Pemilik Hati Brandal Tampan

Pemilik Hati Brandal Tampan
Bab 46


__ADS_3

Jasmine menatap Elbara yang kini juga menatapnya menunggu apa yang akan ia katakan, namun Jasmine merasa ragu untuk mengatakan semua hal yang ada di dalam hatinya saat ini.


"Kenpa kau diam saja, bukankah kau ingin mengatakan sesuatu padaku?" Elbara kembali bertanya karena sejak tadi Jasmine hanya diam menatapnya dengan tatapan aneh.


"El, aku. Aku melepaskan dirimu dari tanggung jawab, karena bayi kita sudah tak ada jadi,"


"Kenapa kau berpikir seperti itu, apa kau senang bayi kita pergi dan kau bisa dekat dengan pria yang sudah menjadi penyebab bayi kita pergi sebelum aku bisa melihatnya?!" Elbara langsung terpancing emosi dan membentak Jasmine membuatnya sangat ketakutan.


"Hal apa yang ada dalam pikiranmu Jasmine!" Elbara sungguh tidak terima dengan penolakan Jasmine saat ini, namun ia pun tak bisa berbuat apapun apalagi memaksa Jasmine.


Namun Jasmine hanya diam dan menundukan wajahnya menahan tangis yang hampir pecah.


"El tolong mengertilah, aku hanya ingin sendiri aku tidak ingin terikat dalam hubungan apapun dan lupakan saja apa yang pernah terjadi di antara kita berdua." Jasmine tetap bersikukuh untuk tidak melakukan pernikahan seperti yang pernah ia katakan sebelum mengenal Elbara.


Jasmine merasa trauma dengan sebuah hubungan setelah melihat hubungan pernikahan kedua orang tuanya hancur karena ego masing-masing, hingga menyebabkan dirinya terlunta-lunta hidup tanpa kasih sayang dari orang tuanya yang seakan membuang dirinya begitu saja.


"El, bagiku sebuah hubungan itu tidak berarti terlebih kita tidak memiliki perasaan apapun, bukankah pernikahan itu juga di lakukan karena ada anak di antara kita?" Jasmine memberanikan diri untuk menatap wajah Elbara yang kini terlihat memerah menahan emosi.


Ucapan Jasmine membuat Elbara terdiam membisu, ia ingin mengatakan perasaannya pada Jasmine namun ia merasa waktunya tidak tepat untuk mengatakan hal itu.


"Tidak, aku tidak bisa mengatakan perasaanku sekarang ini bukan waktu yang tepat untuk hal itu, jika saat ini aku mengatakan jika aku mulai mencintainya dia pasti akan berpikir bahwa aku hanya memaksakan kehendakku sendiri dan aku yakin dia pasti tidak akan menyukai hal ini. Lalu apa yang harus aku lakukan? ayo El pikirkan sesuatu!" Elbara merasa bingung dengan keputusan yang harus ia ambil saat ini.


Elbara merasa sangat dilema dengan keputusan yang harus ia ambil saat ini, sedangkan Jasmine masih terdiam dan kembali menundukan wajahnya merasa sangat takut jika Elbara akan marah padanya karena ia menolak pernikahan mereka.


"El bukankah kau tahu hubungan tanpa dasar cinta dan kasih sayang tidak akan pernah berakhir bahagia? aku hanya tidak ingin membuat kamu kecewa dalam suatu ikatan yang membebani pikiranmu El." Ucap Jasmine lirih.

__ADS_1


"Aku tidak akan memaksa mu menikah denganku, tapi bisakah kita mulai dengan berteman aku mohon jangan kecewakan keluargaku. Jika memang hubungan di antara kita berdua tidak bisa seperti yang mereka harapkan, setidaknya kau tetap ada di samping mereka." keputusan Elbara untuk menjalin pertemanan di antara mereka adalah suatu hal yang paling sederhana untuk mengambil hati Jasmine.


"Aku tidak tahu bagai mana hatimu, dan apa yang sudah kau alami hingga membuat dirimu trauma dalam menjalin suatu hubungan. Tapi kau tenang saja, aku akan membuatmu merasa nyaman dan yakin bahwa cintaku padamu itu nyata, aku tidak akan melepaskan dirimu begitu saja Jasmine kau harus bertanggung jawab karena kau sudah mencuri hatiku." Batin Elbara bergumam dan kini ia pun mulai merencanakan sesuatu untuk memulai misinya.


