Pemuda Pedalaman Sang Pewaris

Pemuda Pedalaman Sang Pewaris
Ajakan Melanie ke Green Hill


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Arka, Dion, Melanie dan Dewi turun ke lantai satu lalu berjalan menuju ke cafe untuk memesan minuman.


Disana mereka berkenalan secara langsung dan mulai mengobrol santai.


Dion menjelaskan panjang lebar, apa yang mereka kerjakan di Jakarta dan tujuan mereka kedepannya, begitu pula sebaliknya Melanie dan Dewi sedikit menjelaskan data diri mereka.


"Oh jadi kamu dari kalimantan? Celetuk Melanie yang sedang menatap Arka dengan mata yang berbinar.


"Iya aku dari kalimantan dan bang Dion juga" Arka menjelaskan.


Dion sedikit merasa tidak percaya diri setelah mengetahui asal-usul Melanie dan Dewi, sadar akan diri mereka yang hanyalah orang kampung yang merantau ke kota Jakarta ini, namun tidak ditutupi perasaan bahagia mereka yang setelah mengetahui asal-usul kedua gadis di depannya yang notabene bukan dari kalangan biasa-biasa tetapi mereka tetap bersahaja.


Dewi yang terlihat menyukai Dion, dengan berani meminta nomer kontak Dion.


"Oh ya Dion, boleh bertukar nomer handphone gak? Celetuk Dewi yang membuat Dion sedikit tercengang tidak percaya.


"Gak boleh ya? Ya sudah jika begitu! Dewi memalingkan wajahnya lalu menyeruput minumannya dengan perasaan kesal.


"E ehh boleh dong" Cepat-cepat Dion memberikan nomernya ponselnya, dan mereka berempat saling bertukar nomer ponsel masing-masing.


Tidak terasa 2 jam sudah berlalu, mereka bercengkrama didalam cafe dengan perasaan penuh kebahagiaan, dan lalu mereka memutuskan untuk pulang ketempat masing-masing, mereka berjalan keparkiran beriringan dan saat itu Arka memberanikan diri untuk izin mengirim pesan whatsapp ke Melanie nanti sesampainya dirumah, dan beruntung sekali bagi Arka karena Melanie mengangguk pelan sembari tersenyum manis.


Sepulang dari Golden Restaurant, Arka maupun Dion lebih memilih masuk kekamar masing-masing, membuka handphone dan mengirim pesan whatsapp ke gadis pujaan mereka dengan perasaan berbunga-bunga.


**********


Pagi ini tepat jam 07.00, Arka terlihat sudah selesai mandi dan mengenakan pakaian casualnya, dia berencana untuk pergi jalan-jalan keliling pertokoan dan sekitarnya, barangkali ada sesuatu yang menarik pikirnya.


Arka keluar dari kamarnya dan menuju kamar Dion yang masih terkunci dari dalam.


Tok


Tok


Tok,..


Dion memunculkan kepalanya di celah pintu sembari mengusap-usap matanya


"Eh tumben pagi sekali kamu sudah rapi kawan? Gumam Dion yang melihat Arka sudah berpakaian rapi.

__ADS_1


"Iya bang, aku mau keluar jalan-jalan menikmati waktu luangku sebelum besok lusa bekerja, jawab Arka menjelaskan.


"Oh begitu, ini bawa saja mobilku! Aku akan berangkat kerja dengan teman sekantorku" Pintar Dion.


"Ah jangan bercanda bang, aku mana bisa menyetir" Sembari Arka menggaruk kepalanya,..


"Eh iya lupa aku, ya sudah kalau begitu naik taksi online saja, dan kawan-kawan kamu atur waktu untuk kursus mengemudi! ucap Dion lagi.


"Iya bang nanti aku pikirkan lagi, Kalau begitu aku pergi duluan ya bang.


"Ok hati-hati dijalan dan jika ada masalah cepat-cepat kamu hubungi aku!


"Iya tentu bang dan terimakasih sebelumnya! jawab Arka sembari melangkahkan kakinya meninggalkan apartement, tujuan pertamanya adalah pertokoan yang tidak jauh dari sana, niatnya hanya untuk melihat-lihat barangkali ada sesuatu yang menarik.


