
Leon tidak berani bergerak sedikitpun, karena ujung mandau mengarah sangat dekat dengan lehernya.
Putra dan Aldo untuk yang kedua kalinya dibuat tercengang dengan apa yang mereka lihat ini, sedangkan Cobra dan Tiger terlihat sudah pingsan.
Arka mendekati Leon yang sedang tersudut.
"Siapa yang mengirim kalian?"
"Kami hanya menjalankan perintah dari pimpinan" Jawab Leon gemetaran.
"Bawa aku kepada pimpinanmu"
Leon tidak mengeluarkan sepatah katapun saat Arka bilang ingin bertemu pimpinannya.
"Jadi kau tidak mau mempertemukanku dengan pimpinanmu?, aku khawatir mandau ini akan menembus lehermu jika tetap tidak bicara" Ucap Arka berusaha mengintimidasi Leon.
"Sejak bergabung dengan Dark Shadow, baru sekarang aku dibuat bertekut lutut seperti ini, aku salut padamu dan orang yang mengendalikan mandau ini, aku kira mandau terbang hanyalah sebuah dongeng belaka"
"Jadi bagaimana?, kamu akan membawaku bertemu dengan pimpinanmu?" Ucap Arka lagi.
"Iya tentu saja" Ucap Leon dengan raut wajah ketakutan.
Arka lalu mengangkat tangannya untuk memberi isyarat, kemudian mandau yang tadinya mengarah ke leher Leon tiba-tiba mundur melesat masuk ke dalam villa.
Leon melihat mandau itu masuk kedalam villa sembari mengernyitkan dahinya, "siapa sebenarnya yang ada didalam sana" Gumamnya dalam hati.
Tak berselang lama, Dion datang dengan 3 buah mobil yang berisikan anak buahnya di Bisma group.
"Arka, kamu tidak apa-apa?"
Ucap Dion panik ketika melihat darah berceceran di atas paving.
"Aku tidak apa-apa bang, namun Putra dan Aldo terluka, cepat bawa mereka kerumah sakit dan bawa juga sekalian para satpam komplek"
"Kalian cepat bawa Aldo, Putra dan para satpam ke rumah sakit" Ucap Dion memberi perintah.
Beberapa satpam yang tadinya tersungkur, saat ini sudah berdiri mendekat.
__ADS_1
"Kami tidak apa-apa tuan, kami pergi ke klinik Grand marina saja, lagipula kami masih dalam jam kerja" Ucap salah satu satpam kepada Arka.
"Baiklah kalau memang itu kemauan kalian, ini kartu kreditku kalian gunakan untuk pembayaran" Arka lalu memberikan sebuah kartu kreditnya untuk para satpam.
"Tidak perlu tuan, kami dapat tanggungan kesehatan di klinik Grand marina, jadi tidak perlu menyusahkan tuan"
"Baiklah kalau begitu, kalian bisa pergi ke klinik untuk berobat dan saya mengucapkan terimakasih untuk kalian semua atas bantuan yang kalian berikan"
"Sudah menjadi tugas kami mengamankan area Grand marina tuan" Ucap para satpam lalu segera pergi berlalu.
Saat ini situasi sudah tenang, Aldo dan Putra sudah diantar ke rumah sakit, begitupun Cobra dan Tiger mereka juga dibawa kerumah sakit atas perintah Arka, setelah Arka menjelaskan semua kejadiannya kepada Dion, mereka memutuskan segera pergi untuk bertemu dengan pimpinan ketiga assasin tersebut.
"Aku ikut"
Tiba-tiba dari belakang Dambung ekot bersuara meminta ikut serta dan Arka enggan untuk menolak niat ayah angkatnya itu.
Dion yang sudah mendengar cerita kejadian sebelumnya, dimana mandau terbang yang melumpuhkan assasin adalah milik Dambung ekot, kini dia menjadi sangat semangat.
"Kalau paman ikut pergi, aku jadi lebih bersemangat" Ucap Dion mengepalkan tinjunya.
***
"Roger, ternyata kemampuanmu masih seperti dulu" Ucap salah satu temannya.
"Aku tidak ada apa-apanya dibandingkan dirimu bang Drako" Ucap Roger sembari mengeringkan keringatnya dengan handuk.
