Pemilik Hati Brandal Tampan

Pemilik Hati Brandal Tampan
Bab 30


__ADS_3

Malam yang seharusnya menjadi malam yang indah untuk kedua pasangan pengantin, kini menjadi seperti yang tidak Leon inginkan.


Sejak tadi ia terus keluar masuk kamar mandi dengan teringat yang mengucur deras membasahi kening nya. Sedangkan Queenara merasa sangat khawatir dengan kondisi suaminya saat ini hingga ia melupakan bagaimana harusnya ia melakukan tugas-tugasnya sebagai seorang dokter.


Sedangkan di tempat lain Elbara tengah tertawa puas sudah menjahili kakak ipar sekaligus musuh bebuyutan nya.


"Dasar pria tidak waras." umpat Jasmine yang tak menyangka bahwa pria yang ada di hadapannya adalah seorang psikopat.


***


"Leon kau baik-baik saja kan, sebaiknya kita kerumah sakit sekarang." Queenara mengetuk pintu kamar mandi karena sejak tadi Leon tak kunjung keluar membuat Queenara semakin merasa cemas dan khawatir.


"Aku baik-baik saja sayang, Anthony akan segera membawakan obat nya kau tidak perlu khawatir." Ucap Leon yang langsung membuka pintu kamar mandi nya


"Wajahmu pucat sekali, biarkan aku yang mengobati nya." Queenara mengambil kotak obat dan mengambil jarum suntik, hak itu membuat Leon merasa sangat terkejut dan kabur seketika.


"Leon, ayo kemarilah aku akan mengobati mu terlebih dahulu." Queenara mulai berlari mengejar suaminya.


"Jangan lakukan hal itu padaku sayang aku akan menunggu Anthony saja." Ucap Leon yang terus menghindar dari kejaran istrinya.

__ADS_1


Sedangkan di luar ruangan Anthony merasa sangat bingung harus mengetuk pintu kamar pengantin baru itu atau tidak.


"Bagai mana jika aku mengganggu ketua sedang bercocok tanam." Gumam Anthony


Dengan penuh pertimbangan kini Anthony pun mulai mengetuk pintu kamar pengantin baru itu dan menyimpan obat yang di minta Leon.


Setelah perdebatan panjang antara Leon dan Queenara kini ia pun mengalah dan membiarkan Leon meminum obat yang Anthony bawakan.


Setelah sedikit merasa lega kini Leon pun memeluk erat pinggang istrinya dan menyembunyikan wajah tampannya di tengkuk sang istri.


"Aku sangat menbencimu." Ucap Leon yang kini mulai membalikan tubuhnya istrinya.


Leon mulai mengecup kening istrinya dengan sangat lembut, namun kini seseorang mengetuk pintu kamar nya dan mengagalkan rencana malam pertama nya.


Dengan sangat terpaksa kini ia pun berjalan mengambil arah sumber suara dan mmenampakkan sang kakek. "Hai cucu menantu ayo ikut aku." Ajak kakek Erik yang langsung merangkul pundak Leon membawanya pergi meninggalkan kamarnya.


"Tapi kek,"


"Owhh ayolah cucu menantu, ini masih terlalu siang, kita bisa menghabiskan malam ini dengan bermain kartu untuk memeriahkan acara malam ini." Ucap sang kakek .

__ADS_1


Malam semakin larut namun para pria keluarga Sebastian dan Mahesa masih asyik dengan permainan mereka, sedangkan Leon masih terlihat sangat begitu kesal dengan permainan yang sangat membosankan itu.


"Seharusnya malam ini aku menghabiskan waktu bersama dengan istriku, bukan bermain dengan para orang tua ini." Umpat Leon membatin.


Keesokan harinya Leon terbangun tak melihat siapapun lagi disana. "Sungguh aku tidak percaya mereka akan melakukan hal ini padaku." Geram Leon yang kini mulai melangkahkan kakinya menuju kamar sang istri.


Namun ia tak melihat keberadaan istrinya di kamar itu. "Kemana dia?" Leon melangkahkan kakinya kembali ke luar kamar untuk mencari keberadaan sang istri.


"Kenapa selalu saja ada halangan untuk berduaan dengannya, padahal kami sudah sah menjadi suami istri. Seperti nya aku harus segera membawanya pindah dari rumah ini." Gumam Leon lirih


Tak jauh berbeda dengan Leon, kini Elbara sedang di pusingkan dengan gadis yang ada di hadapannya yang selalu menguji kesabaran nya.


"Kau ingin sekali aku mencekikmu dan memasukan mu kekadang singa yang sedang kelaparan." Kesal Elbara yang kini mulai memegangi kepalanya yang terasa berdenyut karena ulah barbar gadis yang ada di hadapannya.


"Apa salahku, aku memang mengatakan hal yang sejujurnya, kau sangat menyebalkan!" Ketus Jasmine yang semakin membuat Elbara merasa sangat kesal.


Kini Elbara mendorong tubuh Jasmine dan mengungkung nya di dinding hal itu membuat Jasmine merasa sangat terkejut dengan sikap Elbara.


Niat hati ingin memberikan pelajaran pada sang gadis, namun kini Elbara merasakan hal yang berbeda saat hembusan napas mereka saling menyapu wajah masing-masing.

__ADS_1


"Dasar mesum." Pekik Jasmine yang langsung mendorong tubuh Elbara hingga jatuh tersungkur.


bersambung


__ADS_2