Pemuda Pedalaman Sang Pewaris

Pemuda Pedalaman Sang Pewaris
Mandau terbang


__ADS_3

Saat ini tepat jam 7 malam Arka beserta Putra dan Aldo sudah sampai di kediaman keluarga Dewantara, di dalam rumah didapati kakeknya sedang minum teh herbal sembari melukis sesuatu.


"Kakek aku pulang" Ucap Arka lalu mencium punggung tangan kakeknya.


"Kenapa lama sekali?, kakek kan kesepian dirumah sendiri!" Gerutu kakek Dirga seperti anak kecil.


"Iya kek, tadi aku sempat ke BISMA group dulu membahas rencana yang pernah aku bicarakan sama kakek"


"Jadi bagaimana?, apa Dion yang kamu minta terjun kelapangan?"


"Iya kek, berhubung bang Dion asli Kalimantan, pasti segala sesuatunya akan lebih mudah"


"Baguslah, trus mereka berdua ini siapa?" Tanya kakek Dirga dengan mengernyitkan dahinya.


"Oh ya lupa, ini Putra dan Aldo kek, mereka yang akan mendampingiku selama beraktifitas diluar, ini saran dari bang Dion" Balas Arka, lalu kemudian Putra dan Aldo memberi salam kepada kakek Dirga.


"Baguslah kalau begitu, cucuku ini memang harus dijamin keamanannya"


Setelah berbicara demikian kakek Dirga mengajak Arka untuk makan malam, tidak lupa Putra dan Aldo juga diikut sertakan, dia paham watak cucunya jadi dia tidak ragu untuk mengajak pengawal cucunya tersebut makan bersama.


***


Keesokan paginya setelah sarapan Arka pamit kepada kakeknya untuk menjenguk orang tua angkatnya dan kebetulan Melanie juga akan pergi ke Coastal diamond villa.


"Kek aku ijin pergi ya, kakek baik-baik di rumah, kalau ada apa-apa telfon saja aku!"


"Iya hati-hati dijalan, kamu pergi dengan Putra dan Aldo?" Tanya kakeknya yang kebetulan melihat Putra dan Aldo baru saja tiba di kediaman tersebut.


"Iya kek, mereka akan ikut denganku" Jawab Arka kemudian.


Setelah berpamitan, Arka segera berangkat ditemani Putra dan Aldo dengan menggunakan mobil Reborn hitam.


Awalnya perjalanan dirasa aman dan lancar, namun Putra menyadari bahwa ada sebuah mobil Fortuner hitam mengikuti dari belakang.

__ADS_1


"Tuan muda, sepertinya kita ada yang mengikuti" Ucap Putra sembari memberi isyarat ke arah kaca spion mobil.


"Lajukan mobilnya seperti biasa, jika kita sudah sampai di Grand Marina, aku rasa mereka akan mundur ketika melihat banyaknya petugas keamanan yang berjaga" Ucap Arka yakin, karena di Grand Marina dimana Coastal Diamond Villa berlokasi terdapat puluhan petugas keamanan yang selalu berjaga.


"Kita sikat saja disini bos" Ucap Aldo sembari mengemudikan mobilnya pelan.


"Tetap jalan saja do, lebih baik hindari keributan semasih bisa dihindari" Jawab Arka sembari menepuk pundak Aldo.


"Okelah bos, apa kata bos sajalah"


Kemudian Aldo kembali menancap gas supaya bisa cepat sampai di kawasan Grand Marina.


Begitu memasuki kawasan Grand Marina ternyata mobil yang sedari tadi mengikuti malah semakin mendekat, Arka mengerutkan kening melihat situasi ini.


"Bersiap untuk party do" Ucap Putra menyeringai.


Baru saja akan memasuki villa, mobil yang mengikuti tadi sudah menghadang mereka, putra dan aldo dengan cepat akan keluar dari mobil, sebelum keluar Arka mengingatkan mereka untuk berhati-hati.


Dari dalam mobil Fortuner terlihat keluar tiga orang pria, satu berbadan cungkring dan dua lainnya berbadan kekar.


"Leon, Tiger, Cobra?, rupanya ada bos besar yang menginginkan nyawa tuan muda" Gumam Aldo pelan, namun terdengar jelas oleh Putra yang berdiri tepat disebelahnya.


"Kau kenal mereka?" Tanya Putra yang sedang merogoh Nunchaku pada pinggang bagian belakangnya.


"Mereka 3 Assassin dari organisasi Dark Shadow, yang berbadan cungkring namanya Cobra dia adalah mantan rekanku ketika aku masih di dunia hitam" Jelas Aldo dengan wajah tegang.


