Pena Merah Di Langit Biru

Pena Merah Di Langit Biru
Chapter 47: Penyelesaian Konflik Bagian Ke 7


__ADS_3

Semenjak Ben mengajak Rissa untuk berlatih, mulai keesokan harinya Ben datang pagi-pagi sekali ke rumah Rissa, dirinya mengajak Rissa untuk lari pagi.


Papa dan Mama Rissa menerima kedatangan Ben dengan baik, Mama Rissa bahkan membangunkan putrinya untuk pergi ikut dengan Ben, yang biasanya Raisa akan membiarkan putrinya tidur nyenyak, sekarang Raisa bahkan membangunkan Rissa untuk pergi lari pagi.


Meski Rissa tidak senang, tapi pada akhirnya dirinya pergi bersama Ben berlari ke sekeliling daerah sekitar, baru saja lari sebentar Rissa sudah merasa lelah, tapi Ben tetap memaksa Rissa untuk berlari, hal itu diperlukan untuk melatih stamina yang dimiliki oleh Rissa, meski Ben memaksa Rissa untuk berlari, dirinya hanya memaksa sebentar sebelum membiarkan Rissa untuk beristirahat.


Setelah istirahat selama sepuluh menit Ben kembali memaksa Rissa untuk berlari, mereka terus melakukan hal tersebut sampai jam dua belas siang, setelah itu Ben membiarkan Rissa pulang, tapi dengan Ben yang mengantarkan Rissa pulang sampai ke rumahnya, karena khawatir Rissa akan pingsan di tengah perjalanan, kemudian sesampainya di rumah, Ben segera berbicara kepada Mama Rissa.


Dirinya berpesan untuk membantu menjaga pola makan sehat untuk Rissa, mengetahui bahwa Mamanya telah menjadi sekutu Ben, membuat Rissa merengek, dirinya menatap Ben dengan wajah kesal serta memasang tampang cemberut.


Ben hanya tersenyum membiarkan hal tersebut, semenjak itu hubungan Ben dan Rissa semakin dekat, mereka menjadi lebih sering bertemu, Ben terus melatih Rissa dengan cara berlari dari jam 6 pagi sampai jam 12 siang.


Ben melatih stamina Rissa terlebih dahulu, setelah Rissa memiliki stamina yang cukup, Ben kemudian melatih daya tahan Rissa, di mana Ben menyuruh Rissa membawa tas yang diisi dengan botol plastik berisi air.


Ben melakukan hal tersebut untuk membuat Rissa dapat bertahan lebih lama, setelah itu Ben melatih Rissa dalam ketenangan, Yap ketenangan, Ben membuat Rissa untuk mengikuti Yoga, tarik nafas lalu keluarkan, itulah latihan yang diberikan oleh Ben.


Hubungan keduanya menjadi semakin dekat, ketika Rissa mulai kehilangan lebih banyak lemaknya. Mereka sering makan bersama di taman bermain, keduanya mulai menjadi sulit untuk berpisah, entah bagaimana setiap berpisah sebentar saja maka keduanya akan mulai merindukan satu sama lain.


Hingga suatu hari Rissa perlu pergi dengan orang tuanya selama sebulan, meski dirinya tidak bertemu dengan Ben, Rissa tetap melanjutkan latihannya.

__ADS_1


Rissa berlatih dengan giat, karena sudah lama berlatih bersama Ben, ketika sedang tidak berlatih Rissa merasa agak aneh, oleh karena itu dirinya menggunakan waktunya untuk melatih dirinya, meski waktu terus berjalan dan hari untuk kembali bertemu dengan Ben semakin dekat, entah bagaimana rasa rindu yang dimiliki oleh Rissa kepada Ben menjadi semakin kuat setiap harinya.


Hingga akhirnya Rissa pulang bersama orang tuanya kembali ke rumah mereka, sesampainya di rumah Rissa segera pergi keluar untuk menemukan Ben, tapi bukannya Rissa menemukan Ben, dirinya malah menemukan dua orang pria yang memasukkan beberapa anak yang tidak sadarkan diri ke dalam mobil box, hal itu membuat Rissa menjadi sangat terkejut sekaligus sangat ketakutan, detak jantungnya berdetak kencang, Rissa kemudian pergi berlari menjauh dari sana, tapi dirinya dikejar oleh dua orang dewasa, yang kekuatan serta staminanya dua kali lebih banyak dibandingkan Rissa.


Meski demikian Rissa berhasil menemukan Ben, dirinya berteriak keras, yang mana membuat Ben menemukan Rissa.


