Pemuda Pedalaman Sang Pewaris

Pemuda Pedalaman Sang Pewaris
Bertemu keluarga Melanie


__ADS_3

Setelah semua terselesaikan, Arka memanggil Dion untuk mengikutinya kedalam villa lalu menyerahkan kunci serta surat kepemilikan villa,


Dion yang terkejut dan penuh pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi, dia mendesak Arka untuk menjelaskan semuanya,


Arka mulai menjelaskan semua dari awal keberangkatannya merantau hingga akhirnya memberitahukan siapa sebenarnya dirinya kini dan juga tujuan kedepannya seperti apa.


Dion yang mendengar cerita itu, kini hatinya bercampur aduk, sedih, bahagia, terharu dan sulit digambarkan"


"Aku tidak menyangka ternyata kamu adalah tuan muda keluarga Dewantara, aku turut bahagia karena kamu sudah menemukan keluargamu yang sebenarnya dan juga sangat berterimakasih untuk villa ini, namun aku juga turut berduka atas apa yang telah menimpa kedua orang tuamu!


aku berjanji akan selalu ada untukmu mulai saat ini" Ucap Dion sembari memeluk Arka.


**********


Pagi ini Arka bangun dari tidurnya lebih awal, setelah mandi dan sarapan Arka menghubungi Melanie untuk menanyakan keberadaannya"


"Hallo pagi sayang" Jawab Melanie dari seberang telfon.


"Pagi sayang" Kamu ada kuliah hari ini? Tanya Arka.


"Iya ini aku baru mau berangkat ke kampus, ada apa sayang? Tanya Melanie lagi.


"Ini mengenai permintaan ayahmu, aku bisa bertemu keluargamu malam ini" Jawab Arka


"Benarkah? Kalau begitu datang jam 7 malam kerumahku," Ucap Melanie bahagia.


"Apakah semua anggota keluargamu akan ada disana?


" Nggak sayang, hanya akan ada kakek, nenek, papi dan mami! Gak usah takut sayang! Melanie menyemangati arka.


"Aku bukannya takut sayang, cuman sedikit malu kalau semua keluargamu hadir" Ucap Arka terkekeh.


"Jangan malu-maluin aja sayang" Balas melanie sembari tertawa manja.


"Baiklah sayang, sampai ketemu nanti malam ya, baik-baik kuliahnya" Ucap Arka lalu mengakhiri panggilan telepon nya.


Setelah mengakhiri panggilan teleponnya dengan Melanie, kini Arka menghubungi Sekretaris Diki serta meminta bantuannya untuk mendirikan sebuah perusahaan penyedia keamanan yang mana nantinya akan diserahkan kepemimpinannya kepada Dion, bidang itu Arka pilih mengingat basic dari Dion memang di bidang keamanan.

__ADS_1


"Bagaimana menurutmu paman? Apakah bisa? Tanya Arka melalui ponselnya.


"Itu masalah kecil tuan muda" Perusahaan anda tersebar diseluruh kota di negara ini dan bahkan beberapa ada di luar negeri, jadi menurut saya ini adalah ide yang sangat bagus tuan muda" Jawab Diki dengan sumringah.


"Dan atur supaya tidak menyinggung VBR paman, aku akan merasa tidak enak hati kalau sampai perusahaan yang kita dirikan nanti malah akan menghancurkan bisnis VBR" Imbuh Arka lagi.


"Untuk itu saya sudah punya rencana yang bagus tuan muda, kita bisa bekerja sama dengan VBR jadi tidak akan merugikannya dan lagipula investor terbesar VBR adalah ARA group jadi mereka tidak akan merasa tersaingi" Diki menjelaskan kembali kepada Arka.


"Baiklah paman, kalau begitu segera selesaikan untukku" Pinta Arka.


"Baik tuan muda" Jawab Diki, dan panggilan telepon diakhiri oleh Arka.


Diki segera bergerak cepat dengan menghubungi beberapa orang, bagaimanapun ini adalah perintah pertama dari tuan mudanya, jadi dia tidak ingin mengecewakan Arka.


**********


Disisi lain Dion sudah berada di bandara segera menuju kalimantan, dia terlihat begitu bersemangat untuk menjemput orang tua angkatnya Arka, bagaimanapun Arka sudah memberikannya hadiah berupa sebuah villa yang sangat mewah, jadi kalau hanya diminta untuk menjemput orang tua angkatnya ke kalimantan bukanlah sesuatu yang memberatkan dirinya,


Namun jauh didalam hatinya dia masih merasakan keraguan apakah dia bisa meyakinkan keluarga dari Dewi "


"Ah nanti saja dipikirkan caranya'' gumam Dion yang kini sudah mendengar informasi bahwa pesawat yang akan ditumpanginya sudah bersiap.


***


Natasha ibu dari Melanie bertanya kesal kepada suaminya Jerry Wilson.


