Pemuda Pedalaman Sang Pewaris

Pemuda Pedalaman Sang Pewaris
Bertemu dengan Dion


__ADS_3

Pagi menjelang dan Arka membuka matanya dengan penuh semangat karena hari ini akan bertemu dengan kakeknya di Green Lotus Restaurant yang berada di kawasan Green Hill yang merupakan milik ARA group yang tentunya juga adalah Arka sebagai pemiliknya,


Arka sudah tidak sabar memberikan kabar bahagia tentang rencana pernikahan dirinya kepada sang kakek, namun sekilas dia teringat dengan telfon dari Dion kemarin malam sesaat dia akan memasuki aula reuni,


Didalam telfon Dion terdengar seperti lagi ada masalah dan Arka memutuskan untuk bertemu dengannya terlebih dulu sebelum pergi ke Green Hill,


Setelah mengirim pesan whatsapp ke Dion untuk menanyakan keberadaannya dan mengatakan ingin bertemu lalu Arka bergegas untuk mandi"


**********


Saat ini Arka sudah memarkirkan mobilnya di Basement apartement tempat tinggal Dion, karena sebelumnya disaat Arka sedang sarapan di villanya, Dion membalas pesan whatsapp dan memberitahu bahwa dia ada di apartement saat ini.


Sesampainya didepan pintu apartemen, Arka memencet bel pintu namun tak kunjung dibuka dari dalam, Arka mencoba lagi beberapa kali dan akhirnya Dion membukakan pintu.


"Hey sobat pagi sekali kamu sudah datang, aku bahkan belum cuci muka, yuk masuk" Ucap Dion sembari mengacak-acak rambutnya yang terlihat masih berantakan, menandakan Dion baru saja bangun dari tidurnya.


"Pagi menjelang siang bang" Sahut Arka seraya berjalan masuk dan melihat jam tangannya lalu kembali berkata" Ini sudah jam 9.30 bang!! Gak biasanya kamu bangun sesiang ini?


"Oh itu" Iya semalem aku gak bisa tidur jadi bangun kesiangan deh!! Jawabnya nyengir namun jelas terlihat diwajahnya menyembunyikan kegelisahan.


"Kamu ada masalah ya bang? Gak biasanya gaya bicaramu kayak gini"! Tanya Arka menyelidik.


"Ah aku gak ada masalah kawan"! Jawab Dion cuek dan fokus mengaduk 2 cangkir kopi hitam,


Nih ngopi dulu! Gak usah nanya macem-macem"!


Namun Arka tidak menghiraukan kopi hitam arabika yang disodorkan ke hadapannya melainkan menepuk bahu Dion ",


Lalu dengan tatapan serius berkata: "Bang disaat aku memulai perjalananku merantau dari kampung hanya kaulah yang selalu ada di sampingku, kau selalu memberiku semangat, mengijinkan aku tinggal disini, membelikanku pakaian, makanan dan banyak lagi"!! Aku belum sempat membalas kebaikanmu bang!!" Jadi jika kau memang masih menganggapku sebagai kawanmu, maka ceritakanlah masalahmu "!! Siapa tau aku bisa membantumu bang,.

__ADS_1


Mendengar kata-kata jujur dari mulut Arka akhirnya Dion mau bercerita setelah menyeruput kopinya.


"Aiihh diceritakanpun kau belum tentu bisa membantuku"! Tapi baiklah


Jadi begini" Aku sudah berpacaran dengan Dewi dan beberapa hari yang lalu aku di ajaknya bertemu keluarganya yang kebetulan hari itu ayahnya Dewi berulang tahun jadi sebagian besar keluarganya hadir di rumahnya,


"Truus truuss,. Kata Arka


"Nah disana itu hampir seluruh keluarganya mencecarku dengan berbagai pertanyaan dari status sosial, kekayaan, dan banyak lagi!! Dan aku sadar itu bukan sekedar pertanyaan tapi lebih ke hinaan buatku,.


"Truusss""?? Tanya Arka serius


"Trus aku jawablah sejujurnya dan Dewi juga membantuku menjawab, dia menyatakan tulus cintanya padaku dan sebaliknya aku pun berterus terang, namun pihak keluarganya menentang hubungan kami hingga dibentak-bentaknya aku dan pihak keluarganya bilang jangan mimpi aku berpacaran dengan anaknya apalagi sampai menikah, kecuali aku jadi pengusaha sukses kata mereka"!!


