
"Karena kami mengetahui putri kami berbeda dengan anak-anak lainnya, kami akhirnya memutuskan bekerja lebih banyak, aku juga memutuskan untuk kerja meski Denta sudah melarang hal tersebut."
"Aku kerja sebagai pelayan di sebuah cafe, aku juga bekerja sebagai pencuci baju, serta menyetrika, aku juga jualan gorengan, karena itu kebutuhan kami tercukupi."
"Dina makan dua kali di pagi hari, lalu dua lagi di siang hari, dan dua lagi di malam hari, karena itu dirinya tidak pernah lapar dan tumbuh dengan baik."
"Aku dan Denta juga makan dengan baik, karena itu tolong jangan menghukum Denta." Ucap Dania yang menundukkan kepalanya.
"... Haaah... Kalian memang anak-anak yang menyebalkan..." Ucap Daffa yang menghela nafas panjang, sebelum akhirnya mengusap kepala Dania dengan lembut, lalu Daffa akhirnya mengeluarkan sebuah amplop dan memberikannya kepada Denta.
"Apa ini?" Ucap Denta dengan wajah bingung, Dania juga tidak berbeda dengan Denta diri juga bingung dengan isi amplop tersebut.
"Uang sepuluh juta." Ucap Daffa yang seketika membuat mereka menjadi sangat terkejut.
"Apa! Tidak! Tidak! Tidak! Aku tidak dapat menerima uang ini!" Ucap Denta yang menyerahkan uang itu kembali kepada Daffa.
"Tidak! Terima saja!" Ucap Daffa yang seketika membuat Denta berhenti.
"Setiap bulan aku selalu mengirimkan uang sebanyak dua puluh juta ke rumah, dan selama tiga tahun kalian tidak pernah merasakan uang yang kuhasilkan, oleh karena itu yang sepuluh juta itu untuk kalian, belikan Dina makanan, pakaian, dan mainan untuknya, kalian juga dapat menggunakannya untuk diri kalian sendiri!"
"Kalian juga akan kuberikan sebuah rumah, meski ini cukup kecil, tapi setidaknya dapat melindungi kalian dan kalian tidak perlu ngontrak." Ucap Daffa yang segera saja Denta berbicara.
"Tidak perlu kak, uang ini saja sudah sangat membantu kami!" Ucap Denta yang mencoba untuk menolak.
"Ada lima rumah kecil, kelima rumah ini ingin kuberikan kepada kalian yang memilih untuk menjalani hidup sendiri, karena itu aku memberikan kalian rumah, sebenarnya aku ingin memberikan rumah ini setelah kalian berdua lulus, sebab kalian berdua yang tertua kedua setelah diriku, tapi kalian malah melanggar batas dan pergi dari rumah."
"Karena itu terima rumah ini, sebab ini hadiahku untuk pernikahan kalian serta anak yang sedang dikandung Dania saat ini." Ucap Daffa yang seketika membuat Dania dan Denta terkejut, Denta terkejut karena dirinya tidak tahu bahwa Dania telah hamil lagi, sedangkan Dania terkejut karena Daffa mengetahui dirinya sedang hamil.
"Jaga anak itu baik-baik, dirinya mungkin... Akan mengalami cobaan besar, tapi dirinya diberikan hadiah yang lebih besar..." Ucap Daffa yang secara singkat menyiratkan, bahwa anak yang dikandung oleh Dania saat ini mungkin mengalami kekurangan, tapi dirinya juga diberikan hadiah besar.
"... Kami pasti akan menjaganya, aku berjanji kak!" Ucap Denta yang memegang tangan Dania, dan menatap Daffa dengan tatapan penuh tekad, melihat mereka berdua sebuah ingatan yang sangat lama muncul dalam dirinya.
__ADS_1
"Di masa depan nanti aku akan menikahi Dania Pertiwi! Ini janjiku sebagai seorang pria! Namaku Denta Bayuna!" Ucap Seorang anak laki-laki yang memegang tangan seorang anak perempuan, dan berjanji kepada Daffa.
Daffa berbalik, dirinya tidak ingin memperlihatkan dirinya yang sedang menangis.
"Aku memiliki seorang kenalan, dia sedang membutuhkan seseorang yang dapat membuat gambar animasi yang bagus, serta seseorang yang dapat membuat berbagai suara, dia akan memberikan gaji sebulan lima juta." Ucap Daffa yang seketika membuat Denta dan Dania menjadi sangat terkejut.
"Kalian berdua bekerjalah dengannya, bakat kalian dalam menggambar dan menciptakan suara sangat luar biasa." Ucap Daffa yang sekali lagi membuat Denta dan Dania terkejut karena Daffa memuji mereka.
