
Seorang pria tua berkacamata berjalan mendekat ke arah Queenara yang kini terlihat sangat begitu bahagia saat melihatnya, bahkan saat ini ia merentangkan tangannya untuk menyambut pria itu di hadapan calon suaminya.
"Sayang apa yang kau lakukan! turunkan tanganmu." Pinta Leon tak terima jika calon istrinya memeluk pria lain selain dirinya terlebih pria itu sudah menunda acara janji suci pernikahan mereka.
Namun Queenara tak menggubris ucapan calon suaminya, bahkan saat ini ia berjalan menghampiri pria tersebut.
"Kakek, aku sangat merindukan mu, dimana nenek?" Tanya Queenara yang terlihat begitu antusias untuk mencari keberadaan sang nenek.
"Nenek disini, Kakek mu terlalu bersemangat hingga dia melupakan wanita tua ini." Ujar nenek Mia yang kini berjalan menghampiri cucu kesayangan nya.
"Kakek, nenek Queen pikir kalian tidak akan datang."
"Bagai mana mungkin kami tidak datang, kau adalah cucu kesayangan kami aku pasti akan tetap datang walau pun aku tidak menyangka kau akan menjadi menantu asisten Lia." Umpat nenek Mia lirih dengan tatapan mata tajam yang terus tertuju pada calon pengantin pria.
Leon merasa terintimidasi pun melirik sekilas ke arah pasangan tua itu. "Apakah dia nyonya Mia dan tuan Erik Mahesa?" Batin Leon penuh tanya.
"Hei.. Pesta apa ini? kenapa terlihat sepi sekali?" Teriak seorang pemuda dewasa nan tampan yang kini berjalan ke arah mereka, membuat senyuman Queenara semakin mengembang sempurna.
"Kak Ray, akhirnya kau datang juga." Queenara memeluk pria itu tepat di hadapan calon suaminya, dan hal itu membuat Leon semakin panas dan merasa tercekik dengan dasi yang melingkar sempurna di lehernya.
Leon menarik dasinya dan meminum air putih yang ada di atas meja. Leon benar-benar merasa sangat cemburu, namun Queenara tak menyadari hal itu.
"Hei kau, apa kau akan terus berdiam di sana? cepat langsungkan acaranya sekarang juga!" Ucap Leon yang menekankan setiap kata-katanya pada sang pembawa acara pernikahan nya.
Leon sudah tak ingin menunggu terlalu lama lagi untuk menjadikan Queenara sebagai istrinya, karena menurutnya keluarga Mahesa sengaja mengulur waktu untuk Leon menjadikan Queenara sebagai pendamping hidup nya, begitu pun dengan mama Yumna yang terlihat asik sendiri bahkan papa Samuel pun sama saja dengan istrinya.
__ADS_1
Sesuai permintaan Leon kini sang pembawa acara pun mulai melanjutkan acara pernikahan tersebut.
Dengan satu kali tarikan nafas, kini Queenara pun sudah sah menjadi nyonya Leon Aditya. Kebahagiaan pun terlihat sangat jelas di wajah keduanya.
"Akhirnya aku bisa memiliki mu, sekarang tidak ada siapa pun yang bisa melarang aku untuk selalu berdua bersamamu." Gumam Leon membatin.
Sesuai yang sudah di rencanakan, kini acara itu pun berjalan sempurna dengan alunan musik romantis yang mengalir lembut mengiringi malam itu. Para tamu undangan pun mulai berdansa bersama pasangan mereka masing-masing.
"Apa kau juga ingin berdasa, istriku sayang?" Tanya Leon yang kini mengulurkan tangannya dengan sedikit membungkukan badannya, namun kini tangan lain pun terulur sempurna di sampingnya membuat Leon langsung melirik ke arah pria yang kini tengah tersenyum manis pada istrinya.
"Dia lagi, astaga! ingin sekali aku mencekiknya saat ini juga." Umpat Leon yang langsung menarik pinggang istrinya dengan sangat erat.
