
Dalam perjalanan ke apartemen, melanie mengirimkan pesan whatsapp kepada Arka, " Sayang 3 hari lagi teman-teman ku semasa SMA mengadakan acara reuni, tempatnya di "Sangrila Resort", bisa nemenin gak sayang?
**********
Sangrila Resort adalah hotel bintang 5 terbesar yang ada di Jakarta dan merupakan hotel yang sering digunakan untuk acara-acara besar seperti pesta pernikahan artis atau anak pejabat, acara ulang tahun ataupun reuni akbar, biaya yang dikucurkan untuk menyewa aula besar dan megah itu mencapai 1 milyar per 1 malam belum dengan makanan dan minumannya, dan secara kebetulan ARA group adalah pemegang saham terbesar yaitu sebanyak 50%.
**********
Awal menjabat sebagai tuan muda Dewantara sekaligus presdir ARA group sungguh tidaklah mudah bagi Arka apalagi identitasnya yang sengaja masih disembunyikan.
Setelah mempelajari banyak berkas di hampir seluruh cabang perusahaan, kini Arka dihadapkan persoalan rumit', terjadi defisit di beberapa cabang perusahaan dan belum lagi menandatangani banyak berkas membuat kepalanya pusing,
Namun dia ingat dengan ajakan Melanie untuk menemaninya ke acara reuni dalam 3 hari mendatang, hal itu cukup memotivasi nya untuk lebih bersemangat lagi supaya dia bisa fokus menemani Melanie.
Tiga hari pertama dilalui Arka menjadi tuan muda Dewantara, pagi hingga siang dia habiskan dengan membereskan surat-surat yang berhubungan dengan administrasi perusahaan lalu sorenya belajar menyetir dengan DikiDiki disebuah lapangan, dan Arka untuk sementara tinggal di villanya dan sesekali Diki datang dengan kakeknya hanya sekedar berkunjung melepas rindu.
Sore ini Arka sudah terlihat terbiasa mengendarai sendiri mobil audi R8 miliknya setelah berkeliling dengan Diki, dia berencana menghadiahkan mobil tersebut kepada Dion namun akan merasa bersalah karena itu adalah hadiah dari kakeknya,
"Ah nanti kubelikan saja Dion mobil yang baru" Gumamnya dalam hati,.
Sampai di villa Arka bergegas mandi dan lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Tiba-tiba ponselnya berdering,. Dilihatnya yang memanggil adalah Melanie.
"Iya hallo sayang" Jawab Arka,.
"Hallo juga sayang, malam ini ada waktu nggak? Mau ada yang aku bicarakan, kita bertemu di Garden View restauran ya" Terdengar suara Melanie sendu.
"Iya tentu, aku akan kesana dan tolong share lokasinya ya sayang, ucap Arka meminta letak restauranya,.
"Iya sayang, entar aku share lokasinya via whatsapp! Oh ya jangan telat" Melanie menegaskan lalu mengakhiri panggilannya dengan kecupan manja jarak jauh.
Garden View Restauran adalah sebuah restauran elit di kawasan jakarta pusat, Rata-rata biaya makan per orang 5 sampai 10 juta, tentu pengunjungnya adalah orang-orang kaya dengan penghasilan minimal 1 milyar per bulan, namun bagi Melanie itu bukanlah masalah besar karena dia adalah tuan putri Anantara Group.
__ADS_1
**********
Tepat pada jam 19.00 Arka sudah sampai diparkiran Garden View restauran dengan mengendarai Audi R8 miliknya dan disana sudah terparkir juga mobil BMW milik Melanie.
"Ternyata dia sudah disini" Gumamnya, lalu Arka segera bergegas keluar dari mobilnya karena sudah tidak sabar bertemu dengan kekasihnya itu.
Baru saja Arka melangkahkan kakinya ke dalam restauran tiba-tiba terdengar kata-kata yang sangat memprovokasi.
"Tinggi juga selera kang pengawal datang ke restauran ternama dan mahal ini" Atau kau hanya ingin mengemis disini"? ucap sinis William yang juga sedang berjalan memasuki restauran seraya diikuti 2 orang berbadan tegap dengan wajah sangarnya.
