Pena Merah Di Langit Biru

Pena Merah Di Langit Biru
Chapter 30: Masalah Awal Bagian Ke 18


__ADS_3

Sudut Pandang Fiona Bianka.


Katanya cinta itu seperti merawat tanaman, pada awalnya memang terlihat sulit, dari mencari pupuk yang bagus, lalu memilih tanaman yang ingin ditanam, hingga merawatnya tumbuh sampai mekar.


Cinta juga sama, pada awalnya itu awal yang sulit, lalu dilanjutkan dengan segala percobaan dan rintangan, yang pada akhirnya mempererat cinta itu sendiri.


Namaku Fiona Bianka, aku memiliki orang tua yang baik dan peduli kepadaku, mereka memiliki pekerjaan di bidang pertanian.


Aku memiliki banyak teman, tapi kebanyakan dari mereka hanya menganggap aku sebagai teman karena suatu alasan, beberapa berbeda, tapi sebagian besar alasannya sama, yaitu mereka ingin menjadi teman dari seorang Perempuan yang menjuarai Taekwondo di Tingkat antar kota, yang memenangkan sebagai juara satu.


Karena itulah mengapa aku tidak memiliki banyak teman, yang dapat benar-benar aku anggap sebagai teman sejati.


Tapi saat aku berada di Sekolah Menengah Atas, atau disingkat SMA, aku memiliki tiga orang teman sekelas yang benar-benar aku anggap sebagai temanku, mereka berteman denganku tidak dengan maksud tertentu atau semacamnya, mereka berteman denganku karena menganggap diriku sebagai sosok yang menyenangkan dan asik diajak bicara.


Suatu hari saat aku pulang sekolah aku mampir ke Toko Bunga milik Bibi dan Pamanku, di sana terdapat seorang remaja pria yang terlihat tengah melihat-lihat Bunga.


"Hei apakah kau mau membeli bunga?" Ucapku yang menghampiri pria itu.


"A-ah! Iya!" Ucap Remaja pria itu dengan wajah terkejut, dan berbicara dengan gugup.


"Kalau begitu mau masuk ke dalam dan melihat-lihat?" Ucapku yang bertanya karena akan lebih baik melihat dari dalam Toko, dari pada melihat dari luar Toko.


"Ya, kalau begitu permisi." Ucap remaja pria yang masuk ke dalam Toko.


"Selamat datang, ouh Fiona! Apakah kau kemari untuk membantu bibi?" Ucap seorang wanita yang terlihat tengah menata beberapa Bunga, dia adalah Bibiku.


"Ya Bibi!" Ucapku yang menganggukkan kepala.


"Lalu, siapa pria ini?" Ucap Bibi yang bertanya sambil tersenyum kepada pria yang berada di sebelahku.

__ADS_1


"Ah! Namaku Kevin Zacky, aku datang karena ingin membeli beberapa Bunga untuk hadiah bagi Adik Perempuanku yang baru saja sembuh, apakah di toko ini punya Bunga Lily?" Ucap Pria itu yang ternyata bernama Kevin.


"Ouh! Pilihan yang bagus! Bunga Lily dilambangkan sebagai keindahan, kesucian, kemurnian, dan kasih sayang, Bunga Lily juga melambangkan awal dari siklus baru, jadi untuk seseorang yang baru saja sembuh dari sakit, Bunga Lily merupakan pilihan yang bagus!" Ucap Bibi yang tersenyum tipis, dan memuji Kevin karena pilihannya.


"Haha, itu... Jadi, apakah Bunga Lily ada di tempat ini?" Ucap Kevin yang menggaruk kepalanya dan tersenyum malu.


"Tentu! Akan aku siapkan." Ucap Bibi yang masuk lebih dalam ke Toko, untuk mengambil Bunga Lily.


"Hei namamu Kevin benar?" Ucapku yang bertanya dengan rasa ingin tahu.


"Uhm benar?"


"Apakah kau sangat menyukai Bunga, sampai mengetahui tentang Bunga Lily, biasanya orang akan bertanya tentang Bunga yang bagus dan cocok, apa lagi seorang pria, biasanya tidak akan mengetahui tentang hal-hal semacam ini." Ucapku yang sangat penasaran dengan pria ini.


"Yah... Aku memang menyukai Tanaman dan Bunga, aku sering merawat tanaman di rumahku, karena itulah mengapa aku mengetahui tentang Bunga Lily, sebab aku sering melakukan pencarian untuk mengetahui berbagai Bunga dan Tanaman di internet." Ucap Kevin yang menjawab dengan tersenyum lebar.


"Begitukah! Hebat sekali, jarang aku bertemu dengan pria yang mampu merawat tanaman! Benar, aku belum memperkenalkan diri, namaku Fiona Bianka!" Ucapku yang mengulurkan tanganku.


