Pemuda Pedalaman Sang Pewaris

Pemuda Pedalaman Sang Pewaris
Hadiah Seharga 100 milyar untuk Dion


__ADS_3

"Iya baik kek, nanti aku minta bantuan paman Diki untuk kelancaran acaranya dan juga aku ingin menjemput kedua orang tua angkatku kek, bagaimanapun aku adalah putra mereka juga,


Kakek Dirga menyetujui rencana Arka untuk mendatangkan kedua orang tua angkatnya, namun dia menyarankan bukan Arka yang pergi menjemput.


Arka pun setuju usulan kakeknya, lalu memutuskan akan meminta bantuan Dion untuk urusan penjemputan"


**********


Mentari senja mulai menghilang dari pandangan mata, kini Arka sudah berada di villanya, setelah mandi dan mengganti pakaian dia duduk disofa kamarnya untuk menonton televisi dan secara kebetulan melihat iklan hunian elit yang baru selesai dibangun dan secara kebetulan berlokasi di Grand Marina tempat tinggalnya kini, disiarkan pada iklan bahwa akan ada pelelangan villa tersebut yang terlihat besar dan megah esok hari


Beberapa hari yang lalu dia berencana menghadiahkan sebuah mobil kepada Dion, namun ketika dia melihat iklan tersebut dan juga kebetulan dia ingin membantu menaikkan status finansial Dion dimata keluarga Dewi jadi dia terpikirkan untuk merubah hadiah untuk Dion


"Sepertinya menghadiahkan villa itu untuk Dion bukanlah hal yang terlalu berlebihan" Gumamnya pelan.


Arka memutuskan langkah awal untuk membantu Dion adalah dengan memberikannya tempat tinggal lalu mensuport nya untuk membangun usaha.


Drrtt drrtt,.. Ponsel Dion bergetar tanda ada pesan whatsapp masuk


"Bang bisa besok pagi kita ketemu di Grand Marina? Tepatnya di Cafe Del Mar, nanti aku share lokasinya"


Dion membalas pesan whatsapp Arka:


"Ok bisa bung, aku kebetulan ambil cuti jadi see u 2morrow di Cafe Del Mar"


"Siap bang, jam 8.30 sudah di Cafe ya"! Balas Arka lagi.


" Ok siap" Balas Dion singkat.


**********


Hari ini Arka akan bertemu di Cafe Delmar untuk sarapan dan kemudian akan pergi ke acara pelelangan villa, jadi setelah rapi Arka segera berangkat tanpa sarapan di villa, dia hanya meneguk segelas air hangat sebelum berangkat


Sesampainya Arka di Cafe Del Mar, terlihat Dion sudah menunggu di salah satu meja sedang melamun ditemani secangkir kopi hitam kesukaannya


"Hhm tepat waktu sekali dia" Gumam Arka ketika melihat Dion sudah nongkrong di dalam Cafe.


"Wah udah ngopi aja nih" Gumam Arka dan berhasil membuyarkan lamunan Dion.


"Eh kamu sudah datang, kok aku gak liat ya " Sahut Dion sembari tersenyum malu karena kepergok sedang melamun.


"Iyalah abang gak liat, abang lagi asik melamun " Sahut Arka cekikikan.


"Kita sarapan dulu ya bang, aku laper nih"


"Boleh, aku juga kebetulan dah laper" Balas Dion.


Arka mengangkat tangannya untuk memanggil salah satu pelayan wanita di Cafe itu.


"Selamat pagi tuan-tuan, mau pesan apa? Tanya si pelayan sembari menyodorkan 2 buah buku menu.


"Mau makan apa bang? Tanya Arka ke Dion.


"Samain sajalah sama kamu" Jawab Dion tanpa membuka menunya,


Terlihat sekali Dion sedang memusingkan sesuatu, karena biasanya setiap makan bersama selalu Dion lah yang memesankan makanan untuk Arka.


Arka yang menyadari itu hanya meng iyakan saja lalu mulai memesan,


"Baiklah mbak saya pesan:"


2 porsi Egg Bennedict


2 porsi Pancake Pisang


2 porsi Fish and Chips


Dan untuk minumnya:"


2 Jus Buah


"Ada lagi tuan"? Tanya si pelayan.

__ADS_1


"Hhmm rasanya cukup mbak, trimakasih


"Baik saya repeat ordernya tuan, ucap pelayan dan lalu membacakan lagi pesanan dari Arka.


"Ok mantap mbak" Sahut Arka sembari memberikan senyuman manisnya.


"Baik mohon ditunggu pesanannya tuan-tuan" Kata si pelayan yang kini wajahnya memerah karena senyuman manis Arka.


