
Pagi ini langit tidak secerah hari kemarin, bahkan rintik hujan membasahi taman Coastal Villa dan suara gerimis hujan membuat tidur Arka semakin dalam pagi ini.
Tok,. Tok,. Tok,.
Pintu kamarnya diketuk beberapa kali hingga membuat Arka terbangun dari tidurnya.
"Uahemm,.. Siapa yang mengetuk pintu sepagi ini," gumamnya.
Lalu Arka melihat jam dinding dan ternyata sudah jam 7 pagi.
"Ah sudah jam 7, kenapa aku bisa bangun kesiangan seperti ini," lirihnya kesal lalu kemudian beranjak dari tempat tidurnya untuk membuka pintu kamar.
"Tumben sekali kamu bangun kesiangan nak"?
Ternyata Hanyam yang mengetuk pintu kamarnya sedari tadi.
"Mungkin karena hujan jadi tidurku begitu nyenyak bu," jawab Arka sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ya sudah kalau begitu cepat mandi sana, Bapak dan ibu tunggu dibawah untuk sarapan, semua sudah disiapkan di atas meja makan" balas Hanyam dengan senyuman lalu pergi meninggalkan Arka.
Ketika sedang mandi Arka teringat bahwa hari ini adalah grand opening BISMA group, Arka segera menyelesaikan mandinya dan bergegas berpakaian lalu turun untuk sarapan bersama kedua orang tuanya.
"Bapak dan ibu ada rencana apa hari ini"? Tanya Arka kepada kedua orang tuanya.
"Hmm Bapak tidak ada rencana keluar, Bapak sangat betah dirumahmu ini, bagaimana denganmu"? Jawab Dambung Ekot dan kemudian bertanya kepada istrinya.
"Ibu juga betah disini nak, semua keperluan sudah ada dan para pelayan juga sangat baik, lagian kalau keluar ibu pusing lihat banyak kendaraan," jawabnya sembari memijat dahinya.
"Emm baiklah jika Bapak dan ibu memang tidak ingin keluar, besok atau lusa kita jalan-jalan bersama, untuk hari ini saya mau ke acara pembukaan perusahaan yang akan dikelola sama Dion," ucap Arka lalu meneguk segelas air putihnya.
"Hati-hati dijalan ya anakku dan sampaikan salam kami kepada nak Dion, suruh dia main kesini jika dia punya waktu luang," Ucap Hanyam dan Dambung Ekot.
__ADS_1
"Iya nanti saya sampaikan ke bang Dion" Ucap Arka lalu bangkit dari duduknya.
Setelah berpamitan, Arka segera pergi dengan mengendarai mobil Audi R8 miliknya, di dalam perjalanan Arka menghubungi Dion untuk memastikan semua persiapannya sudah selesai.
Sesampainya Arka di sebuah gedung tinggi dengan parkiran yang sangat luas, di sebelah pintu masuk bertuliskan BISMA GROUP, sudah banyak pencari berita bersiap dengan kamera mereka masing-masing, sebenarnya acara pembukaan ini tidaklah di publikasikan, namun seperti biasa media memang selalu bisa mencium aroma-aroma berita.
"Hmm rapi sekali, keren juga bang Dion," Gumamnya dalam hati.
Arka kemudian memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang sudah disiapkan, tidak jauh dari parkirnya terlihat beberapa orang berdiri dan di antaranya adalah Dion, lalu Dion segera menghampiri Arka yang baru saja keluar dari mobilnya.
"Pagi kawan, kok sendiri aja? Melanie gak ikut?
Tanya Dion sembari mengedarkan pandangannya mencari sosok Melanie.
"Nggak ikut bang, dia ada kuliah pagi, jadi aku sendiri aja kesini, gimana semua persiapannya sudah selesai?" Balas Arka lalu mengarahkan pandangannya ke beberapa orang yang sedang berkumpul di depan pintu gedung yang sudah ada beberapa ucapan selamat.
"Oh ya sudah, yuk kesana aku perkenalkan dengan beberapa orang yang sudah aku rekrut," Ajak Dion kemudian.
Arka membalas sambutan tersebut dan memberikan senyuman kepada orang-orang yang nampak semuanya berbadan tegap dan tangguh.
