Pemilik Hati Brandal Tampan

Pemilik Hati Brandal Tampan
Bab 47


__ADS_3

"Apa yang sedang kau pikirkan?!" Elbara mengunci tubuh Jasmine di dinding membuat Jasmine terbelalak kaget dan merasakan getaran aneh dalam dirinya.


"Apa yang kau lakukan?" Jasmine mendorong tubuh Elbara agar menjauh darinya. Namun karena ketidak seimbangan membuat mereka berdua terjatuh dan Jasmine berada di atas tubuh Elbara.


Tatapan keduanya pun terkunci satu sama lain membuat suara detak jantung keduanya saling terdengar.


"Apa kau akan terus berada di atas tubuhku sepanjang hari?" Tanya Elbara untuk menutupi kegugupannya.


"Hahh..." Jasmine terlihat sangat bodoh dan tak mengerti apa yang sedang di katakan Elbara, hingga Elbara harus mengulangi kata-katanya kembali barulah ia mengerti apa maksud Elbara.


"Maaf." Jasmine langsung berdiri tegak menetralkan degup jantungnya karena rasa malu yang tak terkira saat ini.


"Hmm.." Elbara membuka jaketnya dan membuangnya kesembarang arah membuat Jasmine sedikit salah paham kepadanya.


"Apakah aku terlalu menjijikan hingga dia membuang jaket yang sudah terkena tubuhku?" Jasmine merasa sedih namun ia menyembunyikan wajah sedihnya di hadapan Elbara.


"Jasmine disana kamar mu, anggap saja ini rumahmu sendiri dan kau tak perlu khawatir rumah ini sangat aman dan jika kamu membutuhkan sesuatu panggil saja penjaga." Ucap Elbara yang kini membukakan pintu kamar untuk Jasmine.


"Aku tidak terbiasa dengan orang asing." Jawab Jasmine spontan.


"Hmm... Apa kau ingin aku menemanimu disini?" Elbara menghampiri Jasmine dan merangkul pinggangnya dengan erat.


"El apa yang kau lakukan!" Jasmine sedikit menaikan intronasi suaranya membuat telinga Elbara terasa berdenging karenanya.


"Ishh.. apa kau lakukan? kau bisa membuat gendong telingaku pecah karena suara nyaring mu itu." Elbara semakin mengeratkan rangkulannya dan mendekatkan wajahnya pada Jasmine.


"El, apa yang akan kau lakukan? Jasmine menahan nafasnya dan menutup wajahnya membuat Elbara tertawa melihat tingkah konyol wanita yang berada di hadapannya.


Takk...


Elbara menyentil kening Jasmine membuatnya mengaduh kesakitan dan mengusap keningnya.


"Apa yang kau pikirkan? Ckkk dasar gadis konyol." Kekeh Elbara yang kini meninggalkan Jasmine yang terlihat sangat kesal karenanya.

__ADS_1


"Dasar pria menyebalkan!" Jasmine menghentakan kakinya dan masuk ke kamar yang sudah di siapkan Elbara untuknya.


Sedangkan Elbara kini sedang menormalkan detak jantungnya yang berdetak begitu cepat karena ulah Jasmine. Kini Elbara pun teringat kembali dengan malam panasnya bersama dengan Jasmine dan membuat ia merasakan panas dingin di sekujur tubuhnya.


"Astaga! kenapa aku harus mengingat kembali malam sial itu! Arrghhh...." Elbara mengacak rambutnya frustrasi.


Elbara meminum air dingin berusaha menghilangkan pikirkan kotornya saat ini, hingga dering ponselnya terus berbunyi menyadarkan Elbara.


"Mama? ada apa mama menelepon ku?" Dengan cepat ia pun menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan dari sang mama.


"Elbara...!! kemana kamu membawa Jasmine pergi?!" Suara cempreng sang mama terdengar begitu nyaring di telinganya hingga membuat Elbara sedikit menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"El kenapa diam saja mama sedang bicara padamu cepat katakan dimana gadis itu?"


"Tenanglah ma, dia ada dan aman bersamaku."


"Bawa dia ke mansion, mama tunggu lima belas menit dari sekarang!" Pekik sang mama sebelum sambungan nya terputus begitu saja.


"Jasmine buka pintunya!" Pinta Elbara yang kini mengetuk pintu kamar Jasmine dengan sedikit kasar.


