
Di hari Jumat pagi hari, Daffa terlihat sedang menatap sebuah rumah dengan bingung, dirinya berada tepat di depan rumah tersebut, dirinya memegang handphonenya tapi dirinya tidak membukanya.
"Ting!"
"Pesan masuk!" Ucap Daffa yang seketika membuka handphonenya.
"Selamat! Anda telah memenangkan-!"
"SMS penipu!" Ucap Daffa dengan wajah kesal.
Dirinya melanjutkan menunggu dengan sabar, dirinya terus menatap ke arah rumah itu dengan tenang.
"Tring!"
Mendengar suara dering handphonenya, dirinya segera membukanya tanpa melihat siapa yang menelepon.
"Halo... Apakah ini kantor polisi? Saya menemukan seekor kucing yang berada di sebuah bangunan tua, sepertinya kucing itu tidak dapat turun!" Ucap seseorang dari balik telepon.
Daffa yang mendengarnya seketika terdiam, dirinya menggertakkan giginya dengan keras, setelah cukup tenang Daffa membalas.
"Ini bukan kantor polisi, dan yang mengurus hal seperti itu kantor pemadam kebakaran! Dan... Untuk nomor kantor pemadam kebakaran itu adalah..." Setelah sedikit melampiaskan emosinya, Daffa memberitahukan orang itu nomor kantor pemadam kebakaran, setelah sedikit menahan kemarahannya.
"Ouh terimakasih banyak!"
"Jika sekali lagi orang tidak jelas, aku akan mengganti nomorku." Gumam Daffa dengan nada kesal.
"Tring!"
"Siapa kali ini?" Gumam Daffa yang melihat terlebih dahulu nama si penelpon.
"Rissa! Bagus sekali!" Ucap Daffa yang segera mengangkat telepon tersebut.
"Halo Rissa! Aku sudah di depan rumahmu!" Ucap Daffa dengan nada bersemangat.
"Uhuk-uhuk! Maaf... Daffa... Aku sepertinya flu... Hari ini aku tidak dapat pergi ke sekolah." Ucap Rissa dengan suara pelan.
"Kamu sakit! Apakah kamu sudah makan dan minum obat?" Ucap Daffa yang terkejut, dan bertanya dengan nada cemas.
"Cuman flu dan sedikit batuk saja... Uhuk-uhuk... Aku sudah makan dan minum obat, maaf... Meski kamu sudah datang untuk mengantarku, tapi aku malah sakit..." Gumam Rissa yang saat ini tengah berbaring di kasurnya.
"Tidak apa-apa, kamu segeralah tidur dan cepatlah sembuh Senin sudah mulai ujian bukan, ini mungkin karena kamu terlalu lelah belajar, hari ini beristirahat saja seharian." Ucap Daffa yang menasehati Rissa.
__ADS_1
"Ya, terimakasih... Sayang." Gumam Rissa dengan nada manis, hal itu seketika membuat Daffa terdiam.
"Su-sudahlah! Cepatlah istirahat dan segera sembuh!" Ucap Daffa yang segera mematikan handphonenya.
Daffa kemudian pergi menuju ke Sekolahnya, sesampainya di sana dirinya segera memarkirkan kendaraannya dan berjalan menuju ke kelas.
...
"Yo! Kau terlihat tidak tenang?" Ucap Kevin yang melihat Daffa masuk ke kelas.
"Rissa sakit, aku ingin datang dan menjenguknya, tapi... Aku takut bertemu dengan Dokter Rino dan Bu Raisa..." Ucap Daffa yang menggaruk-garuk kepalanya.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kamu pergi dengan Ibu?" Ucap Bu Yunita yang tiba-tiba saja masuk ke dalam ruang kelas.
"Bu Yunita?" Ucap Daffa dan Kevin dengan tatapan terkejut.
"Ya, lagipula ibu memang berniat menjenguknya, karena tadi pagi ibu mendengar kabar Rissa sakit dari Bu Raisa." Ucap Bu Yunita yang meletakkan buku dan tasnya di meja.
"Hem... Tentu, saya tidak masalah." Ucap Daffa yang menganggukkan kepalanya.
"Bagus! Pulang sekolah tunggu ibu!" Ucap Bu Yunita yang tersenyum tipis.
...
...
...
Setelah sampai di parkiran Daffa menunggu Bu Yunita datang, sementara Daffa sedang menunggu, Rio, Adrian, dan Kevin datang ke parkiran.
"Hei! Kami akan pergi duluan!" Ucap Rio yang menghampiri Daffa.
"Tentu! Hati-hati di jalan pulang!" Ucap Daffa yang menasehati mereka bertiga.
"Tentu! Sampai jumpa Daffa!" Ucap Adrian yang pergi duluan, lalu Rio selanjutnya, dan yang terakhir adalah Kevin.
Melihat mereka bertiga pergi dengan terburu-buru, Daffa hanya dapat menggelengkan kepalanya, dan menghela nafas panjang.