"Sempat-sempatnya kamu bikin baper anak orang sepagi ini" Gumam Dion seraya ketawa terkekeh,.


"Biar gak tegang bang" Sindir Arka kepada Dion.


"Oh ya" Emang kamu mau bicara apa ngajakin aku ketemu disini Arka? Tanya Dion mengerutkan dahinya.


Arka membenarkan posisi duduknya, lalu berkata:


"Hhmm begini bang, dekat-dekat ini aku akan menikah dengan Melanie dan aku mau minta bantuanmu untuk menjemput kedua orang tuaku di Kalimantan untuk di bawa kesini, Soalnya aku ada tugas penting dari bos gimana kira-kira abang bisa? ", Tanya Arka penuh harap.


Setelah mendengarkan kata-kata Arka, Dion terlihat turut bahagia.


"Wah kamu udah mau nikah ya? Selamat ya kawan, ternyata kamu sangat beruntung di kota ini, dan tentu aku akan membantumu, berhubung aku sedang cuti selama sebulan dan awalnya aku memang ada rencana untuk pulang kampung, jadi bisa sekalian aku jemput orang tuamu"! Sahut Dion menggebu-gebu.


"Terimakasih banyak bang, kamu memang sahabat terbaik!! Sebagai rasa terimakasih ku untuk sarapan kali ini aku yang traktir, dan juga biaya transportasi Jakarta-Kalimantan aku yang tanggung, abang tenang saja" Ucap syukur Arka kepada Dion.


Arka dan Dion telah selesai sarapan, kini mereka sudah sampai di tempat pelelangan, terlihat puluhan orang sudah duduk rapi di dalam aula, dilihat dari cara mereka berpakaian tentunya semua yang hadir disini adalah orang-orang kaya, hanya Arka dan Dion yang terlihat mengenakan baju biasa


"Ngapain kita kesini? Tanya Dion yang sedikit bingung kenapa Arka membawanya ketempat pelelangan.


"Cuman cuci mata aja bang, udah mari kita cari tempat duduk aja" Pinta Arka.


Akhirnya mereka melihat tempat duduk di bagian belakang, lalu mereka bergegas menuju kursi dan sebuah meja kecil didepannya tersebut dan didepannya terdapat monitor kecil bernomor 21


Sesaat kemudian seorang pembawa acara menaiki panggung dan mulai berbicara


"Selamat pagi Tuan dan Nyonya, selamat datang dalam acara pelelangan satu buah Villa yang baru saja selesai kita bangun, untuk lebih jelasnya mari kita saksikan bersama sebuah video penjelasan berikut.


Dan sebuah monitor dibelakang panggung mulai menampilkan video detail villa yang akan dilelang lengkap dengan audio penjelasannya,


serta memiliki 2 lantai dengan 4 kamar tidur, ruang tamu yang luas dan perlengkapan mewah tertata dengan sangat rapi


Dion yang melihat video tersebut tak henti-hentinya bergumam kagum, andai saja punya tempat tinggal seperti ini" Gumamnya dalam hati.


"Gimana bang keren kan? Bisik Arka yang lalu dibalas hanya dengan anggukan kepala dari Dion.


Video telah berhenti berputar dan kini pembawa acara kembali berbicara


Dalam video tersebut sudah diperlihatkan secara rinci desain dan detail villa yang akan dilelang sebentar lagi, dan untuk berpartisipasi silahkan tekan tombol hijau pada monitor yang ada didepan anda untuk menghidupkan layar, nanti ketik nominal yang ingin anda ajukan dan akan secara otomatis terlihat di monitor utama kami, dan akan saya siarkan yang nominalnya paling tinggi.


Arka dengan sigap menghidupkan monitor didepannya, sedangkan Dion hanya diam menatap Arka dengan ekspresi penuh pertanyaan, dan hanya dibalas dengan senyuman oleh Arka


Lalu pembawa acara kembali bersuara, harga akan dimulai dari 35 milyar dan lelang kita mulai dari sekarang" Ucap si pembawa acara sembari menghampiri sebuah monitor didepannya dan bersiap dengan microphone nya.


Terdengar suara Tiinngg,... Pertanda ada yang melakukan penawaran


Pembawa acara berkata:"


"Meja nomor 5 menawar 35,5 milyar,..


Tiinngg,...


"Meja nomor 1 menawar 40 milyar,..


Tiinngg,...


"Meja nomor 7 menawar 45 milyar,..


Tiinngg,..


"Meja nomor 1 menawar 55 milyar,..


