Pena Merah Di Langit Biru

Pena Merah Di Langit Biru
Chapter 25: Masalah Awal Bagian Ke 13


__ADS_3

Sudut Pandang Amanda Putri Maharani.


Namaku Amanda Putri Maharani aku berasal dari keluarga yang sangat kaya, tapi aku tidak pernah ingin menggunakan kekayaan keluarga, aku merasa hal itu tidak menyenangkan, suatu hari aku menyadari aku berbeda dengan anak-anak lainnya.


Bukan hanya dalam ekonomi ataupun status, tapi kecantikan, aku sangatlah cantik, dan kata-kataku selalu membuat orang lain terhipnotis, karena itu aku dapat melakukan semua hal kusuka, tapi aku tidak mau melakukan hal-hal secara berlebihan.


Meski pada awalnya kecantikan yang kumiliki itu hanyalah hal yang kuanggap biasa-biasa saja, tapi ketika hal itu berlaku kepada setiap pria dan perempuan, membuatku sadar bahwa aku berbeda dengan manusia pada umumnya.


Aku sangat menyukai sebuah cerita mengenai Kesatria yang menyelamatkan seorang Putri, karena aku menyukai cerita-cerita yang semacam itu, aku berkeinginan untuk menjadi penulis, tapi keluargaku tidak mau hal itu, mereka menganggap itu hal yang tidak pantas untuk diriku.


Tapi aku mau melakukan apapun yang kuinginkan, sampai akhirnya aku kabur dari rumah, tapi aku tidak menyangka akan menemukan bahwa dunia luar itu sangat berbahaya, kecantikanku membuatku dalam bahaya, aku dibawa paksa oleh sekelompok orang, ketika itu saat diriku berumur lima belas tahun.


Saat itu aku sangat ketakutan, aku menyesali perbuatanku, jika aku diselamatkan oleh seseorang, jika dia laki-laki ataupun perempuan dan lebih tua dariku maka aku akan menjadikannya Kakak angkatku, sedangkan jika dia lebih muda atau seumuran denganku, jika dia laki-laki aku akan menikahinya, sedang jika perempuan maka aku akan menjadikannya saudara angkatku.


Tapi sepertinya hal itu tidak mungkin terjadi, ini dunia nyata bukan sebuah cerita, ketika kedua tanganku diikat, dan mulutku dilakban, aku menjadi sangat putus asa.


Aku pasrah, air mata mengalir keluar dari kedua mataku, jika nasibku memang akan menjadi perempuan hina, yang dilecehkan oleh orang-orang ini, maka mau tidak mau aku akan menerimanya.


"Hei! Kalian mau mati!" Suara dingin yang terdengar kekanak-kanakan terdengar, para penculik itu berbalik dan menemukan seorang anak laki-laki, yang terlihat seperti berumur sepuluh tahunan.


"Haha nak sebaiknya kau pergi sebelum aku mengha-arggh!" Sebelum salah seorang dari tiga penculik sempat menyelesaikan kata-katanya, anak laki-laki itu sudah berada di depannya dan memukul penculik tersebut.


"Kau bocah!" Ucap salah seorang penculik yang ingin menghajar anak itu, tapi anak laki-laki itu dapat menghindar dengan cepat, sebelum akhirnya memberikan pukulan dengan tepat ke leher penculik tersebut.


Melihat kedua temannya telah kalah, penculik terakhir mencoba untuk menjadikan diriku sebagai sandera, tapi anak laki-laki itu hanya menatap mataku, tatapan kami saling menyatu, sebelum akhirnya aku mengedipkan kedua mataku, lalu anak laki-laki itu segera berlari dengan sangat cepat menuju ke hadapan penculik, dan memukul wajahnya sebelum penculik tersebut sempat bereaksi.


"Kuh!" Penculik itu berakhir menjadi tidak sadarkan diri.


"Huuuh..." Anak laki-laki itu berbalik dan menatapku, dirinya kemudian melepaskan ikatan di tanganku, dan melepaskan lakban yang menutup mulutku, seketika itu juga aku memeluknya dan menangis.


Tubuhku gemetar ketakutan, untuk pertama kalinya aku merasakan perasaan hangat yang sangat nyaman dan aman, anak laki-laki tersebut yang dipeluk merasa sedikit tidak nyaman, tapi dirinya tetap membiarkan hal tersebut.

__ADS_1


"Terimakasih..." Ucapku yang berterimakasih kepada anak di depanku.


"Tidak masalah! Lalu apa yang akan kau lakukan kepada mereka?" Ucap anak laki-laki tersebut.


"... Mereka akan hidup selamanya di penjara...!" Gumamku dengan suara dingin, anak laki-laki itu menganggukkan kepalanya.


"Itu bagus!"


"Benar! Kenapa kamu baik-baik saja?" Ucapku yang heran dengan anak laki-laki yang berada di hadapanku, dirinya tidak terpengaruh dengan kemampuanku, biasanya pria atau perempuan akan terpengaruh oleh kecantikanku.


"Apa maksudmu?" Ucap anak laki-laki itu dengan bingung.


