
Beberapa tahun yang lalu, di sebuah taman yang terletak di kota Jakarta Timur, seorang gadis kecil tengah di kelilingi oleh tiga orang anak laki-laki, ketiga anak laki-laki tersebut memukuli gadis kecil tersebut dan mengejeknya dengan kata-kata tidak sedap.
"Hei Ibab gedut! Kenapa kau menatapku seperti itu! Kau mau mati hah! Rasakan ini!" Anak laki-laki yang berada di tengah berbicara dan memukul gadis kecil tersebut.
"Buuuk!"
Pukulan anak laki-laki tersebut membuat gadis kecil tersebut terjatuh, gadis kecil tersebut menatap ketiga anak laki-laki di depannya dengan tatapan marah serta sedih, yang bercampur menjadi satu.
"Kenapa kau melakukan ini kepadaku?" Gadis kecil tersebut bertanya dengan nada lirih, sekujur tubuhnya dipenuhi luka dan penuh debu.
"Kenapa, karena kau Ibab gedut yang menjijikkan! Kenapa kau menatapku seperti itu! Kau ini mau mati!" Anak laki-laki tersebut bersiap untuk memukul kembali gadis kecil itu, tapi sebelum sempat kepalan tangan anak laki-laki tersebut mengenai gadis kecil bertubuh gemuk, sebuah tangan menghalangi kepalan tinju anak laki-laki tersebut.
"Hah! Siapa yang menghalangiku!" Anak laki-laki tersebut berteriak marah, dirinya mengangkat kepalanya untuk melihat orang yang menghentikannya.
"Jangan ganggu gadis kecil tersebut!" Seorang anak laki-laki berambut putih yang cukup panjang hingga menutupi kedua matanya muncul, melihat anak laki-laki berambut putih tersebut, membuat ketiga anak laki-laki yang mengganggu gadis kecil bertubuh gemuk menjadi terdiam, sebelum akhirnya mereka bertiga tertawa.
"Haha! Ben Aneh ternyata!" Anak laki-laki di tengah tertawa dan tersenyum tipis.
"Kau mau mati hah!" Tiba-tiba saja anak laki-laki di tengah berhenti tertawa, dirinya menatap anak laki-laki berambut putih dengan tatapan kesal.
"Tidak! Tapi aku tidak akan membiarkan dirimu mengganggu anak ini!" Ucap anak laki-laki berambut putih dengan melebarkan kedua tangannya, lalu dirinya menatap ketiga anak laki-laki dihadapannya dengan tatapan serius.
"Miko! Teddi! Kalian tangkap dia! Ayo kita berikan dia pelajaran supaya tidak menggangu urusan kita!" Ucap anak laki-laki di tengah kepada teman-temannya, lalu kedua anak laki-laki di kanan dan kiri segera menuju ke arah anak laki-laki berambut putih tersebut.
Melihat dirinya akan ditangkap dan dipukuli, anak laki-laki berambut putih segera bersiap untuk melawan, ketika seorang anak akan menakap tangannya, anak berambut putih segera mencoba untuk menghindar, tapi dirinya malah dipukul oleh anak lainnya, dan berakhir ditangkap.
Anak laki-laki berambut putih mencoba untuk melepaskan diri, tapi dirinya ditahan oleh dua orang, karena itu dirinya tidak dapat melepaskan diri, melihat bahwa anak laki-laki berambut putih sudah tertangkap, anak laki-laki yang bertindak sebagai pemimpin tersenyum lebar.
__ADS_1
"Jangan coba-coba untuk menjadi pahlawan!" Pemimpin anak-anak tersebut memukuli perut anak laki-laki berambut putih, melihat orang yang telah membantunya dipukuli, membuat gadis kecil bertubuh gemuk tersebut menangis sedih.
"Tidak! Kumohon jangan lakukan itu! Tolong!" Gadis kecil tersebut mencoba menghentikan anak-anak tersebut dari memukuli orang yang telah membantunya.
"Diam! Rasakan ini!"
"Buuuk!" Baaam!" "Arghh!" "Tidak!"
Setelah memukul terus-menerus pemimpin anak-anak tersebut berhenti, dirinya tersenyum puas.
"Kalian lepaskan dia!" Perintah pemimpin anak-anak tersebut.
Kemudian anak-anak tersebut melepaskan anak laki-laki berambut putih, setelah dilepaskan anak laki-laki berambut putih tersebut terjatuh ke tanah.
"Jangan mengganggu kami lagi! Dan jangan bertingkah layaknya pahlawan!" Ucap pemimpin anak-anak, sebelum akhirnya menginjak tangan kanan anak laki-laki berambut putih tersebut.
"He-hei! Apakah kamu tidak apa-apa!" Ucap gadis kecil tersebut yang bergegas menuju ke arah anak laki-laki berambut putih, dirinya menatap ke arah anak laki-laki tersebut dengan tatapan cemas.