Kemudian kedua penculik tersebut menyekap mulut Rissa, hingga akhirnya Rissa tidak sadarkan diri, melihat itu Ben menjadi sangat terkejut, dirinya sangat marah saat melihat Rissa diculik, Ben berlari ke arah kedua kedua penculik, lalu dirinya melayangkan pukulan ke perut salah seorang penculik, tapi hal itu tidak berpengaruh apa-apa, yang membuat Ben menjadi sangat terkejut, kemudian seorang penculik segera mendekap mulut Ben, hingga akhirnya Ben menjadi tidak sadarkan.


Lalu Ben dan Rissa dibawa oleh kedua penculik tersebut, keduanya dibawa masuk ke dalam sebuah mobil box, lalu kedua penculik membawa Ben dan Rissa bersama dengan anak-anak lainnya ke sebuah gudang tua.


Di mana kedua penculik mengangkat para anak-anak, lalu mengikat mereka ke sebuah bangku kayu, kemudian kedua penculik saling bertatapan sebelum akhirnya berbicara.


"Kenapa kita harus menculik dua anak lagi?"


"Tapi, apakah apakah kita bisa mendapatkan lebih banyak uang, jika kita menjual dua anak yang bukan target?"


"Hei! Dua teman anak laki-laki yang kita culik sebelumnya juga bukan target, kita harus memastikan kondisi kita aman!"


"Baik-baik! Target kita cuman Liliana Kurniawati dan Bryan Alex, cuman mereka berdua saja!"

__ADS_1


"Setahuku harga anak-anak juga cukup mahal, biasanya di dark web harga anak-anak bisa sampai 30-50 juta, karena bisa di didik sejak dini, kebanyakan sih dijadikan budak nafsu, atau dipekerjakan sebagai pelayan di bar-bar malam, tapi ada juga yang digunakan sebagai bahan makanan..."


"Ihhh! Tempat yang sangat mengerikan!"


"Itulah Dark Web, apapun bisa ada di sana, kita hanya berada di tengah, bukan Dark Web, kita hanya dipekerjakan untuk menculik anak dari pemilik perusahaan yang cukup kaya di Indonesia saat ini, jadi jangan terlalu takut! Apakah kau lupa berapa banyak yang bisa kita hasilkan dari hanya menculik dua anak ini saja? 200 Juta! Nah ditambah empat anak yang secara tidak sengaja ikut, kita bisa mendapatkan lebih dari 400 Juta!"


"Wow! Kita akan menjadi sangat kaya!"


"Benar! Kita akan menjadi sangat kaya! Oleh karena itu cobalah untuk tidak mengacaukan hal ini!"


Mendengar keduanya membicarakan hal-hal yang mengerikan membuat Rissa menutup kedua matanya dengan sangat ketakutan, dirinya tidak mau dijual, Rissa menunggu hingga keduanya menghilang, lalu dirinya membuka kedua matanya secara perlahan, sebelum melihat sekeliling dengan waspada.


"Ben!" Rissa bergumam terkejut, dirinya kemudian menyenggol Ben dengan susah payah, hingga akhirnya Ben membuka kedua matanya secara perlahan.


"Uh ini di mana?" Ben mengangkat wajahnya dengan bingung, sebelum akhirnya Ben menemukan tiga anak yang sebelumnya pernah mengganggu Rissa, di mana saat itu adalah pertemuan pertama antara Rissa dan Ben, tidak hanya ketiga anak laki-laki itu saja bahkan ada seorang gadis kecil, di dekat anak laki-laki yang sebelumnya pemimpin dari anak-anak.


"Ben! Kamu sudah bangun!" Rissa bertanya dengan wajah cemas.


"Aku sudah bangun, tapi di mana ini?" Ben bingung sambil menatap tali yang mengikatnya.

__ADS_1


"Ku-kurasa ini tempat para penculik itu, tadi aku mendengar bahwa mereka berencana hanya menculik Liliana dan Bryan, itu gadis di sana itu dan pemimpin dari anak-anak tersebut, tapi sepertinya kedua temannya juga terpaksa diculik, dan tanpa sengaja aku melihat hal tersebut, mereka mengejarku, oleh karena itu aku berlari mencarimu, maaf Ben membuatmu ikut terlibat di dalam semua ini..."


"Tidak, bukan kamu yang salah, mereka yang salah oleh karena itu kita perlu rencana untuk kabur dari tempat ini!"


__ADS_2