
Singkat cerita Arka, Melanie, Dion dan Dewi sudah meninggalkan pesta ulang tahun bos Hendrik, dalam perjalanan pulang tidak ada banyak percakapan karena sudah pada lelah dan jam ditangan juga sudah menunjukkan pukul sebelas malam, Melanie dan Dewi sudah turun dari mobil di rumah Melanie, dengan melambaikan tangan tanda perpisahan, Arka dan Dion segera kembali ke apartemen.
**********
Kriinnggg,...
Kriinnggg,...
Kriinnggg,...
Bunyi alarm di sebuah ponsel memecah kesunyian ruangan apartemen, sesosok pria tampan dengan sedikit memaksa membuka matanya lalu mematikan alarm, melihat jam di ponselnya tepat pukul 6 pagi dia lantas bergegas bangkit dari tempat tidurnya untuk mandi,
Hari ini adalah hari pertama Arka mulai bekerja dia tidak boleh terlambat.
Sesampainya di kantor VBR Arka dan Dion segera menuju ruangan manager Hendra.
Tokk,..
Tokk,..
Tokk,..
"Masuk",.. Sahut suara dari dalam ruangan.
Arka yang ditemani Dion segera melangkahkan kakinya memasuki ruangan tersebut.
"Selamat pagi manager Hendra ", sapa Arka dan Dion berbarengan,.
"Silahkan duduk ", perintah manager Hendra sembari mengambil kontrak kerja dilaci mejanya lalu menyerahkan kepada Arka untuk dibaca dan ditandatangani,.
Setelah selesai menandatangani kontraknya lalu Arka menyerahkan ke manager Hendra.
"Dion kau antar Arka menuju ARA GROUP dan serahkan lampiran ini disana, nanti mereka yang akan mengatur segala kebutuhannya, setelah itu kau langsung kembali kekantor"! Perintah manager Hendra,.
"Baik Pak Hendra, terimakasih untuk semuanya dan kami undur diri", jawab Arka dan Dion,.
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di depan sebuah gedung yang menjulang sangat tinggi dengan puluhan lantai adalah kantor pusat ARA GROUP.
Di lobby kantor Arka dan Dion menuju ke meja Receptionist seraya menyerahkan lembaran yang diberikan manager Hendra sebelumnya, salah satu staff reception menginformasikan kepada atasannya melalui telfon kantor.
"Selamat pagi pak Diki ", Pengawal dari VBR sudah datang untuk mulai bekerja pak.
__ADS_1
"Oh sudah datang ya"? Antarkan dia ke ruangan saya,! Perintahnya kepada staff reception.
"Baiklah kawan, aku tinggal dulu! Bekerjalah yang baik! Sampai ketemu nanti", ucap Dion seraya meninggalkan Lobby kantor itu,.
Tak berselang lama Arka sudah berada di dalam ruangan Pak Diki seorang pria paruh baya selaku sekretaris perusahaan yang menjelaskan tugas-tugas dan fasilitas untuk Arka.
"Semua sudah saya jelaskan" Apa kamu sudah mengerti? Tanya Diki sembari memperhatikan Arka dengan penasaran,.
Anak ini seperti tidak asing, apa aku pernah bertemu dengan anak ini ya" Diki membathin.
"Iya saya sudah mengerti pak" Jawab Arka singkat
"Baiklah kalau begitu mari ikuti saya untuk bertemu langsung Tuan besar, kebetulan beliau baru kembali dari Dubai dan sedang berada di ruangan kantornya", Diki melangkah keluar diikuti Arka.
Mereka sampai di sebuah ruangan yang nampak dijaga 2 orang berbadan tegap.
"Pesan Tuan besar silahkan langsung masuk", salah satu pengawal bersuara
"Oh begitu baiklah", sahut Diki lalu melangkahkan kakinya masuk ke ruangan di ikuti Arka.
"Oh itu bakal pengawal baru ya? Bisikan salah satu pengawal",
"Mungkin saja"! Ketus pengawal lainnya,.