"Eh... Benar! Maukah kamu menjadi suamiku di masa depan!" Ucapku yang menatapnya dengan tatapan berbinar.


"Tidak! Perempuan nyata itu menyebalkan! Aku lebih memilih Waifuku! Dia lebih baik dari perempuan nyata!" Ucap anak laki-laki itu yang membuat hatiku sakit.


"Eh...! Kamu menjengkelkan!" Ucapku dengan tatapan sedih.


"Tunggu! Namaku Amanda Putri Maharani! Siapa namamu?!" Ucapku yang bertanya kepada anak laki-laki itu yang bersiap untuk pergi.


"Daffa... Daffa Abiyyu!" Ucap Daffa yang tersenyum tipis, sebelum akhirnya pergi dengan berlari.


"Daffa... Calon suamiku... Suami...!!" Gumamku dengan wajah memerah, aku sangat malu memikirkan hal tersebut.


Setelah itu aku menelpon keluargaku, dan membuat para penculik agar mereka selamanya hidup di penjara, keluargaku menjadi sangat khawatir semenjak saat itu, oleh karena itu mereka menuruti semua permintaanku, hal pertama yang kuinginkan adalah mencari tahu tentang Daffa... Calon suamiku!


Ternyata dia yatim-piatu, dan tinggal di Panti asuhan, semenjak itu aku terus mencari tahu tentangnya, aku juga akhirnya mengetahui bahwa dirinya memang sama dengan diriku, sebab dirinya dapat menggendong seorang perempuan dewasa, hal itu sempat panas akhir-akhir ini.


Kemudian aku mengetahui dirinya menjadi seorang penulis dan komikus, aku juga menjadi penulis di sana dengan mencoba untuk membuat novel yang bagus, meski aku terus mencoba untuk dekat dengannya, dirinya selalu mencoba untuk menjauh dariku.


Ketika aku bertanya mengapa dirinya tidak mau dengan perempuan nyata, dirinya mengatakan bahwa mereka menyebalkan dan cengeng, mendengarnya membuatku kesal tapi aku tidak dapat menyangkalnya.

__ADS_1


Tapi aku tidak akan menyerah untuk mendapatkannya, aku pastikan untuk menjadikannya sebagai suamiku.


Sayangnya semua harapanku hilang, ketika aku mengetahui bahwa aku akan dijodohkan, aku sangat sedih karenanya aku berniat membuang perasaanku dan mencoba untuk melupakannya, meski begitu aku tetap tidak dapat menahannya.


Setiap kali bertemu dengannya hatiku terasa seolah-olah mengatakan, ungkapan perasaanmu yang sebenarnya, selalu saja seperti itu, tapi aku telah dijodohkan dan perjodohan ini telah diatur sejak lama sekali.


Karenanya aku tidak dapat menghentikannya, meski aku sangat ingin menghentikan perjodohan ini, tapi ketika suatu hari dirinya tiba-tiba saja datang, dan mengatakan bahwa dirinya sudah memiliki pacar, perasaan yang telah lama kucoba buang muncul kembali, hatiku terasa sangat sakit, aku tidak dapat membiarkan dirinya melihat diriku yang akan mengeluarkan air, oleh karena itu aku menundukkan kepalaku.


Sekarang aku benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa lagi, aku sekarang dijodohkan dan dirinya sekarang memiliki pacar, kita tidak akan bisa bersama.


Mengapa... Mengapa... Mengapa takdir tidak dapat menyatukan kita bersama saja.


Sudut Pandang Amanda Putri Maharani Berakhir.


Yah itu mungkin karena takdir yang lebih kuat, yang seharusnya bersama dengan Daffa, tapi siapa yang tahu di dunia ini mengenai Takdir, sebab Takdir tidak dapat terlihat serta tidak dapat diprediksi, dan hanya Dewa Takdir yang dapat melihat ikatan antar Takdir.


...


...


...


"Baiklah saya ucapkan terimakasih banyak atas kedatangan para penulis sekalian, saya akan mulai mengatakan Tiga besar yang menempati posisi teratas dari Novel Terbaik Bulan ini!" Ucap Bu Raisa yang berbicara menghadap ke semuanya.


"Baiklah Novel pertama... Adipati Tampan Penghisap Darah berada di urutan ketiga! Selamat!" Ucap Bu Raisa yang bertepuk tangan, diikuti oleh orang-orang yang hadir.


"Lalu Novel Terbaik yang menepati urutan kedua adalah... Mimpi Buruk Masa Lalu! Selamat!"


"Dan yang terakhir menempati posisi pertama adalah... Kesatria Pemberani Putri Kecil! Selamat! Kepada ketiga penulis Novel tersebut diharapkan untuk maju ke depan!" Ucap Rissa yang bertepuk tangan, lalu yang lainnya mulai bertepuk tangan dengan keras.


Daffa yang melihat itu menguap, dirinya tidak terlalu peduli dengan penghargaan tersebut, lagipula apakah piala penghargaan dapat dimakan, karena tidak dapat dimakan maka dirinya tidak peduli.

__ADS_1


__ADS_2