Pemuda Pedalaman Sang Pewaris

Pemuda Pedalaman Sang Pewaris
Pewaris Tunggal Dewantara


__ADS_3

"Ini adalah keluargaku", ucap Tuan Dirga seraya menunjukkannya ke arah Arka"


**********


Terlihat dibingkai photo tersebut Tuan Dirga bersama istrinya yang duduk di kursi sedang memangku balita dipangkuannya serta sepasang lelaki tampan dan perempuan cantik berdiri dibelakang mereka.


Arka yang melihat photo itu dengan teliti mengarah ke leher si balita yang memakai kalung dengan liontin berwarna emas namun tulisannya tidak terlihat jelas dan lalu sontak ia meraba sesuatu dilehernya saat ini.


"Ada apa nak? Tanya Tuan Dirga yang melihat ekpresi aneh Arka,.


"Oh tidak ada apa Tuan, hanya saja liontin kalung balita itu mirip dengan liontin punya saya,


jawabnya seraya mengeluarkan kalung dari balik bajunya,.


Jelas saja membuat Tuan Dirga memegangi kacamatanya dengan tangan yang sedikit bergetar memperhatikan dengan seksama sebuah kalung di leher Arka dengan rantai kalung yang terbuat dari sesuatu seperti anyaman akar, namun liontin itu sangat dikenalnya, ukiran nama dan detail liontin tersebut begitu melekat di otaknya selama ini, karena liontin tersebut dia sendiri yang membuatnya bersama sang istri,.


"Da,. darimana kamu dapatkan kalung ini? Tanyanya dengan suara yang mulai gemetar sembari mendekati Arka,.


Diki yang baru selesai menelfon Dokter Budi pun ikut tercengang memperhatikan kalung itu, dia juga sedikit khawatir jika anak ini benar-benar cucu kandung tuannya maka matilah dia, bagaimanapun sebelumnya dia sempat menjitak kepala Arka saat ia menyebutkan kakek tua.


Arka pun menceritakan asal-usulnya dan semua cerita yang dia dapatkan dari Dambung Ekot dan Hanyam, pasangan yang membesarkannya selama ini.


"Tidak salah lagi", ini Cucuku,. Ucap sendu Tuan Dirga dimana air matanya tidak terbendung lagi sembari melirik Diki yang kini juga terlihat meneteskan air mata haru,.


"Cucu? Gumam Arka yang mana dalam hatinya juga sudah bergejolak, akankan pencariannya selama ini menemukan hasil,.


"Iya kakek yakin kamu itu cucu kakek", lalu dia memeluk erat tubuh Arka.


Arka yang masih shock hanya diam dan ikut meneteskan air mata bahagia antara dirinya percaya dan tidak tentang semua ini.


"Maaf Tuan, apa masih perlu Dokter Budi? Tanya Diki tiba-tiba,.


Tuan Dirga menyeka air matanya lalu berkata", "aku sudah sangat yakin dia cucuku namun test DNA tetap diperlukan untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan! Dan Siapkan semuanya segera" Perintahnya kepada Diki,.


Diki yang sudah mengerti akan maksud tuannya menganggukkan kepala lalu segera meninggalkan ruangan tersebut.


Setelah Diki keluar dari ruangan, mereka kembali menceritakan situasi masing-masing, Tuan Dirga memperlihatkan album photo yang dimana didalamnya berisi photo-photo Arka ketika bayi bersama orang tua dan kakek neneknya,

__ADS_1


Ia juga menceritakan bagaimana kisah tragis kedua orang tua Arka yang mengalami musibah 20 tahun yang lalu hingga mayat ayah dan ibunya ditemukan angkatan laut yang membantu pencarian, namun kala itu dirinya tidak diketemukan.


Suasana mengharukan kembali terasa diruangan besar itu, tuan Dirga tak henti-hentinya memeluk dan mengusap-usap kepala Arka, begitupun dengan Arka tidak bisa menutupi kesedihan atas nasib yang menimpa orang tuanya.


Beberapa saat kemudian sekretaris Diki dan Dokter Budi sudah hadir,


Diki meletakkan setempuk berkas diatas meja tuan Dirga dan sesuai perintah Tuan Dirga, dokter Budi segera melakukan tugasnya pada Arka dengan mengambil sample rambut, urine dan sedikit darahnya.


"Hasilnya akan keluar esok hari dan sertifikatnya akan saya buatkan juga Tuan" Ucap Dokter Budi yang dibalas dengan senyuman oleh Tuan Dirga, Lalu dokter Budi undur diri untuk segera melakukan uji lab,.


Setelah dokter Budi meninggalkan ruangan, Diki segera meraih tumpukan berkas yang dia bawa tadi, ada akte kelahiran, kartu keluarga dan berkas-berkas pemindahan warisan.


