
Seluruh keluarga Anantara tidak bergeming saat mendapatkan informasi tersebut, mereka merasa canggung dengan keberadaan tuan Dirga di ruangan keluarga, hanya Melanie yang langsung berdiri dan pergi untuk menyambut kekasihnya lalu diikuti oleh Dewi.
"Apa kalian kalian tidak menyambut calon menantu kalian? Tanya kakek Dirga kepada Wibisono dan yang lainnya.
Mendengar itu, Jerry dan ibunya nenek Ratna segera beranjak keluar mengikuti Melanie untuk menyambut Arka dan keluarga nya, sementara Wibisono tetap duduk di tempatnya untuk menemani kakek Dirga.
Melihat Natasha masih duduk diam, kakek Wibisono memberi isyarat untuk ikut menyambut, Natasha pun segera pergi menyambut tidak berani menolak perintah ayah mertuanya tersebut.
Wibisono yang tinggal bertiga dengan kakek Dirga dan sekretaris Diki kini membuka suara.
"Saya sungguh meminta maaf tuan, sebenarnya saya ingin menerima lamaran dari tuan, namun disisi lain saya tidak ingin menyakiti hati cucu saya, jadi saya harap tuan tidak mempermasalahkannya dikemudian hari, ucap Wibisono dengan sedikit ragu karena dia takut penolakan ini akan berimbas terhadap Anantara group miliknya, karena bagaimanapun perusahaan Anantara group miliknya berada dibawah naungan ARA group milik keluarga Dewantara.
"Ha haa,. Kamu seperti baru mengenalku saja! Aku tidak akan mempermasalahkannya dan malahan aku turut bahagia dengan pertunangan cucumu, aku sungguh takjub melihat prinsip keluarga kalian yang lebih mementingkan hati dan perasaan ketimbang kepentingan koneksi, keluarga cucu menantumu sangat beruntung! Ucap kakek Dirga dengan ulasan senyum puasnya.
"Terimakasih tuan, saya sangat tersanjung dengan kebesaran hati tuan.
Saat ini beberapa orang sudah mulai memasuki ruangan tengah keluarga Anantara, Jerry, Natasha dan nenek Ratna berjalan beriringan dengan Dambung Ekot dan Hanyam, sedangkan Melanie terlihat menggandeng lengan Arka diikuti Dion dan Dewi.
Dibelakang mereka berjalan beberapa orang lagi membawa seserahan yang akan dipersembahkan kepada keluarga Anantara sebagai pihak perempuan.
Begitu Arka memasuki ruangan tengah, dia melihat beberapa perangkat Desa dan pemuka Agama sudah menunggu dan terlihat juga Kakek Wibisono, Kakek Dirga dan sekretaris Diki sedang mengobrol, lalu Arka segera menghampiri mereka untuk memberikan hormat.
"Kakek sudah disini dari tadi? Tiba-tiba Arka berbicara.
Semua pihak keluarga Melanie mengalihkan pandangannya ke arah Arka dengan bingung, "bicara dengan siapa dia? Pikir semua orang serentak.
__ADS_1
"Kakek sudah disini dari tadi, kenapa kamu lama sekali? Kasian Melanie lama menunggu, Balas kakek Dirga sembari mengernyitkan dahinya.
"Tadi agak macet kek, ucap Arka sembari menggaruk tengkuk kepalanya.
Suasana menjadi sangat hening, hanya terdengar percakapan dua pria berbeda usia tersebut.
"Mas Arka kenal sama tuan Dirga Dewantara? Tanya Melanie penasaran.
Belum sempat Arka menjawab tuan Dirga sudah lebih dulu berkata.
"Tentu dia kenal aku, aku kan kakeknya dan dia adalah cucuku satu-satunya!
Jedeeerrr,...
Mendengar ucapan yang keluar dari mulut tuan Dirga membuat semua keluarga Anantara semakin terdiam dan tidak percaya, terutama Natasha yang selama ini selalu meremehkan Arka sebagai pemuda kampung yang miskin.
"Iya benar dia cucu kandungku yang dari kecil tinggal di Kalimantan bersama kedua orang tua angkatnya, ucap kakek Dirga sembari menunjuk ke arah Dambung Ekot dan Hanyam.