"Jasmine cepatlah waktu kita tidak banyak." Elbara menatap jam yang berada di pergelangan tangannya dengan rasa was-was.


"Lima menit sudah berlalu sisa sepuluh menit lagi waktu yang sangat tidak mungkin untuk bisa sampai di mansion utama tepat waktu." mulut Elbara terus berkomat-kamit berbicara sendiri.


Namun berbeda dengan Jasmine yang pura-pura tak mendengar teriakan Elbara dan menutupi kepalanya dengan bantal agar tidak mendengar suara Elbara yang terus berteriak memanggilnya.


"Berteriak saja sesuka hatimu aku tidak perduli aku ingin beristirahat tubuhku rasanya lelah sekali." Perlahan mata Jasmine pun terpejam dan mulai tertidur pulas.


Elbara merasa sangat kesal karena sejak tadi Jasmine tak kunjung membuka pintu kamarnya. Kini ia pun meminta kunci cadangan pada penjaganya dan membuka kamar tersebut dengan mata terbelalak.


"Pantas saja sejak tadi dia tak kunjung membuka pintunya." Elbara pun mengangkat tubuh Jasmine dan membawanya pergi ke mansion menggunakan mobil karena tak mungkin baginya untuk membawa Jasmine memakai motor kesayangan nya.


"Apa dia merasa sangat lelah sekali hingga tak menyadari apa yang terjadi saat ini" Gumam Elbara yang kini melirik sekilas ke arah Jasmine yang masih tertidur pulas di sampingnya.

__ADS_1


***


Di mansion utama mama Yumna tengah menunggu kedatangan putranya dengan sedikit cemas, karena sejak tadi Elbara tak kunjung mengangkat panggilan telepon nya.


"Astaga! kemana anak nakal itu pergi ini sudah lewat dari waktu yang sudah di janjian tapi sampai sekarang dia belum juga menampakan batang hidungnya." Mama Yumna terus menggerutu dan berjalan mondar mandir menunggu kedatangan putranya.


"Ma tenanglah El dan Jasmine pasti datang, ayo kita duduk." Queenara menuntun sang mama duduk di sofa begitu juga dengan papa Samuel yang kini duduk di samping istrinya untuk menangkan sang istri yang selalu merasa cemas yang berlebihan jika menyangkut anak laki-lakinya.


"Sayang minumlah dulu tenangkan pikiran mu semuanya akan baik-baik saja percayalah padaku." Papa Samuel memeluk istrinya agar mama Yumna sedikit lebih tenang.


Tak hanya papa Samuel kini Leon pun memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat dan memberikan beberapa kecupan singkat di wajah canti istrinya yang terlihat berisi.


"Leon apa yang kau lakukan?" Queenara sedikit memerah menahan malu.


"Tentu saja memeluk istriku apa lagi." Jawab Leon dengan santainya.


"Tapi Leon,"


"Sayang aku melakukan seperti yang papa mertua lakukan, bukan begitu papa mertua." Leon mulai mencari pembelaan papa Samuel. Namun Queenara mulai memajukan bibirnya karena kesal.


Semenjak ia di nyatakan hamil Leon sangat manja dan posesif pada istrinya bahkan ia pun selalu ingin menjadi suami siaga hingga ia memutuskan untuk bekerja di rumah, agar ia bisa terus memantau kondisi istri dan calon buah hatinya.


Setelah menikah dengan Queenara Leon memutuskan untuk pergi meninggalkan dunia kelamnya sebagai ketua geng motor dan pokus pada perusahaan miliknya agar bisa menjamin hidup anak istrinya bahagia di masa depan.


Setelah menunggu selama satu jam kini Elbara dan Jasmine pun sampai di mansion utama. Jasmine berjalan ke dalam mansion dengan wajah masih sedikit mengantuk karena Elbara membangunkan dirinya dengan cara paksa.


Elbara berjalan di samping Jasmine dengan wajah santai dan tak merasa bersalah sedikit pun.


"Akhirnya kalian berdua datang juga, ayo cepat bersiaplah mama dan papa akan segera menikahkan kalian berdua." Ucap mama Yumna tanpa basa-basi membuat Jasmine terbatuk karena tersendak air liurnya sendiri.


"Apa menikah?" Jasmine menatap tak percaya dengan apa yang sedang di katakan oleh mama Yumna saat ini.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2