
Hari ini adalah hari pernikahan Arka dan Melanie, seluruh keluarga besar Melanie sudah hadir begitupun dari pihak keluarga Arka. Terlihat beberapa kolega bisnis dan tamu undangan keluarga Dewantara juga hadir dengan membawa berbagai hadiah mewah untuk pernikahan penerus Dewantara itu.
Pemuka agama juga sudah bersiap untuk prosesi pernikahan ini. Upacara pernikahan tersebut dilaksanakan dipinggir pantai yang memang merupakan tempat khusus yang di desain pihak hotel untuk acara pernikahan.
Suasana pantai menambah kesan romantis sekaligus kebahagian untuk pasangan pengantin dawn termasuk semua orang sangat menikmatinya.
Prosesi pernikahan berjalan penuh kebahagiaan, deburan ombak laut Nusa Dua seakan menjadi saksi janji suci Arka dan Melanie.
"Para saksi saahh?" Pemuka agama mengedarkan pandangannya.
"Saahhh,.." Teriak semua orang penuh kebahagiaan.
Setelah dinyatakan sah, Arka bergegas mengecup kening Melanie dan terlihat sangat bersemangat hingga kepala Melanie sedikit terdorong kebelakang.
"Pelan-pelan kawan, ntar benjol loh jidat istrimu" Ledek Dion sembari tertawa dan di ikuti oleh semua orang, sehingga suasana menjadi sangat riuh.
"Maklum belum pengalaman" Jawab Melanie terkekeh, namun setelahnya wajahnya terlihat memerah, bisa-bisanya dia keceplosan bicara seperti itu, sangat memalukan pikirnya dalam hati.
"Nanti malam kau harus kasih faham istrimu kawan" Ucap Dion lagi sehingga semua orang kembali tertawa terbahak-bahak.
Arka yang menjadi bahan ledekan hanya bisa tersenyum serta wajahnya memerah karena malu.
Perayaan pesta pernikahan benar-benar meriah, tidak terlihat ada batasan antara bos dan karyawan, di dalam pesta semua bersuka ria tanpa membedakan status, itulah permintaan Arka sebelumnya.
Tepat jam sembilan malam, hampir semua bawahan Dion sudah terlihat mabuk, hanya beberapa petugas keamanan hotel dan ARA group yang masih terjaga.
"Kawan, kau tinggal saja kami disini, semua aman terkendali" Ucap Dion dengan nada bicara yang sedikit belepotan.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan istirahat dulu bang, nikmati waktunya" Jawab Arka kemudian.
Arka yang tadinya juga ikut menenggak beberapa gelas JackD, kini berjalan menuju kamarnya dengan sempoyongan, sesampainya di kamar Arka yang masih berdiri seketika mematung karena melihat Melanie yang hanya mengenakan gaun tidur transparan sedang duduk didepan cermin.
Matanya tidak berkedip melihat pemandangan yang baru pertama kali dia lihat itu, pengaruh alkohol dalam tubuh mendadak hilang begitu saja.
"Mas udah selesai pestanya?" Tanya Melanie sembari membersihkan sisa make up di wajahnya.
"Mas?" Tanya Melanie lagi karena tidak ada jawaban dari Arka.
"Oh itu, pestanya ya?. Masih kok sayang, bang Dion sama yang lainnya masih bersenang-senang" Jawab Arka gugup karena terlalu terpesona dengan keanggunan istrinya hingga membuat dirinya tidak fokus.
Melanie bangun dari duduknya, lalu meraih jas pengantin yang masih dikenakan oleh Arka. "Umphh bau alkohol mas" Ucap Melanie mendekatkan hidungnya pada mulut Arka.
Dalam posisi sedekat itu membuat Arka sangat panas dan tidak tahan lagi, tanpa sadar dia merengkuh pinggang Melanie lalu menariknya hingga tubuh keduanya menempel. Arka semakin menelan saliva ketika dada Melanie dirasakan menempel di dada bidangnya.
"Mass,.. " Melanie mendesah ketika satu kecupan Arka mendarat di bawah telinganya.
"Eemmphh,." Hanya suara itu yang keluar dari mulut Melanie ketika bibir ranumnya dikecup oleh Arka.