Ya kantor Dirga Dewantara memang di desain khusus menyerupai Penthause dengan segala perlengkapannya, semenjak istrinya meninggal dunia Tuan Dirga lebih banyak menghabiskan waktunya di ruangan tersebut daripada di istananya, saat ini istananya itu dihuni oleh Toni Prabowo anak dari saudara istri tuan Dirga dan Toni sudah dianggap anaknya sendiri,
Namun sejak Toni menikah, tuan Dirga menyadari betapa terobsesinya Toni dan istrinya dengan harta milik tuan Dirga, sudah banyak cara kotor dilakukan Toni dan istrinya untuk merebut perusahaan tetapi tuan Dirga dan sekretarisnya bukanlah orang yang bodoh,
Semua warisan kekayaannya sudah diatur atas nama Arka Dewantara cucunya yang entah masih hidup atau sudah mati,
jika memang sudah mati maka seluruh kekayaan Dirga Dewantara akan disumbangkan ke negara,
Itulah yang membuat Toni dan istrinya semakin bengis, atas gerak-gerik anak angkatnya itu tuan Dirga berusaha menjaga jarak dengan Toni dan istrinya,
Toni Prabowo dan istrinya Victoria mempunyai 2 orang anak, yang pertama adalah Bagas Prabowo dan yang kedua adalah Clarissa.
"Selamat pagi tuan besar maaf mengganggu ", sapa Diki yang melihat tuan besarnya sedang duduk membelakangi meja dan sedang mengelus-elus sebuah bingkai photo keluarga,.
"Oh kau Diki duduklah kalian",!sahut Tuan Dirga seraya memutar tubuhnya,.
"Eh kakek tua", Tiba-tiba Arka nyeletuk tanpa sengaja,.
__ADS_1
Sekretaris Diki yang mendengar itu juga refleks menjitak kepala Arka,.
"Kamu apa maksudmu"!! Beliau ini Tuan besar Dirga Dewantara bukan kakek tua"! Ringis Diki menahan marah dan juga perasaan tidak enak pada tuannya,.
"Hhmm itu kamu ya? Yang memberikan saya upah 100 ribu itu?" Ucap Tuan Dirga mengernyitkan dahinya.
Diki yang mendengar itu menjadi plonga-plongo tidak mengerti apa yang terjadi.
"Iya benar itu saya Tuan, maaf atas kelancangan saya waktu itu", Arka membungkukkan badannya merasa tidak enak hati,.
"Ha haa tidak apa-apa anak muda, lagian kita kan belum saling mengenal waktu itu", lirih Tuan Dirga.
"Maaf Tuan besar, dia adalah pengawal baru anda yang di kirim dari perusahaan VBR ", Diki menjelaskan sembari menyerahkan lembaran data diri Arka,.
Tuan Dirga menerimanya lalu membacanya dan terlihat sorot matanya menajam ke arah secarik kertas yang ia pegang sembari menggeser-geser kacamatanya.
"Diki kau sudah lihat ini sebelumnya kan? Tanya Dirga ke sekretarisnya itu,.
"Iya Tuan saya sudah lihat semuanya, namun maaf saya belum sempat menyelidikinya", sahut Diki dengan raut wajah yang mulai memucat,.
Ya Diki mengerti dengan maksud tuannya, selama 20 tahun dirinya selalu ditugaskan untuk menyelidiki orang yang bernama Arka, sudah ratusan yang dia selidiki dan banyak juga yang mengaku-ngaku sebagai Arka cucunya, namun dengan kejelian Diki dan penilaian Tuan Dirga, tidak ada satupun yang diyakini sebagai Arka Dewantara.
"Panggil Dokter Budi dan lakukan seperti biasa", perintah Tuan Dirga,.
Kali ini Tuan Dirga merasa familiar dan ada suatu hentakan di bathin nya, entah kenapa dia merasa sangat yakin dengan Arka yang satu ini karena dari wajahnya, sorot matanya sedikit mirip dengan anaknya dan saat kali pertama bertemu di area pertokoan sebelumnya juga dirasakan hal yang sama.
"Baik Tuan, segera jawab Diki,.
Arka yang masih duduk rapi hanya clingak-clinguk tidak mengerti dengan maksud obrolan 2 orang ini.
"Kenapa memanggil dokter? Apa aku akan dites kesehatan ", gumamnya dalam hati secara positif,.
Tiba-tiba Tuan Dirga mengambil bingkai photo keluarga yang tadi dia pandangi",
"Ini adalah keluargaku", ucap Tuan Dirga seraya menunjukkannya ke arah Arka.
**BERSAMBUNG,..
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA GUYS,..
MOHON LIKE DAN KOMENTAR YA, SUPAYA LEBIH MENGENCERKAN OTAK INI DALAM MENCARI INSPIRASI MENULISππ
__ADS_1
love you all,ππ**