Arka terus saja melangkah sembari melihat kanan kiri, dan sesampainya di satu cafe kecil, dia melihat sosok gadis cantik yang sangat dia kenal, "bukankah itu Melanie" Gumamnya dalam hati"


Tanpa pikir panjang Arka segera menghampiri Melanie yang sedang duduk sembari memainkan ponsel nya.


"Hei pagi Melanie" Sapa Arka dengan senyuman segar di pagi hari.


"Heii,,.. Pagi Arka" Sedang apa kamu disini? jawab Melanie yang sedikit terkejut dengan kehadiran Arka .


"Ayo duduk bareng!! Ajak Melanie seraya dia menunjuk ke arah kursi didepannya.


"Kamu sendiri sedang apa di cafe sepagi ini? Sarapan ya? Tanya Arka asal menebak.


"Hmm nggak, aku cuman minum kopi aja dan aku sebenarnya ada janji bertemu disini sama temen, Tapi barusan dia mengirim pesan kalau dia mendadak mengantarkan ibunya yang lagi sakit ke dokter, So aku sendiri deh disini" Sahut Melanie sembari menatap Arka dengan senyum manisnya.


"Oh begitu" Trus setelah ini kamu mau kemana? Tanya Arka menyelidik.


"Aku mau pergi ke green hill, mau ikut gak kamu Arka?


"Mendengar ajakan dari Melanie, Arka sempat terpaku beberapa detik, lalu dia mengangguk tanda mau lalu berkata:


"Boleh jika itu tidak mengganggu kamu!


"Ha haa ok deh kalau begitu, anter aku ke Green hill ya? Pinta Melanie.


"Ok siap Nona Melanie"

__ADS_1


"Oh ya apa tidak ada yang marah jika kamu pergi kesana sama aku?


Arka ingin bertanya secara tidak langsung, apakah Melanie punya pacar apa tidak,.


"Hhmm mungkin cuman pacar ketigaku aja sih yang bakal marah" Sahut Melanie sambil menatap langit.


"Hah pacar ketiga? Maksudmu kamu punya tiga pacar? Raut wajah Arka terlihat shock ketika menanyakannya, dan itu membuat Melanie tertawa terbahak-bahak.


"Ha ha haa,. Aku cuman bercanda Arka,!!


Aku tidak punya pacar kok, jadi santai saja ok!!


Barangkali kamu mau jadi pacarku!


Wajah Melanie sedikit merona ketika mengatakan itu.


"Ah eh,.. Anu anu jangan buat aku gugup Mel!


"Ha ha haaa,.. Melani kembali tertawa melihat ekspresi Arka yang terlihat salah tingkah,.


"Udah udah,. Kita berangkat ke Green hill sekarang aja yuk!! Pinta Melanie seraya mengangkat bokongnya dari kursi.


"Hhmm ok baiklah, tapi maaf sebelumnya Mel, aku nggak bisa menyetir, gapapa kan?


Melanie yang mendengar itu hanya tersenyum manis, lalu berkata: "Iya gapapa Arka, biar aku saja yang menyetir!


"Kamu itu lelaki yang lugu ya" Batin Melanie


Green Hill adalah tempat kunjungan wisata bagi orang-orang kaya yang mempunyai status tinggi di Jakarta maupun luar Jakarta, dengan pemandangan yang sangat indah dan udaranya juga sejuk yang berada di sebelah barat kota Jakarta.


Di sana tersebar banyak Hotel-hotel besar, salah satu yang terbesar adalah Green Diamond Resort, beberapa restaurant elit, salah satu yang paling elit adalah Green Lotus Restaurant dan juga beberapa club malam yang merupakan tempat main anak-anak orang kaya.


Green Hill pada awal terbentuknya dikembangkan oleh ARA Group dan untuk pengelolaan dipercayakan kepada Anantara Group selaku anak perusahaan dari ARA Group


BERSAMBUNG!!


Mohon dukungannya ya Guys


Bantu like dan komen ya

__ADS_1


Jika ada kritik tolong sampaikan di komen, supaya author lebih belajar lagi


Trimakasih


__ADS_2