
Dihari berikutnya pagi-pagi sekali, Arka sudah terlihat di kantor pusat ARA group dimana kakeknya selama ini tinggal, tadi malam kakek Dirga menghubungi Arka memintanya supaya datang di pagi hari, para staff yang melihat kedatangan Arka bergantian memberikan hormat selamat pagi kepada bos baru mereka.
Nampak 2 orang yang menjaga pintu masuk ruangan kakek Dirga memberi hormat kepada Arka.
"Selamat pagi tuan muda," Keduanya membungkukkan badan dan dibalas senyuman oleh Arka.
"Apa kakek ada didalam? Tanya Arka kemudian.
"Tuan besar ada didalam, juga ada tuan Toni bersama istri dan anak-anaknya tuan," Balas kedua penjaga tersebut.
Arka mengernyitkan keningnya mendengar keterangan para penjaga, "kemarin paman Toni kesini, hari ini juga, sebenarnya apa yang diinginkannya" Arka penasaran dengan hal itu semua.
"Baiklah aku mau masuk, kalian tetaplah berjaga disini!!" Perintah Arka kepada kedua penjaga.
"Baik tuan muda" Jawab kedua penjaga lalu mengetuk pintu kantor.
Setelah mendapat jawaban dari dalam, pintu lalu dibuka dan Arka berjalan memasuki kantor sekaligus Penthouse kakeknya tersebut.
Saat memasuki ruangan kantor kakeknya, Arka melihat beberapa orang yang sedang duduk di atas sofa bersama dengan kakek Dirga.
"Selamat pagi kek, selamat pagi" Ucap Arka kepada kakek Dirga dan juga orang-orang yang ada disana.
Kakek Dirga yang melihat Arka sudah datang segera berdiri dari duduknya.
"Selamat pagi cucuku," Balas kakek Dirga yang kini punggung tangannya sedang dicium oleh Arka.
Setelah itu, kakek Dirga memperkenalkan orang-orang yang ada diruangan tersebut.
"Perkenalkan ini pamanmu Toni prabowo, disebelahnya istrinya itu berarti bibimu, namanya Victoria, dan kedua anaknya Bagas dan Clarissa."
"Hallo paman dan bibi" Ucap Arka lalu mencium punggung tangan keduanya, kemudian Arka menjabat tangan Bagas dan Clarissa.
__ADS_1
Toni dan Victoria membalas dengan tepukan dibahu Arka, Bagas dan Clarissa juga membalas jabatan tangan Arka.
"Kamu benar-benar mirip dengan ayahmu, mata dan hidungmu seperti ibumu" Ucap Victoria lalu memeluk Arka.
"Paman juga yakin sifat baik ayahmu juga ada pada dirimu" Sambung Toni prabowo kemudian.
"Terimakasih paman dan bibi," Balas Arka singkat karena belum terbiasa dengan Toni dan Victoria.
Arka tidak menyangka akan perlakuan baik yang didapatkan dari paman dan bibinya ini, menurut cerita sekretaris Diki, paman dan bibinya ini sangat berambisi untuk menguasai harta keluarga Dewantara, dan hal tersebut juga pernah di utarakan oleh kakeknya sendiri, namun saat ini yang terlihat mereka tidak ada maksud buruk kepada Arka.
Saat ini Toni prabowo meraih tangan Arka untuk ikut duduk di sofa, lalu Toni mulai berbicara.
"Nak Arka, paman dan bibi akan membawa kakekmu untuk kembali tinggal di kediaman utama keluarga Dewantara, dan kami memutuskan untuk pindah, kebetulan kami punya sebuah rumah juga tidak jauh dari sini, bagaimanapun rumah yang kami tinggali saat ini adalah rumah kakekmu.
Toni menarik nafasnya lalu kembali melanjutkan.
"Satu bulan yang lalu, ketika paman mendengar tentang dirimu yang telah ditemukan oleh kakekmu, jujur saat itu paman merasa tidak senang karena paman merasa akan tersaingi untuk bisa menguasai kepemimpinan di perusahaan, namun secara diam-diam paman menyelidikimu dan setelah melihat semua kebaikan dan kemampuanmu dalam menjalankan perusahaan, paman merasa malu karena paman pernah berusaha untuk menjadi orang nomor satu di Kerajaan bisnis keluarga Dewantara yang jelas-jelas aku tidak berhak walaupun hanya sekedar mimpi."