Disisi lain, Arka dan rombongan sedang dalam perjalanan menuju markas Dark Shadow dimana Roger berada, perjalanan menyusuri jalanan perbukitan dan penuh lika-liku.
"Ayah, kukira ayah tidak membawa mandau ke Jakarta, bagaimana bisa melewati bandara ketika dari kalimantan?" Tanya Arka kepada ayah angkatnya.
"Ayah memang tidak membawanya nak, mandau itu adalah salah satu pusaka leluhur, kesakralannya melebihi pusaka-pusaka yang lainnya, mandau itu sebenarnya masih di pulau namun jika Ayah membutuhkan Ayah bisa menggunakannya dimanapun Ayah berada" Ucapnya menjelaskan.
Dion tercengang mendengarnya, dikiranya mandau terbang yang selama ini didengarnya hanyalah sebuah dongeng, maklum dirinya sedari kecil memang hidup di kota kalimantan bukan di pedalaman.
Leon yang tangannya sedang terikat hanya mencibir, rupanya dia masih meremehkan Arka dan Dambung ekot.
"Kalian belum bertemu dengan Roger dan Drako, jadi masih bisa membual sekarang" Ucapnya sinis.
__ADS_1
"Hey kau, sudah kalah telak masih saja banyak bicara! Untung saja tuan muda dan paman masih berbelas kasihan.
Kalau tidak, saat ini kamu pasti sudah dikubur" Bentak Dion, lalu memukul kepalanya hingga Leon meringis kesakitan.
"Kalian hanya mengandalkan senjata pengecut seperti itu apa hebatnya!" Leon kembali membual.
"Kamu,.. "
"Sudahlah bang, nanti kita selesaikan saja disana!, aku sudah meminta paman Diki untuk mengikuti kita, dia datang bersama polisi, jadi gak perlu bertarung! Biarkan pihak berwajib yang menyelesaikan masalahnya" Ucap Arka menenangkan Dion.
Wajah Dion memerah menahan kesal, jika saja Arka tidak meredamnya mungkin saja saat ini Dion sudah memukuli Leon lagi.
Arka melirik ayah angkatnya dan berkata, "Ayah. Nanti diam saja dimobil, biar aku dan bang Dion yang turun"
"Iya nak. Ayah akan lihat bagaimana situasinya, jika kalian terdesak ayah akan segera bantu"
Arka menganggukkan kepalanya, lalu dia merogoh ponselnya untuk menelfon sekretaris Diki, namun tidak ada jawaban dari Diki.
"Kenapa paman gak angkat telfon ya, oh mungkin dia lagi menyetir" Gumam Arka dalam hatinya.
Setelah beberapa waktu, akhirnya Arka dan rombongan telah sampai di markas Dark Shadow, sebuah gapura besar menjadi pintu masuknya dan penjagaan ditempatkan di semua arah.
Dion membuka jendela mobil dan menyuruh Leon memunculkan kepala supaya tidak dicegat untuk diperiksa, dengan ancaman belati di pinggang Leon mau tidak mau mengikuti kemauan Dion.
Arka yang melihat situasi di dalam markas Dark Shadow merasa sedikit tercengang ketika dia melihat beberapa orang yang dia kenali.
"Bukankah mereka yang menyerang tempo hari" Gumamnya dalam hati.
"Bos, bang Leon sudah kembali" Lapor seseorang kepada Roger yang tengah menyesap cerutu bersama Drako.
"Bagus bagus, ternyata mereka sudah menyelesaikan tugas mereka" Ucap Roger senang.
"Tapi bos, dia datang tanpa bang Cobra dan bang Tiger, melainkan bersama beberapa orang lain yang tidak saya kenal" Jelas orang tadi kemudian.
"Bersama beberapa orang yang tidak kau kenal? Dan tanpa Cobra dan Tiger?" Roger mengerutkan keningnya lalu bangkit dari duduknya untuk melihat sendiri.
Diluar Arka dan rombongan yang baru keluar dari mobil berhasil mengejutkan semua orang, beberapa orang yang pernah mencegat Arka waktu itu tidak menyadari jika orang yang didepan mereka ini adalah target mereka sebelumnya, namun mereka terlihat geram ketika melihat tangan Leon dalam kondisi terikat.
__ADS_1
Roger dan Drako yang baru keluar dari dalam pun terlihat kaget ketika melihat Leon diikat tangannya.