
Tiga hari telah berlalu sejak hari pertunangan Arka dan Melanie, hari ini pagi-pagi sekali Arka sudah terlihat rapi dengan mengenakan baju kaos tanah abang yang paling disukainya, dan bersiap pergi bersama Melanie ke sebuah toko perancang busana pengantin yang berlokasi didalam mall tersohor di Jakarta, sedangkan orang tua angkatnya pergi berbelanja diantarkan oleh sopir namun masih di mall yang sama, awalnya Dion dan Dewi ingin menemani namun Arka menolaknya.
"Kami perginya berdua aja bang, abang fokus aja untuk persiapan grand opening Bisma Group besok, ucap Arka melalui sambungan telepon dengan Dion.
Sebelum berangkat Arka menemui orang tua angkatnya yang masih berada diruang tengah Coastal Villa.
"Ayah dan ibu bener gak mau bareng sama aku dan Melanie saja belanjanya? Tanya Arka kepada orang tua angkatnya tersebut.
"Iya benar nak, kami akan baik-baik saja, lagian sudah diantar sama bapak supir kan, dan juga nak Dion juga sudah beberapa kali mengajarkan kami cara memakai kartu ATM yang diberikan kakekmu, jawab Dambung Ekot sembari memperlihatkan kartu ATM di tangannya.
"Baiklah, kalau begitu aku berangkat sekarang, Oh ya jika ada kendala ayah hubungi saja aku dengan ponsel yang aku berikan kemarin, ucap Arka lalu menciumi punggung tangan kedua orang tua angkatnya.
"Iya anakku jangan khawatirkan kami, sana berangkat jangan biarkan Melanie menunggu, balas Hanyam dengan senyuman sayang.
**********
Saat ini Audi R8 Arka sudah berhenti tepat di halaman kediaman keluarga Anantara, dari dalam rumah terlihat Melanie, Natasha dan nenek Ratna berjalan keluar menghampiri Arka yang sudah keluar dari mobilnya.
"Selamat pagi tante, selamat pagi nenek, ucap Arka lalu mencium punggung tangan Natasha dan nenek Ratna bergantian.
Kali ini sikap Natasha kepada Arka sudah berubah 180 derajat sejak mengetahui bahwa Arka adalah cucu kandung sekaligus pewaris tunggal keluarga Dewantara.
"Kalian mau langsung jalan? Mau mami temenin gak?
Ucap Natasha berharap diajak ikut keluar.
"Gak usah mi, kami perginya berdua aja, ucap Melanie lalu pamitan kepada ibu dan neneknya.
Di dalam perjalanan Arka dan Melanie nampak begitu bahagia dengan situasinya saat ini.
Melanie membuka percakapan di dalam mobil yang sedang melaju.
__ADS_1
"Mas untuk gaunnya aku mau yang biasa aja ya, aku gak mau terlalu ribet.
"Iya sayang, kita cari yang sederhana namun harus gaun yang cantik, supaya gak kalah sama yang pakai, goda Arka sehingga membuat melanie merasa tersipu.
Keduanya asik bersenda gurau di dalam mobil, hingga tanpa terasa kini mereka sudah sampai di tempat parkir sebuah pusat perbelanjaan yang sangat tersohor di kota Jakarta, hanya orang-orang golongan menengah keatas yang biasanya berbelanja disini karena memang harga-harga barangnya yang begitu mahal.
Didalam mall Arka dan Melanie langsung menuju ke lantai 3 menuju toko King&Queen, toko yang secara khusus menyediakan gaun pernikahan, sesuai arahan dari Sekretaris Diki bahwa Arka dan Melanie hanya perlu pergi kesana untuk memilih model apa yang diinginkan, karena semua sudah di atur oleh Sekretaris Diki.
Didalam toko King&Queen terlihat seorang pria yang memakai setelan jas abu-abu, dia adalah manager toko tersebut dan sedang mem briefing karyawannya.
"Hari ini kita akan kedatangan tamu spesial, Tuan Diki selaku Sekretaris utama keluarga Dewantara memberikan informasi bahwa tuan mudanya akan datang bersama calon istrinya untuk memilih gaun, jadi pastikan tidak ada masalah sedikitpun, jika terjadi kesalahan maka kalian akan dipecat!!
Ucap sang manager kepada semua karyawannya, lalu kembali berkata:
"Tuan Diki tidak memberikan photo wajah tuan mudanya, namun yang namanya tuan muda sebuah keluarga kaya nomor satu pastilah akan ketahuan begitu kita melihatnya, dan satu lagi jangan terima pelanggan lain, kita harus fokus melayani tuan muda Dewantara.
