
Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Raka dan Melanie, ya hari ini adalah hari pertunangan mereka.
Didalam Coastal Diamond Villa, Raka beserta kedua orang tua angkatnya sudah bersiap-siap dan Dion juga sudah datang dengan menggunakan kemeja yang rapi, sedangkan kakek Dirga dan Diki akan berangkat lebih dulu karena sesuai rencana, kakek Dirga ingin memberikan sedikit kejutan kepada keluarga Anantara.
Disisi lain di kediaman keluarga Anantara, Melanie dibantu nenek Ratna dan Dewi sedang sibuk memilih-milih gaun mana yang kiranya cocok dan terbaik untuk dikenakannya.
"Yang ini gimana Wik? gimana Nek? Tanya Melanie kepada Dewi dan Neneknya untuk yang kesekian kalinya.
"Adu duu,. Udah belasan gaun kamu coba Mel dan semuanya perpect kok, kamunya aja yang lagi kegirangan mau dilamar Arka ampe ngerasa gaun yang kamu pake gak bagus semua, iya kan Nek? "Gerutu Dewi sambil sedikit menggoda Melanie.
"He hee tau aja kamu wik, ya udah pake yang ini aja kali ya? Ucap Melanie sembari berputar-putar didepan cermin melihat gaun merah yang dipakainya.
"Cucuku memang sangat cantik dengan gaun merah ini, ucap nenek RatnaRatna sembari mengelus pipi mulus Melanie.
"Makasi nek, neneknya cantik masak cucunya gak cantik, lirih manja Melanie.
Saat ini, semua anggota keluarga kecil Melanie sudah berkumpul di ruangan tengah yang terlihat megah dan cantik, mereka terlihat begitu bersemangat hanya Natasha yang nampak muram dengan acara pertunangan putrinya hari ini.
Disisi lain juga terlihat beberapa perangkat desa dan pemuka Agama sedang duduk sembari menikmati hidangan ringan dan minuman.
"Mana anak miskin itu beserta keluarganya? Sangat tidak sopan membiarkan kita menunggu seperti ini, ucap Natasha dengan cibiran mulutnya yang membuat nenek Ratna menggelengkan kepalanya melihat kelakuan menantunya itu.
"Sabar mami, mas Arka sudah dalam perjalanan, lebih baik mami duduk dulu sama papi, jawab Melanie kesal karena perkataan Ibunya.
__ADS_1
Belum sempat Natasha merespon jawaban putrinya, Tiba-tiba satu pelayan datang mendekat dengan tergesa-gesa.
"Permisi tuan, 2 buah mobil baru saja sampai, ucap pelayan itu ke arah kakek Wibisono.
Mendengar informasi tersebut dari sang pelayan, kini Kakek Wibisono dan yang lainnya bangkit dari duduk mereka untuk menyambut calon menantu Anantara.
Begitu sampai dipintu depan semua orang tertegun, mobil yang dikira membawa Arka dan keluarga ternyata penumpangnya adalah orang lain.
"Tuan Dirga? Lirih kakek Wibisono dan nenek Ratna serempak.
"Iya ini aku Dirga, sudah lama sekali kita tidak bertemu, ucap Dirga Dewantara yang kini berjalan mendekat ke arah keluarga Anantara.
"Tuan Dirga, saya tidak menyangka tuan akan berkunjung ke kediaman kami, ada perihal apakah sehingga tuan datang berkunjung? Tanya kakek Wibisono.
"Apa aku tidak dipersilahkan masuk? Ucap kakek Dirga datar.
Kakek Dirga melihat-lihat ruangan yang dihias begitu indah, dalam hatinya dia merasa puas dengan antusiasme keluarga Anantara menyambut acara pertunangan cucunya, setelah dipersilahkan duduk kakek Dirga berbicara lagi.
"Maksud kedatanganku kesini adalah untuk melamar cucumu yang cantik ini untuk cucuku satu-satunya, bagaimana Jerry, Natasha?, ucap Kakek Dirga sembari melirik Melanie, Jerry lalu Natasha.
Semuanya terdiam saling memandang satu dengan yang lainnya dan tidak tau harus menjawab apa, Melanie terlihat begitu takut jika sampai lamaran itu diterima, bagaimana dengan Arka dan dirinya yang sudah terlanjur saling mencintai.
Hanya Natasha yang terlihat sumringah karena merasa mendapat angin segar, dia tau keluarga Anantara akan merasa tidak enak hati jika harus menolak lamaran dari keluarga Dewantara.
__ADS_1
Kakek Wibisono, nenek Ratna dan Jerry Wilson tau jika Arka hanyalah pemuda biasa dari kalimantan, tentu akan sangat bagus jika Melanie menjadi menantu di keluarga Dewantara, namun mereka tau Melanie dan Arka saling mencintai, akan sangat menyakiti hati Melanie jika mereka sampai menerima lamaran dari keluarga Dewantara dan lagipula mereka telah merestui hubungan Melanie dengan Arka, memikirkan itu akhirnya Jerrry Wilson angkat bicara.
"Maaf tuan Dirga, sebenarnya hari ini adalah hari pertunangan putri saya dengan kekasihnya, saya mohon maaf tidak bisa menerima lamaran anda namun saya serahkan kepada putri saya jika dia ingin memikirkannya lagi, ucap Jerry Wilson dengan berani.
"Bagaimana Mel? Kamu mau terima lamaran dari tuan Dirga kan? Tanya Natasha dengan wajah mengharap.
"Maaf aku gak bisa menerima lamaran ini Mi, Pi, aku hanya akan menikah dengan Arka. "Maaf tuan Dirga, saya tidak bisa menerima lamaran anda, Ucap Melanie lagi.
"Jangan bodoh Mel, apa yang bisa kamu harapkan dari pria kampung itu? Jangan mengecewakan tuan Dirga dengan menolak lamarannya, ucap Natasha kesal.
"Sudahlah Mi, biarkan Melanie yang memutuskan karena dia sendiri yang akan menjalani kedepannya, lagipula mereka saling mencintai dan tuan Dirga juga pasti akan menerima keputusan Melanie, bukankah begitu tuan? Ucap Jerry dengan perasaan takut jika tuan Dirga akan merasa tersinggung.
Namun diluar dugaan,.
"Ha ha haa,. Baiklah baiklah, aku suka pendirian putrimu Jerry, aku tidak akan memaksakan tawaranku ini, ucap kakek Dirga dengan ulasan senyum puas dibibirnya.
Wibisono dan Ratna hanya terdiam saat ini, mereka benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa menyerahkan keputusan kepada cucunya Melanie, lagipula tuan Dirga juga tidak memaksa dan itu cukup membuat perasaan mereka sedikit lega.
Sedangkan Natasha yang awalnya merasa ada kesempatan untuk menjadi bagian dari keluarga Dewantara kini pupus sudah harapannya.
Disaat suasana sedang hening karena perbincangan yang penuh kehati-hatian tersebut, seorang pelayan masuk dan memberitahukan bahwa Arka dan keluarganya telah sampai.
Seluruh keluarga Anantara tidak bergeming saat mendapatkan informasi tersebut, mereka merasa canggung dengan keberadaan tuan Dirga di ruangan tersebut, hanya Melanie yang langsung berdiri dan pergi untuk menyambut kekasihnya.
__ADS_1
Maaf telat update terus guys, author lagi ada kesibukan keluarga
mohon dimaklumi