
"Heiii,... Apa kau sedang belajar berkotbah? Dan kami akan menyesalinya dikemudian hari?
Hujatan kembali dilontarkan kepada Arka yang tengah merogoh sakunya dan mengirimkan sebuah pesan, "Paman aku sudah di restaurant, bisa tolong kedepan dan bantu aku masuk!!
**********
Mendengar kembali cibiran dari kedua petugas keamanan tersebut Arka hanya diam berusaha sabar, itu memanglah sifatnya yang sangat penyabar dan sebisa mungkin Menghindari perselisihan.
Tak berselang lama seorang pria paruh baya terlihat mendekat dengan tergopoh-gopoh
"Tuan muda" Maaf saya tidak menyambut tuan muda" Diki meminta maaf sembari membungkukkan badan menghadap Arka, lalu kembali berkata, "Kenapa tadi tuan muda mengatakan tidak bisa masuk? Tanya Diki seraya melirik curiga ke arah petugas keamanan.
"Tuan muda?? Kedua petugas keamanan yang tadinya menghina Arka kini tertegun dan keringat dingin sudah mulai keluar didahi mereka, matilah kita bisik mereka berdua lalu dengan cepat mereka kompak berlutut.
"Ma maafkan kami yang bodoh ini tuan muda, kami benar-benar bodoh sehingga tidak mengenali tuan muda" Gerutu kedua petugas keamanan sembari menampar pipi mereka sendiri.
Begitupun kedua pelayan penyambut tamu yang disebelahnya" Untung kita tadi tidak ikut-ikutan merendahkan dia" Bisik mereka berdua dan hanya menundukkan kepala.
Arka yang melihat tindakan mereka tidak menghiraukannya lalu menepuk pundak Diki,
"Hhmm tidak apa paman Diki dan lupakan saja" ohya Kakek sudah didalam? Tanya Arka sembari melangkahkan kaki mendekati sekretaris Diki dan kini petugas keamanan tadi hanya bisa menundukkan kepalanya dan semakin merasa hancur, mereka yakin pasti habis sudah kali ini.
"Sudah tuan muda, mari kita masuk kedalam" Diki mempersilahkan Arka untuk masuk.
Arka melangkah didepan Diki, namun dia menghentikan langkahnya lalu berkata:"
Oh ya paman, nanti setelah selesai makan siang, tolong kumpulkan dan briefing semua pegawai di restaurant ini tak terkecuali managernya! Saya tidak mau lagi melihat ada pegawai yang dengan seenaknya menilai sesuatu hanya dari tampilannya saja" Ucap Arka sembari melirik ke arah kedua petugas keamanan tersebut.
Diki mengganggukkan kepala seraya melirik kedua petugas keamanan dengan penuh kemarahan lalu dengan nada setengah membentak:
Kalian dengar itu? Sungguh membuat malu!!
Lalu Arka melanjutkan ucapannya",
"Dan untuk kalian berdua mulai besok renungkan perilaku dan karakter kalian, jika sudah menyadari kelemahan kalian maka kembalilah kesini dan temui manager lalu mulai dari awal, aku yakin kalian dapat berubah"!! Ucap Arka dengan tatapan dingin ke arah kedua petugas keamanan yang sudah tidak berani mengangkat kepala masih dalam posisi berlutut seraya berkata:"
"Terimakasih tuan muda, sudah berbaik hati memaafkan kami!! Dan kami berjanji atas nama Tuhan kami akan berubah menjadi lebih baik dan akan selalu setia kepada tuan dan perusahaan.
Arka mengangguk puas dengan kata-kata mereka"
__ADS_1
Enak juga ya jadi bos" Gumamnya dalam hati.
**********
Arka kembali melanjutkan langkahnya diikuti Sekretaris Diki dan dibarengin dengan tatapan kagum karyawan dan juga pengunjung yang kini mengetahui tuan muda keluarga Dewantara begitu gagah, tampat dan berhati baik.
Bagi Arka semua orang yang melakukan kesalahan patut untuk diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dan itulah prinsipnya yang selalu ia pegang teguh"
Sesampainya Arka dan Diki di ruangan VVIP Green lotus restauran, Dirga Dewantara terlihat sedang membaca majalah bisnis yang ada ditangannya, ruangan yang terlihat sangat luas untuk ukuran ruang makan pribadi, terdapat kolam ikan hias dengan dengan air mancur yang membuat suasana ruangan menjadi adem.
"Kakek" Maaf aku terlambat karena sedikit macet, ucap Arka pelan.
"Hey cucuku sudah disini, tidak apa kakek juga sangat menikmati waktu disini jadi tidak akan bosan, Mari duduk disebelah kakek"! Pinta kakeknya.
Arka segera menghampiri kakeknya dan mencium punggung tangan kakeknya yang sudah keriput lalu duduk disebelahnya.