Kakek Wibisono, nenek Ratna dan Jerry yang tau betul cerita kelam keluarga Dewantara dimasa lalu, awalnya berpikir tuan Dirga ingin melamar Melanie untuk Bagas Prabowo cucu angkat tuan Dirga, tak disangka ternyata untuk cucu kandungnya yaitu Arka.
"Apa tuan sudah me,..
Belum selesai kakek Wibisono berbicara, Kakek Dirga sudah memotong perkataannya lebih dulu.
"Untuk hal itu nanti aku akan ceritakan semuanya, yang jelas Arka adalah satu-satunya cucu kandungku, dan lagipula lamaran untuk cucuku sudah kalian tolak kan? Jadi apa sebaiknya kami kembali saja? Ucap kakek Dirga dengan senyum liciknya.
__ADS_1
Natasha yang sedari tadi berdiri mematung mendengarkan kebenaran yang diungkapkan tuan dirga, ketika melihat situasinya kini dia segera menghampiri Arka dan tanpa pikir panjang menggandeng tangannya lalu berkata:,
"Tadi hanya sedikit salah paham tuan, jika tau cucu yang tuan Dirga maksud adalah nak Arka tentu saja kami tidak akan menolak, Arka memang pemuda yang sangat sempurna untuk putri kami, sebenarnya sejak awal aku sudah merasa begitu, hanya saja karena kami jarang bertemu jadi aku belum terbiasa dengan nak Arka, ucapnya penuh sanjungan.
"Ha haa wanita memang paling bisa ya, menjatuhkan dan menyanjung dalam waktu yang sama, sudahlah lebih baik jangan dibahas lagi apa yang sudah lewat, saat ini selesaikan saja acara pertunangan mereka, "apa semua sudah dipersiapkan? Ucap Kakek Dirga kepada Sekretaris Diki kemudian.
"Semua sudah diatur tuan besar, seserahan dan cincin pertunangan semua sudah siap, "Jawab sekretaris Diki.
Natasha yang mendengarkan itu kini merasa sangat bersemangat, bahkan dia yang paling bersemangat serta dengan sigap menuntun Arka dan Melanie untuk segera duduk didepan pemuka Agama supaya acara pertunangan ini segera bisa dilaksanakan.
Kakek Dirga, kakek Wibisono, nenek Ratna, Dambung Ekot, Hanyam dan Jerry Wilson juga segera ikut duduk disebelah sepasang kekasih tersebut, sedangkan Dion dan Dewi terlihat dibagian belakang sambil berpegangan tangan berharap yang bertunangan adalah mereka.
"Kalian juga harus cepat menyusul tuan muda, Tiba-tiba sekretaris Diki nyeletuk hingga membuat wajah Dewi merah merona.
"Segera tuan Diki, balas Dion sembari memberikan senyum menawannya ke arah Dewi.
Tanpa menunggu lama lagi dan dengan mengikuti adat kini kedua pihak keluarga saling mengutarakan maksud dan tujuan acara hari ini, dengan disaksikan aparat Desa dan juga pemuka Agama maka dinyatakan acara pertunangan segera dilaksanakan.
Setelah beberapa kata-kata dari pemuka Agama dan juga perangkat Desa, kini Arka dan Melanie saling mamakaikan cincin pertunangan dan juga seserahan untuk keluarga perempuan sudah diberikan.
Setelah acara pertunangan selesai dan dengan perhitungan matang dari kedua pihak keluarha, untuk segala persiapan hari pernikahan ditentukan tepat sebulan lagi.
"Baiklah, karena semua proses pertunangan ini sudah selesai, sekarang saatnya kita menikmati hidangan yang sudah disiapkan, ajak Natasha bahagia kepada semua orang yang ada disana.
"Sepertinya ada yang lebih bahagia dari yang bertunangan nih, goda Jerry kepada istrinya Natasha.
__ADS_1
"Sstt, papi jangan bikin mami malu deh, balas Natasha yang kemudian terdengar gelak tawa semuanya, lalu dia segera meraih tangan Hanyam untuk segera pergi ke ruang makan.
Saat ini semua orang sedang menikmati hidangan yang sudah disiapkan para pelayan keluarga Anantara, candaan bahagia terdengar riuh diantara mereka semua, Melanie yang menyaksikan kejadian langka dalam keluarganya ini diam-diam merasa sangat beruntung bisa mengenal Arka, yang awalnya bukan siapa-siapa hingga kini akan segera menjadi suaminya.