Untuk sesaat tidak ada penawaran lagi, karena memang harga sudah termasuk tinggi

__ADS_1


Di meja nomor 1 terlihat pria paruh baya ditemani seorang pemuda tampan yang terlihat begitu senang sekaligus tersenyum arogan ketika tangan si pria paruh baya menekan layar untuk melakukan penawaran, dan ternyata itu adalah William dan ayahnya Agum Bharata, mereka yakin tidak akan ada lagi yang akan menawar lebih tinggi, namun sesaat kemudian


Tiingg,..


"Meja 21 menawar 60 milyar,..


Sontak saja perkataan si pembawa acara mengejutkan Dion sembari melirik Arka yang baru saja selesai mengetik 60 milyar di monitor mereka


"Ngapain kamu Arkaaa,.. Bisik Dion pelan dan was-was.


"Ssttt,..kalem bang" Jawab Arka.


Disisi lain William dan ayahnya terlihat geram, ternyata ada yang menawar lagi dan itu sebenarnya adalah budget tertinggi mereka untuk villa itu


"Ayah aku ingin villa ini!! Ucap William


Dengan sedikit kesal Agum Bharata kembali mengetik di monitor.


Tiinngg,...


"Meja nomor 1 menawar 65 milyar,..


Arka yang berpikir ini akan memakan waktu lama jika terus melakukan penawaran dengan selisih sedikit, lalu dia kembali mengetik di layar monitor, namun dihentikan oleh Dion.


"Apa apaan ini kawan? Jangan main-main "!! Ucap Dion setengah berbisik.


"Eehh Dewi kok ada disini juga" Kata Arka tiba-tiba seraya memperhatikan kearah samping.


"Mana mana? Ucap Dion yang kini mengedarkan pandangannya mencari sosok Dewi kekasihnya, dan


Tiinngg,..


"Hhmm meja nomor 21 menawar 100 milyar,..


JEDEERRRRR,... Dion begitu terkejut dengan ulah Arka sehingga tidak bisa berkata-kata lagi,


dan begitupun orang-orang yang ada diruangan itu, kini semua orang melihat ke arah Arka dan Dion, mereka ingin tau siapa orang yang menawar setinggi itu.


Sedangkan William dan ayahnya yang kini melihat bahwa Arka lah yang melakukan penawaran itu merasa sangat marah, namun dia tidak berani berbuat banyak, karena dia yakin Arka melakukan itu pasti atas perintah keluarga Dewantara, Agum Bharata yang diberitahu tentang apa yang dipikirkan William pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi


Setelah beberapa saat menunggu, pembawa acara kembali bersuara.


"Meja nomor 21 menawar 100 milyar,..


Apa ada lagi tawaran yang lebih tinggi?


Pembawa acara menunggu sesaat, lalu dia memutuskan villa tersebut terjual kepada seorang pemuda di meja nomor 21,


Dan para peserta lain secara serentak keluar meninggalkan aula lelang


Kini Arka diminta untuk masuk kekantor pelelangan untuk melakukan pembayaran dan penyerahan kunci serta surat-surat kepemilikan villa tersebut, sedangkan Dion diminta menunggu oleh Arka di kursinya.


Sesampainya di dalam kantor pelelangan, sudah ada beberapa notaris, pembawa acara, pimpinan kontraktor dan beberapa pihak kepolisian untuk pengamanan,


Saat diminta untuk melakukan pembayaran Arka mengeluarkan black card dari Bank Swiss miliknya, sontak saja para notaris dan kontraktor terkejut melihat kartu tersebut, namun mereka mencoba untuk bekerja secara profesional dan akhirnya segala urusan pembayaran dan penyerahan kunci serta surat kepemilikan villa terselesaikan.


Setelah semua terselesaikan, Arka memanggil Dion untuk mengikutinya kedalam villa lalu menyerahkan kunci serta surat kepemilikan villa,


Dion yang terkejut dan penuh pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi, dia mendesak Arka untuk menjelaskan semuanya,


Arka mulai menjelaskan semua dari awal keberangkatannya merantau hingga akhirnya memberitahukan siapa sebenarnya dirinya kini dan juga tujuan kedepannya seperti apa.


Dion yang mendengar cerita itu, kini hatinya bercampur aduk, sedih, bahagia, terharu dan sulit digambarkan.


"Aku tidak menyangka ternyata asal usulmu seperti ini kawan, aku turut bahagia karena kamu sudah menemukan asalmu yang sebenarnya dan juga sangat berterimakasih untuk villa ini, aku berjanji akan selalu ada untukmu mulai saat ini" Ucap Dion sembari memeluk Arka.


**Terimakasih suportnya ya


Mohon kritik dan sarannya ya


Dan bantu like, vote, serta komennya

__ADS_1


love you all😘😘😘**


__ADS_2