"Mereka di suruh menjemput pacar mereka ya?" Gumam Daffa dengan menggaruk kepalanya.
"Hai Daffa! Ibu dah selesai, ayo kita pergi menjenguk Rissa!" Ucap Bu Yunita yang segera duduk di motor Daffa.
__ADS_1
"Uhh... Baiklah." Ucap Daffa yang mulai menyalakan motornya, lalu dirinya membawa motornya menuju ke rumah Rissa, dalam perjalanan Daffa menyempatkan diri berhenti sebentar, untuk membeli buah-buahan, hal itu dirinya lakukan karena merasa tidak enak datang tanpa membawa apa-apa.
Bu Yunita juga membawakan bolu strawberry, setelah membeli hal-hal yang dibutuhkan, Daffa segera membawa motornya menuju ke rumah Rissa, saat Daffa sampai di sana dirinya terkejut menemukan teman-temannya juga berada di sana bersama pacar mereka.
"... Kupikir kalian akan pulang?" Ucap Daffa yang menatap ketiga temannya dengan mulut terbuka lebar.
"Yah itu... Ha haha." Kevin tidak tahu harus berkata apa, karena itulah mengapa dirinya malah membuat tawa canggung.
"Kau membawa buah-buahan juga?" Ucap Rio yang mengangkat kedua alisnya.
"Ya, kalian semuanya pada bawa buah-buahan juga?" Ucap Daffa yang bertanya dengan mengkerutkan keningnya.
"Kami pikir buah-buahan makanan yang paling cocok, ketika dibawa untuk menjenguk orang sakit, makanya kami membawa buah-buahan." Ucap Rio yang menggaruk-garuk kepalanya.
"Yah lupakan hal tidak penting itu, sekarang ayo kita masuk." Ucap Nana yang menghentikan Daffa dan yang lainnya berdebat lebih jauh, mengenai buah tangan untuk menjenguk Rissa.
"Maaf kau benar, ayo kita masuk." Ucap Daffa yang meminta maaf dan menganggukkan kepalanya.
Bu Yunita kemudian menekan bel rumah, lalu terdengar suara lonceng berbunyi.
"Ting tong!"
"Ya, siapa ini?" Terdengar suara seorang perempuan dewasa, yang berasal dari speaker di dekat Bel rumah tersebut berada.
"Lidia, ini aku Yunita! Aku dan teman-teman Rissa datang untuk menjenguk." Ucap Bu Yunita yang terlihat mengenali seseorang yang memiliki suara tersebut, mendengar bahwa yang datang adalah Bu Yunita, suara kembali terdengar.
"Yunita! Tunggu sebentar! Aku akan membukakan pintu gerbang!" Tepat setelah itu, terdengar langkah kaki yang berjalan mendekati gerbang dari balik pintu gerbang.
Kemudian pintu terbuka yang memperlihatkan seorang wanita dengan paras menawan, yang terlihat mengenakan pakaian Maid.
"Masuklah!" Ucap perempuan tersebut yang menyambut mereka dengan tersenyum.
"Tentu!" Ucap Bu Yunita yang masuk lebih dulu.
Kemudian Daffa mengikuti setelahnya, lalu Nana, Siska, dan Fiona, kemudian baru Rio, Adrian, dan Kevin yang masuk terakhir.
Perempuan tersebut adalah Lidia, yang sebelumnya berbicara dengan Bu Yunita melalui speaker, dia adalah pembantu di rumah Rissa, kemudian Lidia membawa Daffa dan yang lain menuju ke kamar Rissa, selama perjalanan Daffa menatap dengan wajah tenang yang biasanya, tapi ketika dirinya melihat sebuah lukisan yang tampak tidak asing membuatnya menjadi sangat terkejut.
Itu adalah lukisan anime yang dibingkai dengan indah, menggunakan bingkai foto yang sangat bagus, di dalam gambar tersebut terdapat seorang pria terlihat tengah berdiri, dan di sebelahnya terdapat seorang perempuan yang terlihat tengah duduk, dengan seorang gadis kecil terlihat duduk di paha perempuan itu.
Ketiganya terlihat tersenyum tipis namun begitu indah, layaknya dibuat oleh seorang profesional, tapi hal itu salah besar, sebab pembuat asli dari lukisan tersebut sedang tercengang dengan mulut ternganga.
__ADS_1
"Lukisanku?" Gumam Daffa dengan wajah terpana, mulut ternganga dan mata terbelalak.
Ketika yang lainnya melihat Daffa berhenti bergerak, membuat yang lainnya juga berhenti, mereka melihat ke arah Daffa yang berjalan ke sebuah lukisan, dan tiba-tiba saja Daffa bergumam dengan wajah terkejut, gumaman Daffa meski sudah pelan, tapi masih dapat didengar oleh yang lainnya, mereka juga terkejut ketika mendengar lukisan yang begitu indah tersebut ternyata buatan Daffa.