"Berarti mereka ini lumayan hebat ya" Sahut Putra.


"Hati-hati tra, mereka bukan lumayan tapi jauh diatas lumayan" Ucap Aldo mengingatkan.


Baru saja Putra akan maju, tiba-tiba beberapa petugas keamanan Grand Marina berdatangan, melihat yang didalam mobil Innova Reborn adalah Arka, tanpa instruksi mereka mengelilingi ketiga assasin tersebut, jelas mereka tau bahwa ketiga pria tersebut adalah pihak yang perlu diusir.


"Kalian mundurlah" Ucap Aldo khawatir dengan keselamatan para petugas keamanan.

__ADS_1


Namun belum sempat merespon peringatan Aldo, beberapa petugas keamanan itu sudah tergeletak ditanah.


"Sial mereka cepat sekali" Gumam Putra.


"Aldo ya, kami tidak ada urusan denganmu! Minggir jika ingin selamat" Ucap Cobra yang mengenali mantan rekannya.


"Pantang bagiku untuk mundur, dulu kita memang rekan tapi saat ini sepertinya kita ada dipihak yang berbeda" Sahut Aldo lalu mengeluarkan kerambitnya.


Putra tidak lagi menunggu aba-aba, dengan cepat dia menyambar Cobra dengan Nunchaku nya, namun serangan tiba-tiba itu sama sekali tidak membuat Cobra melangkah mundur.


Leon dan Tiger merespon serangan Putra dengan masing-masing mengeluarkan sebilah katana dari dalam mobil dan lalu keduanya menyerang Putra secara bersamaan, terlihat Putra sangat kewalahan hingga terjungkir balik, Aldo yang menyadari itu ingin membantu, namun Cobra menyerang nya dengan katana pendek di kedua tangannya.


Pertarungan yang tidak seimbang itu berlangsung sengit, Putra mengalami luka tebas di bagian kakinya namun tidak parah, jadi dia masih bisa meladeni lawannya.


Disisi lain, petugas keamanan villa tempat tinggal Arka yang melihat kejadian tersebut bukannya membantu malah berlari kembali kedalam villa, Arka yang sempat melihat itu menggelengkan kepalanya.


"Dasar satpam pengecut" Lirihnya, lalu dia cepat keluar dari mobil untuk membantu Putra dan Aldo.


Ketika Arka sudah keluar mobil, Putra dan Aldo tersungkur karena masing-masing terkena tebasan di bagian perut, melihat lawannya terluka, Cobra dengan cepat mengayunkan katana nya ke arah leher Aldo, namun belum sampai mengenai Aldo, Cobra terpental karena terkena tendangan pinalty dari Arka.


"Kapan?, kapan pemuda ini bergerak?" Gumam Leon dan Tiger bersamaan, mereka sama sekali tidak melihat pergerakan Arka sebelumnya.


Aldo dan Putra sama terkejutnya, apalagi Aldo yang sebelumnya terlihat pasrah akan kematiannya.


Tidak ingin tertegun terlalu lama, Leon, Tiger dan Cobra yang melihat target utamanya muncul, dengan cepat mereka melancarkan serangan ke arah Arka.


Arka seperti pendekar kungfu yang ada di film-film menghindari setiap serangan yang ditujukan padanya, namun ketiga assasin tersebut bukanlah orang biasa, mereka tidak terkenal begitu saja kalau bukan karena keahlian bertarung mereka.


Akhirnya satu tebasan katana dari Cobra mengenai bagian dada Arka, baju kaos yang dikenakannya terbelah namun tidak ada darah yang keluar.


Aldo dan Putra yang melihat itu tertegun dan saling pandang antara keduanya, mereka tidak menyangka jika tuan mudanya adalah seorang ahli beladiri ditambah lagi ternyata memiliki ilmu kebal tubuh.


Ketiga assasin yang melihat itupun sama kagetnya, mereka mengeluarkan keringat dingin karena lawannya ini seorang ahli plus kebal.

__ADS_1


Belum hilang rasa kaget ketiga assasin tersebut, tiba-tiba sebuah pedang, bukan!, tepatnya sebuah mandau melesat seperti kilat menyayat leher Tiger hingga dia tersungkur memegangi lehernya.


Lalu mandau tersebut kembali melesat kearah Cobra, dia mencoba menangkis namun tetap saja lehernya tersayat, kini giliran Leon yang menjadi sasaran namun tepat didepan lehernya mandau tersebut berhenti, seakan memberi kesempatan hidup untuknya.


__ADS_2