Pemuda Pedalaman Sang Pewaris

Pemuda Pedalaman Sang Pewaris
Bertemu Kembali Dengan Gadis Pengemudi BMW


__ADS_3

Setelah melalui hari yang melelahkan Arka dan Dion kembali ke apartemen dengan mengendarai mobil JEEP Grand Cherokee WK2 milik Dion.


Sesampainya di apartemen Arka menuju kamarnya dan menghempaskan tubuhnya ke atas kasur, sembari tersenyum atas pencapaiannya hari ini.


Dalam lamunannya, Tiba-tiba terlintas wajah gadis cantik yang hampir menabraknya tempo hari, Arka kembali tersenyum tanpa disadarinya, Dia membayangkan mempunyai kekasih seperti gadis itu pasti akan sangat bahagia.


Pintu kamar tiba-tiba terbuka dan Dion memunculkan kepalanya.


"Hei senyam-senyum seperti orang gila!! Dion mengernyitkan dahinya lalu mendekati Arka.


"Eh bang Dion, merusak lamunanku saja nih.


"Emang kamu melamun apa? Dion memasang tampang penasaran!!


"Ah itu,,... Wajah Arka mendadak merah tanpa bisa disembunyikan.


"Anu bang, tempo hari ketika sedang menyebrang jalan aku hampir ditabrak mobil , pengemudinya wanita cantik dan tadi tiba-tiba saja aku teringat kejadian itu" Arka memberi penjelasan,..


"Ha haa,.. Dion terpingkal-pingkal mendengar penjelasan Arka,..


"Itu namanya jatuh cinta pada pandangan pertama! imbuhnya lagi.


"Apa Iya bang, apa mungkin aku sedang jatuh cinta dengan Gadis itu, kejadian itu hanyalah kebetulan saja dan berlangsung sangat cepat, namanya saja aku tidak tau,


jadi aku tidak akan berharap lebih bang.


Untuk saat ini aku hanya ingin fokus bekerja, Ucapnya sembari mengepalkan tangannya.


Dion kembali tertawa dan lalu mengingatkan Arka,..


"Hei bocah tampan" Hidup di Kota metropolitan itu kejam! dan bagus jika kamu berpikir untuk fokus ke karirmu.


Jangan terlalu cepat jatuh cinta dan percaya sama orang di Jakarta ini,


kita orang kampung! hanya akan dianggap sebagai butiran debu di mata para gadis ataupun orang-orang kaya Jakarta!


Di Jakarta ini semua dinilai dari kedudukan dan harta!!


Jadi jika kita ingin dipandang, maka kita harus sukses dulu!!"


Mendengar peringatan temannya itu, Arka mengiyakan saja dan Berterimakasih sudah memberikan saran-saran untuk sebagai gambaran dalam menjalani hidup di Jakarta, itu membuatnya semakin termotivasi untuk bisa hidup sukses di Jakarta, mungkin dengan hidupnya yang sudah mapan nantinya akan lebih mudah menemukan keluarga kandungnya.


Sebenarnya dia ingin menceritakan situasi tentang dirinya ke Dion, tapi Arka tidak ingin membebani pikiran Dion dengan hal-hal yang belum pasti seperti itu.


"Ya sudah" Kamu mandi dulu! Aku juga mau mandi, aku sudah janji akan mentraktirmu di Golden restaurant malam ini, Dion mengingatkan kembali akan janjinya mentraktir Arka untuk merayakan keberhasilannya hari ini.

__ADS_1


"Ok siap Bang, nanti setelah aku mendapatkan gajih pertama, aku yang akan mentraktirmu bang" Janji Arka.


Dion yang mendengar itu hanya tersenyum dan mengacungkan Jempolnya.


Beberapa saat telah berlalu, Arka sudah terlihat rapi dengan pakaian casualnya dan tampan seperti biasanya, dia keluar dari kamarnya lalu duduk di sofa ruang tamu untuk menunggu Dion keluar dari kamarnya, sembari memainkan handphone barunya.


Tak berselang lama Dion sudah keluar kamarnya dan melihat Arka sudah siap untuk berangkat.


Merekapun berangkat menuju Golden Restaurant " Setelah kurang lebih 30 menit berkendara, akhirnya mereka sampai diparkiran Golden Restaurant.


"Wah Restaurant ini terlihat mewah bang, harga makanan dan minumnya pasti mahal nih" Arka bergumam pelan ke arah Dion


"Udah gak usah mikirin harga makanan dan minuman disini"" Kamu nikmati saja" Perintah Dion.


Arka hanya menganggukkan kepalanya lalu mengikuti Dion berjalan menuju pintu masuk Restaurant.


"Selamat datang di Golden Restaurant"


Sambut seorang pegawai perempuan yang terlihat berdiri di pintu masuk sembari mengatupkan kedua telapak tangannya.


