
"Dulu ibu dan ayah mertuamu ini adalah pasangan yang miskin ketika awal kami menikah, namun itu bukanlah sebuah ukuran untuk menentukan sebuah keluarga akan bahagia atau tidak, walaupun tanpa harta namun kami punya cinta,.
Dan beberapa tahun sejak awal menikah kami jatuh bangun dalam bekerja maupun berbisnis, hingga pada saat kami benar-benar terpuruk kami dibantu oleh tuan Dirga Dewantara, kami di didik untuk menjadi pengusaha, diberikan modal secara cuma-cuma hingga kini jadilah Anantara group milik keluarga kita,.
Jadi nenek sangat yakin kalian akan menemukan kebahagiaan dan kemakmuran sebagaimana nenek dan kakekmu dulu" Ucap nenek Ratna lagi sembari memegang erat tangan Melanie.
Melanie merasa sangat bahagia karena mendapatkan dukungan dari Neneknya, sedangkan disisi Arka dia sangat bangga terhadap Kakeknya yang ternyata sudah berjasa besar terhadap keluarga Melanie.
Namun raut muka Natasha masih belum berubah dia masih tidak terima dengan keputusan suami dan kedua mertuanya yang menyetujui begitu saja rencana pernikahan ini.
"Baik jika ayah dan ibu mertua sudah menyetujui aku yang hanya menantu bisa berbuat apalagi, kelak jika Melanie tidak bahagia karena telah menikahi pria miskin maka segera urus perceraiannya" Ucap Natasha kemudian.
"Terimakasih Tante sudah menyetujui kami, saya akan berusaha membahagiakan Melanie semampu saya" Ucap Arka bahagia.
"Ini terpaksa" Jawab ketus Natasha.
Jerry Wilson yang melihat situasi sudah sedikit mencair pun kini menepuk tangannya sekali dan berkata: "sepertinya sudah tidak ada perkara lagi, jadi bagaimana rencana selanjutnya dari keluargamu nak Arka?
Arka tertegun sejenak mengingat-ingat hari yang sudah ditentukan kakeknya dan orang tua angkatnya yang akan tiba esok hari, "Untuk acara lamaran dari pihak keluarga saya akan dilaksanakan 3 hari lagi, rencananya orang tua saya akan datang besok dari kalimantan, jadi saya rasa tidak ada hambatan lagi untuk acara lamarannya.
"Baiklah, kalau begitu sudah ditentukan 3 hari mendatang acara lamaran keluarga kita akan dilaksanakan, sekarang mari kita nikmati makan malam ini" Ucap Jerry Wilson sembari mempersilahkan.
Mereka mulai menyantap hidangan yang ada di atas meja, Arka yang merasa bahagia dan sangat lapar juga mulai menyantap makanannya dengan lahap, dan kemudian tak berselang lama makan malam pun berakhir, setelah beberapa saat mereka semua saling bertukar cerita Arka undur diri untuk pulang.
Saat ini Arka sudah sampai di Coastal Diamond Villa miliknya, setelah selesai mandi lalu Arka merebahkan tubuhnya di ranjang sembari memainkan ponselnya, tiba-tiba nama Paman Diki terlihat dilayar ponselnya melakukan panggilan.
__ADS_1
"Hallo Paman, kenapa menelfon malam-malam? Tanya Arka seraya melihat ke arah jam dindingnya yang saat ini menunjukkan pukul 11 malam.
" Maaf mengganggu waktu istirahatmu Tuan Muda, ini mengenai perintah Anda untuk mendirikan perusahaan penyedia keamanan, Diki menjelaskan maksudnya menelfon.
"Oh iya, gimana paman apa ada kendala?
"Tidak ada kendala apapun dan malahan sudah siap 100%, jadi untuk operasional segera bisa dilaksanakan hanya perlu merekrut karyawan.
"Paman memang bisa aku andalkan, aku akan urus sisanya bersama Dion dan terimakasih sekali lagi paman.
"Baik Tuan Muda sudah kewajiban saya melaksanakan perintah tuan muda.
Obrolan keduanya pun berakhir dan Arka sudah tidak sabar untuk memberikan kejutan ke Dion sahabatnya, Arka lalu memutuskan untuk segera tidur karena esok hari dia harus menjemput kedua orang tua angkatnya dan Dion di bandara.