"Baik bos, kami akan melakukan yang terbaik, jawab para karyawan toko serentak.
"Beneran ini tokonya kan sayang? Tanya Arka sembari memastikan lagi nama tokonya di pesan whatsapp yang dikirim sekretaris Diki.
"Iya bener mas, itu di whatsapp tertulis toko King&Queen, balas Melanie kemudian.
Setelah memastikan bahwa benar itu toko nya, Arka dan Melanie segera melangkahkan kakinya masuk kedalam toko King&Queen, namun belum juga masuk tiba-tiba langkah mereka dihentikan oleh seseorang.
"Selamat pagi, maaf kami tidak menerima pelanggan hari ini, silahkan datang di lain hari, Sambut seorang karyawan yang melihat Arka dari atas sampai bawah dengan tatapan merendahkan.
"Loh kenapa tidak menerima pelanggan? toko kalian kan sedang buka, sahut Arka mencari jawaban.
"Dibilang tidak menerima pelanggan ya tidak terima, apa kalian tidak bisa mengerti perkataan karyawan? Ucap sang manager dari dalam toko yang juga memperhatikan Arka dari atas sampai bawah.
"Tentu bukan dia tuan muda keluarga Dewantara, paras mereka memang tampan dan cantik tapi pakaian si pria ini jelas memperlihatkan bahwa mereka bukan orang kaya", gumam sang manager dalam hati.
__ADS_1
"Tapi kami kesini karena,..
Belum selesai Arka memberi penjelasan, si karyawan tadi sudah memotong perkataannya.
"Pergi tidak!! Atau mau aku panggilkan satpam? Hardik si karyawan.
Arka yang malas membuat keributan, memilih untuk menghubungi Diki saja supaya diluruskan permasalahannya.
Setelah menjelaskan permasalahan yang dihadapinya, Arka lalu menutup teleponnya, karena barusan sekretaris Diki mengatakan bahwa dia akan menelfon si manager secara langsung, dia memang malas untuk ribut walaupun kini dia sudah menjadi orang yang kaya raya namun itu tidak merubah karakternya yang penyabar dan rendah hati.
Tidak berselang lama, si manager keluar dari dalam toko dengan wajah pucat dan berkeringat dingin, dia menghampiri Arka dan Melanie yang masih berdiri didepan toko.
Bruugghh,...
Si manager berlutut tepat didepan Arka tanpa merasa malu dilihat ramainya pengunjung mall saat ini, para karyawannya hanya melongo melihat manager mereka berlutut dikaki pemuda yang barusan mereka usir, "apa yang terjadi! Pikir semua karyawan serentak.
"M maaf aku yang bodoh ini, sehingga tidak mengenali tuan muda, ucap si manager kemudian dengan nada bergetar penuh ketakutan.
Arka mundur satu langkah untuk menghindari dekapan tangan si manager lalu dengan setengah membungkuk Arka meraih bahu si manager dan menyuruhnya segera berdiri.
"Sudah sudah, malu dilihat orang!! Lain kali dengarkan dulu jika ada seseorang yang ingin memberikan penjelasan, kami tidak ingin membuang waktu, apa sekarang kami boleh masuk?, ucap Arka kemudian.
"Terimakasih untuk kebesaran hati tuan muda dan nona muda, tentu kita akan masuk untuk memilih model gaun yang sesuai untuk nona muda, ucap si manager yang masih merasa sangat bersalah sekaligus takut jika akan mendapat masalah dikemudian hari.
Ketika Arka dan Melanie sudah memasuki lagi toko itu, semua karyawan secara serempak memohon maaf dan tidak berani mengangkat kepala mereka.
"Sudah lupakan kejadian tadi, hari ini kami datang kesini dengan perasaan bahagia jadi kami tidak akan mempermasalahkannya, ucap Melanie dengan senyuman manisnya, walaupun di dalam hatinya masih merasa kesal dengan kejadian di awal.
Setelah dirasa permasalahan telah selesai, sang manager segera memperlihatkan desain-desain gaun pengantin kepada Arka dan Melanie, dia menjelaskan semua detail dari bahan, model, desainer beserta harganya, dan juga karena kesalahan mereka di awal, sang manager memberikan 25% diskon sehingga membuat Melanie merasa kegirangan.
Setelah hampir 2 jam di toko tersebut, Arka dan Melanie sudah selesai memilih gaun pengantin yang diinginkan, lalu mereka keluar dari toko King&Queen untuk selanjutnya melihat-lihat di bagian lain mall.
__ADS_1