"Bagaimana keadaan kakek? Tanya Arka sembari memegang tangan kakek Dirga dengan kedua tangannya.
"Hhmm kakek baik, sehat seperti biasanya" Jawab kakek Dirga yang kini membalas dengan tepukan tangan dibahu Arka.
Saat ini para pelayan mulai memasuki ruangan VVIP tersebut dan menghidangkan begitu banyak makanan dan minuman mewah, terlihat lebih mewah daripada hidangan di Garden View Restauran.
"Wah banyak sekali hidangannya" Ini untuk makan kita berdua saja kek? Tanya Arka mengerutkan dahinya.
"Ini terlalu banyak kek, menurutku sebaiknya paman Diki kita ajak makan bersama ini kan sudah saatnya makan siang" Bisik Arka di telinga kakeknya.
"Iya tentu, itu terserah kamu saja cucuku jika tidak mengganggumu" Jawab kakek Dirga.
Dirasa mendapat lampu hijau dari kakeknya, lalu Arka memanggil Diki yang tengah berdiri disudut ruangan, "Paman sini ikut makan dengan kami! Ini terlalu banyak untuk 2 orang!!
"Dan kalian "!! Arka mengarahkan pandangan kepada beberapa pengawal yang berdiri tegap,.
"Kalian keluarlah dan makanlah juga, untuk tagihan biar aku yang bayar" Perintah Arka kepada semua pengawal diruangan itu.
Diki dan beberapa pengawal yang mendengar itu hanya tertegun lalu melirik ke arah Tuan Dirga, melihat tuan besarnya menganggukkan kepala tanda mempersilahkan, Diki lalu mendekat untuk ikut duduk, sedangkan para pengawal permisi meninggalkan ruangan untuk makan.
"Tuan muda benar-benar baik hati" Gumam para pengawal yang kini sudah meninggalkan ruangan VVIP tersebut.
"Terimakasih tuan muda, terimakasih tuan besar" Ucap Diki sungkan.
__ADS_1
Arka hanya menganggukkan kepalanya dan kakek Dirga hanya tersenyum puas melihat perilaku cucunya yang memiliki karakter kekeluargaan namun tegas, dia semakin yakin ditangan Arka maka keluarga dan perusahaannya akan semakin bersinar.
Setelah 15 menit mereka menyantap hidangan dimeja makan,
Arka mulai mengutarakan maksud pertemuan dengan kakeknya,
Dia menceritakan dari awal pertemuan dengan melanie hingga pertemuan dengan ayah melanie dengan berbalut drama berpacaran dan kini diminta untuk segera menikah, dan Arka juga menjelaskan bahwa identitasnya belum diketahui oleh siapapun termasuk Melanie dan keluarganya.
Kakek Dirga dan Diki yang mendengar itu sontak tertawa terbahak secara bersamaan,
"Jadi kamu kesini untuk meminta restu? Tanya kakek dengan senyuman jahil diwajahnya.
"Iya benar kek" Jawab Arka H2C
Dirga Dewantara menatap tajam ke arah Arka " Lalu berkata:"
"Tidak boleh!!!
"Tidak boleh terlalu lama, pernikahan kalian harus secepatnya karena aku sudah ingin sekali menggendong cicit penerus Dewantara" ucapnya lagi
Arka yang mendengar itu sempat terkejut lemah lalu sontak bangkit dari duduknya dan memeluk kakeknya dengan perasaan yang sangat bahagia.
"Terimakasih kek, kakek memang yang terbaik" Ucapnya sembari melepaskan pelukan lalu mengarahkan kedua jempolnya,.
"Ha haa iya cucuku, jika menurutmu dia adalah wanita yang tepat tentu saja kakek akan sangat mendukung.
Dan kebetulan kakek juga tau persis Jerry Wilson dan Melanie putrinya itu memang sangat cantik dan berhati baik.
"Kamu aturlah lamaran ke rumahnya seminggu lagi, kita berikan mereka kejutan" Ucap kakek Dirga lagi,.
"Iya baik kek, nanti aku minta bantuan paman Diki untuk kelancaran acaranya dan juga aku ingin menjemput kedua orang tua angkatku kek, bagaimanapun aku adalah putra mereka juga,
Kakek Dirga menyetujui rencana Arka untuk mendatangkan kedua orang tua angkatnya, namun dia menyarankan bukan Arka yang pergi menjemput.
Arka pun setuju usulan kakeknya, lalu memutuskan akan meminta bantuan Dion untuk urusan penjemputan"
**BERSAMBUNG,..
Terimakasih untuk yang sudah mensuport ya☺
__ADS_1
Dan Jika ada kritik dan saran, mohon tuliskan di kolom komentar ya, supaya author lebih belajar lagi.
😘😘😘**