Keesokan harinya tepat jam 11 pagi di bandara Soekarno-hatta pesawat yang ditumpangi Dion bersama kedua orang tua angkat Arka yaitu Dambung Ekot dan Hanyam telah mendarat dengan selamat, Arka sudah menunggu di ruang penjemputan bersama 2 orang pengawal dan sesaat kemudian terlihat dari kerumunan Dion dan kedua orang tua angkatnya berjalan mendekat, Dambung Ekot dan Hanyam menjadi perhatian publik karena berpakaian ala suku Kalimantan dan terlebih lagi karena raut wajah sangar Dambung Ekot, meskipun sudah berumur namun masih terlihat jelas jejak keganasan dalam dirinya.
Arka segera menyambut kedua orang tua angkatnya lalu mencium punggung tangan mereka kemudian memeluk keduanya dengan erat, "Bapak, Ibu aku rindu kalian, bagaimana perjalanan kalian?
"Arka anakku, perjalanan kami tidak ada hambatan, nak Dion sudah mengurusnya dengan sangat baik dan kami juga merindukanmu nak, sejak kamu pergi merantau ibumu ini selalu saja melamun karena merasa kesepian, ucap Dambung Ekot seraya membalas pelukan Arka.
"Iya nak, kami sangat merindukanmu dan kedatangan nak Dion yang memberitahukan tentang rencana pernikahanmu membuat kami begitu bahagia, ucap Hanyam yang kini sudah meneteskan air mata kebahagiaan.
"Nak Dion sudah menceritakan semuanya kepada kami, Bapak turut bahagia karena kamu sudah bertemu dengan kakekmu, berbaktilah kepada kakekmu, ucap Dambung Ekot lagi.
Arka melirik Dion dan lalu juga memeluknya, "bang Dion memang bisa diandalkan.
__ADS_1
"Jangan sungkan kawan, ini belum seberapa untuk membalas kebaikanmu, ucap Dion dan dibalas anggukan kepala oleh Arka.
"Aku pasti akan berbakti kepada kakek sama seperti aku berbakti kepada kalian, Oh ya mari kita berangkat ketempat tinggalku karena kakek sudah menunggu disana, dia pasti juga akan sangat bahagia bertemu Bapak dan IbuI, ucap Arka lagi.
"Tolong bawakan barang-barang mereka, Arka memerintahkan kedua pengawalnya untuk membantu membawakan barang-barang yang lumayan banyak itu.
Sebuah mobil Toyota Alphard keluaran terbaru segera mereka naiki lalu melaju meninggalkan bandara dan kedua pengawal mengikuti dengan mobil Toyota Inova Reborn dibelakangnya, di dalam perjalanan Dambung Ekot dan Hanyam terkagum-kagum melihat kemewahan kendaraan yang mereka tumpangi dan juga tiada henti melihat kanan-kiri dimana gedung-gedung menjulang tinggi menunjukkan betapa Jakarta memanglah kota metropolitan, pekikan tawa tak henti-hentinya terdengar dalam obrolan mereka berempat hingga tidak terasa meraka sudah sampai dan memasuki gerbang Coastal Diamond Villa yang merupakan tempat tinggal Arka.
Dari dalam villa Dirga Dewantara berjalan keluar ditemani Sekretaris Diki dan beberapa pengawal untuk menyambut kedatangan kedua orang tua angkat Arka.
Arka yang melihat kakeknya segera turun dari mobil diikuti Dion dan juga kedua orang tua angkatnya, lalu Arka menghampiri Kakeknya lalu menciumi punggung tangan keriputnya.
"Kakek sudah disini? Tanya Arka sumringah.
"Tentu saja kakek sudah disini, untuk menyambut kedua orang yang sudah menyelamatkan hidup penerusku tentu kakek tidak boleh terlambat, ucap Dirga Dewantara dan lalu menyambut dan memeluk Dambung Ekot.
"Selamat datang Tuan dan Nyonya, aku Dirga Dewantara kakek dari Arka, ucapnya memperkenalkan diri.
"Terimakasih untuk sambutannya Tuan, balas Dambung Ekot dengan membalas pelukan Kakek Dirga.
"Terimakasih Tuan, ucap Hanyam juga sembari mengatupkan kedua tangannya dibagian dada.
"Mari silahkan masuk, kalian pasti sangat lelah dan lapar setelah perjalanan jauh, hidangan sudah dipersiapkan jadi kita makan siang dulu, ucap Kakek Dirga mempersilahkan semuanya memasuki Villa.
Maaf ya Guys telat updatenya karena lagi ada acara pernikahan keluarga, jadi agak lumayan sibuk☺
__ADS_1