"Semua, perkenalkan ini tuan Arka, beliau adalah tuan muda dari keluarga Dewantara dan beliau juga adalah pendiri BISMA GROUP, " Dion memperkenalkan Arka kepada semua orang.
"Selamat pagi tuan muda Arka," Sekali lagi semua orang memberikan hormat.
"Selamat pagi semua, kalian tidak perlu terlalu formal seperti itu, aku disini hanya membantu bang Dion, bang Dion adalah bos nya disini," Ucap Arka lalu menepuk pundak Dion.
"Oh ya apa mereka semua dari kalimantan bang?" Arka kembali berbicara karena ingin tau apa orang-orang yang direkrut Dion semua berasal dari kalimantan atau ada dari daerah lain.
"Sepuluh orang dari Kalimantan, mereka adalah petarung-petarung tangguh dan juga luas dalam wawasan, semuanya adalah teman seperjuanganku di salah satu organisasi suku di Kalimantan," Dion menunjuk kesepuluh orang tersebut.
Lalu Dion kembali berbicara.
__ADS_1
"Dan untuk yang lainnya dari beberapa daerah, mereka adalah tokoh-tokoh beladiri yang aku kenal selama aku di Jakarta," Ini Joko dari Ponorogo, Aldo dari mentawai, Saiful dari Banten, Syar'i dari lombok dan yang terakhir adalah seorang jawara dari Bali namanya Made Putra, dan beberapa orang yang punya kemampuan dalam management keuangan dan promosi."
"Luar biasa bang, aku percaya BISMA GROUP akan tumbuh besar dengan adanya orang-orang kepercayaan yang tangguh seperti mereka ini di sekelilingmu," Ucap Arka bersemangat.
"Itu pasti, apalagi dengan adanya dirimu yang selalu mendukungku," Ucap Dion kemudian.
Sesaat kemudian sekretaris Diki datang dengan mengendarai mobilnya bersama beberapa orang.
"Paman juga datang ya," Ucap Arka ketika Diki sudah berjalan mendekati.
"Selamat pagi tuan muda, selamat pagi Dion, saya kesini untuk mewakili tuan Dirga, awalnya tuan Dirga ingin hadir namun beliau tiba-tiba dikunjungi tuan Toni, jadi batal datang kesini" Diki menjelaskan maksud kedatangannya kali ini.
"Tuan Toni? Maksud paman apakah Toni anak angkat kakek?
Tanya Arka penasaran, karena setau dia hubungan kakeknya dengan Toni kurang begitu bagus, jadi saat ini Arka merasa sedikit khawatir.
"Benar tuan muda, tuan Dirga bilang tidak perlu khawatir karena hanya pembicaraan bisnis, jadi semua akan berjalan baik-baik saja".
Diki sedikit mengatur nafasnya, lalu kembali melanjutkan perkataannya.
"Dan mereka berlima adalah petugas keamanan ARA group, sesuai perintah tuan Dirga mulai hari ini mereka akan bekerja disini sebagai keamanan gedung". Ucap Diki sembari menunjukkan lima orang yang dibawanya tadi.
"Baiklah, jika memang kakek sudah bilang begitu, dan juga terimakasih untuk bantuan petugas keamanan nya," Ucap Arka kemudian.
"Terimakasih tuan Diki," Dion juga kini berkata.
Setelah semua berkumpul, acara pembukaan BISMA group segera dimulai.
Arka dan Dion secara bersama-sama memotong pita merah yang menandakan BISMA group resmi dibuka dan siap menyediakan jasa keamanan untuk perusahan-perusahaan besar di seluruh negara ini.
Para wartawan juga tidak berhenti mengambil gambar terbaik mereka, tentu ini akan menjadi berita penting karena bagaimanapun BISMA group ini secara tidak langsung berada dibawah keluarga Dewantara.
__ADS_1
Setelah acara selesai para wartawan segera meninggalkan lokasi secara bertahap, sedangkan Arka, Dion, Diki dan yang lainnya masuk kedalam gedung untuk menikmati hidangan alakadarnya yang sudah disiapkan oleh catering yang disewa oleh Dion.