ayah dan anak seperti sebagai mana seharusnya, bahkan mereka berdua selalu menyempatkan waktu untuk sedikit mengobrol ringan walau hanya sekadar untuk berbasa-basi.


Hal itu membuat Queenara benar-benar merasa berhasil dan perjuangan nya selama ini tidaklah sia-sia.


Queenara tersenyum menyandarkan tubuhnya di bahu sang suami dengan begitu manjanya. Leon tersenyum dan memberikan kecupan singkat di kening sang istri.


"Apa kau perlu sesuatu?" tanya Leon yang kini menatap wajah cantik istrinya yang semakin terlihat berisi.


"Tidak ada, aku hanya ingin menyandar di bahumu saja." Ucap Queenara dengan senyuman manisnya.


"Hmm.. Benarkah? tidak mau yang lain, misalnya melihat sang bayi?" Leon sedikit menggoda istrinya dengan sedikit menaikan turunkan sebelah alisnya.


"Tidak!" Queenara langsung sedikit menjauhkannya tubuhnya dari sang suami namun dengan cepat Leon kembali menarik pinggang istrinya dan membawanya kembali ke dalam pelukannya.


"Jangan kabur sayang kau sudah membangunkan sesuatu di sana, aku tidak akan pernah melepaskan dirimu begitu saja."


"Leon," Queenara merengek dengan manjanya membuat Leon semakin merasa gemas melihat tingkah lucu istrinya saat ini.


Di saat momen indah keduanya, kini Anthony datang membawa kabar yang langsung membuat Leon berdiri dan mulai meninggalkan Queenara sendiri.


"Ada apa dengan Leon? kenapa dia terlihat sangat begitu aneh sekali, apakah dia menyembunyikan sesuatu dariku?" Queenara mulai bertanya-tanya dalam hatinya. Karena rasa penasaran yang begitu tinggi kini ia pun mulai membuntuti suaminya dan kini ia terkejut saat melihat pemandangan yang tak jauh darinya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2