***


Setelah beberapa hari berlalu kini Jasmine sudah di perbolehkan untuk pulang. Tetapi Jasmine merasa bingung harus pergi kemana, karena ia tidak mungkin kembali ke apartemen miliknya ia takut jika ayah tirinya akan datang kembali dan menangkapnya dan menjual dirinya pada pria hidung belang.


"Bagai mana ini, sekarang aku harus tinggal dimana?" Jasmine merasa bingung kini ia pun mulai terdiam melamun memikirkan sesuatu sedangkan Elbara tengah sibuk mengurus kepulangan nya.


"Apa semuanya sudah siap?" Tanya Jasmine saat melihat Elbara kini menghampirinya dengan beberapa berkas di tangannya.


"Semuanya sudah selesai, ayo aku akan mengantarkan mu ke rumah." Elbara menuntun tangan Jasmine dengan lembut.


"Hei! apa kau bercanda? tentu saja rumahmu, apa kau mau tinggal di rumahku? jika kau mau boleh-boleh saja mama pasti akan senang dengan hal ini." Elbara sedikit menaik turunkan sebelah alisnya menggoda Jasmine.


Jasmine memutar bola matanya malas. "Omong kosong! begini saja tolong carikan rumah sewa di tempat yang sedikit ramai dan tidak jauh dari penduduk." Ucap Jasmine tampa beban.


Elbara mengerutkan keningnya. "Kenapa begitu apakah ada sesuatu? apa kau merasa tidak aman atau ada seseorang yang sedang mengincarmu?" Elbara mulai terlihat serius dan menatap wajah cantik Jasmine dengan tatapan penuh selidik.


"Ishhh.... Bukan begitu El, hanya saja aku tidak ingin merasa kesepian dan,"


"Jika kau merasa kesepian kau tinggal saja di mansion utama disana ada mama dan keluarga ku yang lain kau tidak akan pernah kesepian." Jawab Elbara dengan santainya.


"Astaga kau tidak akan mengerti apapun El!" Ketus Jasmine yang kini membawa tasnya berjalan melewati Elbara.

__ADS_1


"Katakan saja yang sejujurnya padaku Jasmine apa kau menyembunyikan sesuatu dariku? bukankah kita teman, dan seharusnya kau tidak boleh menyembunyikan apapun dari temanmu ini." Elbara sedikit memaksa agar Jasmine mengatakan hal yang sejujurnya.


Akan tetapi Jasmine tetap teguh dalam pendiriannya untuk tidak mengatakan hal apapun pada Elbara. "Tidak ada apapun El kenapa kau berpikir sampai sejauh itu?" Jasmine sedikit cengengesan agar Elbara tidak mencurigainya.


Jasmine tidak ingin jika Elbara tahu masalah keluarganya dan membuat Elbara masuk ke dalam masalahnya, Jasmine tak ingin siapapun terluka karenanya karena ia tahu ayah tirinya tak mengenal ampun pada siapapun yang menghalangi jalannya.


"Baiklah kalau begitu ikut aku!" Elbara menarik tangan Jasmine dan membawanya keluar dari ruangan tersebut.


"Kemana?" Jasmine sedikit berlari menyamakan langkah kaki Elbara yang kini menuntun membawanya keluar dari rumah sakit.


"El kita akan pergi kemana?" Tanya Jasmine yang kini terlihat begitu cemas menatap jalanan yang tidak ia kenali.


"Duduklah dengan tenang aku tidak akan menyesatkan dirimu ataupun menculikmu." Elbara terus melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


Jasmine hanya menurut saja dengan apa yang di katakan Elbara padanya, keren ia tak punya pilihan lain selain itu.


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, kini Elbara memarkirkan motor kesayangan nya di sebuah rumah yang cukup mewah dengan beberapa penjaga yang berjaga disana.


"Tuan muda." seluruh penjaga kini sedikit membungkukan badannya menyambut kedatangan mereka.


Namun Elbara bersikap acuh berbeda dengan Jasmine yang membalas sapaan mereka.


"Ck.. Aku tidak menyangka dia bukan hanya pria menyebalkan tapi sangat menyebalkan! tapi dia lumayan tampan saat terlihat angkuh seperti itu, akhh... Aku baru ingat dia hampir mirip seperti kakeknya." Jasmine terkikik geli hingga tak menyadari ekspresi wajah Elbara saat ini.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2