"Maaf... Ini semua salahku, jika saja aku tidak jelek seperti ini, mereka pasti tidak akan menggangguku, dan aku pasti tidak akan dipukuli dan diejek oleh mereka, jika saja aku tidak jelek..." Gumam gadis kecil tersebut yang menatap tubuhnya.
Mendengar perkataan gadis kecil tersebut membuat anak laki-laki berambut putih terdiam, sebelum akhirnya menepuk kedua telapak tangannya, "Tak!" Seketika hal tersebut membuat gadis kecil tersebut menjadi terkejut, dirinya segera menatap anak laki-laki berambut putih di hadapannya dengan wajah bingung.
"Kamu tidak jelek! Kamu imut! Serta cantik! Jadi jangan berpikiran yang aneh-aneh seperti itu!" Mendengar perkataan anak laki-laki di hadapannya membuat gadis kecil tersebut melebarkan kedua matanya, dirinya menatap dengan wajah tidak percaya kepada anak laki-laki di hadapannya.
"Aku akan membantumu! Lihat saja aku akan membuatmu menjadi gadis yang paling imut dan cantik! Jangan berpikiran negatif seperti itu!" Anak laki-laki berambut putih tersebut segera menatap gadis kecil tersebut dengan wajah yang bersemangat.
"Mungkin satu atau dua tahun...?" Gumam anak laki-laki berambut putih dengan menatap seluruh tubuh gadis kecil bertubuh gemuk tersebut, dirinya memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk gadis kecil di hadapannya dapat menjadi sangat cantik.
__ADS_1
"Juga! Jangan lupa bahwa kecantikan tidak hanya terletak di fisik! Tapi juga hati! Jadi cobalah untuk memiliki hati yang cantik!" Mendengar perkataan anak laki-laki berambut putih tersebut, membuat gadis kecil itu menatap dengan tatapan yang bersinar.
"Apakah kamu mau pulang, aku akan mengantarmu sampai ke rumah!" Ucap anak laki-laki berambut putih tersebut, kepada gadis kecil yang berada di hadapannya.
"Ehmm... Tidak perlu, aku bisa pulang ke rumah sendiri..." Gadis kecil tersebut menundukkan kepalanya dengan wajah malu.
"Tidak apa-apa, ayo aku antar! Di mana rumahmu?" Anak laki-laki berambut putih kembali bertanya.
"Uh baik, ayo ikuti aku..." Kemudian keduanya berjalan pulang bersama, dalam perjalanan keduanya menjadi lebih akrab.
Gadis kecil tersebut akhirnya mengetahui bahwa anak laki-laki di hadapannya ternyata tinggal di dekat sana, rumah mereka berdua tidak terlalu jauh, tapi juga tidak terlalu berdekatan.
Melihat bahwa gadis kecil tersebut terlihat lelah setelah berjalan beberapa saat saja, hal itu seketika membuat anak laki-laki berambut putih tersebut berjongkok, dirinya kemudian menoleh ke belakang.
"Naiklah, kamu lelah bukan?" Ucap anak laki-laki tersebut, yang membuat gadis kecil itu mengangkat alisnya.
"Tidak perlu, aku tidak lelah! Lagipula... Badanku berat jadi kamu tidak bisa melakukan itu." Mendengar perkataan gadis kecil itu, membuat anak laki-laki berambut putih mengkerutkan keningnya, dirinya kemudian mundur sedikit lalu menaruh kedua tangannya dibagian belakang lutut kaki gadis kecil tersebut, lalu dirinya mengangkat gadis tersebut.
"Woaaah! Hei hentikan! Ini berbahaya! Aku berat jadi turunkan aku!" Ucap gadis kecil tersebut yang berteriak ketakutan.
"Tidak! Kamu akan aku gendong sampai ke rumahmu! Jadi katakan di mana itu?" Mendengar perkataan anak laki-laki tersebut, yang tidak mau mengalah membuat gadis kecil tersebut terdiam, dirinya kemudian memberitahukan letak rumahnya.
Melihat anak laki-laki tersebut benar-benar membawanya menuju ke rumahnya, membuat gadis kecil tersebut merasa sangat bersalah, tapi pada saat yang bersamaan dirinya sangat senang dan bersemangat, karena akhirnya memiliki teman yang peduli dengannya.
Kemudian mereka akhirnya sampai di rumah gadis kecil tersebut, melihat sebuah rumah yang cukup besar membuat anak laki-laki berambut putih tersebut sedikit terpesona.
"Terimakasih banyak..." Gadis kecil tersebut berbicara dengan wajah malu-malu.
__ADS_1
"Tidak masalah! Kalau begitu sampai jumpa besok! Mulai besok aku akan melatihmu supaya menjadi gadis imut dan cantik!" Mendengar perkataan anak laki-laki tersebut, membuat gadis kecil itu menjadi lebih malu.
"Benar, namaku Rissa Arini! Namamu Ben bukan? Salam kenal! Sampai jumpa besok!" Kemudian gadis kecil tersebut segera masuk ke dalam rumahnya.