"Truusss"??


"Bang tetaplah berusaha, aku yakin dengan ketulusan cinta kalian maka segalanya akan terlewati, aku juga yakin abang mampu jadi orang sukses dan buat mereka menyesali kata-kata hinaan yang ditujukan padamu bang"!! Kata Arka ber api-api yang tidak senang melihat sahabatnya direndahkan,.


"Terimakasih kawan, namun itu sangat berat untuk aku lakukan, kau tau kan aku ini hanya bekerja sebagai agen pencari bakat, bahkan gajiku lebih sedikit dibandingkan kamu arka" Gumam Dion seakan ingin menyerah untuk cintanya.


Mendengar ucapan Dion barusan, Arka mendapatkan sebuah ide untuk membantu Dion menjadi sukses, namun saat ini Arka melihat jam tangannya dan janji bertemu kakeknya sudah hampir tiba, jadi dia memutuskan pergi dari apartemen Dion dan berjanji akan bertemu lagi esok hari untuk membicarakan sesuatu.


"Sabar ya bang" Aku harus pergi sekarang karena ada urusan pekerjaan dan besok aku akan menjemputmu pukul delapan pagi, aku akan membawamu ke suatu tempat.


"Emang mau kemana besok? Tanya Dion penasaran,.


"Lihat besok aja bang, mau jadi orang sukses gak? Tanya Arka sembari menaikkan satu alisnya,.


"Iya mau dong, ok deh besok pagi aku tunggu kau disini.

__ADS_1


**********


Setelah meninggalkan apartement, kini tepat jam 12.00 Arka sudah memasuki kawasan Green Hill, masih terlihat sama indah dan ramai seperti saat pertama kali Arka datang bersama Melanie.


Saat ini Arka sudah memasuki Green Lotus restaurant dengan dibantu pihak keamanan yang mengarahkan jalan menuju parkir, terlihat parkir penuh dengan mobil-mobil mewah para pengunjung karena memang sudah waktunya makan siang.


Karena mendapatkan parkir yang lumayan jauh dan terik sinar mentari yang menyengat Arka berjalan menuju ke arah restaurant dengan keringat diwajah dan baju kaosnya juga nampak basah, tepat di pintu masuk berdiri 2 orang penyambut tamu dan 2 orang keamanan.


Baru saja Arka melangkahkan kakinya


"Berhenti!! kamu mau ngapain berjalan kesini? Teriak kedua petugas keamanan tersebut sembari mendekati Arka dan melihat dengan raut wajah jijik karena melihat Arka berpakaian biasa dan sudah nampak basah karena berkeringat.


"Saya ada janji makan siang bersama kakekku di restaurant ini" Arka menjelaskan tanpa merasa bersalah,.


"Makan siang dengan kakekmu? Memangnya restaurant ini milik kakekmu? Kamu tau jika ingin makan disini harus berpakaian formal"!! Bentak pihak keamanan dengan garang.


"Lah kakekku Dirga Dewantara memanglah pemilik restaurant ini, dan apa iya tidak boleh berpakaian begini? Sahut Arka sembari melihat dirinya sendiri dengan maksud menunjukkan pakaian yang dia kenakan.


"Kau bilang Tuan besar kakekmu? Kalau begitu kami berempat juga cucunya"!! Dan dari pakaianmu sudah terlihat palingan kau ini hanya ingin mencari pekerjaan atau mengemis kan?


Ha ha haa,.. Gelak tawa kedua petugas keamanan serta pelayan penyambut tamu karna mendengar kata-kata Arka.


"Jangan menilai orang hanya dari penampilannya saja! Itu tidaklah baik karena apa yang anda lihat belum tentu sesuai dengan kenyataannya" Ucap Arka kali ini dengan tatapan dingin"


"Heiii,... Apa kau sedang belajar berkotbah? Dan kami akan menyesalinya dikemudian hari?


Hujatan kembali dilontarkan kepada Arka yang tengah merogoh sakunya dan mengirimkan sebuah pesan"


Paman aku sudah di restaurant, bisa tolong kedepan dan bantu aku masuk!!!

__ADS_1


__ADS_2