"Tapi..." Sebelum sempat Denta berdebat dirinya melihat lengan istrinya, yang memberitahukan untuk menerimanya, sebab Dania mengetahui saat ini Daffa sedang menangis, oleh karena itu dirinya tidak ingin Daffa menjadi marah, dan berbalik memperlihatkan dirinya yang sedang menangis.
"Baiklah... Aku dan Dania menerimanya." Ucap Denta yang akhirnya setuju.
"Bagus, masing-masing memiliki gaji lima juta jadi setiap bulan kalian akan memiliki uang sebanyak sepuluh juta." Ucap Daffa yang menganggukkan kepalanya.
"Apa! Sepuluh juta!" Ucap Denta dan Dania secara bersamaan, karena sangat terkejut dengan gaji yang dikatakan oleh Daffa.
"Ya, apakah kurang, aku tidak dapat memberikan pekerjaan yang memiliki gaji lebih banyak dari itu?" Ucap Daffa yang bertanya dengan bingung.
"Itu memang gaji yang dirinya katakan, dia salah seorang teman baikku di sekolah dasar, sekarang dirinya menjalankan perusahaan milik orangtuanya, kalian pasti juga mengenalinya, dia Bintang Cahyo!" Ucap Daffa yang memberitahukan tentang teman baiknya di sekolah dasar, dia adalah seorang anak laki-laki gendut yang selalu duduk di dekat Daffa.
"Apa! Kak Bintang?" Ucap Denta dan Dania secara bersamaan.
"Apakah dirinya sudah lulus? Bukannya dia seumuran dengan kakak?" Ucap Denta yang terkejut sekaligus bingung.
"Dia masih sekolah, tapi dirinya sudah menjalankan perusahaan milik kedua orangtuanya, perusahaan tersebut adalah perusahaan animasi, yang saat ini terkenal di seluruh Indonesia." Ucap Daffa yang memberitahukan tentang Bintang.
"Begitukah..."
"Sekarang ayo kita kembali, aku akan pergi ke tempat tinggal kalian, sebelum akhirnya membantu kalian pindah ke rumah yang kukatakan." Ucap Daffa yang mengajak mereka untuk kembali.
"... Terimakasih... Terimakasih banyak...!" Gumam Denta dan Dania, yang menundukkan kepalanya ke arah Daffa, sebelum akhirnya mengikuti Daffa kembali ke yang lainnya.
__ADS_1
"Maaf semuanya, aku harus pergi! Dan terimakasih sudah menjaga Dina!" Ucap Daffa yang tersenyum kepada mereka semua.
"Tentu! Apakah kau akan masuk sekolah besok?" Ucap Rio yang bertanya mengenai apakah Daffa dapat masuk sekolah besok, tinggal satu Minggu lagi sebelum ujian akhirnya benar-benar dimulai, oleh karena itu selama satu Minggu sebelum ujian penting untuk masuk sekolah.
"Ya! Lagipula aku hanya sebentar saja mengurus beberapa hal." Ucap Daffa yang tersenyum melihat Denta, Dania, dan Dina.
"Begitu... Baguslah, kalau begitu hati-hati!" Ucap Rio yang menganggukkan kepalanya.
Setelah itu Daffa pergi bersama Denta, Dania dan Dina, sementara Denta, Dania dan Dina pergi naik Taksi Online, sementara Daffa mengikuti dari belakang menggunakan motornya.
...
...
...
"Hem... Pesan dari Daffa!" Ucap Rissa yang baru saja selesai memakai seragam sekolahnya.
"Aku akan menjemputmu!"
"Tentu!"
Rissa kemudian segera menyiapkan barang-barangnya, sebelum akhirnya turun ke lantai bawah untuk makan pagi, setelah makan Rissa segera pergi keluar, dirinya sebelumnya sudah berpamitan kepada Papa dan Mamanya.
"Apakah kamu menunggu terlalu lama?" Ucap Rissa yang menaiki motor Daffa.
"Tidak! Aku baru saja sampai!" Ucap Daffa yang menggelengkan kepalanya.
Kemudian Daffa mulai mengendarai motornya, tapi suasana disekitar Daffa dan Rissa terlihat canggung, sebab Rissa ingin bertanya tentang adik-adik Daffa, tapi dirinya tidak tahu harus mengatakan bagaimana, dirinya takut hal itu akan membuat Daffa tidak senang, makanya dirinya memilih diam.
"Kamu ingin tahu tentang keluargaku?" Ucap Daffa yang seketika menghilangkan kecanggungan tersebut.
__ADS_1