
"Mari silahkan masuk, kalian pasti sangat lelah dan lapar setelah perjalanan jauh, hidangan sudah dipersiapkan jadi kita makan siang dulu, ucap Kakek Dirga mempersilahkan semuanya memasuki Villa.
**********
Saat ini mereka sedang menikmati hidangan makan siang di ruang makan Coastal Diamond villa milik Arka sembari mengobrol kecil tentang cerita kehidupan masing-masing dari Dirga Dewantara, Dambung Ekot dan Hanyam.
Hidangan mewah yang baru pertama kali dirasakan oleh Dambung Ekot dan Hanyam, membuat mereka menyantapnya dengan sangat lahap.
Sedangkan Arka, Dion dan Diki sembari menyantap hidangannya juga mendengarkan dengan seksama kisah hidup mereka bertiga dan itu cukup membuat mereka mengetahui jejak-jejak kehidupan Dirga Dewantara dan Dambung Ekot.
"Ternyata ayah angkat Arka dulunya adalah pemimpin pasukan elit suku Dayak, sungguh mengerikan, "gumam Dirga dalam hatinya, dia tentu tau cerita-cerita tentang suku tersebut, betapa heroik, ganas, tangguh dan berkarakternya suku tersebut dan sesuai apa yang diceritakan Dambung Ekot bahwa sukunya terdahulu mempunyai julukan pasukan hantu yang mampu menahan gempuran tentara Belanda pada masa penjajahan ketika Belanda mencoba untuk menaklukkan hutan Kalimantan, dan pimpinannya adalah kakeknya Dambung Ekot sendiri.
Sesaat kemudian makan siang mereka telah usai, meja makan sudah dibersihkan oleh pelayan dan kini mereka pindah ke ruang tengah dan duduk di sofa Reclainer Morris Brown berwarna cream.
"Sangat empuk, lirih Hanyam bahagia.
Dalam pembicaraan mereka, Dirga Dewantara tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih karena sudah menyelamatkan dan membesarkan cucunya dengan sangat baik, lalu kemudian pembicaraan berlanjut tentang rencana pernikahan Arka,
Dirga dan Diki mulai menjelaskan rencana yang sudah disiapkan dalam acara pertunangan yang akan diadakan 2 hari mendatang dan semua pasti akan berjalan dengan baik, Dambung Ekot dan Hanyam menyerahkan semua urusan itu kepada kakek Dirga karena mereka merasa tidak pantas mencampuri rencana pernikahan anak angkatnya yang sudah dirasa sangat baik.
Setelah perbincangan selesai, kakek Dirga undur diri untuk kembali ke mansion nya ditemani Sekretaris Diki dan sebelum pergi kakek Dirga menyerahkan sebuah kartu ATM kepada Dambung Ekot untuk bekal selama berada di Jakarta, sedangkan Dambung Ekot dan Hanyam diantarkan menuju kamar megah untuk beristirahat, disisi lain Dion dan Arka kini sudah duduk diruang kerja Arka di Villa tersebut.
"Bang aku ada hadiah untukmu, ucap Arka sembari mengambil sertifikat beserta beberapa kertas file dari dalam laci meja kerjanya, lalu menyodorkan ke arah Dion yang duduk dihadapannya.
__ADS_1
"Sertifikat tanah? " Lirih Dion pelan, lalu dia membaca nama pemilik sertifikat itu dengan seksama,
"Dion Dwiputra? "Apa maksudnya ini kawan? Tanya Dion penasaran.
"Ini hadiah untukmu bang! BISMA Group adalah sebuah perusahaan penyedia keamanan yang nantinya akan menyalurkan jasa keamanan ke perusahaan-perusahaan yang ada dibawah naungan ARA Group, dan tentunya bang Dion juga bisa melebarkan sayap ke perusahaan lain.
"Dan untuk kepemilikan saham akan di bagi menjadi dua, saham ARA Group 50% dan saham mu 50%, untuk pengelolaan semua diserahkan padamu dan kamu adalah direktur utamanya, aku percaya kamu bisa melakukannya dengan baik bang, "Arka menjelaskan secara detail dan merasa optimis.
