
"Apaa,... Dari pedalaman dan tidak pernah sekolah secara formal tapi mendapat nilai 100? Teriak Manage Hendra
Para agent, tim penilai dan Manager Hendra sungguh tidak percaya dengan jawabannya
Dan Dion dengan refleks berdiri dan berteriak senang.
Sudahlah itu tidak penting,, lanjut sang manager kemudian
Kita lanjutkan seleksi tahap kedua,..
**********
Selanjutnya adalah seleksi tahap kedua, para peserta di arahkan ke ruangan yang berbeda-beda secara bergantian.
Untuk test insting, dua orang gagal, sehingga menyisakan empat peserta saja.
kedua peserta yang gagal telah melakukan kesalahan yang sama yaitu menembak target yang salah.
Dan empat orang yang lolos diantaranya adalah Arka, Alex, Rangga dan Seto.
Untuk seleksi tahap ke tiga adalah pertarungan satu lawan satu, nama peserta sudah diundi oleh tim penilai, dimana pertarungan pertama mempertemukan Alex dan Rangga, dan yang kedua adalah Arka melawan Seto.
Lalu kemudian semua orang menuju ring tarung yang menyerupai ring UFC.
Tim medis sudah bersiap di sekeliling Ring.
Tanpa menunggu lama Alex dan Rangga naik menuju Ring sembari melakukan pemanasan.
Salah satu tim penilai menjelaskan peraturan pertarungan " tanpa sarung tangan, tanpa pengaman, tanpa juri dan tidak ada sistem ronde, lawan tidak boleh sampai mati, dan yang terakhir berdiri adalah pemenang.
Dengan hitungan mundur dari tim penilai kedua petarung bersiap dengan caranya masing-masing.
Rangga menggeluti karate, taekwondo dan wushu, sedangkan Alex menguasai lebih dari sepuluh cabang beladiri yang berbeda.
Rangga menginisiasi serangan lebih dulu.
Ciiatt,.. Rangga berlari, melompat dan melesatkan tendangan memutar, serangan yang terlihat sangat ganas langsung mengenai pelipis Alex,.
Namun Alex tidak bergeming sembari tersenyum menghina.
__ADS_1
"Tendangan nenekku lebih kuat dari ini, ciihh,. Buang-buang waktu saja, ejeknya
Rangga tentu saja tidak percaya dengan ketahanan Alex, baru kali ini ada yang masih berdiri terkena tendangan telaknya.
Rangga menjadi semakin termotivasi lalu bersiap dengan serangan kedua yang mematikan, dengan kombinasi pukulan dan tendangan dia terus menghujam Alex.
Alex terlihat masih tersenyum sembari menangkis semua serangan tanpa membalas sekalipun.
Namun sejurus kemudian,.. "Kini giliranku bocah, Alex berteriak, dan lalu,..
Alex menendang dengan kaki kiri kearah perut, namun dengan kecepatan yang tinggi berubah arah dan menyasar ke rahang, Rangga yang terlampau terlambat menangkisnya terkena telak di rahangnya, dan alhasil Rangga kehilangan kesadaran dengan posisi tengkurap jatuh diatas kanvas! PINGSAN...
Lucas yang melihat itu berteriak bangga, "Bagus Lex,.. Dengan mencibir dia melihat ke arah Dion dan Arka.
"Alex pemenangnya, seru tim penilai,..
Tidak lama berselang, Seto pun naik ke atas Ring dan langsung menarikan pencak silatnya, Seto adalah seorang master silat dan juga menguasai puluhan beladiri berbeda, dan dia terlihat sangat percaya diri.
Dion melirik Arka sembari menganggukkan kepala,.
"Arka kini giliranmu" Semangat!! Dion mencoba memotivasi dan juga sedikit gugup, karena Dion terlalu ceroboh tanpa melakukan test beladiri dengan Arka saat pertama kali bertemu, jadi sebenarnya dia agak sedikit ragu dengan kemampuan beladiri Arka.
Arka masih berusaha mempelajari gaya bertarung lawannya, karena dia benar-benar belum pernah melihat gaya bertarung pencak silat, karate, taekwondo dan yang lainnya, menurutnya itu sangat menarik.
Hampir 2 menit pertarungan, Arka masih terus menghindar dan sesekali balik menyerang namun dia hanya menggunakan 10% kekuatannya.
