
Setelah 2 jam di dalam toko King&Queen , Arka dan Melanie sudah selesai memilih gaun pengantin yang diinginkan, lalu mereka keluar dari toko King&Queen untuk selanjutnya melihat-lihat di bagian lain mall.
Namun kali ini seorang wanita paruh baya yang merupakan manager umum Mall tersebut bersikeras menemani Arka dan Melanie untuk berkeliling.
Dia datang kesana setelah manager toko King&Queen memberitahukan bahwa tuan muda keluarga Dewantara sedang berada di dalam Mall, tentu bagi si manager umum, kesempatan seperti ini tidak boleh di sia-siakan, jika bisa membuat senang hati tuan muda ini, pastilah akan bermanfaat dikemudian hari.
"Nama saya Ajeng, saya manager umum di Mall ini, saya harap tuan muda dan nona muda menikmati waktu berbelanja di Mall kami dan saya pribadi akan menemani tuan dan nona muda berkeliling, Ucap Ajeng sang manager umum.
"Trimakasih bu Ajeng, jika memang tidak mengganggu waktu anda, balas Melanie kemudian.
**********
"Wah jam tangan ini terlihat sangat bagus, berapa harganya?
Melihat penampilan sederhana dan bisa dibilang kampungan jika dilihat dari gelagatnya dan malah dengan berani menanyakan harga jam tangan Rolex Daytona, yang tentu saja jika dilihat dengan mata kosong orang tersebut pastilah tidak akan benar-benar bisa membelinya, dan dengan perasaan malas seorang karyawan toko wanita menjawab.
"Tiga ratus tiga puluh delapan!
"Oke saya beli, ucap Dambung Ekot lalu memasukkan tangannya ke dalam saku celana dan kemudian dia mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan, " Satu, dua, tiga, empat dan kembaliannya disimpan saja, ucapnya lagi dengan hati yang sumringah.
Si karyawan toko dan beberapa rekannya tersentak melihat kelakuan pria paruh baya yang ada didepan mereka,
Planet Watch tempat mereka bekerja merupakan toko jam tangan yang sangat tersohor di kota Jakarta, bagaimana mungkin ada orang yang mengira harga jam tangan disini hanya 338ribu.
"Emang dasar orang kampung, pikir mereka dalam hati.
__ADS_1
"Hey pak tua, kamu tau berapa harga jam tangan ini? Ini adalah Rolex Daytona seharga 338 juta, bukan 338 ribu!! Kamu pikir jam tangan ini bisa kamu beli dengan hanya beberapa lembar uang seratus ribuan? Ucap wanita muda itu kemudian.
"Tadi nona tidak ada bilang 338juta, nona hanya bilang tiga ratus tiga puluh delapan saja kan? Ucap Dambung Ekot tidak mau kalah.
"Susah ya bicara sama orang kampung, bagaimana mungkin harga jam tangan di toko kami ini hanya 338ribu, harga jam tangan di toko kami yang paling murah harga nya belasan juta, semua orang di jakarta ini tau!, Ucap si karyawan dengan penuh nada penghinaan.
Beberapa pengunjung yang menyaksikan pertengkaran tersebut hanya bisa menggelengkan kepala mereka, tatapan merendahkan terlihat di semua orang yang ada di toko Planet Watch, tentu saja ditujukan kepada Dambung Ekot dan Hanyam, dimata mereka sudah biasa orang-orang menengah kebawah masuk ke mall ini hanya untuk melihat-lihat dan mencari adem, jadi sudah jelas dibenak mereka kedua pasangan renta yang sedang bertengkar itupun hanya melihat-lihat dan tidak ada niat untuk membeli, kalaupun ada niat membeli pasti tidak punya uang.
Disaat situasi sedang memanas, seorang pria dengan setelan jas hitam yang sedari tadi memperhatikan dari kejauhan didalam toko kini menghampiri.
"Maaf tuan dan nyonya, perkenalkan nama saya Hartono, saya adalah manager di toko ini, untuk jam tangan Rolex Daytona yang Anda inginkan, memang harganya adalah 338 juta, mungkin tadi ada sedikit salah paham antara anda dengan karyawan kami, mohon tuan dan nyonya memaklumi, bagaimana apakah tuan dan nyonya masih berminat untuk membeli? Jika uang cash tuan dan nyonya kurang, kami juga menerima pembayaran dengan kartu kredit.