"Mami tidak mengerti jalan pikiran papi"!! Kenapa ingin menikahkan putri kita kepada lelaki yang belum jelas asal-usulnya dan juga membatalkan rencana perjodohan dengan Tuan Muda keluarga Bharata?


"Mi sudahlah, ini sudah menjadi keputusan papi dan lagipula Melanie sangat mencintai kekasihnya itu" Jawab Jerry Wilson dengan tegas dan dibalas anggukan kepala oleh Melanie.


"Bener mi, aku sudah merasa nyaman dengan Arka, jadi aku harap mami tidak menghalangi rencana pernikahan kami" Pinta Melanie kepada ibunya.


Natasha yang mendengar jawaban dari suami dan putrinya itu kini wajahnya merah padam menahan kesal didalam hatinya, dan lalu seorang pelayan masuk ke ruang keluarga


"Maaf tuan besar dan nyonya besar, kekasih nona muda sudah berada didepan, apakah bisa saya persilahkan untuk masuk? Tanya sang pelayan kepada tuannya.


"Mas Arka sudah dateng ya? Melanie bangkit dari duduknya lalu berlari ke arah pintu tanpa menunggu jawaban dari ayah dan ibunya.

__ADS_1


Tidak berselang lama melanie kembali berjalan masuk keruang keluarga bersama Arka sembari bergandengan tangan


"Selamat malam om, tante, kakek, nenek" Ucap Arka sembari membungkukkan badannya.


Arka berjalan menghampiri Jerry Wilson dan mencium tangannya yang dibalas senyuman oleh Jerry, lalu Arka menghampiri Natasha juga ingin mencium tangannya, namun tiba-tiba Natasha bangkit dari duduknya


"Apa-apaan kamu ini, ciam cium tangan sembarangan!! Hardik Natasha kepada arka.


"Dan dimana sopan santunmu Mel? Belum resmi menikah sudah bermesraan seperti ini, kamu sudah tidak ingat disini ada mami, papi juga ada kakek dan nenekmu" Hardik Natasha yang mengejutkan semua orang yang ada diruangan tersebut.


"Maaf tante jika saya tidak tau budaya di keluarga ini bahwa mencium tangan tidak diperbolehkan, sekali lagi saya minta maaf karena saya menggunakan budaya keluarga dikampung saya dan juga semua ini bukan salah Melanie" Arka berusaha menjelaskan.


"Heh orang kampung, siapa yang bilang cium tangan tidak diperbolehkan di keluarga ini? Jika yang mencium tangan adalah orang kampung sepertimu tentu aku tidak sudi"!! Kata-kata Natasha begitu menusuk di hati Arka dan juga Melanie.


"Cukup menantu!! Teriak Wibisono kakeknya Melanie.


"Dan kamu Jerry, ajari istrimu ber sopan santun serta memberi ayah dan ibu mertuanya sedikit muka disini, ayah dan ibu tidak pernah mengajarkan untuk merendahkan orang walaupun dari golongan berbeda.


"Iya ayah" mohon maafkan Natasha, dia hanya belum siap dengan rencana pernikahan ini" Jawab Jerry sembari melirik istrinya untuk ikut meminta maaf, namun Natasha membuang muka tidak menghiraukan isyarat yang diberikan oleh suaminya itu dan suasana hening untuk beberapa saat.


"Ehem,.. Nenek Ratna berdehem untuk mencairkan suasana lalu berkata sendu kepada Melanie.


"Cucuku, kamu sudah dewasa dan nenek akan mendukung keputusanmu ini.


"Dan kamu Natasha menantuku, ibu harap kamu bisa menerima keputusan Melanie karena ibu yakin dia sudah mempertimbangkan segala sesuatunya.


Nenek Ratna mengambil nafas lalu kembali melanjutkan


"Dulu ibu dan ayah mertuamu ini adalah pasangan yang miskin ketika awal kami menikah, namun itu bukanlah sebuah ukuran untuk sebuah keluarga yang bahagia, walaupun tanpa harta namun kami punya cinta,.


Dan beberapa tahun sejak awal menikah kami jatuh bangun dalam bekerja maupun berbisnis, hingga pada saat kami benar-benar terpuruk kami dibantu oleh tuan Dirga Dewantara, kami di didik untuk menjadi pengusaha, diberikan modal secara cuma-cuma hingga kini jadilah Anantara group milik keluarga kita,.


Jadi nenek sangat yakin kalian akan menemukan kebahagiaan dan kemakmuran sebagaimana nenek dan kakekmu dulu" Ucap nenek Ratna lagi sembari memegang erat tangan Melanie.


**BERSAMBUNG


Mohon maaf beberapa hari ini tidak sempat update karena lagi tidak enak badan☺

__ADS_1


Tetap didukung ya☺**


__ADS_2