Dengan perintah Tuan Dirga, Diki mulai menjelaskan secara detail bahwa dirinya adalah pewaris tunggal ARA GROUP dan itu adalah singkatan dari namanya sendiri yaitu Arka DewantaRA, putra kandung dari Danu Dewantara dan Arini Dewantara serta cucu tunggal dari Dirga Dewantara dan Laksmi Dewantara.


Dijelaskan juga semua bidang usaha yang dinaungi oleh ARA GROUP, setelah dirasa Arka memahami semua itu lalu Diki mengarahkan berkas-berkas tersebut untuk segera ditandatangani Arka.


Arka tidak bergeming Dalam ekspresi yang masih belum dapat dipercaya bahwa dirinya adalah pewaris tunggal perusahaan terbesar di Asia"


"Maaf sebelumnya kek, apakah kakek sudah yakin melakukan ini semua? Maksudku",


"Apakah kakek percaya padaku untuk mewariskan semua ini? Kakek tau aku bukanlah orang yang berpendidikan dan juga aku belum pernah mengurus hal-hal seperti ini", ucap Arka.


"Kamu tidak perlu khawatir cucuku,


kakekmu ini sangat percaya padamu,


Di tubuhmu ada aliran darah Dewantara dan juga ada aliran darah keluarga Baskara yaitu kakek dari ibumu"! Kau tau, kakek dari ibumu adalah seorang Dokter jenius di negara ini semasa hidupnya, untuk lebih lanjutnya akan kakek jelaskan tentang keluarga ibumu.


"Untuk kedepannya Sekretaris Diki akan selalu ada untukmu, kamu bisa belajar darinya" Ucap Kakek Dirga lagi.


"Iya benar Tuan Muda, saya akan membantu Anda dalam menjalankan perusahaan", sekretaris Diki juga berusaha meyakinkan Arka.


"Baiklah jika memang itu keputusan kakek, aku akan berusaha yang terbaik, tapi,..


Aku punya satu permintaan kek",.


"Apa itu cucuku? Tanya Kakek Dirga penasaran,.

__ADS_1


"Hhmm kalau boleh, rahasiakan dulu identitasku supaya aku bisa fokus mempelajari perusahaan,


jika semua orang tau siapa aku, pastilah mereka hanya akan menunjukkan sikap baik mereka,


Jadi untuk sementara biarkan aku pura-pura jadi pengawal paman Diki,


Bagaimana menurut kakek dan paman Diki?


"Ha ha haa itu ide yang brilliant cucuku, kakek setuju usulanmu itu dan aku rasa kau juga setuju Diki "?


"Iya saya juga sangat setuju tuan, jadi untuk pengumuman pemindahan kursi Presdir saya rasa kita lakukan di sosial media dan televisi, untuk di perusahaan pusat dan cabang saya sendiri yang akan mengumumkan kepada jajaran direksi, bagaimana menurut tuan besar dan tuan muda?


"Ya lakukan seperti itu Diki,


"Nah sekarang kamu tandatangani berkas pengalihan kepemimpinan ini cucuku! Supaya kakek bisa istirahat dan syukur-syukur bisa meminang cucu sebelum ajalku tiba", gumam kakek sembari melirik Arka dengan senyumannya,.


Arka hanya tersenyum dengan wajah memerah mendengar perkataan kakeknya itu, Arka jadi teringat Melanie kekasih cantiknya dan ayahnya yang mendesak mereka supaya segera menikah.


Setelah Arka dan Dirga Dewantara menandatangani semua berkas, sekretaris Diki memberikan 2 buah kartu kepada Arka.


Yang pertama berwarna hitam dengan garis gold di pinggirannya, itu adalah kartu keluaran terbatas dari Bank Swiss tanpa limit dengan minimal transaksi satu milyar dan hanya ada 20 orang pemegang di dunia, dan salah satunya adalah yang diberikan kepada Arka saat ini.


Dan yang kedua adalah kartu berwarna gold keluaran terbatas dari Bank nomer 1 di Indonesia, tanpa minimal transaksi dan tanpa limit,


Itu artinya jika memegang kedua kartu tersebut, bukanlah orang biasa,


Kedua kartu sudah dipersiapkan oleh tuan Dirga semenjak Arka lahir dengan persetujuan kedua orang tuanya"


"Pin kedua kartu ini adalah tanggal lahir anda tuan muda" Diki menjelaskan,.


BERSAMBUNG,..


**TERIMAKASIH UNTUK YANG SUDAH MENSUPORT DENGAN LIKE DAN COMMENTNYA


JANGAN LUPA KRITIK DAN SARANNYA πŸ˜„


LOVE YOU ALL😘😘**

__ADS_1


__ADS_2