Ucap sang manager sopan, bagaimanapun dia adalah seorang manager, tentu harus menunjukkan sikap profesional entah siapapun pengunjungnya, walaupun di benaknya sama saja dia juga meremehkan pasangan paruh baya yang ada didepannya, itu terlihat dari gestur tubuhnya saat berbicara.
Dambung Ekot yang mengerti dengan situasinya tidak mau ambil pusing lagi, sebenarnya dia sadar sedang diremehkan namun dia juga tidak mau berlama-lama disana hanya untuk bertengkar.
"Apa bisa saya bayar pakai ini?
Tanya Dambung Ekot sedikit ragu, bagaimanapun dia belum pernah membayar sesuatu dengan hanya menggunakan kartu dan juga apakah cukup untuk membayarnya, namun karena ingat perkataan tuan Dirga yang mengatakan bahwa dia bisa menggunakan kartu tersebut untuk membeli apapun yang dia mau dan jangan khawatir dengan harga, jadi Dambung Ekot memberanikan diri untuk mengeluarkannya kali ini.
Begitu melihat Dambung Ekot mengeluarkan kartunya, Hartono sang manager tertegun untuk sementara waktu, begitupun karyawan dan pengunjung lainnya.
"Black diamond card?, gumam sang manager dalam hati,
Sang manager dan orang-orang yang berada di dalam toko tentu tau apa itu Black diamond card, sebuah kredit card yang limit transaksinya bisa mencapai 1 milyar dalam sehari, seseorang yang memegang sebuah kartu sejenis ini pastinya adalah pengusaha-pengusaha kelas atas dan tentunya adalah orang kaya.
__ADS_1
"Apakah itu palsu?
"Apa itu miliknya atau jangan-jangan dicuri dari orang lain?
"Dari penampilannya tentu kartu itu bukan miliknya bukan?
Terdengar bisik-bisik dari pengunjung dan para karyawan sedang menerka-nerka keaslian kartu tersebut, bahkan ada juga yang secara terang-terangan menuduh bahwa kartu tersebut adalah hasil curian, tentu saja membuat Dambung Ekot dan Hanyam merasa malu dan sekaligus marah.
"Tentu saja kartu itu asli dan juga miliknya, kalian jangan selalu menilai orang dari penampilannya saja!
Tiba-tiba Arka dan Melanie sudah ada didalam kerumunan toko Planet Watch.
"Tuan muda kenal mereka? Tanya Ajeng dengan sopan sembari menunjuk ke arah Dambung dan Hanyam.
"Tentu saja saya kenal mereka, mereka itu orang tua saya, Ucap Arka yang terlihat sangat dingin kali ini.
Ajeng menjadi begitu marah ketika mengetahui bahwa orang yang sedang dihina adalah orang tua Arka, sedangkan yang lainnya menjadi tidak mengerti situasinya saat ini, bagaimana seorang manager Mall bisa begitu hormat di hadapan seorang pemuda yang membela pasangan paruh baya ini.
"Kalian benar-benar buta, kalian sedang menyinggung orang yang seharusnya tidak kalian singgung!, hardik Ajeng kepada Hartono dan beberapa karyawan yang masih berdiri terpaku di posisinya.
"Maaf Bu Ajeng, kami tidak tau siapa yang anda maksud, jika kami melakukan kesalahan mohon untuk memberikan kami kesempatan untuk memperbaikinya, ucap Hartono dengan suara bergetar saking merasa takut akan kesalahan apa yang telah dia lakukan.
"Beliau adalah tuan Arka, tuan muda dari keluarga Dewantara dan mereka adalah orang tua beliau, apakah kamu sudah tau dimana kesalahan kalian? Ucap Ajeng yang masih dengan nada tinggi.
Setelah mendengarkan penjelasan itu, Hartono dan para karyawan segera meminta maaf kepada Dambung Ekot dan Hanyam, tidak hanya itu Hartono juga menghadiahkan jam tangan Rolex Daytona kepada Dambung Ekot sebagai permohonan maaf, namun Arka tidak mau berhutang budi jadi dia memaksa untuk membayar sesuai harga yang ditentukan toko tersebut.
__ADS_1
Mohon dukungannya ya man teman, bantu like, follow dan GIFT nya ya☺☺