Lucas dan Alex yang menyaksikan itu tersenyum puas, "jika melihat pertarungan ini, mereka sama sekali bukan tandinganmu Lex, seru Lucas! Alex hanya tersenyum merendahkan.
Arka sudah merasa cukup mempelajari lawannya, karena jenis beladiri yang dikuasai Arka adalah beladiri 7tarian, beladiri warisan leluhur dipulau randayan, dimana semua serangan hanya tertuju ke objek vital lawan.
Seto sudah terlihat kelelahan lalu kembali menyerang dengan tendangan kaki kanannya ke arah rusuk Arka secepat kilat, Arka menepis dan lalu men chop leher Seto, menghujam telak disebelah tenggorokan Seto, sehingga membuat Seto memegang lehernya dan matanya melotot seakan nafasnya akan berhenti.
Sembari berlutut Seto berpikir, bahwa lawannya ini sengaja tidak mengenai tenggorokan, jika itu terjadi saat ini Seto pasti sudah muntah darah dan segera mati, Seto tau persis serangan secepat kilat dan mematikan itu, lalu dia mengangkat tangan dan menyerah mengakui kekalahannya,..
"Sialan anak ini masih muda tapi kemampuan membunuhnya sangat tinggi, aku yakin asal-usulnya tidak biasa, gumamnya dalam hati.
Dion sangat senang dengan kemenangan Arka, dia menghampiri Arka dan memberikan air minum.
Setelah 10 menit beristirahat, pertarungan selanjutnya antara Arka melawan Alex.
__ADS_1
"Baiklah untuk selanjutnya Alex melawan Arka, ucap tim penilai.
Alex sudah naik ke atas Ring dengan ekspresi yang jumawa,.
"Baiklah bocah, akan kubuat kau tidak sadarkan diri hanya dengan satu jurus, ucapnya dengan sombong.
Beberapa saat kemudian Arka menaiki Ring pertarungan, dan mereka bersiap bertarung.
Tanpa basa-basi, Alex segera menerjang dengan tendangan memutar, namun Arka berhasil menghindar seraya melepaskan pukulan secepat bayangan dan keras ke arah tulang rusuk Alex.
"Aarrrggghhhh,... Alex berteriak keras
Pukulan masuk sangat telak, hingga terdengar suara retakan tulang.
Alex terjatuh dan meringkuk di atas kanvas sembari memegangi bagian atas pinggangnya.
Tim penilai naik ke atas ring sembari melambaikan tangan yang menandakan sudah dihentikannya pertarungan
"Pemenangnya adalah Arka" teriak tim penilai dan lalu mengisyaratkan tim medis untuk segera mengambil tindakan cepat memberi pertolongan.
Dengan berakhirnya pertarungan Arka melawan Alex, dipastikan Arka lolos seleksi dalam perekrutan pengawal.
Dion kegirangan sembari mengangkat Arka berkeliling Ring, sedangkan disisi lain Lucas terlihat memendam perasaan marah dan kecewa yang tinggi.
Setelah dipastikan Arka lolos seleksi, dia akan mulai bekerja menjadi pengawal 3 hari berikutnya, pertama-tama menandatangani kontrak kerja dan penerimaan beberapa pasang seragam.
"Arka, kamu punya waktu 2 hari untuk bersantai dan mungkin jalan-jalan sembari mempelajari situasi kota Jakarta ini, ucap Dion.
"Iya bang, aku memang berencana pergi berkeliling bang, namun masih bingung mau kemana secara di jakarta ini yang aku kenal cuman kamu bang" keluh Arka
"Jika kamu mau jalan-jalan aku sarankan pesan ojek online atau taksi online, itu akan sangat membantumu " ucap Dion menyarankan.
"Baiklah bang, terimakasih lagi sarannya" ucap Arka kepada Dion.
"Untuk hari ini sudah selesai dan kamu sangat luar biasa, karena itu ayo kita pulang dan aku akan mentraktirmu makan di golden restauran untuk merayakan keberhasilanmu!, sekalian perkenalan tempat untukmu" ucap Dion bahagia.
"Wah enak nih ditraktir bang Dion, he hee
***********
__ADS_1
Terimakasih semoga terhibur Guys, maaf baru belajar menulis harap maklum jika ada kesalahan penulisan