Pemuda Pedalaman Sang Pewaris

Pemuda Pedalaman Sang Pewaris
Pura-pura yang menguntungkan


__ADS_3

Jerry Wilson yang menyaksikan itu hanya terdiam mematung"


Melanie adalah putri yang sangat dia sayangi, jadi tidak mungkin memaksakan kehendak kepada putrinya, jika memang putrinya sudah mempunyai seorang kekasih, apalagi itu adalah pilihannya.


Keadaan ruangan kantor hening setelah kepergian William, lalu Melanie mengambil inisiatif mencairkan suasana.


"Papi kenapa diam saja?" Tanya Melanie seraya melepaskan genggaman tangan Arka, lalu merangkul lengan ayahnya yang saat ini masih berdiri mematung.


"Hhmm Melanie putriku" Papi benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiranmu! Sahut Jerry Wilson, sembari memapah Melanie untuk duduk di sofa empuk yang ada diruangan itu.


"Anak muda duduklah! Pinta Jerry Wilson, ketika Arka masih berdiri diam tidak tau harus berbuat apa.


"Hhmm baik tuan, terimakasih,.. Lalu Arka segera duduk di sofa bersebelahan dengan Melanie dan ayahnya.


"Jangan panggil aku tuan" Panggil saja aku om atau paman!! Lirih Jerry Wilson,. Lalu dia melanjutkan,.


"Melanie putriku" Apa benar pemuda ini kekasihmu?


Kamu bukan berpura-pura supaya papi tidak menjodohkannya kan? Tanya Jerry mengerutkan keningnya.


Arka yang mendengar itu seketika saja berkeringat dingin, dia begitu takut jika sandiwara ini terbongkar maka apa yang harus dia lakukan, Arka sesekali melirik ke arah Melanie dengan tatapan penuh cemas.


"Paapiii" Dengan penuh kemanjaan Melanie memeluk tubuh ayahnya yang tengah bersandar di sofa, Seperti yang sudah aku jelaskan tadi, kami sudah menjalankan hubungan selama setahun pi, lagipula apa untungnya buatku dengan berpura-pura! Rengek Melanie sembari melirik Arka dan mengedipkan satu matanya.


"Setahun? Berarti sudah setahun ini kamu membohongi papimu ini ya?" Jerry mendengus lalu menyentil dahi Melanie dengan pelan.


"Iya papiku sayang",. Arka orangnya baik dan setia pi", Melanie kembali berusaha membangun kepercayaan ayahnya.


"Iya ya papi percaya sama kamu!! Ujar Jerry Wilson, lalu beralih memandang ke arah Arka dan mulai bertanya menyelidik",.


"Apa kemampuanmu untuk bisa membahagiakan putriku?, bagaimana asal-usul keluargamu?,


Dua"!! Ya hanya dua buah pertanyaan itu, sudah membuat Arka seperti digulung badai di tengah laut, kepalanya terasa pusing memikirkan bagaimana dia akan menjawabnya, karena pada kenyataannya dia hanya orang kampung yang baru merantau dan baru akan mulai bekerja esok lusa, keringat di ujung hidungnya mulai bermunculan sembari melirik ke arah Melanie.


Melanie yang melihat kegugupan Arka langsung saja mendahului untuk memberikan penjelasan.


"Papi",. Mas Arka ini dari kalimantan, dia merantau ke Jakarta untuk meniti karir, untuk saat ini mas Arka mengelola bisnisnya sendiri di bidang travel perjalanan" Jadi mas Arka sudah memenuhi syarat kok untuk menjadi kekasih Melanie,


Melanie yakin untuk dimasa mendatang mas Arka pasti akan lebih sukses dan menjadi pengusaha besar" Melanie menjelaskan dengan tenang walopun itu hanya karangannya saja.


"Hhmm baiklah kalau begitu", jika putriku yang manis ini sudah sehati dan bahagia, ya papi setuju saja, dan papi ingin kalian sesegera mungkin menikah, papi sudah kepengen menimang cucu", pinta Jerry Wilson sembari tertawa senang,..


Deegggg,,..!!!

__ADS_1


Kali ini Melanie dan Arka sama-sama berkeringat dingin mendengar permintaan Jerry Wilson.


"Hhmm untuk masalah pernikahan jangan terburu-buru pi, aku baru 19 tahun masak iya sudah harus menggendong baby" Dan juga bagaimana dengan kuliahku?! rengek Melanie menutupi kegugupannya,..


"Iya om" Kasihan Melanie harus kehilangan masa mudanya jika harus segera menikah, setelah saya sukses dalam 1 atau 2 tahun kedepan, barulah kami berencana menikah om",


Kali ini Arka memberanikan diri ikut bersuara walaupun jantungnya terasa akan terpelanting ke lantai",.


Mendengar penjelasan itu keluar dari mulut Melanie dan Arka, Jerry Wilson berdiri lalu berkata dengan sangat tegas.


"Papi tidak mau tau", papi ingin kalian menikah secepatnya!!


Setelah menikah juga masih muda usiamu, untuk kuliah juga masih tetap bisa jalan, hanya statusmu saja yang berkeluarga!!


Mendengar kata-kata itu dari ayahnya, Melanie hanya bisa menghela nafas, bagaimanapun ini semua berawal dari rencananya sendiri agar tidak dijodohkan, jadi sekarang ia hanya ingin secepatnya pergi supaya tidak terus menerus diberondong pertanyaan-pertanyaan dari ayahnya, toh nanti bisa mencari alasan lain lagi pikirnya.