Arka yang mendengar itu hanya berusaha sabar dan mengabaikan saja kata-kata William, karena menurutnya tidak akan ada gunanya untuk meladeni orang seperti William.
Namun diamnya Arka malah membuat William merasa kembali terhina dengan sikap acuhnya itu, bagaimana mungkin orang kampung yang hanya bekerja sebagai pengawal berani mengabaikannya"
"Hei kau tuli ya? Apa nyalimu menciut karena tidak ada wanita jalangmu disisimu? William kembali memprovokasi dengan sombongnya.
"Jaga lisanmu tuan William!! Jangan mencoba untuk mencari perkara dengan orang yang salah"! Arka mulai kehilangan kesabaran dengan tatapan yang penuh dengan aura membunuh.
Satu pria berbadan tegap yang mengerti dengan isyarat yang diberikan bosnya itu dengan gesit melayangkan pukulan ke arah Arka.
Buugg ,.. Krakk,.. (Suara tulang patah)
Arrgghh,..
Namun bukan Arka yang meringis kesakitan, melainkan pengawal William lah yang tersungkur sembari memegangi bagian rusuknya yang mengalami patah tulang.
Karena sebelumnya dengan cekatan Arka menghindar dan lalu melayangkan satu pukulan keras ke arah tulang rusuk.
Satu pengawal lain yang melihat temannya TKO hanya dengan satu pukulan, lalu mengeluarkan pisau lipat dari dari saku celananya,.
"Mati kau anj*** ,.. Teriak nya kemudian menghujamkan pisau ke arah perut Arka,.
Mendapat serangan mematikan seperti itu, Arka dengan refleks melangkahkan kakinya kesamping lalu menangkap pergelangan tangan si pemegang pisau kemudian memelintir dan melumpuhkan pengawal kedua William.
__ADS_1
Si pengawal kedua terlempar hingga 5 meter terjerembab diatas tanah, dia meringis kesakitan dan memegangi pergelangan tangan kanannya yang ternyata sudah patah tulang.
Para penjaga keamanan restauran yang melihat perkelahian tersebut dengan sigap menghampiri Arka, William dan pengawal yang mengalami patah tulang rusuk kini terlihat mulai susah bernafas.
"Hentikan,.. Teriak beberapa satpam restauran dan mulai menengahi kedua belah pihak yang beseteru.
Namun begitu melihat bahwa yang didepan mereka adalah William, para satpam merasa sedikit bergidik" Bagaimanapun William adalah tuan muda dari keluarga Bharata yang memiliki kekuatan finansial besar di Jakarta dan William juga kebetulan adalah teman dekat dari pemilik restauran itu"
"Maaf tuan muda William, kami tidak tau kalau itu adalah anda" Para satpam menjelaskan.
"Sampah ini yang memukul pengawal ku " Apa kalian hanya akan berdiam diri? Teriak William yang merasa sudah di atas angin seraya menunjuk ke arah Arka.
Mendengar itu para satpam jelas saja mulai memegangi Arka dan akan mengusirnya keluar dari restauran.
"Aku tidak mencari masalah disini, aku hanya ingin makan! Ucap Arka dengan ekspresi dingin.
"Heh,.. Jangankan untuk makan" Aku yakin untuk membayar minumnya saja kau tidak bisa!! Ejek William lagi.
"Jangan hanya memandang orang dari penampilannya saja, karena itu tidaklah tindakan yang pintar" Jawab Arka lagi dengan emosi yang sudah mulai ke ubun-ubun,.
"Ha ha haa,. Sampah tetaplah sampah"!! Jangan bicara omong kosong anak kampung"!! Umpat William dengan senyum sinisnya,.
"Kalian berani mencari masalah?!!
Tiba-tiba terdengar teriakan seorang pria paruh baya yang entah sejak kapan sudah berdiri tidak jauh dibelakang Arka dengan sekitar 10 orang berbadan kekar dan berwajah sangar.
**BERSAMBUNG,..
JANGAN LUPA BANTU SUPORTNYA YA GUYS,..
JIKA ADA KEKURANGAN TOLONG TULISKAN DIKOMENTAR YA☺☺
LOVE YOU ALL😘😘😘**
__ADS_1