Arka masih merangkul pinggang Melanie sembari demi sedikit mulai meraba area feminim Melanie. Tanpa aba-aba lagi kini mereka bercumbu layaknya sepasang suami-istri.
Mereka terpelanting di atas kasur dengan nafas yang tak beraturan, secercah senyum terlihat di mulut keduanya.
"Mas kamu bener-bener tangguh, aku jadi makin sayang sama kamu mas" Bisik Melanie sembari mengelus-elus dada bidang Arka.
"Kamu juga sayang" Lalu mereka kembali berciuman dengan penuh *******.
__ADS_1
Malam pertama mereka lalui dengan beberapa ronde, hingga Melanie mulai kehabisan tenaga, sedangkan disisi lain Arka masih menggebu-gebu, namun ketika melihat istrinya yang sudah teler, dia akhirnya mengurungkan niatnya untuk melakukan ronde tambahan.
*****
Di hari berikutnya, keduanya bangun kesiangan karena terlalu lelah bertempur semalaman, setelah mandi dan berpakaian mereka segera turun ke restoran, di sana semua sudah berkumpul untuk sarapan bersama.
"Ehem, sepertinya semalam pertarungannya seru nih" Celetuk Dion sembari terkekeh.
"Makanya cepetan kawin biar gak nyinyir mulu!" Balas Melanie sembari menjulurkan lidahnya ke arah Dion.
"Iya ya, besok aku kawin" Gerutu Dion kesal.
Setelah sarapan, semua orang pergi untuk untuk mengunjungi beberapa tempat wisata yang terkenal dengan keindahan alamnya, semua sudah di atur dan disiapkan oleh pihak hotel, kunjungan sekaligus acara pernikahan yang dilangsungkan pemilik hotel tentu saja harus dilayani dengan tingkat VVIP.
Semua karyawan yang ikut serta dalam rombongan sangat menikmati waktu bebas mereka, pesta di acara pernikahan bos, menginap gratis di hotel yang sangat mewah. Lalu kini mereka berwisata mengelilingi pulau Bali dan semua itu gratis. Kapan lagi mereka bisa menikmati hal-hal seperti itu, secara diam-diam hampir semua orang merasa bersyukur mempunyai bos seperti Arka, mereka semua bersumpah untuk setia mengabdi kepada tuan muda mereka.
Dua hari setelahnya, Kakek Dirga, sekretaris Diki, Dion beserta semua pengawal dan karyawan telah berkemas untuk kembali ke Jakarta, sedangkan Arka dan Melanie berkemas untuk pergi ke kalimantan bersama Dambung ekot dan Hanyam. Bagaimanapun Arka dibesarkan di pulau Randayan, saat ini ketika dia sudah menikah dia ingin memperlihatkan kepada istrinya tempat dimana dia dibesarkan.
"Berapa lama kamu akan tinggal di Kalimantan?" Tanya kakek Dirga seakan enggan berlama-lama berada jauh dari cucunya itu.
"Mungkin beberapa hari saja kek, aku ke pulau hanya sehari, setelah itu aku akan pergi kelokasi tanah yang akan kita kontrak, bang Dion sudah memberikan informasi detainya padaku" Jawab Arka sembari melirik Dion.
"Iya tuan besar, para pemilik lahan sudah setuju dengan harga yang diinginkan Arka. Dan mereka juga ingin bertemu langsung dengan Arka sebelum tandatangan kontrak nya" Dion menjelaskan.
"Bagaimana dengan keamananmu disana? Apa kamu yakin hanya akan pergi berdua saja?" Tanya Dirga lagi sedikit khawatir.
"Jangan khawatir kek, Dion sudah mengurus semuanya, saat ini sudah Ada 10 orang anggota Bisma di sana, Putra dan Aldo juga akan berangkat kesana setelah bang Dion kembali ke Jakarta" Arka menjawab kekhawatiran kakeknya.
__ADS_1
"Kalau begitu baguslah, kembali begitu urusanmu selesai" Ucap kakek Dirga kemudian.
Hari ini mereka berpisah di bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, satu penerbangan ke Jakarta Dan satu lagi ke Kalimantan. Setelah berpamitan mereka menuju gerbang keberangkatan masing-masing.