"Maaf menunggu! Ini Bunga Lily milikmu!" Ucap Bibi yang memberikan Bunga Lily pesanan Kevin.


"Terimakasih banyak! Berapa harganya?" Ucap Kevin yang mengambil Bunga Lily.


"Harganya..." Ucap Bibi yang memberitahukan harga Bunga Lily.


"Terimakasih! Kalau begitu permisi..." Ucap Kevin yang pergi dari Toko.


Semenjak itu aku mulai lebih sering bertemu dengan Kevin, ternyata kami memiliki banyak kesamaan, Kevin mulai lebih sering datang ke Toko Bibi dan Pamanku.


Dirinya membantu merawat tanaman dan Bunga, hingga suatu hari dirinya mengajakku untuk pergi jalan-jalan, kami pergi ke taman bermain, lalu makan siang, dilanjutkan dengan menonton film di Bioskop, lalu setelahnya kami makan malam, ketika kami akan pergi pulang, Kevin kembali ke dalam tempat makan, karena mau ke kamar mandi, saat aku sedang menunggu di luar.

__ADS_1


Beberapa pria datang kepadaku dan berbicara dengan aneh, mereka mencoba untuk menyentuhku, jadi aku menghajar mereka bertiga dengan sekuat tenaga.


Teriakan mereka cukup keras, yang membuat beberapa orang datang melihat ke sini, lalu datanglah Kevin yang tampak terkejut, dirinya segera membantuku menghajar mereka dengan tinjunya yang terlihat sangat profesional, melihat itu membuatku menyadari kalau Kevin sebenarnya juga ahli bertarung dengan seni beladiri Kickboxing.


Kami pada akhirnya pergi dari sana, setelah mengetahui kemampuan satu sama lain, membuat kami berdua canggung dalam berbicara sebelumnya, tapi pada akhirnya kami tertawa dan menjadi lebih dekat.


Setelah mengantarku pulang ke rumahku, Kevin menghentikanku sebentar dirinya kemudian mengatakan perasaannya kepadaku, hal itu membuatku menjadi sangat terkejut, aku segera membeku membisu.


Wajahku menjadi memerah, jantungku berdetak kencang, pada akhirnya aku melarikan diri, tapi sebelum aku benar-benar menutup pintu, aku mengatakan akan menjawab nanti.


Setelah itu entah kenapa setiap kali bertemu Kevin kami menjadi sulit untuk saling bertatapan, dan entah mengapa perasaan aneh mulai muncul di dalam diriku, seperti aku selalu memikirkan tentang Kevin, atau setiap kali aku mau tidur aku akan selalu memimpikannya.


Pada akhirnya aku bertanya kepada Mamaku, mengenai hal tersebut, dan aku sangat terkejut mendengar jawabannya, aku ternyata jatuh cinta kepada Kevin, ini membuatku tersenyum lebar entah bagaimana.


Setelah itu ketika aku bertemu dengan Kevin di Toko Bibi dan Paman, aku sekarang dapat menatap matanya, melihat tatapanku membuat Kevin akhirnya juga menatapku.


Kemudian aku memberitahukan jawabanku, mendengar jawabanku membuat Kevin tersenyum sangat lebar, kami akhirnya resmi berpacaran.


Setelah berpacaran selama sebulan aku akhirnya membawa Kevin ke rumahku, untuk menemui kedua orang tuaku, Kevin pada awalnya takut dan gugup, tapi setelah mengobrol dengan Papa dan Mamaku dia menjadi tenang.


Kemudian Kevin akhirnya mengetahui bahwa aku menyukai makanan makanan yang manis, dirinya baru tahu setelah kami berpacaran, sebelumnya aku tidak memberitahunya karena menurutku itu tidak terlalu penting, tapi sepertinya Kevin menganggap hal itu penting.


Aku mengetahui bahwa Kevin ternyata memiliki tiga teman baik di sekolahnya, mengetahui hal itu membuatku sedikit terkejut, karena aku juga memiliki tiga teman baik di sekolah.


Suatu hari kami pergi ke mall, karena ada toko kue baru yang dibuka, kami segera pergi ke sana untuk membeli kue, tapi melihat antrian cukup panjang, kami sedikit terkejut.


Tapi pada akhirnya kami tetap mengantri dan membeli kue, setelah itu kami pergi makan kue tersebut.


Setelah selesai makan kue, kami berniat untuk pergi jalan-jalan ke sekitar mall, baru saja kami berjalan sebentar, kami menemukan sesuatu yang mengejutkan.

__ADS_1


"Eh?"


Sudut Pandang Fiona Bianka Berakhir.


__ADS_2