Dion yang mendengarkan penjelasan Arka hanya bisa tertegun dan merasa tidak percaya dengan apa yang telah dipercayakan sahabatnya itu kepadanya.
"Ini seriusan? Bukankah ini terlalu berlebihan? "Dion kembali bersuara.
"Dibandingkan persahabatan kita, ini hanya hal kecil bang dan aku tidak mau mendengar penolakan darimu, "Arka kembali menegaskan maksudnya.
"Aku tidak tau bagaimana caranya bisa membalas kebaikanmu ini kawan.
"Baiklah kalau memang kamu sudah mempercayakannya padaku, aku akan melakukan yang terbaik kawan.
"Sekarang dibaca isi suratnya bang lalu tandatangani, maka akan sah hak kepemilikan sahamnya, " Tandas Arka lagi.
Setelah semua sudah dibaca dan ditandatangani, Dion memutuskan untuk menemani Arka sembari mempelajari perusahaan yang baru saja di serahkan kepadanya, dengan arahan dari Arka, kini Dion menghubungi beberapa rekannya yang dirasa cocok untuk ikut bergabung dan mengembangkan Bisma Group nantinya.
**********
__ADS_1
Disisi lain di kediaman besar keluarga Anantara, terlihat Nenek Ratna dan Melanie tengah sibuk bersama beberapa pelayan menghias ruang tengah keluarga dengan hiasan-hiasan cantik dan mewah sehingga membuat ruang keluarganya terlihat begitu indah dan megah, mereka sangat gembira dan antusias mengingat 2 hari lagi acara pertunangan akan diadakan, tentunya semua harus disiapkan sebaik mungkin.
Ditengah kesibukan semua orang dalam menghias ruangan, Natasha turun dari lantai dua dengan raut wajah tidak suka karena melihat betapa antusias ibu mertuanya ini, padahal yang akan disambut hanyalah keluarga miskin dari pedalaman yang sudah pasti tidak ada keuntungannya sama sekali.
"Acara pertunangan dengan pria miskin aja kok sampai segitunya disiapkan, lagian belum tentu juga akan menikah! Celetuk Natasha tiba-tiba.
Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut menantunya membuat nenek Ratna merasa sedikit berang.
"Natasha, apa yang kamu bicarakan? Sebagai ibu seharusnya kamu mendukung dan turut bahagia dengan pertunangan anakmu!! Ucap nenek Ratna dengan wajah yang memerah.
"Jika calon menantuku adalah William tentu aku akan sangat bahagia, tapi kenyataannya kalian malah merestui anak miskin dari pedalaman itu yang menjadi menantu dikeluarga ini, sahut Natasha dengan mencibir.
"Mami sudahlah, aku mencintai Arka bukan William dan aku akan bahagia hidup berdua dengan Arka, jika Mami memaksa supaya aku menikah dengan William, lebih baik aku menjadi perawan tua!! Sahut Melanie kesal.
"Kamu itu ya! Natasha ingin mengomel lagi namun terhenti karena dia melihat sosok Wibisono ayah mertuanya sudah ada diruangan itu dengan raut muka masam.
"Lebih baik kamu ikhlas dan restui apa yang sudah menjadi keputusan putrimu, apa jangan-jangan kamu tidak suka melihat putrimu bahagia? Kata-kata Wibisono berhasil membuat Natasha terdiam.
"Baiklah ayah, aku akan mencoba ikhlas dan tentu saja aku ingin melihat putriku bahagia, Sahut Natasha singkat lalu kembali ke kamarnya dilantai dua.
Natasha memang paling takut jika berbicara dengan ayah mertuanya itu, maka dari itu dia meminta kepada suaminya Jerry Wilson supaya tinggal di kawasan Green Hill saja supaya lebih dekat mengurus perusahaan, padahal alasan sebenarnya adalah supaya bisa jauh dari kedua mertuanya, namun Melanie lebih memilih untuk tetap tinggal bersama kakek dan neneknya.
"Kakek memang yang terbaik, ucap Melanie lalu memeluk manja kakeknya.
__ADS_1
"Oh jadi nenekmu ini gak baik, bentak nenek Ratna lalu menyentil dahi mulus Melanie.
"Nenek juga yang terbaik, lalu Melanie memeluk kakek dan neneknya secara bergantian.