"Iya nak, kami merasa sangat bersalah kepada kakekmu selama ini, kami sudah mengabaikan kakekmu, dan kemarin kami datang kesini untuk meminta maaf kepada kakekmu, kami menyesali semua perbuatan kami selama ini," Ucap Victoria yang kini air matanya sudah membanjiri pipinya.
"Paman, bibi, aku tidak dapat memberikan tanggapan apa-apa, aku merasa tidak pantas untuk menanggapinya, tapi apa yang terbaik menurut kakek maka akupun juga pasti setuju,"
Balas Arka kemudian, dia tidak ingin terlalu dalam dengan situasi ini, jadi dia ingin menyerahkan semua kepada kakeknya, jika kakeknya memaafkan dan mau ikut ke kediaman keluarga Dewantara, tentu Arka akan setuju.
"Sebenarnya kakek ingin tetap tinggal disini, namun paman dan bibimu kemarin datang kesini, mereka meyakinkan kakek untuk kembali, jadi kakek akan kembali ke rumah lama dan menghabiskan sisa hidup kakek disana, bagaimanapun sekarang sudah ada kamu yang mengurus semuanya, dan jika kamu tidak keberatan tinggallah bersama kakek disana"
Kakek Dirga mengatakan keputusannya kepada Arka.
"Baiklah kek, jika itu menurut kakek adalah yang terbaik, aku sebagai cucumu tentu akan menyetujui, dan aku berjanji akan menemani kakek disana, kita akan tinggal bersama dan menikmati hari-hari bersama kek", ucap Arka kemudian lalu memeluk erat tubuh kakeknya.
Dalam hati Arka berjanji akan selalu ada untuk kakeknya, setidaknya begitulah cara dia membalas budi dan kasih sayang kakeknya dan berharap ayah dan ibu kandungnya bahagia melihat ayah mereka berkumpul kembali dengan cucunya.
__ADS_1
"Aku dengar kak Arka sudah bertunangan, kapan-kapan bawa dia untuk bertemu kami kak",
Ucap Clarissa mencairkan suasana.
"Oh itu, ya kapan-kapan aku akan bawa tunanganku berkunjung kerumah kalian" Arka terlihat malu-malu mengatakannya.
"Yeee,. Calon kakak iparku pasti cantik banget, secara kak Arka ganteng begini", goda Clarissa lagi.
"Melanie memang wanita tercantik yang pernah aku temui, dia juga baik hati" Ucap Arka kemudian.
"Cucuku"
"Iya kenapa kek? Balas Arka ketika kakek memanggilnya.
"Adikmu Bagas sedang menempuh sarjana ekonomi, dia bilang ingin kuliah sembari belajar dan juga membantumu di perusahaan, bagaimana menurutmu?
"Iya kak, aku ingin membantumu sekalian ingin menerapkan secara langsung apa yang aku pelajari disaat kuliah, apa boleh?
Bagas memberanikan diri berbicara karena kakeknya sudah memberikan secercah harapan untuknya.
"Tentu saja Gas, jika itu tidak memberatkanmu, kuliah sambil membantuku diperusahaan pasti akan membuatmu lelah,
kita ini keluarga dan aku akan merasa sangat terbantu, lagipula aku tidak pernah sekolah secara formal, jadi aku juga bisa belajar darimu", ucap Arka tanpa merasa malu akan latar belakang pendidikannya.
"Tenang saja kak, aku bisa kok" Ucap Bagas meyakinkan.
"Baiklah kalau begitu, kita akan bekerja sama kedepannya" Arka menepuk bahu adiknya yang tidak sedarah itu.
Setelah perbincangan panjang di dalam kantor tuan Dirga, mereka semua merasa sangat puas dan bahagia, akhirnya berkumpul sebagai keluarga walaupun bukan keluarga sedarah.
Arka juga merasakan hal yang sama, kini hidupnya dirasakan begitu sempurna, tidak ada lagi kendala yang harus dia pusingkan.
__ADS_1
Karena waktu sudah menunjukkan jam satu siang, mereka memutuskan untuk pergi makan siang di restoran terdekat dan setelah itu mereka akan membantu kakek Dirga berkemas untuk kembali ke rumah lamanya.