"Dia istriku, kau carilah mangsa yang lain, lihatlah disana ada seorang gadis kau goda saja dia." Ucap Leon yang menunjuk pada gadis yang berdiri tak jauh dari adik iparnya.
"Siapa gadis itu? sepertinya aku belum pernah melihatnya?" Gumam Queenara membatin.
"Ckk.. Aku rasa semua pria di keluarga ini sama-sama menyebalkan! tidak ada satu pun dari mereka yang mau meminjamkan wanitanya padaku yang jomblo ini." Umpat Rayga lirih. Kini ia pun menghampiri gadis yang di tunjuk Leon padanya.
Sedangkan Leon membawa istrinya ke lantai dansa, namun Elbara datang dan menyambut kakak iparnya dengan sangat ramah dengan membawakan segelas jus dan membawanya untuk sedikit mengobrol ringan.
"Hallo kakak ipar, arghh.. Aku sungguh tidak menyangka bahwa musuhku menjadi kakak iparku." Ujar Elbara yang memberikan segelas minuman pada Leon.
"Minumlah, kenapa kau hanya menatapnya saja? jangan khawatir aku tidak memberikan campuran apapun di dalamnya, karena aku tidak ingin melihat kakak kesayangan menangis di haru bahagia nya." Elbara merangkul pundak Leon dan membawanya kembali untuk duduk.
Kini ia pun memberikan kode pada gadis yang berdiri di samping Rayga untuk mengajak sang kakak mengobrol agar tidak merasa kesepian.
__ADS_1
Leon merasa sangat curiga dengan gerak gerak adik iparnya, namun ia pun tak bisa langsung menuduhnya begitu saja, karena ia tidak ingin membuat keributan di hari pernikahannya sendiri.
"Baiklah aku tahu apa yang ada di pikiranmu saat ini." Elbara kembali mengambil gelas jus yang ada di tangan Leon dan meneguknya sampai habis.
"Pelayanan, berikan satu jus untuk kakak iparku." Pinta Elbara pada sang pelayan yang kini berjalan ke arahnya.
"Penyambutan yang cukup ramah." Ucap Leon yang kini meneguk jus yang di bawakan sang pelayan.
"Tentu saja, aku adalah contoh adik ipar yang baik hati yang menyambut musuh bebuyutan nya menjadi kakak iparku." Jawab Elbara dengan senyuman penuh arti.
"Kau sangat manis," Leon merasa sedikit aneh dengan arti senyuman adik iparnya saat ini.
"Aku yakin, dia tidak mungkin semudah ini menyambutku terlebih bocah tengik itu selalu mencari cara untuk merebut wilayah kekuasaanku." Batin Leon bergumam.
Kini Leon mencari keberadaan sang istri yang entah ada dimana, namun kini pandangannya terhenti saat melihat Queenara sedang berdansa dengan Rayga yang kini terlihat sangat begitu dekat dan intim tidak seperti layaknya paman dan keponakan. Hal itu membuat Leon merasa sangat panas dan melepaskan dasinya begitu saja.
"Waw... Ternyata kakak iparku sangat cemburu sekali, dia bagaikan gunung api yang sedang erupi." Gumam Elbara yang kini tertawa puas saat melihat reaksi kakak iparnya.
"Aku tidak pernah melihat adik ipar durjana seperti mu." Ketus Jasmine yang kini bersedekap dada di samping Elbara.
"Kau diam saja! jangan banyak protes." Ucap Elbara sedikit membentak gadis yang ada do sampinya.
"Ishh.. Dasar pria tak punya otak!" Geram Jasmine, ingin sekali ia berteriak mengucapkan berbagai kata kasar pada Elbara. Namun ia urungkan karena saat ini ia sedang menjadi tawanan Elbara saat ini.
Malam pun semakin larut, acara pernikahan itu pun semakin meriah namun Leon merasa perutnya seperti di remas hingga membuat Queenara sangat kebingungan.
__ADS_1
"Aku yakin ini adalah pekerjaan bocah tengik itu, lihat saja aku akan membalas mu nanti." Leon mengepalkan tangannya penuh kemarahan.
Bersambung..