"Untuk berapa orang? dan ingin duduk dilantai satu apa lantai dua? tanya si pelayan dengan senyum ramahnya.


"Untuk dua orang dan kami mau dilantai 2 di bagian ujung" Ucap Dion" Karena dia lumayan sering datang ke sini dan tau jika di bagian ujung adalah area yang paling nyaman.


"Terimakasih" Ucap Arka dan Dion bersamaan, sembari tersenyum manis dan lalu menaiki tangga menuju lantai dua bersama Dion.


Sesampainya di bagian ujung ruangan dilantai dua, Arka melihat sosok wanita cantik pengemudi BMW yang hampir menabraknya tempo hari,


Dia sedang duduk makan bersama seorang wanita cantik lainnya.


Wanita pengemudi BMW itu bernama Melanie, dia adalah putri pengusaha kaya dari Anantara Group dan temannya Dewi adalah putri dari kolega bisnis ayah Melanie, mereka adalah pelanggan setia Golden Restaurant.


Arka berjalan mengekori Dion dan pelayan, sembari mencuri pandang ke arah Melanie, dan Melanie pun menyadari ada yang sedang memperhatikannya, lalu dia mengingat sosok tampan yang sedang berjalan tersebut adalah orang yang hampir dia tabrak tempo hari dan Melanie sedikit tersenyum, Arka juga membalas dengan senyuman manisnya.


Buugg kreetttt,...


Tiba-tiba Arka menabrak si pelayan yang menunjukkan jalan, membuat pelayan tersebut tersungkur ke arah meja hingga membuat meja bergeser yang tentu menimbulkan suara ribut.


Melihat kejadian itu, semua pengunjung tertawa terbahak-bahak, tidak terkecuali Dewi


Sedangkan Melanie hanya menutup mulutnya tidak berani menertawakan, dia menyadari itu terjadi karena Arka yang berjalan sambil memandangi dirinya


"Ma maaf bang, Arka meminta maaf kepada pelayan sembari membantunya berdiri.


Wajahnya berubah merah karena kejadian itu, dia merasa sangat malu dengan kejadian barusan, dia melihat ke arah Dion yang ternyata juga ikut menertawakannya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian keadaan sudah mulai kembali hening, para pengunjung lain sudah kembali menyantap makan malam mereka"


"Kenapa kamu Arka? Tanya Dion yang masih saja tertawa pelan.


"Aku lagi gak fokus bang" Aku melihat gadis cantik yang hampir menabrak ku tempo hari" Jawabnya sembari berbisik.


"Oh ya, mana mana? Dion melihat ke sekitar lalu pandangannya terhenti ke arah dua gadis cantik yang kebetulan sedang mencuri pandangan ke arah Arka.


"Yang itu ya? Kata Dion sembari menunjuk ke arah Melanie dan Dewi.


"Bang jangan nunjuk-nunjuk gitu, aku jadi malu bang" Ucap Arka yang kembali wajahnya memerah.


Namun Dion tidak memperdulikan perkataan Arka dan tiba-tiba dia bangun dari duduknya lalu berjalan ke arah Melanie dan Dewi.


Arka yang melihat Dion berjalan ke arah Melanie benar-benar salah tingkah kali ini, dia hanya menunduk tidak berani melirik ke arah mereka.


"Hai malam, maaf mengganggu makan malam kalian" Ucap Dion.


"Iya tidak apa mas, ucap Dewi


"Perkenalkan namaku Dion, dan itu sahabatku Arka, sembari menunjuk ke arah Arka.


Melanie segera melirik Arka yang saat itu masih menunduk dan terlihat jelas wajahnya masih merah merona


"Iya mas salam kenal" Ucap Dewi


Aku Dewi dan ini sahabatku Melanie.


"Nanti setelah selesai makan malam, boleh gak kita ngobrol di cafe yang ada di lantai bawah? Ucap Dion,..


"Oh iya tentu saja" Dewi tersenyum lebar menerima ajakan Dion.


Dewi merasa Dion dan Arka cukup tampan dan dirinya sedikit tertarik dengan Dion, sedangkan Melanie melototkan matanya ke arah Dewi, tanda mempertanyakan kenapa sebegitu mudahnya menerima ajakan dari orang asing.


"Baiklah kalau begitu" Kalian nikmati makan malam kalian, aku akan kembali ke mejaku dan sampai jumpa sebentar lagi" Ucap Dion dan kemudian berlalu pergi.


"Bang kamu apa-apaan sih? Arka sedikit kesal dengan tindakan Dion.


"Tenang saja bung, aku hanya mencoba membantumu, ntar sehabis makan kita ketemu di cafe bawah dengan mereka" Ucap Dion senang.


BERSAMBUNG,...


Maaf ya Guys telat updatenya, inpirasi agak buntu☺☺☺


dan mohon dukungannya ya😘

__ADS_1


__ADS_2