"Ya sudah jika papi maunya begitu, kami akan mempersiapkan segala sesuatunya, Aku tidak ingin terjadi kendala jadi harus dipersiapkan dengan sempurna pi", jawab Melanie supaya ayahnya merasa lega,..


"Hmm papi bener-bener bahagia hari ini!! Jangan mengecewakan papi ya putriku ",. Pinta Jerry Wilson dengan sedikit nada ancaman..


"Baik om", kami tidak akan mengecewakan!


Iya kan sayang? Lirih Arka, sontak saja membuat wajah Melanie memerah dipanggil sayang.


"Papi kami balik sekarang ya, Mas Arka juga masih ada kesibukan dikantor nya, ucap Melanie penuh dengan alasan,.


**********


Dalam perjalanan mereka kembali ke Kota Jakarta terlihat Melanie seperti memikirkan banyak hal, tidak dipungkiri dirinya merasa menyesal telah membohongi ayahnya yang kini malah menginginkan dirinya untuk segera menikah, Arka pun hanya terdiam tidak bergeming, dirinya tentu juga merasakan penyesalan yang sama.


Beberapa saat setelahnya Melanie menepikan mobilnya lalu menuju parkiran sebuah restaurant Jepang yang bernama "Oishii Oichi Restaurant.


Masih didalam mobil


"Mas Arka", Tiba-tiba Melanie memulai berbicara,..


"Iya Mel ada apa? Kamu baik-baik saja? Jawab Arka yang sedikit khawatir melihat raut wajah Melanie.


"Maukah kamu tetap berpura-pura menjadi kekasihku untuk beberapa saat? Aku takut jika kebohongan kita terbongkar, William dan keluarganya pasti akan kembali mendesak ayahku untuk melakukan perjodohan yang tidak aku inginkan ini"!! Ucap Melanie dengan suara sendu sembari menatap Arka penuh harap,.


"Iya aku bersedia Mel, meskipun hanya berpura-pura aku akan selalu perduli dan menjagamu", jawab Arka penuh makna


"Trimakasih mas", Tiba-tiba Melanie mendekatkan dirinya dan memeluk Arka dengan erat,.

__ADS_1


Tentu saja tindakan Melanie ini membuat Arka seperti terbang ke angkasa, jantungnya berdebar kencang hingga Melanie dapat merasakannya.


"Eh kenapa jantungmu berdebar sekencang itu mas? Seperti orang lagi jatuh cinta"!! Melanie menyindirnya sembari tertawa,.


"Ehh itu!! Anuu!! Mungkin saja", jawab Arka pelan dengan wajahnya yang mulai memerah,..


"Kalau begitu berusaha lah", ketus Melanie,.


"Tapi aku masih ragu Mel, dengan keadaanku yang sekarang, aku merasa belum pantas untuk menjadikanmu kekasih"! Ucap Arka keceplosan lalu menutup mulutnya sendiri,.


Wajah Melanie kembali memerah mendengar ucapan Arka" Lalu kembali menatap Arka dan memegang tangannya


"Begini saja mas, kita jalani saja dulu kepura-puraan ini, jika memang cocok mungkin bisa diteruskan" Ucapnya malu-malu.


"Hhmm benarkah? Arka membalas tatapan Melanie,


Lalu tanpa sadar dia bergeser akan memeluk tubuh Melanie namun dia segera sadar kemudian menghentikan gerakannya, akan tetapi diluar dugaannya malah Melanie menarik tangannya lalu kembali memeluk tubuh Arka yang berotot sempurna, sembari berbisik.


"Mas berusahalah menjadi yang terbaik untukku, maka aku akan mencintaimu sepenuh hatiku"


Arka yang mendengar itu tentu tidak mau kalah, karena dia memang sudah jatuh cinta kepada Melanie dari sebelumnya.


"Aku akan melakukan yang terbaik dan akan selalu menjagamu serta mencintaimu setulus hatiku"


Untuk beberapa saat mereka tetap berpelukan, rasanya tidak ada yang ingin melepaskan diri hingga saat handphone Arka berdering.


"Ah mengganggu saja" Pikirnya lalu melihat siapa yang melakukan panggilan dan ternyata Dion.


"Maaf Mel aku angkat panggilan telfon ya" Pintanya sembari mengelus pipi Melanie,.


"Hallo bang ada apa? Arka memulai obrolan


"Hallo Arka, kita diundang ke acara ulang tahun tuan Hendrik bos VBR, jam 6 kita berangkat dari apartemen, so jangan telat pulang"! Terdengar suara dari seberang telfon,.


"Ok bang siap" Jawabnya Arka lalu telfon dimatikan,. Tuutt,. Tuutt,. Tuutt,.


Setelah panggilan telfon berakhir Melanie kembali memegang tangan Arka"


"Yuk mas kita makan dulu, sudah lama aku nggak menikmati makanan Jepang" Apalagi kali ini makan bersamamu pasti suasana terasa berbeda" Ucapnya bersemangat dengan senyuman manis nan manja,.


BERSAMBUNG,..


Mohon dukungannya ya Guys

__ADS_1


biar tambah semangat belajar nulisnya๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2